
Mama Ida segera membereskan kamar Aisha dan rumahnya agar tampak rapi kembali seolah tak terjadi apapun. Bahkan ponsel terbaru milik Aisha yang tergeletak di atas nakas pun ia langsung non aktifkan. Lalu ia buang ke sebuah sungai kecil saat ia keluar rumah untuk melepas penat bersama teman-teman sosialitanya kembali.
Taiwan,
Della beberapa kali sengaja menyapa Faizan seolah-olah tak sengaja bertemu baik di sebuah cafe atau pusat perbelanjaan kala Faizan dan Agung ada pertemuan bisnis. Agung yang melihat gelagat Della yang mencurigakan selalu berusaha melindungi bosnya itu dari wanita-wanita penggoda macam Della.
Ia sangat tahu bosnya kini yang merupakan adik tiri Handika, sangat mencintai Aisha. Dari sorot mata Faizan serta perlakuan bosnya itu pada sang istri, sebagai lelaki ia sangat memahami bahwa Faizan menikahi Aisha bukan hanya sekedar amanah dari Handika tetapi ada cinta di hatinya untuk seorang Aisha Permata Jingga.
Faizan berusaha menghindari Della terlebih entah mengapa saat ini ia mendadak mual kala mencium aroma parfum Della. Ketiganya tengah duduk di sebuah cafe setelah rekan bisnis Faizan pergi. Della tanpa basa basi dengan tak sopan langsung duduk di meja Faizan dan Agung.
Seolah-olah menyapa dan ingin bergabung untuk makan siang bersama. Akan tetapi rencana Della gagal total sebab Faizan mendadak didera rasa mual hebat yang entah darimana datangnya.
Sesungguhnya ia memang tak suka Della mendekatinya. Sebagai lelaki ia paham dari gestur dan gelagat Della bahwa wanita ini tengah melakukan pendekatan cinta padanya. Ia berusaha menghindari itu semua namun dalam kondisi yang wajar agar tidak terkesan sarkas atau menyinggung perasaan Della.
Sebab wanita ini adalah teman masa kecilnya yang sudah lama bersamanya. Sehingga Faizan berusaha menghindar dengan cara halus dan sopan agar tak menyakiti hati Della.
__ADS_1
Akan tetapi kejadian siang ini di cafe, betul-betul di luar kesadaran Faizan. Murni sebuah ketidaksengajaan bukan sesuatu yang direncanakan.
"Hoeekkk..."
"Ya ampun Faizan! Aaaa... gaunku jadi kotor dan bau. Kamu kenapa sih?" teriak Della sehingga mereka bertiga menjadi tontonan pengunjung lainnya di cafe tersebut.
Ada yang menertawakan kondisi Della tetapi ada juga sebagian yang turut prihatin. Sebab kini tubuh Della yang tengah memakai gaun berwarna hitam tanpa tali dan lengan, tengah kotor terkena muntahan Faizan yang mendadak mual gara-gara bau parfum Della yang cukup menyengat baginya.
"Maaf Del, aku tak sengaja. Habis parfummu bau banget jadi aku mual," ucap Faizan lirih sebab dirinya kini mendadak pusing dan lemas.
Agung dengan sigap menopang tubuh Faizan yang terlihat lemas padahal saat meeting bosnya ini sangat bugar. Tetapi sejak Della datang, mendadak mual dan pucat pasi.
Agung tengah menggaruk-garukkan tangannya di kepala. Sebab ia sendiri bingung melihat kondisi saat ini. Della begitu mengenaskan. Tubuh bagian atasnya yang terbuka harus basah kuyup akibat muntahan Faizan yang cukup banyak.
Della sengaja duduk di samping Faizan bukan saling berhadapan seperti biasanya jika mereka tak sengaja bertemu. Dikarenakan ia ingin melancarkan misi pendekatan bersama Faizan sekaligus orang suruhannya dari jauh akan memotret dirinya. Tentu saja ia harus menempel pada Faizan.
__ADS_1
Bukan mujur yang didapatkan tetapi buntung. Della harus menelan pil pahit selain misinya gagal total hari ini, ia merasa malu sebab jadi tontonan banyak orang dengan kondisi tubuhnya yang sudah cantik tetapi berkahir menjadi bau dan kotor.
Mau tak mau Della kembali ke hotel tempat ia menginap setelah Agung memberinya sejumlah uang. Sebab Agung harus segera membawa Faizan ke rumah sakit. Hal ini dikarenakan Faizan sudah tak kuat menopang tubuhnya sendiri seakan mau pingsan.
Setibanya di rumah sakit, Faizan langsung ditangani oleh dokter. Agung dengan tak sabar mondar-mandir menunggu di depan ruang IGD tempat Faizan berada. Sebagai sekretaris yang handal dengan sigap ia memutuskan mengundur dan mengatur ulang jadwal pertemuan lainnya. Beruntung relasi bisnisnya memahami bahwa Faizan yang tengah sakit.
Tak lama pintu ruang IGD terbuka menampilkan dokter lelaki yang menangani Faizan. Dengan sigap, Agung langsung melangkah menuju sang dokter.
"Bagaimana kondisi atasan saya, Dok?" tanya Agung dengan nada cemas.
"Pasien tengah tertidur akibat obat yang kita berikan. Satu atau dua jam lagi kemungkinan sudah sadar kembali. Kondisinya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal ini biasa terjadi saat istrinya tengah hamil. Sepertinya atasan Anda sangat mencintai istrinya sampai hamil pun yang mual-mual suaminya," ucap sang dokter dengan tawa kecil dan senyum lepasnya.
Agung yang mendengarkan penuturan sang dokter hanya bisa cengok alias bengong.
"Hamil? Kenapa Nyonya bos lagi hamil malah ditinggal ke Taiwan?" batin Agung bertanya-tanya penuh keheranan.
__ADS_1
🍁🍁🍁