Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 39 - Tangisan Pilu Aisha


__ADS_3

"Eugh..."


Perlahan Aisha mulai menggeliat dan saat kedua matanya terbuka, ia sungguh terkejut sebab tengah berada di dalam kamar yang asing. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar dan fix ini bukan kamar di rumahnya.


Lalu ia mencoba untuk bangun dan betapa terkejutnya saat melihat tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Otomatis ia menggenggam erat selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Ya Tuhan apa yang terjadi padaku? Kenapa bisa begini dan ini di mana?" tanya Aisha lirih seraya matanya mulai berkaca-kaca.


Aisha melihat ada bercak kemerahan bekas cap bibir di tubuhnya. Sungguh rasanya sangat menjijikkan. Ia menangis tergugu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tangisan tak dapat dibendung dan waktu tak dapat diputar kembali.


"Siapa yang tega menjamah tubuhnya?"

__ADS_1


Dengan bersusah payah berusaha menegarkan hati dan mentalnya, akhirnya tertatih-tatih dirinya meraih pakaiannya yang teronggok di lantai. Beruntung pakaiannya tak robek jadi bisa ia gunakan.


Ia merasakan ngilu di bagian bawahnya dan tanpa sadar tiba-tiba ada darah yang menetes di sela pahanya.


"Darah apa ini? Ya Tuhan jangan-jangan bayiku," batin Aisha berkecamuk.


Akhirnya dengan terburu-buru Aisha memakai bajunya lalu ia berusaha melihat ada dompetnya yang dalam posisi terbuka berada di atas meja. Namun tas dan ponsel serta hasil periksa kehamilannya tak ada di sana.


Beruntung ada taksi lewat di depan gang dan ia meminta di antarkan ke rumah sakit terdekat. Sebelum tiba di rumah sakit, Aisha mampir ke ATM sejenak guna mengambil uang. Sebab uang tunai yang ada di dompetnya mendadak raib semua tak berjejak.


Ia menduga sementara ini bahwa dirinya menjadi korban perampokan yang disertai pemerkosaan orang tak dikenal. Padahal semua itu telah direncanakan oleh mertuanya sendiri dengan sangat apik.

__ADS_1


Aisha saat ini sama sekali tak ada pikiran ke arah sana menuduh semua ini rencana ibu mertuanya yang kejam tersebut. Jika wanita ini tahu entah bagaimana nelangsanya hatinya sebagai menantu keluarga Atmajaya yang selalu tak dianggap. Bahkan diperlakukan buruk seperti ini. Padahal kini dia tengah mengandung keturunan Atmajaya.


Serangkaian pemeriksaan dilakukan dan dokter menyatakan kandungan Aisha dalam kondisi baik walaupun masih memerlukan pengawasan secara intens. Dikarenakan masih dalam tahap trisemester pertama rawan akan keguguran.


Beruntung segera dibawa ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut. Dokter menyarankan Aisha bedrest dahulu di rumah sakit untuk opname 1-2 hari. Dikarenakan dari hasil pengecekan, tensi darah Aisha cukup tinggi.


Dokter sempat menanyakan apa Aisha menjadi korban pelecehan atau kekerasan dalam rumah tangga (kdrt), namun wanita ini hanya diam dan menggelengkan kepalanya saja. Aisha bingung harus menjawab apa. Hanya itu yang bisa ia lakukan dan terpikirkan olehnya.


Ia tidak mau aib ini tersebar luas. Ia merasa dirinya kotor sudah dijamah lelaki lain selain suaminya, Faizan. Bagaimana nantinya jika sang suami tahu akan hal ini? Apakah Faizan masih menerimanya atau justru jijik padanya?


Sungguh ia sedih memikirkannya dan sepanjang malam di atas ranjang rumah sakit, dirinya hanya melamun dan menangis. Lebih baik seluruh dunia mencaci makinya atau menghinanya daripada sang suami meragukan kesetiaan dan cintanya.

__ADS_1


"Ayah Ibu, aku rindu kalian. Apa yang harus aku lakukan setelah ini?" batin Aisha menangis pilu.


__ADS_2