
KEDIAMAN OMA MISKA
"Lia,bagaimana keadaan Tiara sekarang?" oma bertanya,beliau sudah sangat khawatir dari tadi.
"Keadaan non Tiara sudah lebih baik sekarang oma,tapi dia masih sangat lemah,kepalanya juga harus diperban,dia benar-benar sangat kesakitan." Ucap Lia sedih.
"Oma ingin sekali datang ke sana,tapi oma tidak mau melihat wajah Melisa dan Andika,oma tidak suka dengan dua makhluk itu," ujar oma Miska.
"Oma tahu tidak,kalau ada yang sengaja menumpahkan minyak di depan lantai,dan sepertinya itu semua adalah perbuatannya Melisa." Ucap Lia,memberikan oma sedikit informasi terbaru.
"Ternyata dia sudah berani melakukan hal seperti itu."
"Dan menurut Lia,nona Melisa ingin mencelakai non Olivia." Ucap Lia. Alis oma bertaut,wanita itu heran dengan ucapannya Lia,untuk apa Melisa mencelakai Olivia,apa motifnya coba?
"Oma pasti heran,kan?" tanya Lia menebak.
"Iya,dan motifnya apa coba?"
"Mereka berdua sama-sama hamil oma,dan mungkin non Melisa ingin supaya janinnya non Olivia tidak selamat." Tutur Lia.
Oma takjub mendengar perkataan Lia,dia seperti seorang detektif saja,padahal Lia mengetahui hal itu dari Mauren.
"Wah,oma kagum sama jalan pikiran kamu yang dapat mengambil kesimpulan dengan begitu tepatnya." Ucap oma tersenyum bangga.
"Tentu saja,saya mendengarkannya dari Mauren,pelayan baru yang dipekerjakan oleh den Arya,oma." Ujar Lia memberitahu.
Mauren memang sudah tahu kalau yang menumpahkan minyak di atas lantai adalah Melisa,dia bahkan memiliki rekaman kejahatannya,hanya tinggal menghitung waktu saja dan bom itu akan meledak,ini kesempatan emas bagi Mauren,gadis itu tidak akan menyia-nyiakannya,dia akan dengan mudah menendang Melisa keluar dari keluarga Wijaya,jika rekaman itu ditunjukkan kepada bu Amara,hingga dirinya bisa menggantikan posisi Melisa. Ya,apapun akan dilakukan Mauren untuk mendapatkan lelaki pujaannya.
__ADS_1
\*\*\*
Tiara terkejut melihat Arya sudah tidur disampingnya,dia seharusnya tidak berada di sana,itu adalah tempat tidur Arya. Karena sadar akan posisinya,Tiara segera bangun meski harus bersusah-susah payah,kepalanya masih sangat sakit,Tia bangun mengambil bantal dan mulai kembali tidur dibawah. Saat itu Arya sudah tidur dengan lelap,jadi dia tidak tahu kalau Tiara sudah tidur dibawah seperti biasanya.
"Tidak nyaman,tapi setidaknya ini lebih baik,karena aku memang seharusnya tidur di sini," desis Tiara.
Gadis itu memejamkan matanya...
"Jangan ke sana!" seru seseorang,Tiara menoleh mencari dari mana asal suara itu,tapi dia tidak menemukan siapapun ada di sana.
"Apa aku salah dengar?" bisik Tiara dalam hati.
Ada yang aneh,saat ini dia tiba-tiba sudah ada di hutan. Itu adalah hutan tempat dimana dia menemukan kuku Yuna.
"Ini hutan,dan itu pohon dimana kuku mbak Yuna menancap di sana," desis Tiara,perlahan meski ragu dia tetap melangkah mendekati pohon besar itu,namun tiba-tiba sesuatu yang cair menetes di keningnya,mungkin air tapi terasa sedikit hangat. Tiara menengadahkan kepalanya ke atas pohon,tidak ada apa-apa... Dan kemudian dia mengusap air yang menetes di keningnya. Merah,apakah itu darah? Tiara tidak langsung menjerit,mungkin dia salah lihat,kakinya mundur beberapa langkah dan dia tidak sadar telah memijak sesuatu,hingga membuat kakinya keseleo dan dia terjatuh ke tanah.
"Akhh...!" Tiara memekik kaget begitu melihat kalau yang tadi diinjaknya adalah kepala orang mati.
"Tiara... Tiara bangun.!" Arya menepuk-nepuk halus pipinya. "Ini aku,kamu mimpi buruk ya?" tanya Arya lembut. Tiara bangun dengan wajah ketakutan,reflek saja dia memeluk Arya,agar merasa aman.
"Ternyata hanya mimpi,aku sangat takut," lirihnya,dia menangis seperti anak kecil dalam pelukan Arya,dan kali ini Arya tidak bersikap cuek lagi,dia malah membelai penuh sayang punggung Tiara,menenangkannya supaya Tiara merasa lebih baik.
"Jangan takut,aku ada disini." Ucapnya,dia terlihat begitu tulus,ternyata dia memang sudah mencintai Tiara,hanya saja dia tidak mau mengakuinya.
"Aku ada di hutan mas,aku melihat ada orang mati di sana aku sangat takut," cicit Tiara. Arya tidak terlalu memikirkan ucapan Tiara,karena menurutnya itu hanya mimpi saja.
"Itu cuma mimpi,jangan takut,dia tidak akan mengganggu kamu. Sekarang aku disini,ayo tidur lagi!" ajak Arya,dia kini tidur di samping Tiara sambil memeluknya,dia takut Tiara akan kembali memimpikan hal yang sama.
__ADS_1
Tiara menurut,tidak bicara lagi,dia kembali memejamkan matanya dan tidur dalam pelukan Arya,baru kali ini Arya bersikap begitu manis terhadap Tiara,sikapnya sangat baik,dia penuh perhatian tidak seperti biasanya cuek dan nyebelin,terkadang malah bikin sakit hati.
Belum sampai sepuluh menit Tiara tidur,dia jadi terbangun lagi karena mencium bau tidak sedap.
"Bau apa ini?" Tiara mencoba membuka matanya yang masih terasa sangat berat,pandangannya masih kabur,dia kemudian mengucek-ngucek matanya,tampak bayangan putih didepannya. Seingatnya,tadi dia tidur sendiri,tapi kenapa sekarang ada orang lain disampingnya,Tiara membalikkan tubuh orang tersebut dan betapa terkejutnya dia begitu melihat sosok yang sangat mengerikan.
"Aaaaa...!!" Tiara kembali menjerit,Arya langsung turun dari tempat tidurnya,dan melihat Tiara sudah terbangun dengan nafas memburu,wajah panik penuh ketakutannya dan keringat dingin mulai membasahi keningnya.
"Kenapa,ada apa?" Arya bertanya,dia juga ikutan panik melihat Tiara seperti itu.
"Jangan mendekat!" ucap Tiara,dia sangat berhati-hati,takut kalau yang didepannya saat ini bukanlah Arya,mimpi menyeramkan itu membuatnya trauma.
"Kenapa?" tanya Arya,dia tidak mendengarkan permintaan Tiara,bukan tetap ditempat,Arya malah semakin mendekat.
Tiara memeluk kedua lututnya dan menangis,dia sangat takut. Arya tidak tahu mimpi buruk seperti apa yang sudah membuat Tiara setakut itu,dia tidak akan bertanya karena sekarang bukan saat yang tepat,Arya hanya berusaha membuat istrinya itu kembali tenang.
"Tenang,aku ada disini,jangan takut itu cuma mimpi." Ucap Arya menenangkan.
"Ini bukan mimpi mas,ini sepertinya memang kenyataan," lirih Tiara.
Arya mulai berpikir mungkin itu hanya efek dari obat yang diminum Tiara,jadi dia tidak mempermasalahkan lagi tentang mimpi Tiara yang meski sangat menakutkan,namun itu tetap hanya sebuah mimpi.
"Kenapa tidur disini,kamu sakit sebaiknya tidur di atas kasur." Ucap Arya,tanpa banyak bicara Arya langsung mengangkat tubuh Tiara dengan begitu hati-hati,dia dengan lembut merebahkan tubuh istrinya di atas kasur. Tiara hanya menurut saja,tidak mengatakan apa-apa,dia juga tidak punya kemampuan untuk menolak,dan lagi setelah mimpi buruk tadi dia memang tidak berani tidur sendiri.
"Mas,aku sangat takut," lirih Tiara. Arya kemudian memeluknya,memberikan rasa aman dan nyaman kepada gadis itu.
"Jangan takut,kamu sudah aman sekarang,tidur saja aku akan terus memelukmu seperti ini," ucapnya penuh kelembutan.
__ADS_1
Tiara kembali tidur,dia berharap mimpi buruk itu tidak akan terulang untuk ketiga kalinya,sebelum tidur,dia memastikan dulu kalau yang sekarang memeluknya adalah Arya,dia tidur dalam pelukan suaminya,terasa begitu nyaman dan mereka terus seperti itu hingga pagi menjelang.
\>•\*\*\*\*•