Kesabaran Hati Menantu

Kesabaran Hati Menantu
Bab 56 - Kabar Mengejutkan


__ADS_3

"Lala," ucap Faizan cukup terkejut melihat sahabat istrinya itu.


"Mas Faizan beli rujak juga? Lagi ngidam ya?" tanya Lala sedikit dengan nada meledek.


"Eh, gak tahu La. Mendadak lagi pengen saja makan rujak ini. Apalagi pas lewat banyak yang beli. Pasti enak ya?" tanya Faizan seraya terkekeh.


"Iya Mas, rujak di sini enak kok dan murah. Ini Mas Faizan yang ingin makan rujak atau Aisha?" tanya Lala.


Deg...


Di tanya tentang sang istri, tiba-tiba hati Faizan mencelos. Dirinya sampai terlupa menghubungi Lala untuk menanyakan tentang Aisha.


"Oh ya La, sambil menunggu rujaknya dibuat si bapak. Apa Mas boleh bicara denganmu sebentar di sana?" tanya Faizan seraya menunjuk sebuah warung kopi yang cukup luas di belakang tempat mangkal si bapak penjual rujak bebeg.


"Boleh Mas, yuk."


"Pak, kami duduk di warung kopi itu. Jika rujak pesanan kami jadi langsung dibawa ke sana saja ya Pak," pinta Faizan dengan sopan pada si Bapak penjual rujak.

__ADS_1


"Siap 86 Den," ucap si Bapak seraya tersenyum sumringah sebab dagangannya baru saja keluar rumah sudah laris manis.


Para pembeli wanita pun yang tengah antre justru sibuk melihat ke arah Faizan yang bak Dewa Yunani bagi mereka. Ketampanan fisik luar biasa, terlebih Faizan tadi mengendarai mobil mercy hitam keluaran terbaru. Otomatis membuat para kaum hawa yang melihatnya berdecak kagum padanya.


Dan para wanita itu sudah tak fokus pada rujak yang tengah mereka idam-idamkan tadi di awal. Cuaca ibukota Jakarta yang tengah menyengat siang ini, makan rujak bebeg pasti terasa segar. Tetapi lebih segar bila bertemu cowok ganteng dan tajir.


Batin para wanita itu mengelu-elukan sosok Faizan. Namun tak sedikit juga yang menghela nafas dalam kecewa saat melihat ada wanita yang saat ini bersama Faizan tengah duduk di warung kopi. Tentunya mereka kira wanita itu adalah istri atau kekasihnya. Padahal faktanya bukan.


Si bapak penjual rujak bebeg hanya tersenyum lucu seraya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku para pembelinya yang dominan wanita muda tengah mengagumi sosok Faizan yang tampan dan terlihat kaya raya.


Kebetulan area mangkal si bapak berjualan tak jauh dari kampus. Sehingga pembelinya di dominasi mahasiswi dari kampus tersebut.


🍁🍁🍁


"Iya, La. Ini sangat penting tentang Aisha," ucap Faizan dengan mode serius.


"Tunggu-tunggu jika ini menyangkut Aisha. Apa kehamilannya ada masalah? Bayi kalian enggak kenapa-kenapa kan?" tanya Lala bertubi-tubi dengan nada cemas.

__ADS_1


Deg...


Sontak pertanyaan Lala barusan membuat Faizan hampir terhuyung dan hampir terkejut setengah mati. Ia hanya bisa menatap Lala dengan terbengong. Sebab belum bisa mencerna dengan baik yang keluar dari mulut Lala baru saja.


"Hamil? Maksudmu apa, La?" tanya Faizan tanpa sadar tiba-tiba dengan nada yang agak tinggi.


Beruntung warung kopi yang dipilih Faizan tidak terlalu ramai dan keduanya duduk di pojokan. Sehingga tidak banyak orang yang lalu lalang atau mendengar pembicaraan keduanya.


"Lho, aku pikir Mas Faizan beli rujak bebeg itu karena tengah mengidam. Bukankah Aisha memang tengah hamil. Waktu itu kan aku yang melihat langsung hasil pemeriksaan rumah sakitnya yang menyatakan Aisha positif hamil. Masak rumah sakit salah diagnosa sih, Mas? Dan enggak mungkin juga aku salah baca rekam medis itu. Terlebih Aisha menangis bahagia sambil memelukku di lobby rumah sakit karena telah hamil buah cinta kalian. Malah kita berpelukan dan berbincang cukup lama di lobby rumah sakit saat tak sengaja bertemu," tutur Lala panjang lebar.


Deg...


Faizan tertohok dan begitu syok mendengar kabar mengejutkan dari Lala yang tak ia duga sama sekali. Dirinya memang tak menunda untuk memiliki momongan sehingga ia melarang Aisha memakai alat kontrasepsi dalam bentuk apapun. Sebab ia ingin segera punya anak dan berencana memiliki banyak anak bersama Aisha.


Saat itu sang istri tentu saja antusias dan menuruti semua kemauan dirinya sebagai suami. Tapi sekarang ia begitu sedih dan rindu sekali dengan sang istri dan tentunya buah hati yang kini dikandung Aishanya.


Sedih sebab kabar yang seharusnya ingin ia dengar dari bibir istrinya namun justru orang lain mengetahui lebih dahulu daripada dirinya. Tetapi ia juga rindu dan bahagia. Wanita yang sangat ia cintai jiwa dan raga tengah mengandung benih cintanya yang telah lama ia dambakan.

__ADS_1


"Aisha hamil? Jadi sebentar lagi aku akan jadi Papa. Sayang, kamu di mana? Aku rindu kamu dan baby. Cepatlah pulang. Aku butuh kalian," batin Faizan sendu terbalut rindu dan bahagia.


🍁🍁🍁


__ADS_2