Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 30 - Penjelasan


__ADS_3

"Eugh..."


Aisha melenguh dan menggeliat perlahan. Ia membuka kelopak matanya dan langsung disuguhi pemandangan yang indah yakni suaminya yang masih bergelung di bawah selimut dengannya tengah memeluknya erat. Pahatan yang tampan nan rupawan.


Perlahan ingatannya kembali saat mereka menyatu membuat pipinya merah padam. Ia tak menyangka dirinya akan seagresif ini pada Faizan. Lalu ia tersenyum sebab tersipu malu kala beberapa potongan adegan saat ia memimpin acara semalam.


"Kenapa senyum-senyum sendiri sayang?" bisik mesra Faizan meluncur tiba-tiba seraya pelukan erat mendarat pada tubuh Aisha.


"Eh, Mas sudah bangun? Sepertinya kita kesiangan. Ayo kita bersih-bersih segera. Kasihan Agung pasti sudah menunggu kita sejak tadi," jawab Aisha sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Hem... enggak mau. Kamu belum jawab pertanyaanku," ucap Faizan ngambek.


"Pagi-pagi sudah ngambek saja cintaku ini. Nanti tampannya hilang lho kalo ngambekan," tutur Aisha seraya tersenyum.


"Biarin! Kalau aku enggak tampan kan nanti gak ada cewek lain yang deketin. Yang penting kamu cinta dan setia sama aku. Itu sudah lebih dari cukup," jawab Faizan apa adanya.


"Misal aku enggak setia, terus Mas mau apa?" tanya Aisha sengaja menggoda Faizan.


Dirinya hanya ingin tahu sampai sebatas mana cinta Faizan untuknya. Sebab belum ada genap satu minggu pernikahan mereka sudah ada dua wanita cantik dan lebih muda dari dirinya yang mendekati suaminya.


"Aku kurung kamu dalam kamar tanpa ponsel. Aku ajak bertempur membuat Faizan junior sampai jadi sampai kamu minta ampun karena ketagihan. Jadi gak akan ada perselingkuhan. Buat laki-laki yang berani deketin kamu, aku ajak berduel di atas ring tinju!"


"Aku yakin kamu bukan tipe wanita yang mudah mengkhianati cinta dan pernikahan kita. Jadi jangan suka berandai-andai atau menebak sesuatu yang belum tahu kenyataan sebenarnya," ucap Faizan.

__ADS_1


"Makasih Mas. Aku cinta sama kamu," bisik Aisha tulus.


"Iya sayang aku tahu. Aku jauh lebih mencintaimu dari yang kamu bayangkan," jawab Faizan.


"Semalam sayang agresif sekali. But I like it," bisik Faizan mesra seraya mengecup pipi istrinya.


Aisha yang mendengarnya sontak tersipu malu dan pipinya langsung merah seperti kepiting rebus. Dan dirinya jadi teringat penyebab ia agresif pada suaminya semalam. Sebab didera rasa cemburu hebat tak kasat mata pada sosok wanita yang bersama suaminya di cafe tadi malam.


"Mas, aku boleh tanya sesuatu?" tanya Aisha lirih.


"Silahkan sayang. Mau tanya apa, hem?" tanya Faizan seraya mendusel terus pada tubuh sang istri sembari mengecupnya.


"Siapa wanita berbaju pink yang bersama Mas semalam di cafe yang tak jauh dari Gedung Sate?" tanya Aisha seraya menunduk tak berani menatap Faizan.


"Sha, aku di sini bukan di bawah. Tatap aku langsung," ucap Faizan tegas.


"Apa semalam kamu agresif padaku dan memberikan hal itu untukku karena sebelumnya melihatku dengan wanita itu di cafe?" tanya Faizan lembut dan Aisha mengangguk secara cepat.


Sebuah helaan nafas meluncur dari Faizan, akhirnya ia tahu penyebab istrinya semalam padanya. Justru Faizan didera rasa bersalah sebab ia tahu kini Aishanya tengah cemburu padanya karena melihat dirinya bersama wanita lain.


Terlebih wanita itu lebih muda usianya dari Aisha. Pasti istrinya itu tengah merasa insecure.


"Maafkan aku sayang, jika aku salah padamu atas kejadian di cafe. Nama wanita itu Mitha. Dia adalah teman kuliahku. Dulu dia satu kampus bersamaku dan Benny. Kebetulan semalam kita bertemu secara tak sengaja. Ternyata dia bekerja sebagai sekretarisnya Tuan Ronald. Selepas meeting dia mengajakku berbincang sejenak di cafe dan aku pun mengatakan padanya bahwa statusku sekarang telah menikah. Aku dan Mitha hanya berteman. Walaupun dahulu saat kuliah dia pernah menolongku beberapa kali dengan mencarikan job sampingan untukku dan juga Benny," tutur Faizan apa adanya.

__ADS_1


Kemudian Faizan bercerita singkat pada Aisha bahwa dahulu sejak sang Papa meninggal dunia di saat usianya lima belas tahun maka sejak itu tak lama ia berusaha mandiri sebab kondisi ekonomi keluarga Atmajaya tak lagi seperti dahulu. Terlebih dipegang oleh Mama Ida.


Akhirnya ia dan Benny sering bekerja di luar jam kuliah. Benny walaupun dari keluarga berpunya juga memiliki masalah sendiri karena orang tuanya bercerai alias broken home.


Otomatis Benny juga mengambil job sampingan guna menambah uang saku dan tabungannya. Walaupun uang dari orang tuanya masih cukup hingga dirinya lulus kuliah tetapi ia ingin mandiri.


"Aku hanya menemani Mitha ngobrol sejenak dan mentraktirnya minum kopi semalam. Selain kita lama tak jumpa, juga sebagai ucapan terima kasihku saja tak lebih. Agung juga ikut bersama kita di cafe," ucap Faizan dengan jujur.


"Aku tak melihat Agung bersama Mas dan Mitha semalam di cafe itu," ucap Aisha.


"Mungkin sayang pas melihat hanya kami berdua sebab Agung semalam cukup lama di toilet cafe. Saat jamuan makan sekaligus meeting dengan Tuan Ronald dia terlalu banyak makan pedas jadi perutnya sakit. Sayang boleh tanya Agung langsung atau aku bisa meminta rekaman cctv pada cafe tersebut tentang kejadian semalam biar sayang percaya," tutur Faizan penuh keyakinan.


"Tak perlu Mas, aku percaya sama kamu. Maaf jika aku kekanak-kanakan cemburu tidak jelas sehingga kembali ke hotel larut malam," ucap Aisha tulus meminta maaf.


Akhirnya keduanya saling mengungkap unek-unek di hatinya secara terbuka. Kesalahpahaman telah tuntas dan senyum merekah terbit pada bibir keduanya.


Siang hari mereka semua telah check out dari hotel dan kembali ke Jakarta sebab keesokan harinya, Faizan dan Aisha akan langsung bertolak ke Bali untuk honeymoon.


Jakarta,


"Bagaimana rencana kita menghancurkan pernikahan mereka?" tanya Mama Ida.


"Tenang saja Tante, aku akan berusaha memisahkan keduanya. Dan akan mengambil posisi Aisha sebagai istri Kak Faizan," tutur Della dengan senyum smirknya.

__ADS_1


"Lakukan dengan rapi dan segera. Sebab aku sudah muak melihat wanita sialan dan mandul itu. Terlebih aku melihat Faizan begitu melindungi dan menyayanginya. Pasti Faizan diguna-guna sama dia. Dasar licik!" geram Mama Ida.


🍁🍁🍁


__ADS_2