Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Kegelisahan Mauren


__ADS_3

Beberapa menit sudah berlalu,Steven masih duduk di dalam mobil,dia tidak melakukan pergerakan sama sekali,pria itu terus memperhatikan Andika dan seorang laki-laki yang berada tidak jauh dari mobilnya.


Steven sama sekali tidak mengenal lelaki itu,dia penasaran ingin segera turun dan mendekati mereka. Tapi,jelas saja itu tidak mungkin karena Andika mengenalnya. Tidak lama kemudian lelaki yang memakai topi koboi hitam itu kembali masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi,mungkin pembicaraanya dengan Andika sudah selesai. Steven tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,dia langsung menancap gas dan mengikuti lelaki tadi.


Mobil yang dikendarai lelaki itu berhenti disebuah rumah mewah bercat abu-abu,rumah yang dikelilingi oleh tembok dan pagar besi itu juga dijaga oleh beberapa pria berbaju hitam,sepertinya mereka adalah orang-orang yang menjaga kediaman lelaki tersebut.


"Lepasin... Lepasin aku!" teriak seorang gadis yang diseret paksa oleh dua lelaki bertubuh kekar.


Steven dapat melihat semuanya dengan jelas.


Gadis itu langsung tersungkur ke tanah,dan lelaki itu melepaskan topinya,kini terlihat jelas wajahnya dia masih sangat muda dan tampan.


Steven kembali melajukan mobilnya,karena dia tidak ingin melihat lebih lanjut lagi,itu juga bukan urusannya,dia hanya ingin melihat wajah lelaki itu dan dia sudah melihatnya,jadi dia langsung pergi.


"\*\*\*"


"Gadis kecil,kau masih ingin bermain-main denganku?" tanya Marvel,yang tak lain adalah tunangannya,dan gadis itu adalah Mauren.


"Kenapa kamu membawa aku kesini?" tanya Mauren ketakutan.


"Kau berusaha lari dariku,makanya aku membawamu kesini!" jawabnya.


"Sudahlah Marvel,hentikan semua ini! Aku tidak ingin menikah dengan kamu," ucap Mauren,dia baru berani mengatakan hal itu sekarang.


Marvel dengan tatapan tidak percaya menatap ke arah Mauren,nafasnya memburu dan dadanya naik turun menahan emosi,pernyataan dari Mauren benar-benar membuat amarahnya meledak. Dia dengan kasar menarik tubuh Mauren dan melemparnya ke atas kasur,membuat Mauren terkejut tak menyangka.


"Kamu bilang apa tadi? Coba ulangi sekali lagi,aku tidak jelas mendengarnya!" ucap Marvel,dia semakin mendekat ke arah Mauren.


"Ak-aku..." Mauren tak kuasa melanjutkan lagi ucapannya,dia seperti kehabisan nafas,sekarang hanya ada rasa takut,takut kalau Marvel berbuat hal yang buruk padanya.


"Hiks...!!!" Mauren menangis,tubuhnya gemetar dan dia sangat ketakutan. Marvel memang bisa dikatakan memiliki sifat temperamental. Tapi,begitu melihat Mauren menangis sikapnya mulai melunak,dia selalu seperti itu,kalau marah pasti akan menyakiti Mauren dan setelahnya akan merasa menyesal dan meminta maaf.


Marvel segera naik keranjang dan membawa Mauren dalam pelukannya,untuk kemudian meminta maaf.

__ADS_1


"Maaf... Maafkan aku karena sudah membuat kamu takut," lirihnya tepat ditelinga Mauren.


Inilah yang ditakutkan Mauren. Marvel sebenarnya sangat mencintainya,tapi dia tidak.


"Aku yang salah,aku sudah membuat kamu marah." Mauren mengakui kesalahannya.


"Tidak,tidak... ini kesalahanku,aku tidak bisa mengontrol emosiku." Ucap Marvel,dia semakin erat memeluk Mauren.


"Apa kamu benar-benar mencintaiku, Vel?" tanya Mauren memastikan. Sekarang dia tahu kalau Marvel memang tidak akan melepaskannya begitu saja,tapi bagaimana pun juga Mauren tidak bisa mencintai Marvel,dia tidak sanggup menghadapi sifat temperamental cowok itu.


"Aku memang sangat mencintai kamu sayang,dan aku juga tidak akan membiarkan pria lain mendapatkan kamu,kecuali aku." Jawabnya mantap.


Membuat gadis itu semakin dilema,bukan Marvel yang dia cintai tapi Ardian. Lelaki yang selama ini selalu dirindukannya,yang sekarang entah ada dimana. Mauren segera melepaskan pelukan cowok itu,Marvel bingung dan bertanya.


"Kenapa sayang.?"


"Aku hanya berjaga-jaga saja,tidak tahu apa yang akan kau lakukan selanjutnya," jawab Mauren sambil menggeser duduknya agak ketepi ranjang.


Marvel terkekeh mendengarnya, "Kamu terlalu berlebihan Mauren,aku bukan pria bajingan yang mengambil kesempatan dalam kesempitan,aku tidak akan melakukan hal yang tidak senonoh kepada orang yang aku cintai,sebelum kita benar-benar memiliki ikatan yang sah." Marvel segera turun dari ranjangnya.


Pintu kamar memang sengaja tidak dikunci,lagian Mauren juga tidak bisa kabur dari rumahnya karena dimana-mana ada penjaga yang terus mengawasi.


"Jaga baik-baik calon istri saya,pastikan dia tidak lari lagi!" perintah Marvel pada dua bawahannya.


"Baik tuan!" dua lelaki itu menjawab kompak. Di dalam kamar,Mauren jadi kebingungan sendiri.


"Apa yang bisa aku lakukan sekarang,aku tidak ingin menikah dengan dia,dan ayah juga tidak bisa membantuku lagi tapi kalau aku menolak,semua ini akan berdampak buruk bagi perusahaan ayah. Aku juga tidak boleh egois,selama ini ayah selalu menjagaku dengan baik." Mauren bingung dan frustasi,dia berada dijalan buntu saat ini.


Tidak punya pilihan lain lagi sekarang. Tapi,apa dia sanggup menjadi istri dari seorang lelaki seperti Marvel?


\*\*\*


KEDIAMAN KELUARGA ARYA

__ADS_1


Malam ini Tiara sengaja mengikuti Andika dan Melisa yang pergi ke taman belakang entah apa yang ingin mereka bicarakan.


Tiara terus berjalan secara diam-diam agar tidak ketahuan oleh dua orang itu.


"Bagaimana,apa kamu sudah bertemu dengan Marvel?" tanya Melisa.


"Sudah,dan apa kamu tahu apa yang dia bilang.?"


"Dia tidak mau membantu rencana kita kan?" tebak Melisa cepat.


"Iya,dia tidak mau terlibat dengan masalah ini,lalu apa dia tahu kalau papa yang merencanakan semua ini?" tanya Melisa lagi.


"Itu aku tidak tahu Mel,soalnya...


"Krekkk..." kaki Tiara tidak sengaja menginjak daun kering yang berjatuhan di tanah,dan itu membuat mereka mengalihkan pandangannya.


"Mel..." wajah Andika mulai pucat dan dia mulai waspada.


"Sepertinya ada orang yang sengaja menguping pembicaraan kita," bisik Melisa. Merasa kalau keberadaannya akan segera diketahui,jadi Tiara segera memutar badannya dan pergi dari sana.


"Apa kamu menemukan sesuatu?" tanya Melisa,begitu andika selesai memeriksa apa benar ada orang dibalik tembok tempat mereka berada sekarang.


"Tidak ada Mel,aku hanya melihat kucing di sana," jawab Andika,membuat Melisa merasa lega sekarang,mereka berdua tidak tahu kalau Tiara sudah mendengar setengah dari obrolan mereka.


"Aku rasa selama kehadiran Tiara dirumah ini,semuanya menjadi lebih sulit,benar nggak?" tanya Melisa meminta pendapat kekasihnya.


"Iya,kamu memang benar. Kita harus berhati-hati sama dia,dan kita juga tidak tahu apa tujuan mama menjadikan dia sebagai menantunya," ujar Andika.


"Dan bisa jadi Tiara itu tidak sepolos kelihatannya," tambah Melisa,sebenarnya dia ingin mengatakan hal yang sangat penting sama kekasihnya itu,tapi masih ragu.


"Sayang,aku ingin mengatakan sesuatu tapi aku harap kamu jangan terkejut." Ucap Melisa


"Katakan saja!"

__ADS_1


"Aku hamil.!"


Plak...! kabar mengejutkan itu seperti sebuah tamparan bagi Andika. Dia tidak menyangka akan seperti ini jadinya dan disaat yang bersamaan pula,baru dua hari yang lalu Olivia mengatakan bahwa dirinya hamil,dan sekarang Melisa juga mengatakan hal yang sama.


__ADS_2