
"Kamu tahu siapa orang yang dengan tega menyuruhku untuk menculik istrimu sehingga aku melakukan pelecehan saat Aisha tak sadarkan diri?" celoteh Jordan seraya tersenyum menyeringai.
"Jadi, ada orang yang menyuruhmu? Siapa, hah?" pekik Faizan seraya mencengkeram kuat kerah baju Jordan dengan tatapan tajam.
"Ibu tirimu sendiri sekaligus ibu mertua Aisha," tutur Jordan seraya tertawa kecil seakan meledek kebodohan Faizan yang telah memelihara induk ular dalam rumah tangganya.
Deg...
Faizan langsung terhuyung ke belakang dan melepaskan cengkeramannya dari kerah baju Jordan. Beruntung Agung dengan sigap menjaga keseimbangan tubuh Tuannya. Kini Faizan tengah terduduk lemas di sebuah kursi kayu berhadapan dengan Jordan.
"Mama Ida? Tidak mungkin," batin Faizan tengah gamang.
Lelaki yang masih dalam kondisi tersandera itu terus menceritakan bahwa ia dibayar oleh Mama Ida selaku ibu mertua Aisha untuk menculik dan melakukan pelecehan pada istri Faizan tersebut. Melakukan foto dan video atas kejadian itu untuk menekan Aisha agar keluar dengan sendirinya dari keluarga Atmajaya.
Jordan juga mengatakan bahwa cctv di rumah utama telah disabotase oleh Mama Ida yang membayar ahli IT sehingga Faizan tak curiga. Aisha sengaja diancam seolah-olah oleh orang tak dikenal dengan mengirimkan foto-foto tersebut ke kediaman utama keluarga Atmajaya yang diterima langsung oleh Aisha.
Mama Ida pun mengusir Aisha dari rumah utama dengan alasan agar nama baik keluarga Atmajaya tidak tercoreng dan perusahaan tak kena pengaruh akibat skandal Aisha. Padahal semua itu yang merencanakan adalah Mama Ida sendiri sebagai dalangnya.
Tentu saja faktor kebencian pada Aisha yang mendalam akibat kehilangan putra semata wayangnya Handika masih belum diikhlaskan oleh Mama Ida. Sehingga membuat wanita paruh baya itu membenci menantunya sendiri yang ia yakini sebagai penyebab kecelakaan Handika.
Padahal semua adalah suratan takdir dari Tuhan. Di dunia ini, istri mana yang mau kehilangan suaminya untuk selama-lamanya. Tentu jawabannya adalah tidak ada yang mau.
Selain hal itu, Mama Ida juga tidak rela harta suaminya lebih banyak jatuh pada Faizan dan Aisha sehingga dia merancang ide mendekatkan Della pada Faizan. Tentu saja dengan tujuan agar kelak jika Della berhasil menggeser posisi Aisha menjadi istri Faizan, maka ia bisa meminta uang dengan bebas pada Della sebab mereka sekutu yang sama.
__ADS_1
Namun ide konyol itu tak berhasil sebab cinta Faizan pada Aisha tak tergoyahkan sedikitpun. Walaupun banyak wanita yang usianya lebih muda dari Aisha mendekatinya, tetap ia tak pernah menggubrisnya. Cintanya hanya untuk Aisha seorang sejak dahulu dan selamanya.
Faizan pun meminta bukti seluruh foto dan video tindakan asusila yang dimiliki oleh Jordan sebelum membebaskan lelaki itu. Jordan pun langsung memberi alamat rumah persembunyiannya dan letak kuncinya.
Anak buah Faizan langsung meluncur dan segera mengambil bukti-bukti sesuai perintah bosnya. Setelah semua beres, Agung memberi kode pada Faizan yang dibalas anggukan.
Kemudian Agung pun melepas ikatan Jordan dan semua orang kembali ke atas. Kini di ruang bawah tanah hanya tersisa Faizan dan Jordan dengan kondisi ruangan yang sudah streril tanpa barang atau senjata apapun.
"Cepat serahkan di mana uangku? Bukankah kamu sudah mendapatkan segala informasi dan buktinya. Aku akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan kalian dan tak akan mengganggu lagi," ucap Jordan tersenyum sumringah sebab uang puluhan milyar sudah ada dalam angan dan benaknya.
"Jika kamu mau keluar dari tempat ini, silahkan saja. Tetapi sebelum itu, kita bermain dulu. Aku jamin pasti seru dan tak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu," ucap Faizan dengan senyum devilnya.
"Hah, main apa? Aku tak punya banyak waktu, Bung. Cepatlah," pinta Jordan dengan polosnya.
"Bugh..."
"Bugh..."
Tubuh Jordan langsung terhuyung ke belakang. Terpelanting ke sana kemari. Saat terduduk di lantai, kerah baju Jordan langsung ditarik Faizan hingga berdiri kembali dan bogeman mentah meluncur panas di wajah, kepala dan sekujur tubuhnya secara membabi buta. Tanpa ampun dan tak terkendali.
"Ini untuk istriku yang sudah berani kamu sentuh dengan tangan kotormu itu!" pekik Faizan.
"Bugh..."
__ADS_1
"Ini untuk bayiku yang tengah dikandung oleh istriku!" teriak Faizan menggelegar.
"Bugh..."
Jordan tak berdaya melawan Faizan sebab memang secara fisik Jordan kalah jauh dari Faizan. Postur tubuh Faizan tinggi tegap dan berotot daripada Jordan. Apalagi dari segi usia, Faizan yang masih sangat muda tentu memiliki stamina yang jauh lebih kuat daripada Jordan yang sudah berusia empat puluh lima tahun.
Terlebih Jordan yang tanpa persiapan saat Faizan memukulnya, otomatis langsung membuat kepalanya pusing dan babak belur seketika. Jangan ditanya kondisi Jordan sekarang. Lelaki itu sudah babak belur mengenaskan.
Walaupun kondisinya masih hidup, tetapi seluruh tulang dan persendiannya remuk tak bersisa. Faizan pun keluar dari ruang bawah tanah meninggalkan Jordan yang tergeletak tak berdaya.
"Jika sampai bayiku atau istriku kenapa-napa akibat ulahmu, aku pastikan kamu akan menghadap segera ke neraka dengan tanganku sendiri!"
"Segera urus dia dan lakukan sesuai perintahku. Aku harus pergi ke suatu tempat untuk memastikan," ucap Faizan tegas pada Agung seraya bergegas pergi meninggalkan gudang kosong tersebut.
"Siap Tuan," jawab Agung dengan hormat.
"Hmm, tikus kecil ngelawan raja hutan. Ya tamat sudah riwayatmu," batin Agung meledek saat melihat Jordan yang tak sadarkan diri karena babak belur setelah dihajar bosnya.
Faizan pun bergegas pergi mengendarai mercy hitamnya ke kantor seseorang untuk memastikan sesuatu.
"Dia pasti tahu sesuatu. Enggak mungkin gak tahu," batin Faizan.
🍁🍁🍁
__ADS_1