Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 48 - Alibi Mama Ida


__ADS_3

Della menggerutu kesal sebab rencananya mendekati Faizan di Taiwan gagal total. Terlebih sekretaris Faizan yang bernama Agung selalu menempeli bosnya itu seperti lem dan perangko. Ke mana pun Faizan pergi selama di Taiwan selalu ada Agung. Bahkan kamar hotel tempat Faizan menginap bersebelahan dengan kamar Agung.


Alhasil Della pun pulang ke Indonesia dengan tangan kosong. Ia belum sempat mengabarkan apapun ke Mama Ida sebab ia juga tengah pusing karena di kejar oleh debt collector sebab mobilnya belum membayar cicilan untuk bulan ini.


Semua karena dirinya dan sang Mama yang masih suka berfoya-foya. Padahal uang untuk foya-foya pun dari hasil tipu sana sini.


Sedangkan di rumah, Mama Ida juga tengah resah. Akibat terlalu fokus dengan rencana mendepak Aisha dari keluarga Atmajaya, ia terlupa akan kondisi keuangannya yang semakin menipis.


Saat menantunya itu sudah berhasil ia usir pergi secara kasar, dirinya berfoya-foya dengan mentraktir teman-teman sosialitanya untuk makan di restoran mewah serta berbelanja beberapa produk branded.


Alhasil kini ia bingung sebab lelaki yang mengetahui kartu Asnya tersebut terus mengancam meminta uang jika tak ingin Faizan atau Aisha tahu kebusukannya. Mama Ida pusing bukan kepalang. Sebab cicilan rumahnya bulan ini juga belum bisa ia bayarkan pada bank.


Saat kegundahan dan kebingungan melanda dirinya, mendadak pintu rumahnya ada yang mengetuk dan membunyikan bel beberapa kali seperti orang tak sabaran.


Ting... tong...


Ting... tong...

__ADS_1


"Aduh siapa sih itu! Ganggu banget. Gak tahu apa orang lagi pusing begini, huh!" gerutu Mama Ida.


Akhirnya mau tak mau ia berjalan dengan langkah kesal sambil menggerutu untuk membuka pintu rumahnya sebab telinganya berisik mendengar bel yang berbunyi terus menerus.


Ceklek...


Derit pintu terbuka menampilkan sosok anak tirinya yang berdiri di hadapannya dengan tersenyum sumringah.


"Mah," panggil Faizan seraya mencium punggung tangan Mama Ida penuh takzim.


Ia begitu terkejut dan tak menyangka Faizan akan pulang hari ini. Sebab Della tak ada kabar apapun padanya bahwa Faizan akan pulang.


Beruntung kamar Aisha sudah ia rapikan dan beberapa benda penting bukti-bukti kejahatannya sudah ia amankan.


"Mama kok kaget begitu lihat aku pulang? Tentu saja ini aku Mah, putramu. Aku rindu rumah, rindu Mama dan juga istriku. Kok rumah kayaknya sepi, Mah. Apa Aisha lagi tidur di kamar ya?" tanya Faizan yang masih tersenyum tanpa tahu bahwa sang istri sudah tidak ada di rumah itu lagi.


"Kamu sih enggak kabar-kabar dulu kalau mau pulang. Jadi ya Mama terkejut. Tahu begitu Mama siapin makan untuk menyambut kepulanganmu," ucap Mama Ida basa-basi untuk mengusir kegugupannya serta memutar otak agar Faizan tak curiga padanya.

__ADS_1


"Iya Mah, Faizan memang mau kasih kejutan buat Mama dan Aisha. Jadi memang enggak kasih kabar dahulu kalau pulang hari ini," tutur Faizan sopan seraya melangkah ke ruang keluarga.


Kini keduanya sudah duduk di sofa ruang keluarga Atmajaya. Mama Ida duduk bersebelahan dengan Faizan.


"Zan, apa kamu sebelumnya bertengkar dengan istrimu?" tanya Mama Ida dengan wajah serius.


"Enggak Mah. Memang Aisha kenapa Mah?" tanya Faizan dengan mode serius pula jika sudah menyangkut sang istri.


Faizan cukup terkejut tiba-tiba ibu tirinya bertanya seperti itu padanya. Ia melihat mimik wajah Mama Ida begitu serius membahas Aisha. Otomatis dirinya yang awalnya tersenyum, seketika merubah mimik wajahnya dengan seksama pula. Hal ini dikarenakan nama wanita yang ia cintai tengah dibahas oleh ibu tirinya.


"Mama enggak tahu kamu ada masalah apa sama Aisha atau istrimu punya masalah di luar mungkin dengan orang lain. Mendadak istrimu pergi dari rumah beberapa hari yang lalu. Saat Mama datang ke rumah, Aisha keluar dari kamar kalian membawa satu kopernya saja. Mama tanya mau pergi ke mana, dia hanya menangis tanpa kata. Lalu naik taksi dan pergi entah ke mana Mama juga enggak tahu," tutur Mama Ida dengan nada sendu.


Deg...


"Aisha pergi?" batin Faizan bergemuruh sesak.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2