
Ketika Aisha sedang asyik menikmati parasailing, mendadak moodnya di udara sedikit berubah. Lebih ke arah cemburu tak kasat mata kembali menggeliat di sanubarinya kala melihat ada seorang wanita muda nan cantik mendekati suaminya.
Ia seakan pernah melihatnya namun karena saat ini dirinya tengah sibuk mengudara sehingga kurang jelas melihat ke bawah dengan jarak yang cukup jauh guna melihat jelas raut wajah wanita yang bersama suaminya itu.
Apalagi Mitha tengah memakai topi pantai yang cukup lebar dan berkacamata hitam pekat sehingga Aisha belum jelas melihat sosok wanita itu.
Selepas Aisha mendarat dengan apik dari parasailingnya, ia bergegas berlari menuju ke arah suaminya dengan senyum sumringah dan disambut lambaian tangan oleh Faizan padanya yang seakan memberi kode bahwa suaminya tengah menanti kehadirannya di sana.
"Sayang jangan lari-lari," teriak Faizan dari jauh kala melihat sang istri langsung berlarian menuju ke arahnya.
Hosh... hosh... hosh
Nafas Aisha sedikit terengah-engah sehabis berlari. Ia menunjukkan raut wajah tak suka pada wanita di samping Faizan. Saat sudah mendekat, akhirnya Aisha mampu mengenali bahwa wanita itu adalah orang yang sama yang ia lihat bersama sang suami saat di cafe dekat Gedung Sate, kota Bandung tempo lalu.
"Wanita ini! Enggak di Bandung enggak di Bali kenapa ngikutin Mas Faizan terus sih!" batin Aisha tak suka.
"Sayang, kamu jangan lari-larian. Gimana kalau di dalam sini sudah ada Faizan junior nanti dia kaget kena gempa dari Mamanya. Kan Papa khawatir," ucap Faizan lembut seraya satu tangannya memegang pundak Aisha dan tangan lainnya mengelus perut istrinya itu dengan mesra.
Tentu saja hal ini membuat seseorang yang melihat kemesraan dua sejoli ini seketika meradang bin geram. Siapa lagi jika bukan Mitha.
__ADS_1
Aisha yang mendengar penuturan sang suami, terlebih hal itu dilakukan Faizan di depan Mitha membuat Aisha semakin terharu dan bahagia.
Sebab ia yakin jika yang dilakukan suaminya saat ini ingin menunjukkan pada Mitha bahwa seorang Faizan Atmajaya hanya mencintai Aisha Permata Jingga. Sehingga tak ada tempat untuk wanita lain dalam biduk rumah tangga mereka.
Aisha pun membalas memeluk lengan suaminya. Dan mengecup pipi Faizan sekilas yang semakin memantik api kobaran kekesalan dalam jiwa Mitha. Sebab secara tak langsung dirinya hanya menjadi obat nyamuk diantara dua sejoli yang tengah kasmaran.
Lumrahnya orang berbulan madu, pastinya hanya ada kemesraan. Bahkan terkadang lupa daratan dan tak sadar jika mereka tengah berada di tempat umum. Terlebih di Bali pemandangan seperti ini sudah biasa terjadi.
"Maaf sayang, aku kangen jadi buru-buru berlari ke sini."
"Nakal, padahal baru ditinggal sebentar. Duduk dulu sayang. Kamu pasti capek habis mengudara," tutur Faizan lembut seraya merangkul mesra Aisha guna menuju tempat duduknya.
"Dia Mitha, temanku kuliah sama Benny. Kita bertiga satu kampus yang sama. Oh ya Mit kenalkan ini Aishaku, istriku tercinta."
Akhirnya keduanya saling berjabat tangan untuk berkenalan. Mitha terpaksa melebarkan senyumnya merasa senang berkenalan dengan Aisha padahal dalam hatinya tengah dongkol. Sedangkan Aisha masih bersikap biasa. Namun tidak dengan hatinya yang seakan kembang kempis akibat cemburu menerpa.
Tentu saja sebagai seorang istri yang sangat mencintai suaminya, lumrahnya akan menjaga segenap jiwa dan raga bila ada teman wanita yang mencoba mendekati sang suami. Sebab cinta yang terpatri di hati Aisha untuk Faizan adalah sesuatu yang nyata bukan fatamorgana.
"Sayang, aku minta tolong belikan es krim di gerai depan tadi. Aku mendadak jadi pengen makan es krim," pinta Aisha lembut.
__ADS_1
"Siap sayang. Mit, aku tinggal bentar ya."
"Iya Zan," balas Mitha.
Faizan bergegas melenggang pergi meninggalkan Aisha dan Mitha. Bahkan Faizan sengaja tak menawarkan minuman atau apapun pada Mitha. Sebab bukan karena dia tak menghormati temannya itu. Akan tetapi dia juga sebagai suami tak mau menyakiti hati sang istri.
Hal ini dikarenakan ia tahu Aishanya tengah cemburu pada Mitha sejak di Bandung. Terlebih sekarang mereka bertemu kembali secara tak sengaja di Bali. Prinsip Faizan, dia tak akan memberi celah pada teman wanitanya untuk masuk dalam rumah tangganya.
Sehingga ia sudah memberi batasan atau dinding pemisah yang jelas antara teman dan rumah tangganya. Sebab di luar sana banyak rumah tangga yang berantakan karena pertemanan dengan lawan jenis.
Berawal dari curhatan biasa atau saling membantu teman lawan jenis berdasarkan asas kemanusiaan atau rasa tolong menolong yang berujung dengan pengkhianatan cinta.
Hal ini dikarenakan sangat jarang bahkan hampir tak ada di dunia ini pertemanan yang murni diantara laki-laki dan wanita jika tidak ada hati yang ikut bercampur di dalamnya dari salah satu pihak atau keduanya.
Selepas Faizan pergi, Aisha merubah mimiknya menjadi datar lalu ia sibuk mengambil ponsel miliknya untuk membaca novel kesayangannya. Ia sengaja mengabaikan Mitha seolah-olah keberadaan wanita itu seperti manusia tak kasat mata.
Mitha pun sudah tak memasang senyum lebarnya sejak Faizan pergi meninggalkannya berdua dengan Aisha.
"Tak kusangka ternyata kamu wanita tak tahu diri. Sengaja mendekati adik iparmu tak lama setelah suamimu meninggal. Seperti tak punya harga diri dan tidak ada lelaki lain saja. Terlebih usia kamu kan lebih tua dari Faizan. Pasti adik iparmu itu kamu guna-guna atau sengaja kamu jebak agar bisa menikahimu. Dasar wanita tak tahu malu!" sarkas Mitha.
__ADS_1
🍁🍁🍁