Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 70 - Akhir Kisah Ibu Mertua Kejam


__ADS_3

Sontak para karyawan saling berbisik hangat mengetahui fakta yang begitu mencengangkan ini. Terutama bagi karyawan Ji's boutique cabang Kuta, Bali. Sebab mereka tahu bahwa Aisha awalnya bekerja sebagai office girl.


Namun kini berubah menjadi anak kandung dari pemilik butik tempat mereka bekerja yang otomatis sebagai pewaris tunggal seluruh kekayaan keluarga Artanegara.


Tepuk tangan meriah menyambut acara penutupan ulang tahun Bu Jihan yang begitu berkesan dan sangat kental rasa kekeluargaannya. Bahkan Bu Jihan juga memperkenalkan Faizan Atmajaya sebagai menantunya dan kabar bahagia yang lainnya bahwa saat ini Aisha tengah mengandung.


Rekan-rekan kerja Aisha langsung mengucapkan selamat dan doa terbaik semoga diberi kesehatan dan kelancaran hingga persalinan kelak. Aisha sungguh terharu melihat dan merasakan penerimaan dirinya yang luar biasa baik. Awalnya bukan apa-apa, kini menjadi bagian dari keluarga Artanegara.


Sepanjang pesta, Faizan tak melepas genggaman tangannya pada sang istri. Sebagai suami siaga, ia berusaha menjaga keamanan dan kenyamanan istrinya di mana pun berada. Aisha juga merasa bersyukur dipertemukan dan ditakdirkan bersama Faizan.


Lelaki yang ternyata diam-diam mencintainya sejak lama saat dirinya masih menjadi karyawati penjaga loket tiket di stasiun Gambir. Cinta dalam diam yang murni sejak pandangan pertama Faizan pada dirinya tak berubah dan tak lekang oleh waktu.


Bahkan hingga dia berstatus janda dan menikah kembali atas amanah dari Handika, mendiang suami pertamanya. Aisha tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Ia akan bertekad menjaga dan menyirami cinta itu agar semakin tumbuh subur dan tetap terjaga hingga akhir hayatnya kelak.


Ya, Aisha telah mengetahui bahwa Faizan sudah jatuh cinta padanya sejak pertama kali bertemu di stasiun Gambir. Benny yang menyampaikan hal itu pada Aisha saat Faizan pergi ke toilet kala mereka sarapan.


Benny ingin Aisha tahu seberapa besar cinta sahabatnya itu padanya. Sehingga jika ke depan kelak ada masalah rumah tangga, sebagai sahabat sekaligus saudara tentu berharap keduanya menyelesaikan dengan baik dan tidak pergi atau menghindar.


Aisha pun sangat mengerti akan hal itu. Berkaca dari pengalaman sebelumnya di mana dirinya kurang dewasa menyikapi permasalahan sehingga menuruti perkataan ibu mertuanya untuk pergi menjauh dari suaminya padahal Faizan tak ada salah apapun padanya. Dia bertekad tak akan pernah mengulangi kebodohan itu di masa yang akan datang.


Bu Jihan pun telah mengetahui penyebab utama Aisha pergi dari rumah keluarga Atmajaya. Sebagai seorang ibu, tentu dirinya terkejut melihat nasib putri kandungnya yang diperlakukan tidak baik bahkan seakan dihinakan. Hanya karena Aisha memutuskan berhenti bekerja sehingga tak memiliki banyak materi dan juga datang dari keluarga biasa.


Hatinya sungguh sakit bagai disayat-sayat belati tajam kala mendengar penuturan fakta mengejutkan itu dari detektif yang ia sewa. Namun Bu Jihan berusaha menanggapi itu semua dengan kepala dingin dan bijak.

__ADS_1


Dirinya tidak mau gegabah terlalu dalam mencampuri urusan rumah tangga putri kandungnya. Terlebih membalas perbuatan kejam besannya, tentu tidak. Sebab ia yakin Tuhan tak akan tidur. Semua kejahatan pasti akan mendapat balasan yang setimpal. Dan ia yakin akan hal itu.


Namun jika ke depan ada seseorang yang mencoba berulah atau merusak kebahagiaan putrinya itu, maka dia akan menjadi garda terdepan yang akan melindunginya.


Aisha pun menyerahkan urusan Jordan pada sang suami. Ia tidak mau bertemu lelaki itu lagi sebab khawatir trauma yang sudah hilang muncul kembali. Akhirnya Faizan, Aisha, Agung, Benny dan Bu Jihan kembali ke Jakarta.


Akan tetapi Faizan membawa Aisha untuk sementara ini tinggal di apartemen pribadinya. Bu Jihan sempat menawarkan pada Faizan dan Aisha untuk tinggal di rumahnya di Jakarta, namun untuk saat ini Faizan belum bisa menerimanya.


Aisha dan Faizan akan tetap rutin berkunjung ke rumah keluarga Artanegara. Bu Jihan pun memakluminya.


Ketika kebahagiaan Faizan dan Aisha tengah menyelimuti keduanya. Berbanding terbalik dengan kondisi Mama Ida. Kini dirinya tengah bersitegang dengan petugas dari bank. Sebab rumah utama keluarga Atmajaya akan disita oleh bank sebab Mama Ida sudah menunggak cicilan lebih dari tiga bulan.


Dan tak ada itikad baik dari Mama Ida untuk menyelesaikan tunggakan tersebut beserta dendanya. Sebelumnya, Mama Ida telah mengetahui bahwa dirinya ditipu oleh Della dan ibunya. Mereka sempat bersitegang di kantor polisi hingga acara jambak menjambak pun tak terelakkan lagi hingga pihak berwajib kerepotan melerai ketiganya.


"Kembalikan uang kami Jeng Ida. Tega-teganya kamu menipu kami!" teriak Nyonya X, rekan sosialita Mama Ida.


"Aku sudah tak ada uang dan juga bukan aku yang menipu kalian tapi Della, huh!" gerutu Mama Ida mendengus sebal.


"Kami tidak mau tahu. Pokoknya kamu harus bertanggung jawab!" teriak Nyonya Y yang juga menjadi korban penipuan bisnis berlian palsu Della.


Dari kejauhan, Faizan dan Aisha melihat dari dalam mobil bahwa ada keramaian di depan rumah utama keluarga Atmajaya. Mobil yang dikendarai Faizan berjalan perlahan dan mendekati tempat kejadian perkara yang sedang ramai dan terlihat Mama Ida berada di sana.


"Yuk Mas cepat keluar, bantu Mama. Kenapa itu Mama ramai-ramai di depan rumah? Terus kenapa rumah Mama ada tulisan disita bank?" tanya Aisha penasaran.

__ADS_1


Akhirnya keduanya keluar dari mobil dan berjalan menuju pagar depan rumah utama keluarga Atmajaya.


"Mama ada apa ini?" tanya Faizan tegas.


"Iya Mah, ada apa kok ramai-ramai begini. Kenapa rumah Mama di sita bank?" tanya Aisha sendu melihat kondisi Mama Ida yang tengah acak-acakan.


Deg...


Sontak Mama Ida terkejut melihat Faizan dan Aisha di depannya saat ini. Tiba-tiba dirinya dilanda kepanikan sekaligus malu yang menderanya. Terlebih pada Aisha, menantu yang telah ia usir pergi dari rumahnya sekarang berada di hadapannya tengah melihat kondisi dirinya yang tak karuan.


Kini dirinya seakan mendapat balasan karma dari Tuhan yakni terusir dari rumah miliknya sendiri akibat keserakahan dan kesombongannya.


Mama Ida pun memutuskan berlari menjauh dari mereka. Faizan dan Aisha yang terkejut melihat Mama Ida pergi, otomatis ikut lari mengejarnya.


"Mama... " teriak Aisha.


"Mah, berhenti!" teriak Faizan.


Namun karena kekalutannya sehingga Mama Ida tak memperhatikan jalan dan lalu lalang kendaraan akhirnya tabrakan pun tak terhindarkan.


Brakk...


"Mama!" pekik Aisha menjerit saat melihat tubuh Mama Ida tertabrak sebuah mobil yang melaju cukup kencang.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2