Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 45 - Couvade Syndrome


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari dokter panjang lebar akhirnya Agung pun paham dan ia masuk ke ruangan bosnya itu. Terlihat Faizan tengah tertidur pulas namun wajahnya masih pucat.


Agung mencoba menghubungi ponsel istri atasannya itu namun tak ada jawaban dan tak lama terdengar suara operator yang mengatakan bahwa nomor yang dituju sedang tidak aktif atau di luar jangkauan.


"Nyonya Aisha tumben susah dihubungi. Kondisi sedang gawat begini pula. Semoga Tuan Faizan saat bangun enggak ngidam yang aneh-aneh. Ujungnya pasti aku kena bagian susahnya," batin Agung mengeluh.


Keesokan paginya, Faizan pun terbangun. Dan saat pandangannya mengedarkan di segala penjuru ruangan, ia pun tersadar bahwa sekarang dirinya tengah berada di rumah sakit. Ia melihat Agung tengah meringkuk tidur di sofa tak jauh dari ranjangnya. Jam menunjukkan pukul lima pagi.


"Gung... Agung... " panggil Faizan.


Sebab Agung tipika orang yang cukup perasa akhirnya ia langsung terlonjak bangun dari duduknya sebab terdengar suara orang memanggil namanya. Ia mengucek matanya dan terkesiap atasannya telah bangun.


"Tuan Faizan sudah sadar. Apa ada yang sakit atau keluhan? Perlu saya panggil dokter?" tanya Agung yang sudah berada di samping ranjang Faizan dengan cepat dan sigap.


"Enggak perlu, Gung. Maaf karena aku sakit, kamu jadi repot. Bagaimana jadwal pertemuan kita selanjutnya?" tanya Faizan lirih.

__ADS_1


"Tuan tenang saja. Semalam sudah saya selesaikan. Sepertinya kita bisa lebih cepat akan kembali ke Indonesia, Tuan. Sebab beberapa proyek sudah berjalan lancar dan sisanya bisa sambil kita kerjakan di Indonesia. Hanya tersisa satu meeting saja dengan PT OMG," tutur Agung.


"Saya ucapkan selamat ya Tuan," ucap Agung dengan senyum sumringah.


"Selamat kenapa Gung? Kok kamu senyam senyum gak jelas begitu. Jangan buat aku merinding Gung," ledek Faizan.


"Haisshh... Tuan. Saya serius. Kenapa Tuan punya kabar gembira enggak berbagi sama saya malah ninggalin istri buat pergi ke Taiwan. Kan kasihan Nyonya Aisha lagi hamil muda sudah ditinggal sendirian," tutur Agung.


"Hamil? Maksudmu gimana Gung? Aku beneran enggak paham," tanya Faizan bingung.


"Lho, Tuan gimana sih. Nyonya Aisha sebenarnya lagi hamil atau enggak sih Tuan?" tanya Agung balik yang ikutan bingung juga seperti bosnya.


Agung menghela nafas dalam. Akhirnya ia menjelaskan kejadian mual dan sakit yang didera Faizan. Penjelasan dokter bahwa tidak ada penyakit serius dalam diri Faizan dan semua normal. Hal ini biasa disebut couvade syndrome atau kehamilan simpatik.


Dimana si istri hamil tetapi yang mengalami morning sickness dan terkadang hal mengidam mendera sang suami. Keterikatan batin dan cinta mendalam yang kuat biasanya dominan menyebabkan hal ini terjadi. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada beberapa faktor lainnya.

__ADS_1


Faizan tercengang mendengar penuturan dari Agung. Namun ia tidak tahu apa Aisha sudah hamil atau belum. Saat Faizan meminta ponselnya pada Agung untuk menelepon Aisha, sekretarisnya itu mengatakan sejak kemarin ponsel sang Nyonya muda susah dihubungi bahkan cenderung tidak aktif.


Akhirnya pagi ini Faizan coba menghubungi kembali ponsel Aisha dan memang benar masih tidak aktif.


"Tumben ponsel Aisha enggak aktif lagi. Kenapa ya?" batin Faizan merasa janggal dan resah hatinya.


Faizan mencoba membuka ponselnya yang terhubung dengan cctv kediaman utama Atmajaya. Namun kemarin hanya menampakkan kegiatan Aisha seperti biasa memasak di dapur, membersihkan rumah dan sebagainya.


Ia tidak melihat keanehan pada gerak gerik Mama Ida maupun sang istri. Faizan tidak tahu saja bahwa rekaman yang ia lihat adalah rekaman sebelum kejadian pengusiran Aisha. Selebihnya adalah rekaman lama yang diputar kembali sedemikian rupa menjadi rekaman baru.


Semua dilakukan oleh Mama Ida yang menyewa ahli IT untuk melakukan sabotase tersebut. Mama Ida sengaja agar Faizan tetap fokus berada di Taiwan mengurus bisnis keluarga Atmajaya dan mengabaikan perihal Aisha.


"Hubungi dokter segera. Jika memang aku sudah boleh keluar dari rumah sakit, segera kita selesaikan urusan di Taiwan lalu pulang ke Indonesia. Perasaan saya sedikit tidak enak lama-lama berada di negara ini. Saya khawatir dengan kondisi istri saya Gung jika memang betul Aisha sedang hamil," ucap Faizan dengan nada cemas.


"Baik Tuan," ucap Agung.

__ADS_1


"Semoga kamu baik-baik saja sayang. Tunggu aku pulang," batin Faizan.


🍁🍁🍁


__ADS_2