
Olivia tidak bisa berpikir dengan tenang,untuk saat ini dia hanya ingin mendengar penjelasan dari sang suami,tapi Andika malah tidak mengatakan apapun,dia dengan tenang menyuruh para polisi itu untuk membawanya pergi.
"Kita bisa pergi sekarang pak,saya akan mengatakan semuanya di kantor." Ujar Andika.
Olivia mencegahnya,memohon dengan sepenuh hati supaya Andika tetap tinggal disisinya.
"Jangan memohon seperti ini,Oliv. Aku tidak pantas mendapat rasa kasihan dari kamu,setelah aku pergi kamu akan mengerti dengan semuanya,apa yang selama ini terjadi di keluarga kamu,aku minta maaf. Jaga anak ini baik-baik!" pesan terakhir Andika membuat Olivia tidak bisa menahan air matanya,dia menangis pilu,tidak lagi berusaha menghalangi Andika.
Olivia menatap punggung suaminya dengan tatapan kecewa. Andika dibawa masuk ke mobil polisi,dan kemudian mereka segera pergi meninggalkan kediaman konglomerat itu.
Setelah kepergian Andika,kakaknya (Ardian) mulai bicara,lelaki itu menghibur adiknya,dan terus memberi semangat kepada Olivia,kalau sang adik pasti bisa menghadapi semua ini.
"Aku yakin kamu pasti bisa menghadapi semua ini,Liv. Kita sedang berada di posisi yang sama. Sama-sama dimanfaatin,hanya saja kamu lebih beruntung dari pada aku,karena setidaknya kamu bisa melihat rasa penyesalan dimata Andika,dan dia mau mengakui kesalahannya." Tutur Ardian,dia menatap adiknya dengan lembut.
"Aku masih sangat berharap kalau semua ini adalah mimpi." Olivia menangis di pelukan mamanya.
"Kalian sudah mengumpulkan semua bukti kejahatan Melisa?" tanya oma.
Arya seolah baru tersadar saat mendengar pertanyaan oma,dia baru ingat kalau dirinya tadi sempat mendengar percakapan mereka berdua ditaman belakang,dan kemudian dia juga bertemu dengan Steven,ya steven!! Seharusnya cowok itu berada di sana sekarang,tapi dia tidak ada,kemana dia pergi? Dan lagi,Arya juga tidak melihat Mauren,apa mungkin Mauren sudah pergi dengan Steven???
"Aku sempat merekam ini!" Arya memberikan ponselnya kepada Ardian.
"Rekaman percakapan antara Melisa dan Andika," sambung Arya.
"Dan seharusnya mbak Mauren juga punya bukti kejahatan mbak Mel,saat mbak Melisa mencoba untuk mencelakakan mbak Olivia." Ujar Tiara,perkataannya sontak membuat Olivia melepaskan pelukannya dari bu Amara,dia mulai terlihat marah dan tatapan matanya juga sangat berapi-api.
__ADS_1
"Jadi benar,ini semua ulah wanita jahat itu,dia benar-benar licik,aku tidak akan mengampuninya kali ini." Ucap Olivia,dia beralih menatap Ardian.
Dengan sedikit tersenyum,Ardian menanggapi ucapan adiknya tadi. "Kenapa melihat ke arahku,lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan,aku juga tidak akan menghalangi kamu,aku bahkan merasa sangat malu karena memiliki istri seorang pembunuh," ujar Ardian,dia memang sangat marah kepada Melisa,dan dia juga tidak peduli dengan anak yang dikandung wanita itu sekarang.
"Tadi polisi itu mengatakan kalau Melisa sudah membunuh calon mertua kakaknya sendiri,dia sangat menakutkan,pantas saja dia sanggup membunuh Yuna juga." Ucap oma kembali bersuara.
"Karena semuanya sudah terungkap,sebaiknya kita juga mengatakan hal ini kepada pihak yang berwajib,dan Andika pasti mau mengatakan semuanya," timpal bu Amara.
Saat sedang sibuk-sibuknya,rumah mereka kedatangan tamu lagi,dan kali ini adalah Marvel,dia tunangannya Mauren.
"Oma,diluar ada tamu,katanya kakaknya Melisa,dan dia ingin bertemu dengan den Ardian." Ucap Lia memberitahu.
"Suruh dia masuk!" perintah Ardian,dengan cepat Lia kembali ke halaman depan dan menyuruh Marvel untuk masuk.
\*\*\*
"Dia memang iblis,dan aku sangat bersyukur karena dia bukan adikku," ungkap Marvel.
Semua keluarga Wijaya terkejut mendengar pengakuan Marvel yang mengatakan bahwa Melisa bukan adiknya.
"Karena sudah begini kamu malah mengatakan Melisa bukan adikmu." Ucap Olivia sinis.
"Dia memang bukan adikku,ibunya meninggal setelah melahirkan dia. Dan papa mengadopsi dia sebagai anak,tapi entah dendam apa yang membuat dia sebegitu bencinya dengan keluarga kami,hingga membunuh pak Doni,ayahnya Mauren dan membuat seolah-olah aku adalah pelakunya." Marvel bercerita,mereka menyimaknya dengan sangat fokus.
"Mauren..." Ardian bergumam,dia sepertinya tengah mencoba mengingat sesuatu. Tiba-tiba saja nama itu seperti terdengar tidak asing baginya,membuka kenangan lama,dia dulunya juga memiliki teman wanita yang namanya juga Mauren,mereka sangat dekat seperti sepasang kekasih,Ardian baru mengingatnya sekarang.
__ADS_1
"Kenapa kamu menyebut nama tunangan aku?" tanya Marvel.
"Bukan,Mauren itu pelayan baru di rumah kami." Bu Amara yang sedari tadi diam ikut bersuara.
"Mauren,pelayan baru???" Marvel bertanya-tanya,mungkinkah Mauren bersembunyi di rumah mereka dan menyamar menjadi orang biasa,agar Marvel tidak mengenali dirinya.
"Apa kalian memiliki fotonya?" tanya Marvel,dia sangat penasaran,kali ini dia berharap bisa bertemu dengan tunangannya. Marvel tidak ingin kehilangan Mauren lagi.
"Ada,aku memilikinya." Timpal Tiara,semua orang menatapnya dengan pandangan aneh,bagaimana tidak aneh,dia sempat-sempatnya berfoto dengan Mauren.
"Sempat-sempatnya kalian berfoto." Ucap Arya. Tiara tersenyum dan berkata. "Mbak Mauren bilang,aku sangat cantik jadi dia ingin berfoto denganku," jawaban polos Tiara membuat suasana yang tadinya panas dan tegang jadi lebih tenang,bu Amara tersenyum mendengar perkataan menantunya itu,begitu juga Marvel,dia ikut memperhatikan wajah Tiara,gadis muda itu memang terlihat cantik dan imut,tidak salah kalau Mauren mengatakan dia cantik.
"Malah muji diri sendiri ini anak." Arya mengacak-acak rambut Tiara,mereka jadi terlihat lebih akrab.
Marvel memperhatikan dengan seksama wajah wanita yang berfoto dengan Tiara,sedikit berubah memang,meski sulit dikenali tapi Marvel tahu itu adalah Mauren yang dia cari,mungkin banyak orang yang tidak mengenalinya karena penampilan seperti itu,tapi tidak dengan Marvel.
"Sekarang dia dimana?" Marvel bertanya.
"Dia sudah pergi dengan Steven,kami sempat berpapasan saat tadi aku pulang ke rumah,dan dia pergi berdua dengan Steven entah kemana," yang dijawab Olivia.
"Apa benar dia tunangannya kamu?" Ardian memastikan.
"Ya,aku tidak mungkin salah,dia adalah wanita yang aku cari," jawab Marvel meyakinkan.
"Kamu bisa menyusulnya,mungkin dia pulang ke rumah Steven." Ucap oma,wanita itu tahu kalau Marvel sedih dengan kepergian tunangannya karena salah paham.
__ADS_1
"Biarkan saja dulu,aku tidak perlu mengusiknya,lagi pula aku sudah mengetahui keberadaan Mauren,kali ini aku harus membereskan dulu semua masalah yang dibuat Melisa." Ucap Marvel.
"Kita bisa bekerja sama untuk menyelesaikan semua masalah ini,karena adik angkatmu itu juga sudah membunuh salah satu pelayan kami,yang bernama Yuna," ungkap Arya. Marvel kaget hampir tidak percaya dengan pendengarannya,Melisa bisa brutal seperti itu,dia sudah membunuh dua orang,apa masalahnya kali ini?