Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Sebuah Bukti


__ADS_3

KEDIAMAN MARVEL...


Marvel masih terus teringat dengan Mauren,ia tidak bisa melupakan wanita yang dicintainya begitu saja. "Vel,dari tadi kamu termenung saja,kamu masih memikirkan Mauren?" tanya Johan sambil mengambil posisi duduk disamping sahabatnya itu.


"Entah dimana sekarang keberadaan Mauren,Jo. Aku sangat berharap bisa bertemu dia lagi,dan aku akan mengatakan semuanya tentang keluargaku. Aku akan meminta maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat,aku selalu menyakiti perasaan dia,aku selalu membuat dia takut setiap kali berada didekatku," dia menyesali sikap kasarnya terhadap Mauren selama ini.


"Semalam,aku dan Gaara datang ke rumah Mauren,dan kami menemukan ini!" ucap Johan,memperlihatkan ponsel milik pak Doni.


"Kamu menemukannya dimana?" tanya Marvel heran. Sebab,polisi saja tidak menemukan benda itu,tapi kenapa Johan dan Gaara malah bisa menemukannya.


"Terselip dibawah kolong tempat tidur,dan aku rasa sebelum pak Doni dibunuh dia sudah merekam semuanya," jelas Johan menyimpulkan.


"Apa kamu sudah mengatakan hal ini pada Jerry?"


Jerry adalah detektif yang disuruh oleh Marvel untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan ayah Mauren.


"Dia sudah mengetahuinya,dan dia juga sudah mendengar rekaman ini,mungkin kamu ingin mendengarnya,tapi aku harap kamu bisa sedikit mengontrol emosimu saat mendengar rekaman ini," pinta Johan mengingatkan. Marvel semakin penasaran setelah mendengar kata-kata Johan,sebenarnya apa isi rekaman itu? Dan siapa dalang dibalik semua ini.? Semua masih menjadi tanda tanya.


Marvel mulai mendengar rekaman di ponselnya pak Doni.


"K-k kau...


"Tidak perlu terkejut,anda pasti sudah tahu apa niat saya datang kemari."


"Jangan berani melakukan hal gila seperti ini Mel,kamu akan menanggung sendiri akibatnya," suara pak Doni terdengar gemetar.


"Saya tidak akan melakukannya jika tanpa sebab."


"Jauhkan pisau itu dari saya!" teriaknya.

__ADS_1


"Srett... pisau itu menancap di perutnya pak Doni.


"Tidak,kau benar-benar melakukannya Melisa," suara pak Doni terdengar melemah.


"Ya,kau harus mati! Dengan begitu,Marvel tidak akan pernah bisa bersatu dengan anakmu. Dan aku akan membuat seolah-olah pembunuhnya adalah lelaki brengsek itu,dia dan keluarganya akan aku buat menderita,hahaha.." di akhir rekaman itu terdengar suara tawa Melisa yang cukup keras.


Usai mendengar rekaman tersebut,Marvel bungkam,pandangannya kosong. Dia tidak menyangka ini semua adalah perbuatannya Melisa,adiknya sendiri,dia tidak tahu kebencian apa yang Melisa simpan dalam hati untuk dia dan papanya,sampai dia sebegitu benci terhadap kakaknya sendiri.


"Hubungi Jerry aku ingin bicara,katakan untuk segera datang kesini!" perintah Marvel,kini matanya mulai terlihat berapi-api,kemarahan itu mulai memuncak lagi. Adik yang disangkanya memiliki sikap lemah lembut ternyata adalah psikopat,dia lebih menakutkan dari pada Marvel,membunuh seseorang yang tidak bersalah,kali ini Marvel akan membuat perhitungan dengannya,karena perbuatan Melisa itu sudah membuat Mauren pergi dari sisinya.


"Aku sudah menghubungi Jerry,dan dia sedang dalam perjalanan menuju kesini." Ucap johan.


"Oh ya Vel,soal surat yang ditemukan didepan pagar ternyata itu semua juga rancangannya Melisa,dia menyuruh seorang pelayan untuk memberikannya pada Mauren,aku sudah melihatnya melalui CCTV yang mengarah ke halaman depan."


"Aku harus memberitahu papa soal ini,anak itu sudah melewati batasnya,aku yakin masalah ini juga ada hubungannya dengan papa." Ujar Marvel,dia kemudian bangkit dari kursi yang didudukinya dan beralih masuk kedalam rumah. Merebahkan kepalanya di atas sofa,Marvel ingin menenangkan pikirannya dulu,saat ini dia akan berusaha untuk tetap tenang,jangan sampai terbawa emosi supaya bisa mengambil keputusan dengan bijak.


Johan mengikutinya dari belakang,dia juga ikut duduk,posisinya berhadapan dengan Marvel.


"Iya,aku kenal. Dan bukankah lelaki itu sudah dinyatakan meninggal 4 tahun yang lalu,meski jasadnya tidak ditemukan." Ucap Johan,mengingat kembali peristiwa kecelakaan mobil yang menimpa konglomerat itu,yang sempat menghebohkan jagad maya,sebagian orang percaya kalau pak Wijaya sudah mati dalam kecelakaan tersebut,namun sebagian lagi tidak,mereka malah mengatakan kalau pak Wijaya mungkin masih hidup. Bu Amara juga tidak percaya kalau tubuh suaminya hangus terbakar dalam kobaran api yang membakar mobilnya. Semoga saja memang benar,kalau pak Wijaya masih hidup dan semuanya akan kembali seperti dulu.


\*\*\*\*


Tiga puluh menit kemudian Jerry pun tiba.


"Setelah mendengar rekaman itu aku mulai berfikir,kalau Melisa sudah merencanakan semua ini sejak awal," ungkap Jerry memulai obrolan.


Marvel menyesap kopinya sebelum menanggapi ucapan Jerry. "Aku tidak menyangka Melisa sekejam itu,dia lebih temperamen dari pada aku,melihat wajahnya yang penuh kelembutan itu aku bahkan tidak percaya adikku sendiri berani melakukan perbuatan sekeji ini,Jer." Tutur Marvel seraya meletakkan kembali cangkir kopinya.


"Dia bukan adik kandung kamu Marvel,wajar saja dia akan melakukan hal ini pada kamu untuk membuat kamu hancur," ungkap Johan. Dan betapa terkejutnya Marvel ketika mengetahui kenyataan yang sangat tidak masuk akal itu.

__ADS_1


"Bicara apa kamu,Jo? Ini tidak masuk akal,meski sudah melakukan hal keji begitu,Melisa tetap adikku,tapi kenapa kamu malah mengatakan hal yang tidak masuk akal begini?" Marvel menatap Johan dengan


pandangan penuh keanehan.


"Apa yang dikatakan oleh Johan benar,Melisa memang bukan adik kamu." Jerry ikut menimpali,dia membenarkan perkataan Johan.


"T-tapi aku masih ingat saat persalinan mama dirumah sakit,aku masih ingat betul kalau anak yang dilahirkan mama adalah Melisa." Marvel masih belum bisa mempercayai omongan dua orang didepannya.


"Kamu ingin mendengar kisahnya kan,aku akan menceritakan tentang siapa sebenarnya Melisa,dan asal usulnya,bagaimana caranya hingga dia bisa berakhir di keluarga kamu." Ucap Jerry. Marvel hanya mengangguk setuju,dan Jerry mulai bercerita tentang peristiwa yang terjadi 20 tahun yang lalu.


KISAH MELISA...


Sepasang suami istri tampak sangat bahagia setelah kelahiran anak kedua mereka. Pak Erick dan isterinya sudah lama menantikan buah hati mereka itu,dan sekarang anak yang dinantikan itu pun lahir kedunia ini,sungguh merupakan kebahagian yang tiada terhingga bagi pak Erick dan isterinya.


"Pak Erick,boleh minta waktunya sebentar? saya ingin bicara." Dokter itu meminta dengan sopan,namun matanya terlihat begitu menyedihkan,membuat pak Erick mulai memiliki pikiran buruk,mungkinkah dokter itu akan memberitahukan kabar buruk lagi padanya.


"Apakah dia tidak bisa membujuk wanita itu untuk memberikan anaknya pada saya?" pikir pak Erick.


"Ada apa dok?" pak Erick menutup pintu ruangan tempat istrinya dirawat dengan pelan,setelah memastikan kalau istrinya sudah kembali tidur.


Dokter lelaki itu mengajak pak Erick keruangannya. "Saya sudah mengurus semuanya,dan istri anda tidak akan tahu masalah ini,wanita itu setuju untuk memberikan bayinya."


"Jadi wanita itu mau menyetujuinya,di-dia mau memberikan anaknya kepada saya?" pak Erick tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya,lelaki itu tersenyum lebar.


"Iya,dia setuju."


"Lalu kenapa wajah pak dokter sedih begitu,saya sampai berpikir macam-macam tadi."


"Dia sudah meninggal,wanita itu hanya ingin pak Erick merawat anaknya dengan baik," ucap sang dokter dengan wajah murung.

__ADS_1


Senyum yang tadi terukir dibibirnya,kini perlahan menghilang. "Saya pasti akan menjaga anak itu dengan baik," janji pak Erick,dia sendiri juga ikut bersedih atas kepergian ibu kandung si bayi yang akan diangkat menjadi anaknya. Bertahun-tahun pak Erick menyembunyikan rahasia ini dari pada Marvel,tapi pada akhirnya Marvel mengetahuinya juga.


Namun,ada yang aneh di sini... Saat pak Erick keluar dari ruangan dokter itu,dia terlihat menyunggingkan seringai jahat di bibirnya,apa yang di sembunyikan lelaki itu? "Semuanya berjalan sesuai rencana." Bisiknya dalam hati sembari meninggalkan ruangan tersebut.


__ADS_2