Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Mencaritahu Keberadaan Papa


__ADS_3

Olivia mulai memegang wajah Steven dan mengarahkan cowok itu untuk menatapnya.


"Pandang aku! Kamu tidak bisa membohongiku,Stev." Olivia menatapnya penuh arti.


Steven sadar diri,dia dan Olivia hanya sekedar teman saja,dan kini Olivia juga masih istri sahnya Andika.


Mengapa dia jadi seperti ini? Steven langsung menepiskan tangan Olivia.


"Kamu terus menghindar dari aku Stev,membuat berbagai macam alasan. Tapi aku tahu,kamu sedang berbohong."


Suara Olivia terdengar parau,dia sedih.


"Sudahlah Steven,dia sudah melukai hati aku. Dia sudah menghancurkan segalanya,sekalipun dia keluar dari penjara aku tetap tidak akan menerimanya kembali."


Mata Olivia bersinar memancarkan kebencian mendalam.


"Polisi sudah mengatakan kalau Andika tidak akan di tahan lama,dia akan kembali di bebaskan setelah Melisa di temukan," tutur Steven.


"Dia tidak membunuh Yuna,dia juga tidak mengambil sepersen pun harta dari keluarga kamu,apa kamu masih tetap membencinya.?"


Steven,dia terus menahan rasa ingin mengungkapkan perasaannya kepada Olivia


"Maafkan aku,aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku yang sejujurnya,aku harus bisa menyimpan semua ini seorang diri,aku tahu ini yang terbaik." Steven membatin.


"Kamu benar-benar tidak mencintai aku,Stev?"


Olivia menunduk lemah,dia berharap pada Steven. Olivia berharap cowok itu mencintainya agar dia bisa melupakan Andika yang sudah menghancurkan perasaannya.


"Pip!!


"Pip!!


Suara klakson mobil mengangetkan mereka,itu sudah pasti Arya dan Tiara,ah mereka berdua memang tidak bisa ngelihat orang lain senang.


"Arya sudah pulang,aku pergi dulu!"


"Ta-tapi,Stev...


Tak sempat menunggu Olivia menyelesaikan ucapannya,Steven langsung berlalu pergi.


Oliv hanya bisa menatap punggung Steven dengan pandangan kecewa.


"Mbak Oliv sudah pulang dari rumah sakit?" tanya Tiara.


"Aku baru saja ingin mengajak Steven,tapi dia sudah pergi duluan." Jawabnya berbohong.


"Kalau begitu,biar aku antarin aja,mbak!" tawar Arya


Tiara menatap ke arah Arya,pandangannya begitu dalam entah apa yang ada dalam pikiran gadis itu.


"Em,mas Arya kan baru aja pulang,pasti capek. Mending istirahat aja dulu! Aku akan meminta kak Steven. Tunggu disini,ya!"


Tiara bergegas pergi mencari Steven.


"Tia! Nggak usah!" seru Olivia,tapi gadis itu tidak mendengarkan sama sekali.


Tiara pergi menuju halaman belakang untuk menemui Steven. Dan benar saja seperti dugaannya,Steven memang sedang duduk di dekat kolam ikan.

__ADS_1


"Kenapa dia menjadi sangat bersemangat?" Arya heran melihat sikap Tiara.


"Aku juga tidak tahu Ar,istri kamu memang aneh!" jawab Olivia seraya mengangkat kedua bahunya


-oOo-


"Hai!!" sapa Tiara


Suaranya yang lembut dan imut-imut itu membuat Steven yang sedang memegang ikan melihat kedasar kolam,dia tidak menyadari keberadaan Tiara yang berdiri tepat dibelakang punggungnya.


"Kamu bicara sama,aku?" Steven bertanya serius kepada ikan hias yang dipegangnya.


"Ya iyalah,sama siapa lagi?"


Tiara menjawab malas,dia pikir mungkin Steven sedang mempermainkannya.


"Ka-kamu ikan ajaib? Aku sedang tidak bermimpi,kan?" Steven mulai ketakutan


"Kak Steven!!" Tiara mulai kesal dibuatnya.


"Ka-kamu juga tahu nama aku?"


"Kak Steven!!" pekik Tiara,membuat cowok itu kaget hingga dengan reflek dia lempar kembali ikan itu ke dalam kolam


Byuurr!!


"Aku dibelakang kak," Tiara menepuk kasar bahunya Steven dengan tangan kanannya.


"Ya ampun Tiara!" Steven memekik kaget,karena terkejut mengetahui Tiara ada dibelakangnya


"Bercandanya berlebihan,kak."


"Huh! Sembarangan!"


"Temani mbak Oliv kerumah sakit yuk,kak!" pinta Tiara setengah merengek.


Kalau diperhatikan setiap kali Tiara bicara dengan Steven,dia selalu memposisikan dirinya sebagai anak kecil,Steven mungkin bisa menolak Olivia dan menghindar darinya. Tapi,kalau Tiara yang meminta dia tidak akan bisa menolaknya


Tiara memang paling bisa diandalkan


"Mau ya kak.!"


"Duh,gimana ya?" dia masih berpikir sejenak.


"Aku juga ikut!"


"Oke deh,Let's Go!"


\*\*\*


Tiara langsung saja menemui Olivia yang sedang duduk sambil ngobrol dengan mama dan Arya.


"Kak,ayo kita pergi!"


Arya terperangah "Kita? Maksud kamu... Kamu juga ikut?"


"Iya."

__ADS_1


"Kamu kan baru pulang,nak." Ucap Bu Amara,sepertinya tidak ingin Tiara ikut.


"Sebentar kok,ma" Tiara bersikeras


"Memangnya Steven mau?" Olivia terlihat senang


"Mau dong. Ayo buruan! Keburu Kak Steven berubah pikiran." Ucap tiara,dia dengan sopan mencium punggung tangan suaminya sebelum pergi. "Aku pergi dulu ya,mas!" pamit Tia


"Aku pergi ya,ma!"


Tiara juga tidak lupa mencium punggung tangan Ibu mertuanya,dia terlihat sangat bersemangat pasti dia punya rencananya sendiri.


"Hati-hati,jangan pulang kemaleman!" pesan Arya


Dia membiarkan saja,tidak tega juga mencegah Tiara pergi,sebab dia mengerti Tiara juga butuh refreshing,selama ini dia dirumah terus. Jadi hari ini biar saja dia menghabiskan sepanjang harinya diluar.


\*\*\*\*


Katanya mau kerumah sakit,eh pas Steven memutar haluan hendak berbelok menuju arah Rumah Sakit Pelita,Tiara malah mencegahnya.


"Berhenti kak! Jangan kerumah sakit."


Ucap Tiara yang duduk di kursi belakang,Steven buru-buru menepikan mobilnya.


Dia dan Olivia sama-sama melihat kebelakang,menatap Tiara dengan penuh tanda tanya.


"Kok malah nyuruh berhenti? Katanya mau nganterin Olivia kerumah sakit?"


"Ngapain? Lagi pula mbak Olivia juga sudah pergi kerumah sakit,aku tahu itu cuma alasan mbak Olive saja," ucap Tiara dengan gamblangnya.


Wajah Olivia bersemu merah seketika,dia sangat malu.


"Benar begitu,Oliv?" Steven memastikan.


Olivia hanya tersenyum saja,menandakan kalau apa yang dikatakan Tiara memang benar adanya.


Oliv heran,kok Tiara bisa tahu kalau dirinya berbohong. Tiara memang terlihat polos dan mudah dibodohi,tapi Olivia sadar sekarang kalau Tiara tidaklah seperti yang terlihat dari luar,mungkin dia memiliki kelebihan bisa membaca ekspresi di wajah orang lain,dan bisa saja dia memiliki indra ke enam.


"Mbak Oliv tidak perlu berpikir terlalu jauh tentang bagaimana aku bisa tahu kalau mbak Oliv sudah kerumah sakit,tadi saat jalan sama mas Arya aku sempat melihat mbak keluar dari gedung rumah sakit. Dan tenang aja,aku juga tidak punya indra ke enam kok." Ucap Tiara seperti sudah tahu apa yang di pikirkan Olivia.


Olivia baru merasa lega setelah itu,meski jantungnya masih belum sepenuhnya berdetak normal.


"Terus sekarang kita mau kemana? Mau pulang aja atau lanjut ke tempat lain?" Steven bertanya meminta pendapat mereka.


"Jangan pulang dulu,kita kerestoran ini dulu,ya!" Tiara menunjukkan kartu nama yang diambilnya dari lelaki yang diyakininya sebagai papanya Arya.


"Restoran Arwi!" Olivia dan Steven membaca nama usaha si pemilik restoran itu,mereka berdua saling pandang.


Bingung???


"Arya Wijaya" ucap Tiara.


Steven mengerutkan keningnya.


"Apa maksud kamu,Tia?" Olivia juga menjadi


tidak paham.

__ADS_1


"Ini Restorannya papa!"


"Tapi disini sudah jelas nama pemiliknya Samsul," tambah Steven.


__ADS_2