Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Akhir Bahagia


__ADS_3

"Aku akan pergi sebentar dari kota ini,aku ingin mencari ketenangan."


"Lalu bagaimana dengan mbak Mauren?" tanya Tiara.


"Dia lebih memilih Ardian,dan kamu sendiri juga tahu kalau Melisa setuju dengan hubungan mereka. Jadi aku tidak akan mengganggu kebersamaan merek,Tia."


Mata Marvel menatap penuh arti cincin yang dipakai Tiara,sepertinya dia sudah tahu bahwa cincin itu adalah milik adiknya,yang dititipkan pada Tiara untuk diberikan kepada Ardian.


Tiara memperhatikan kemana pandangan Marvel berlabuh,dan ternyata benar,lelaki itu memang tengah memperhatikan cincin yang dipakai Tiara.


Sembari mengusap cincinnya Tiara berkata "Ini memang cincin mbak Melisa,dia menitipkannya padaku untuk diberikan kepada mas Ardian,supaya mas Ardian dapat memberikannya kepada mbak Mauren.


"Baguslah kalau begitu,aku harap mereka berdua juga bahagia." Ucap Marvel sendu.


Dia akan berusaha melupakan Mauren,wanita itu lebih pantas bersama Ardian,cinta memang tak harus memiliki. Karena dia terlalu mencintai Mauren jadi dia juga harus rela jika Mauren bersama yang lain. Yang terpenting untuk Marvel adalah kebahagiaan Mauren.


Tiara berbicara banyak hal bersama Marvel,dan dia juga tidak lupa memberikan Marvel semangat untuk bisa menjalani semua ini dengan hati yang tabah,karena semua pesan dari Melisa sudah Tiara sampaikan,dia akhirnya pamit pulang sebab Tia terus teringat dengan Arya yang mungkin sudah mengomel-ngomel sendiri didalam mobil karena kelamaan menunggu dirinya.


-oOo-


"Kamu sudah menghabiskan banyak waktu hari ini hanya untuk mendatangi mereka satu persatu Tiara sayang." Ucap Arya,dia menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Marvel.


"Aku masih merasa ini seperti mimpi,mas" Tiara menatap keluar jendela,menghirup udara kuat-kuat lalu membuangnya perlahan.


Lelah rasanya,dadanya terasa sesak. Meski sudah sebulan kejadian itu berlalu,namun ingatannya masih tak bisa melupakan malam terakhir saat dia dan Melisa saling berbagi rasa sakit.


"Kalau ingin menangis,menangis saja,enggak perlu ditahan. Mungkin itu bisa menghilangkan sesak di dada"


"Hiks!!!" Dia benar-benar menangis.


Arya menepikan mobilnya,dia langsung memeluk Tiara.


"Sesedih inikah ditinggal Melisa? Kamu bahkan tidak dekat dengan dia,Tia. Kalian seperti musuh,tapi kepergian dia membuat kamu jadi sedih begini. Entah bagaimana reaksi mu jika aku yang pergi." Desah Arya tepat di telinganya.

__ADS_1


"Kamu tidak tahu bagaimana keadaan kami saat itu,kita sama-sama berjuang,bertahan dalam kesakitan untuk tetap hidup,tapi pada akhirnya mbak Mel tidak bisa bertahan,"


"Dia sudah tenang disana Tia,kita harus bisa mengikhlaskan kepergian Melisa. Mbak Oliv juga sudah memulai hidup baru dengan Andika. Dan aku rasa mereka semua begitu cepat melupakan kejadian tragis hari itu,hanya kamu saja yang masih tenggelam dalam masa lalu."


"Apa salah kalau aku bersedih?" tanya Tiara,dia menghapus air matanya seraya melepaskan pelukan hangat Arya.


"Tidak! Itu hak kamu,tapi jangan terlalu larut dengan kesedihan itu,hingga kamu melupakan janji kamu sama aku." Arya mengingatkan.


Oh,Tiara memang melupakannya,dia sudah berjanji pada Arya,tapi hatinya masih tidak yakin.


Tiara mulai merasa jantungnya berdebar-debar melihat tatapan Arya yang memandangnya penuh arti.


Tak bisa dipungkiri,dia memang sangat mengagumi ketampanan wajah suaminya. Tapi cinta,apakah Arya mencintainya? Sampai saat ini Tiara belum mendengar kata itu keluar dari mulut suaminya.


\*\*\*\*


Setibanya dirumah,Tiara langsung saja masuk tanpa menunggu Arya.


Tiara pergi menemui Ardian diruang tengah,saat itu Ardian sedang duduk bersama mama dan papanya.


Mereka sudah tahu apa yang hendak dikatakan Tiara kepada Ardian,itu pasti tentang Melisa.


Tiara meletakkan cincin milik Melisa di depan Ardian.


"Kenapa membawa cincin ini kembali?" tanya Ardian dingin.


"Dia yang meminta aku untuk mengembalikannya pada mas Ardian,supaya mas dapat memberikannya kepada orang yang tepat."


Ardian memandang cincin itu dengan berkaca-kaca,dia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri kalau saat ini Melisa masih memiliki tempat dihatinya.


"Mbak Melisa menyuruh aku untuk menyampaikan permintaan maafnya. Dia bilang,mas Ardi adalah lelaki terbaik yang pernah dia temui,lelaki yang penuh cinta dan kasih sayang,hanya dia saja wanita bodoh yang menyia-nyiakan lelaki sebaik mas Ardi,dia menyesali semuanya. Seandainya dia bisa hidup lebih lama,dia ingin menjadi wanita yang terbaik." Tutur Tia mengatakan semua yang diucapkan Melisa padanya.


Ardian menyeka air mata yang mengalir dikedua sudut matanya. Dia tidak ingin Tiara mengetahui kesedihan hatinya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas,aku mengerti jika mas Ardian sedih,bagaimana pun juga mbak Melisa adalah istri mas,dan dia adalah wanita yang pernah mas Ardi cintai,meski akhir cerita dari hubungan kalian tidak indah."


Ardian tak bisa membendung tangisnya. Semua orang tahu kalau dia masih terus teringat dengan Melisa,walaupun mulutnya itu mengatakan sangat membenci Melisa,namun hatinya tidak demikian.


"Apa dia berpikir kalau aku sangat membencinya? Apa disisa terakhir hidupnya dia mengatakan bahwa dia mencintaiku?" Ardian kembali bertanya disela-sela tangisnya.


"Dia tahu mas Ardi pasti akan memaafkannya,dia sangat berharap mas Ardian bisa bahagia bersama mbak Mauren. Meski mbak Mel tidak mengatakan bahwa dia mencintaimu tapi bisa dilihat dari setiap perkataannya bahwa dia juga bahagia pernah menjadi istrimu,dan mungkin disisa terakhir hidupnya dia sudah merasakan cinta itu tumbuh dihatinya." Ucap Tiara jujur.


"Meski cinta itu sudah tak lagi sepenuhnya untuk Melisa,tapi jujur saja aku masih sulit melupakannya. Dia pernah menjadi seorang wanita yang aku cintai Tia,meski akhirnya tak seindah yang diharapkan." Ardian mengambil cincin yang diberikan Tiara tadi. "Dan cincin ini,akan aku berikan kepada orang yang tepat seperti keinginan Melisa," imbuhnya kemudian.


Tiara ikut senang mendengarnya. Sekarang dia baru bisa bernafas lega,karena sudah menyelesaikan semua tugasnya.


Ya ampun! Dia melupakan satu hal,Arya. Lelaki itu pasti sudah menunggunya dari tadi dalam kamar.


Teringat Arya,Tiara langsung mengakhiri obrolannya dengan Ardian.


Dia buru-buru masuk kekamar,dan malam ini akan menjadi malam paling romantis sepanjang hidupnya,mungkin.


Hehe... kayaknya malam pertama mereka baru akan dimulai deh,dan mungkin akan berlangsung sampai pagi.


Duh,jadi deg-degan. Eits... nggak boleh ngintip! Biarlah mereka melaluinya dengan tenang,kita yang masih jomblo mending minggir dulu.


----


Cerita kisah cinta Arya dan Tiara sampai disini dulu,ya... Sampai jumpa di lain episode.


£N&



~Jika rasa sakit hati membuatmu mendendam,maka kamu sendiri yang akan hancur. Dendam tidak perlu dibalas dendam,memaafkan adalah hal yang paling baik.


Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita,bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.

__ADS_1


SAlAM...


~Rijal Nisa~


__ADS_2