Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Rencana Mereka


__ADS_3

"Ka-kamu... kenapa kamu bisa kenal dengan Marvel? Jangan-jangan kamu..." Mauren langsung berdiri menjauhi Steven,dia mulai waspada terhadap Steven,sedangkan Steven menanggapinya dengan santai dan tersenyum.


"Tenang dulu Mauren,kalau kamu memang ingin mengetahui keseluruhan ceritanya,maka duduk dulu dan dengarkan apa yang aku katakan!" suruh cowok itu lembut.


Mauren masih tidak bisa percaya,dia takut ditipu.


"Percayalah aku tidak akan berbohong,dan aku juga bukan suruhannya Marvel."


"Lalu kalau bukan suruhannya Marvel,kenapa kamu bisa mengetahui tentang dia dan aku,apa kamu musuhnya? Dan... Apa kamu juga orang yang telah membunuh papa aku,atau mungkin kamu orang yang sudah mengirimkan surat untukku dan menyuruh aku untuk pergi dari rumah Marvel?" Mauren mulai menebak asal-asalan.


Steven tercengang mendengar omongan Mauren,yang mengatakan kalau papanya dibunuh,Steven tidak tahu soal itu.


"Tunggu Mauren,tadi kamu mengatakan papamu dibunuh? Siapa yang membunuhnya? Kalau soal ini aku tidak mengetahuinya sama sekali," ucap Steven bingung.


"Ya,papa aku dibunuh,hari itu aku pulang kerumah setelah dua hari dikurung dirumahnya Marvel,dia tidak mengizinkan aku untuk keluar,hingga aku memilih kabur dari sana dan betapa terkejutnya aku,ketika mendapati papa sudah tergeletak tidak berdaya dikamar dengan tubuh penuh darah." Mauren mulai bercerita.


\*\*\*


"Jangan coba-coba menghindar Tiara,kamu sudah berjanji semalam,kamu akan mengatakannya padaku." Arya menarik tubuhnya,dan mulai kembali memeluk pinggangnya,Tiara bersikeras untuk bisa lepas dari cengkeraman cowok itu.


Bu Amara yang kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka,langsung memanggil Tiara dan menyuruhnya untuk membantu Lia membersihkan gudang belakang.


"Mama tidak bisa seperti ini,itu bukan pekerjaannya Tiara,dia menantu di rumah ini,bukan pembantu!" ucap Arya marah.


"Apa bedanya menantu dan pembantu?" bu Amara bertanya balik,beliau sengaja membuat Arya marah,sebenarnya itu semua dilakukan supaya Arya bisa menyayangi Tiara dengan tulus,jadi bu Amara bersikap seolah tidak peduli dengan menantunya yang satu itu.


"Itu tugasnya Lia dan pelayan yang lain ma,mbak Melisa saja punya pelayannya sendiri,Tintin dan Sella. Sedangkan Tiara mama suruh ini dan itu,mama membuat dia seperti pembantu,mama tidak adil!" kecam Arya,dia tidak bisa menahan emosinya.


Dalam hati bu Amara tersenyum,beliau tahu Arya mulai peduli dengan istrinya,hanya saja anaknya itu sangat keras kepala dan tidak mau mengakui perasaannya sendiri.


"Mama tidak peduli! Tiara,cepat lakukan perintah mama!" suruh bu Amara tanpa peduli dengan ucapan Arya.

__ADS_1


"Baik ma,Tiara dengan senang hati akan melakukannya," jawab Tiara dia terlihat senang. "Mama... terimakasih!" ucapnya sebelum dia pergi dari sana,Tiara juga sempat melempar senyum mengejek ke arah Arya.


Bu Amara yang mendengar Tiara mengucapkan terimakasih kepadanya,membuat beliau merasa bingung.


"Ini semua gara-gara mama,aku tidak bisa mendapatkan info apa-apa dari Tiara," keluh Arya,ia kesal dengan sikap mamanya.


"Mama bingung,Ar. Dia mengucapkan terimakasih pada mama,dan kamu mengatakan bahwa tidak bisa mendapatkan info apa-apa dari Tiara,ada apa sebenarnya ini.?"


"Mama tahu tidak,ucapan terimakasih yang dia lontarkan tadi itu,karena mama sudah membantunya kabur dari cengkeraman aku,kalau saja mama tidak datang dan menyuruhnya pergi membersihkan gudang belakang pasti aku sudah mengetahui apa yang dikatakan oma pada Tiara." Tutur Arya. "Dan ini semua gara-gara mama!" lanjutnya lagi.


"Sepertinya banyak yang mama tidak ketahui Arya,apa kamu punya waktu untuk mengatakannya pada mama?" tanya bu Amara,wanita itu menoleh ke sekeliling berharap tidak ada yang mendengarkan obrolan mereka.


"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan sama mama,dan sama oma,bagaimana kalau nanti malam?" usul Arya.


"Ide kamu bagus,kita ajak Tiara sekalian,dan yang pasti jangan sampai membuat Tintin dan Sella curiga." Ucap bu Amara setuju.


\*\*\*\*


"Setelah mendengar semua cerita dari aku,kamu paham sekarang,kan?"


"Ya,aku paham." Mauren mengangguk,dia baru percaya kalau Steven tidak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan papanya.


"Kamu mungkin juga bisa membantu menyelesaikan permainan ini Mauren." Ucap Steven dengan matanya yang bersinar,kalau di perhatikan dengan seksama,dia juga tak kalah tampannya dari Marvel,dan pekerjaannya sebagai sopir juga sebenarnya tidak cocok sama sekali,tapi kalau membandingkan ketampanan wajah Steven dan Marvel juga Ardian,tentu saja Ardian tetap yang paling tampan bagi Mauren.


Ah,lelaki itu benar-benar membuat hatinya galau.


"Stev,tadi kamu mengatakan kalau kamu bekerja sebagai sopir pribadinya keluarga Ardian,apakah ini Ardian yang kamu maksud?" Mauren menunjukkan salah satu foto Ardian yang masih tersimpan di handphonenya,dan itu adalah foto yang diambil ketika mereka masih sama-sama duduk di bangku SMA.


"Ardian??? Itu memang foto Ardian,kamu mendapatkannya dari mana?" Steven menatapnya penuh tanda tanya.


"Benarkah?" mata Mauren tampak berbinar-binar,dia tidak menduga kalau dirinya bisa bertemu dengan Ardian lagi,sepertinya mereka memang sudah ditakdirkan untuk bersatu.

__ADS_1


"Iya,dan apa kamu temannya Ardian,kalian pernah jadi teman dekat?" Steven semakin penasaran.


"Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut,Ardian sebenarnya adalah lelaki yang selama ini aku rindukan,aku sangat mencintainya,itu sebabnya aku ingin lepas ikatan dengan Marvel,tapi... Marvel selalu membututi aku kemanapun aku pergi. Kalau bukan dia,maka orang suruhannya yang akan mengawasiku,aku merasa dikekang. Tapi jujur,Marvel terlalu mencintaiku dan itu yang membuat aku takut."


"Kamu tahu tidak,kalau adiknya Marvel,dia itu adalah istrinya Ardian." Ucap Steven memberitahu.


Baru saja hati Mauren berbunga-bunga karena akhirnya dia bisa berjumpa kembali dengan sang pujaannya,eh nggak tahunya Ardian sudah memiliki istri.


"Dia sudah menikah rupanya," wajah Mauren kembali lesu.


Harapannya yang tadi kembali bersinar kini redup lagi.


"Aku tahu ini sangat berat bagi kamu Mauren,tapi ini merupakan peluang terbesar kamu," Steven mencoba membangkitkan kembali semangatnya.


"Maksud kamu?"


"Bantu aku untuk mengungkapkan siapa Melisa sebenarnya!" pinta cowok itu.


"Kamu yakin aku bisa dekat lagi dengan Ardian?" tanya Mauren.


"Aku yakin,ini jalan satu-satunya." Ucap cowok itu.


"Selama menjalin hubungan dengan Marvel,aku belum pernah melihat adiknya yang bernama Melisa itu,dan dia sepertinya sama sekali tidak akrab dengan Melisa," ungkap Mauren.


"Kamu benar,mereka berdua memang tidak akrab,dan apa kamu juga tahu kalau yang menyuruh Melisa mendekati Ardian dan keluarganya adalah papa mereka sendiri?"


"Itu aku juga tidak tahu,semua tentang keluarga Marvel sangat tertutup,dia bahkan juga tidak terlalu dekat dengan papanya,dan menurut aku Marvel melakukan segala sesuatu atas kehendaknya sendiri,dia tidak mau disuruh meski oleh keluarganya."


"Jadi,maksud kamu segala yang pak Erick lakukan,semua itu tidak ada kaitannya dengan Marvel?" Steven memastikan.


"Iya," jawab Mauren sambil mengangguk membenarkan.

__ADS_1


\*\*\*


__ADS_2