
Mama Ida dan Della, keduanya sudah menyusun rencana untuk mengacaukan pernikahan Faizan dan Aisha. Beberapa waktu lalu Mama Ida dan Della memang tengah berada di sebuah cafe ternama di Jakarta Selatan guna melakukan transaksi pembelian berlian dengan beberapa rekan arisan Mama Ida yang dikenal sebagai ibu-ibu sosialita.
Selepas transaksi selesai terbesit ide dari Della untuk melakukan rencananya bersama Mama Ida agar Faizan dan Aisha segera pulang ke Jakarta. Mama Ida tahu bahwa anak tiri dan menantunya itu sesungguhnya masih beberapa hari lagi baru pulang.
Mama Ida sengaja melakukan hal ini. Sebab ia tak ingin Aisha menikmati kebahagiaan di saat hatinya masih menyimpan amarah dan dendam akibat kematian putra kandungnya yang masih ia percaya akibat kesialan yang dibawa oleh menantunya itu.
Sehingga saat kejadian di cafe waktu itu, Mama Ida sengaja berpura-pura pingsan lalu dibawa oleh Della ke rumah sakit yang sudah keduanya sepakati bersama. Dokter yang menangani pun sudah dibayar oleh Mama Ida.
Rencana mereka berhasil. Akhirnya pengantin baru itu pun terpaksa kembali dari Bali dan pulang ke Jakarta.
Aisha adalah sosok wanita yang tidak tegaan terlebih pada ibu mertuanya itu. Sekejam-kejamnya Mama Ida padanya, ia masih menaruh hormat dan kasih sayang yang tulus untuk Mama Ida.
Apalagi mendengar sang ibu mertua sakit, yang otomatis dirinya juga ikut khawatir bukan sengaja dibuat-buat. Melainkan hanya ada ketulusan semata dari relung hati Aisha.
Beberapa hari Aisha merawat Mama Ida dengan baik dan telaten tanpa cela ataupun kelalaian sedikitpun. Bahkan makan pun Mama Ida masih disuapi oleh Aisha.
Faizan yang melihat interaksi keduanya tanpa ada yang patut dicurigai pun ikut tersenyum bahagia. Ia berharap dengan sakit ibu tirinya ini membuat Mama Ida berubah menjadi lebih baik. Terlebih perlakuannya terhadap Aisha, istrinya.
Beberapa hari ini Faizan pun sangat sibuk dengan urusan kantor. Keduanya menjalani rutinitas seperti biasa. Walaupun tiap malam Faizan tetap meminta jatah asupan nutrisinya di atas peraduan ketika melihat sang istri dalam kondisi tidak sedang kelelahan.
Aisha pun tetap melayani hak dari suaminya itu penuh cinta. Sebab dirinya juga senang dan ikhlas melakukan hal itu karena Faizan selalu membuatnya mendapatkan kesenangan terlebih dahulu. Kata orang ladies first.
Faizan sudah selesai mandi dan keluar sudah mengenakan boxer dan kaos polo berwarna putih. Aisha yang melihat suaminya tengah sibuk mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk maka langsung sigap mengambil alih tugas tersebut.
Faizan tentu saja memberikannya dengan senang hati sebab ia suka sekali jika dilayani penuh cinta oleh istrinya itu. Aisha kini tengah sibuk mengeringkan rambut sang suami dengan handuknya dalam posisi berdiri di depan suaminya. Faizan tengah duduk di depan Aishanya.
__ADS_1
"Sayang, besok aku harus pergi ke Taiwan. Ada proyek yang harus aku tinjau ke sana sekaligus meeting dengan investor dari sana. Apa kamu mau ikut?" tanya Faizan lembut seraya memeluk mesra pinggang Aisha dan wajahnya berada di depan perut istrinya itu.
"Ehm, kalau Mas pergi sendiri bagaimana? Atau harus sama aku?" tanya Aisha lirih.
"Kamu enggak apa-apa nih aku tinggal di rumah? Takutnya nanti kamu kangen," cicit Faizan sengaja menggoda.
"Kan Mas Faizan kerja di sana bukan mau macem-macem. Aku khawatir sama kondisi Mama kalau aku ikut pergi," ucap Aisha seraya menghela nafas dalam.
Sebab Aisha tengah dilema karena suami dan ibu mertua juga sama penting untuk dirinya.
"Menantu idaman," cicit Faizan tersenyum seraya berdiri dan bangkit mencolek hidung istrinya yang bangir.
"Aku takutnya kamu kangen main tongkat bisbol malam-malam," ucap Faizan jahil seraya pergi meninggalkan istrinya yang masih mematung.
Blusshh...
"Ishh... Mas Faizan!" pekik Aisha seraya melempar guling ke arah sang suami dan tertawa.
"Aduh... kdrt ini namanya," ucap Faizan yang terkejut mendapat lemparan guling dari sang istri seraya terkekeh.
"Dasar lola," ledek Faizan.
"Ishh... dasar suami encum!" balas Aisha seraya mengerucutkan bibirnya.
"Encum itu apa sayang? Aku tahunya oncom," tanya Faizan dengan mimik wajah pura-pura polos.
__ADS_1
"Dasar kudet ah," ledek Aisha.
Keduanya pun tertawa sambil meledek dan membayangkan kegiatan yang disukai itu. Lalu Aisha melihat kesibukan suaminya di depan lemari pakaian mereka, ia pun lantas menghampiri Faizan.
"Sini sayang, biar aku yang packing pakaian kamu. Sudah, sayang duduk saja dengan tenang di sini. Cukup sampaikan kepadaku acara di sana berapa hari dan ada kegiatan apa saja agar pakaian yang aku bawakan cocok untuk sayang di sana nantinya," tutur Aisha lembut seraya menggandeng mesra Faizan untuk ia dudukkan di atas ranjang mereka.
Faizan pun menyampaikan beberapa hal terkait acara di Taiwan dan akhirnya urusan packing yang dilakukan Aisha sudah selesai dengan baik. Ditutup dengan sebuah pelukan hangat dan ciuman sayang serta ucapan terima kasih dari Faizan untuk istrinya.
Keesokan harinya Faizan pun bertolak ke Taiwan bersama Agung, sekretarisnya. Selama dua minggu ke depan, ia akan berada di Taiwan. Sempat ada keresahan di hati Faizan meninggalkan sang istri di rumah dengan ibu tirinya berdua saja.
Bik Wati dan Bik Imah tengah cuti untuk pulang kampung. Faizan ingin mengambil satu perawat untuk membantu istrinya menjaga Mama Ida namun Aisha meyakinkan pada suaminya itu bahwa ia bisa melakukan sendiri dengan baik.
Akhirnya Faizan mengalah dan tidak mau berdebat panjang dengan sang istri. sebab ia tahu Aishanya ini memang wanita tangguh yang bisa mengurus semua hal sendiri. Faizan berusaha mengenyahkan pikiran negatifnya tersebut.
Selepas Faizan pergi ke Taiwan, Mama Ida segera menghubungi Della.
"Halo, Della."
"Iya Tan, gimana?" tanya Della tak sabaran.
"Faizan sudah berangkat ke Taiwan. Segera kamu susul dia dan lakukan rencanamu. Di sini aku akan buat hidup Aisha hancur tak bersisa dan Faizan akan menendang wanita mandul itu dengan sendirinya," ucap Mama Ida dengan senyum devilnya.
"Beres Tan. Jangan lupa segera lakukan manipulasi cctv di rumah Tante yang sengaja Kak Faizan pasang agar rencana kita berjalan mulus tanpa cacat dan bukti apapun," perintah Della.
"Sudah aku bereskan dengan ahlinya saat Aisha mengantar Faizan ke bandara tadi. Jadi kita sekarang bebas beraksi. Dan Faizan tidak akan mencurigai kita. Hahaa... aku sudah tak sabar ingin melihat wanita pembawa sial itu pergi dari keluarga Atmajaya," ucap Mama Ida seraya tertawa.
__ADS_1
🍁🍁🍁