
Setelah dua minggu dirawat di rumah sakit, Mama Ida sudah diperbolehkan untuk pulang. Saat memasuki rumahnya kembali, dirinya tak henti-hentinya mengucapkan maaf dan terima kasih pada Aisha, menantunya. Termasuk juga pada Bu Jihan selaku besannya. Bahkan ia menangis tersedu-sedu mencium tangan Aisha.
Dirinya tak menyangka, Aisha yang ia tahu berasal dari keluarga biasa ternyata putri seorang konglomerat. Bahkan kekayaan keluarga Artanegara sangatlah jauh darinya. Ia sungguh malu pada besannya dan juga Aisha.
Sebagai manusia, dia terlupa bahwa di atas langit masih ada langit yang jauh lebih tinggi darinya. Akibat rasa pongah dan keserakahan, menyebabkan dirinya lupa bersyukur atas nikmat dari Tuhan yang telah diberikan padanya.
Bahkan anak tiri dan menantu yang dulu ia sia-siakan, kini mereka lah yang mau merangkulnya dengan tulus. Bahkan membiayai pengobatannya hingga sembuh. Walaupun seumur hidup dirinya harus lumpuh secara permanen, ia sudah ikhlas.
Memang sepantasnya ia mendapat balasan dari Tuhan seperti ini atas segala perbuatan buruknya di masa lalu. Aisha dengan telaten merawat ibu mertuanya tersebut bahkan dalam kondisi hamil tua tetap setia menemani terapi hingga penyakit stroke Mama Ida sembuh.
Kini usia kehamilan Aisha baru saja memasuki bulan ke sembilan dan menurut perkiraan dokter sekitar tiga minggu lagi jabang bayi akan lahir ke dunia. Namun bisa juga lebih cepat.
Hal ini dikarenakan Aisha mengandung bayi kembar. Biasanya kehamilan kembar sedikit berbeda dengan kehamilan yang hanya satu janin. Semua persiapan kelahiran telah rampung dengan baik untuk menyambut bayi kembar mereka yang diprediksi oleh dokter kembar sepasang yakni laki-laki dan perempuan.
Mama Ida dan Bu Jihan sungguh antusias dan bahagia mendengar bahwa mereka akan memiliki dua cucu sekaligus. Mama Ida yang dahulu beranggapan bahwa Aisha adalah wanita mandul karena selama satu tahun pernikahan dengan putra kandungnya yakni Handika, tak kunjung hamil juga.
Kini semua praduga tak berdasar tersebut lenyap seketika saat mengetahui menantunya itu hamil bahkan mengandung bayi kembar. Walaupun bukan dari benih Handika melainkan benih Faizan, anak tirinya.
Hingga kini rahasia Handika yang mengalami disfungsi ereksi sehingga Aisha menyandang status janda rasa per@wan masih tersimpan rapat. Hanya Faizan dan Aisha yang mengetahuinya. Keduanya sepakat menutup hal itu dari siapapun karena menjaga nama baik mendiang Handika dan tak ingin Mama Ida semakin rendah diri di hadapan mereka.
Faizan dan Aisha ingin menutup segala hal di masa lalu dan menjadikan pembelajaran di masa depan. Lebih baik membuka lembaran baru dengan tinta cinta keduanya untuk membina keluarga bahagia secara utuh.
__ADS_1
Sejak Mama Ida keluar dari rumah sakit, Faizan dan Aisha sepakat untuk tinggal kembali di rumah utama keluarga Atmajaya demi menjaga Mama Ida. Bu Jihan pun tak mempermasalahkan hal itu. Sebab dirinya juga masih sering bolak balik Batam ke Jakarta.
Bu Jihan sudah memutuskan untuk menyerahkan perusahaan utama keluarga Artanegara dikelola oleh Benny dengan tetap dibantu dirinya dan juga Faizan. Sedangkan butik masih ia handle penuh sebelum nantinya akan ia serahkan pada Aisha, putrinya.
Dirinya ingin mengurangi rutinitas urusan bisnisnya karena ia ingin menghabiskan masa tuanya bersama putri, menantu dan juga cucunya.
"Sayang yuk berenang," ajak Faizan dengan mimik wajah yang setengah merengek manja bersandar pada pundak sang istri.
Kini keduanya tengah duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka. Aisha tengah sibuk membaca majalah tentang parenting.
"Berenang malam-malam begini, Mas? Nanti masuk angin lho," ujar Aisha dengan polosnya.
"Aku pengin ngajarin anak kita berenang. Biar pinter renang kayak Papanya. Mamanya saja sekarang jago berenang," cicit Faizan seraya terkekeh.
"Mama sudah jago berenang kok. Buktinya kemarin Mama mahir memimpin berenang kenikmatan di sana sama Papa. Bahkan sampai bikin Papa ketagihan," bisik Faizan mesra di telinga Aisha seraya menunjuk ranjang mereka yang sebagai saksi acara berenang keduanya kemarin.
Blussh...
Pipi Aisha langsung merona bak tomat rebus saat paham dengan kata renang yang dimaksud sang suami. Bahkan dirinya sungguh malu mengingat atraksinya semalam yang lebih liar dari biasanya. Entah karena hormon menjelang kelahiran yang merecokinya atau bisikan suaminya yang menggodanya terus hingga pertahanannya roboh seketika.
"Kan kata dokter harus rajin-rajin jengukin dedeknya biar gak tersesat jalan buat si kembar keluar," cicit Faizan sengaja menggoda istrinya membuat Aisha gemas dan mencubit pinggang suaminya itu.
__ADS_1
Alhasil malam ini pun acara berenang ala Faizan dan Aisha kembali terulang. Malah berlangsung lebih sengit dari kemarin. Dan yang terjadi dini hari tepatnya satu jam setelah pertempuran itu selesai, Aisha mengalami kontraksi dan segera dilarikan ke rumah sakit karena mengalami tanda-tanda akan melahirkan.
Faizan tergopoh-gopoh, masih beruntung sang istri berhasil ia pakaikan baju hamil dengan baik. Setelah ia menyambar secara asal baju hamil istrinya yang ada di lemari. Akan tetapi berbanding terbalik dengan Faizan yang justru tanpa sadar pergi ke rumah sakit dalam kondisi hanya memakai kaos polo warna putih dan boxer saja.
Faizan tak peduli dengan penampilannya tersebut yang membuat heboh para perawat dan dokter wanita di rumah sakit ternama di Jakarta yang memang mereka rencanakan sebagai tempat kelahiran si kembar. Bu Jihan dan Mama Ida yang menyusul ke rumah sakit sungguh dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah calon Papa yang satu ini. Beruntung mereka dengan sigap membawakan baju ganti yang selayaknya untuk Faizan.
Aisha yang mengalami kelelahan akibat berenang malam bersama sang suami, mendengus sebal. Sebab Faizan terlalu banyak menyemburkan es krim vanilanya sehingga dirinya kontraksi lebih awal dari perkiraan dokter.
Oekk...oekk...oek...
Suara tangisan bayi bergema dan saling bersahut-sahutan di ruang operasi. Ya, dengan terpaksa Aisha tidak bisa melahirkan secara normal melainkan operasi cesar. Hal ini dikarenakan kontraksi semakin meningkat namun kondisi ibu yang kelelahan dan kepayahan serta panggul Aisha yang kecil tentu saja beresiko untuk melahirkan secara normal.
Walaupun begitu Faizan dan Aisha sangat bersyukur sebab kini mereka disebut sebagai orang tua. Kelahiran si kembar yang telah dinanti banyak orang terutama keluarganya, memberikan warna tersendiri bagi keduanya sebagai bukti kekuatan cinta mereka.
Abimanyu Prawira Atmajaya dan Azzura Shania Atmajaya adalah nama yang diberikan Faizan untuk kedua buah hatinya yang baru saja dilahirkan Aisha.
Kebahagiaan dan senyum menghiasi keduanya serta orang-orang di sekitarnya. Kesabaran hati Aisha sebagai seorang menantu berbuah manis.
"Terima kasih sayang sudah melahirkan putra putri kita yang kelak menjadi pelita cinta nantinya di masa depan. Aku cinta kamu selalu, Aishaku."
"Aku juga mencintaimu selalu, Mas Faizanku."
__ADS_1
TAMAT
🍁🍁🍁