
Didera rasa penasaran yang cukup tinggi akhirnya Faizan memberanikan diri membuka amplop tanpa nama pengirim tersebut. Perlahan ia membuka segelnya masih dalam posisi berdiri. Selepas ia buka segel amplop tersebut dan mengeluarkan isinya, dirinya begitu tercengang.
Syok, terkejut, gemetaran dan pedih menyayat hati. Itulah gambaran rasa yang berkecamuk dalam hati Faizan saat pertama kali melihat isi di dalam amplop tersebut.
Sehingga membuat tubuhnya yang memiliki postur cukup tinggi tegap kini limbung terduduk di kursi kebesarannya dengan banyak pertanyaan yang hinggap di benaknya.
Ada tiga lembar foto yang menceritakan sang istri masuk ke sebuah rumah yang tampak asing bagi Faizan, Aisha memasuki rumah tersebut bersama seorang lelaki dan keduanya bergandengan mesra ketika dipotret dari arah belakang sedikit menyamping dari tubuh keduanya.
Sehingga sangat jelas kentara bagi Faizan bahwa memang wanita dalam foto itu adalah Aisha, istrinya. Tetapi ia tidak mengenal lelaki dalam foto tersebut.
Lalu foto selanjutnya, Aisha yang dalam kondisi tanpa busana memeluk lelaki yang tersamarkan wajahnya di atas sebuah ranjang besar dan foto terakhir yakni sang istri keluar dari rumah tersebut. Dalam foto tersebut juga tertera tanggal dan jam pengambilan gambar secara jelas.
Deg...
"Apa maksudnya foto-foto ini? Tidak! Mana mungkin Aisha berselingkuh di belakangku? Siapa lelaki brengsek ini yang berani menyentuh istriku! Sudah bosan hidup rupanya dia, huh!" geram Faizan seraya hampir meremas foto tersebut menjadi kusut bahkan ingin merobeknya namun berhasil ia tahan dan redam emosinya sejenak.
__ADS_1
Faizan mencoba menarik nafas dalam-dalam lalu ia hembuskan guna meredam gejolak emosi yang membara di hatinya karena melihat foto-foto sang istri bersama lelaki lain. Satu sisi tentu saja sebagai suami, dirinya terbakar cemburu dan kemarahan yang mendalam pada lelaki di foto itu. Namun di sisi lain juga ia kecewa pada istrinya.
Entah kecewa seperti apa, Faizan juga susah untuk mendeskripsikannya. Mungkin kecewa saat sang istri tak jujur padanya, kecewa bahwa Aisha tak berbagi kesedihan padanya atau bisa jadi kecewa dalam sudut pandang yang lainnya. Hati Faizan begitu gamang, dilema, perih dan marah.
Jika foto ini memang asli, di benak Faizan hanya ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, sang istri diculik dan diperkosa. Yang kedua yakni istrinya berselingkuh.
Tetapi opsi kedua, sungguh ia tak dapat mempercayainya karena dirinya yakin Aishanya bukan tipe wanita yang mudah mengkhianati janji suci pernikahan mereka.
Walaupun pernikahan mereka diawali dari sebuah amanah dari sang kakak dan belum ada cinta dari hati Aisha untuknya, ia yakin Aisha tidak akan berpaling pada lelaki lain. Keyakinan tersebut diperkuat sebab hanya dirinya lah pemilik kehormatan Aishanya.
Jika Aisha wanita yang buruk, pasti dengan mudah ia akan berikan kehormatan tersebut pada lelaki lain. Akan tetapi faktanya selama Handika masih hidup hingga meninggal dunia, kehormatan tersebut tetap ia jaga hingga akhirnya dirinya lah sebagai suami kedua Aisha yang menjadi pemilik kehormatan tersebut.
Dilema hati tengah melanda seorang Faizan Atmajaya. Semua kemungkinan dalam benaknya itu masih samar-samar alias abu-abu baginya.
Setelah ia berhasil menetralkan nafas dan pikirannya. Ia menghubungi Agung untuk datang ke ruangannya dan sekretarisnya sekaligus orang kepercayaannya itu pun dengan sigap masuk ke ruangan CEO atas perintah atasannya.
__ADS_1
"Cari tahu secara lengkap tentang foto ini diambil di mana, pemilik rumah tersebut hingga bagaimana istriku bisa ada di rumah itu pada tanggal tersebut. Temukan informasinya secara lengkap segera dan siapa saja yang berhubungan dengan semua ini. Jika memang istriku diculik atau karena hal lainnya," titah Faizan pada Agung dengan nada tegas seraya menyerahkan foto nomor tiga yakni saat Aisha keluar dari rumah asing itu.
Faizan sengaja menyodorkan pada Agung satu foto tersebut saja. Sebab ia tidak mau dua foto Aisha bersama lelaki lain dilihat oleh siapapun. Ia berusaha menjaga kehormatan Aisha karena wanita itu masih berstatus istrinya apapun yang terjadi saat ini.
"Siap laksanakan Tuan," jawab Agung dengan tegas lalu pergi meninggalkan ruangan CEO.
Tak lama setelah Agung keluar dari ruangan CEO, ponsel Faizan berdering dengan id pemanggil tanpa nama. Nomor yang tampak asing bagi Faizan tentunya sebab tak ada dalam kontaknya.
Faizan juga cukup aneh melihat nomor asing tersebut karena ponselnya ini berisi nomor pribadinya yang tidak semua orang tahu. Kecuali nomor satunya yang berada di ponsel berbeda memang ia khususkan untuk urusan bisnis yang banyak diketahui oleh kolega bisnis maupun beberapa pejabat penting di Atmajaya Corp.
Akhirnya beberapa kali dering tersebut berbunyi, Faizan pun memutuskan mengangkat telepon tersebut.
"Halo," sapa Faizan datar.
"Halo juga Tuan Faizan Atmajaya yang terhormat, suami dari Nyonya Aisha Permata Jingga yang cantik jelita yang tubuhnya sangat menggoda jiwa dan hasrat pria manapun," ucap lelaki dengan senyum menyeringai di seberang sana.
__ADS_1
Deg...