Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Lari Dari Kejaran Melisa


__ADS_3

"Jadi,ibunya pak Marvel tidak pernah tahu kalau pak Erick sudah menikah lagi. Saat itu,ibunya non Melisa mengatakan kepada pak Erick bahwa beliau akan pergi kerumahnya dan ingin bertemu dengan istri pertama pak Erick,tapi pak Erick mencegahnya,dan beliau bilang tunggu saja setelah ibunya non Melisa melahirkan,baru dia akan mempertemukan mereka berdua,akhirnya dia setuju. Hingga saat malam yang dinanti-nantikan pun tiba,mereka melahirkan dihari yang sama dan di rumah sakit yang sama pula. Dari sini pak Erick mengambil kesempatan,beliau diam-diam menyuntikan obat kedalam selang infusnya ibu non Melisa,yang entah obat apa itu hingga membuat istri keduanya itu meregang nyawa." Tintin kembali diam,dia berhenti bercerita.


Tenggorokannya terasa kering,dia seperti kehabisan nafas. Marvel tidak tega melihat pemandangan didepannya,dia tahu Tintin tengah kehausan,jadi dia menyuruh Johan untuk mengambilkan segelas air putih untuk Tintin.


Setelah minum,Tintin merasakan tenggorokannya segar kembali,wanita itupun lanjut bercerita.


"Tunggu sebentar! Bukankah ibunya Melisa sudah meninggal dari sejak dia lahir? Lalu dari mana kalian mengetahui cerita itu,siapa yang menceritakannya?" tanya Marvel semakin penasaran.


"Non Melisa mengetahuinya dari teman pak Erick sendiri,namanya tuan Ariel. Tiga tahun yang lalu,tuan Ariel menemui non Melisa dan menceritakan semuanya,disitulah non Melisa mulai menaruh dendam." Jawab Tintin melanjutkan ceritanya.


"Lalu,kenapa dia malah membunuh ayah Mauren? Apa masalahnya ayah Mauren dengan dia?" Marvel kembali membentak.


"Saat akan merencanakan pembunuhan terhadap pak Erick,pak Doni tidak sengaja mendengarkan percakapan Melisa dan orang suruhannya. Pak Doni berniat ingin memberitahukan hal itu pada pak Erick,dan non Melisa berusaha mencegahnya,hingga pada akhirnya dia berinisiatif untuk membunuh pak Doni,kemudian menjadikan kalian sebagai dalangnya. Rencana awalnya adalah ingin membuat hidup pak Marvel dan pak Erick tidak bahagia,tapi malah dia sendiri yang menderita." Pungkas Tintin mengakhiri.


Setelah mendengar cerita dari Tintin,barulah Marvel dapat menyimpulkan bahwa papanya itu sengaja membunuh ibu kandungnya Melisa untuk menutupi pernikahannya dengan wanita itu.


Supaya istri pertamanya tidak tahu,dan kebetulan sekali adiknya juga meninggal setelah dilahirkan,hingga pak Erick tidak punya cara lain selain merawat Melisa dan membunuh istri keduanya itu.


Apalagi papanya tidak menginginkan mamanya bersedih karena kematian anak yang baru dilahirkannya.


Ternyata papanya sangat licik,pantas saja Melisa seperti itu. Darah kotor pak Erick mengalir dalam tubuhnya,itu sebabnya Melisa menjadi pembunuh sama seperti papanya.


Marvel mengepalkan tangannya dia terlihat sangat marah,dia kecewa.


Pak Wijaya juga tidak menyangka kalau ternyata dendam Melisa berawal dari kejahatan papanya sendiri,dan berimbas pada semua orang.


-oOo-

__ADS_1


Di tempat lain,Ardian dan Arya juga Andika sedang berjuang mati-matian untuk melawan anak buahnya Melisa.


Arya benar-benar menyesal karena tidak mendengarkan perkataan Tiara tadi,yang mencegahnya supaya tidak berhenti,bisa saja itu bukan tabrakan tapi hanya orang-orang yang ingin melakukan penodongan.


Karena Tiara melihat dari cara mereka berpakaian seperti preman semua,dan jalan yang mereka lewati juga merupakan tempat yang sepi dari lalu lalang mobil. Benar saja,mereka ternyata terjatuh dalam perangkapnya Melisa,dan orang-orang yang berkerumun itu adalah orang-orang suruhannya Melisa.


"Andika! Sebaiknya kamu bawa Olivia ketempat yang aman dulu!" seru Ardian,dia masih terus bertarung dengan beberapa orang suruhan istrinya.


"Olivia tidak ada disini,aku rasa dia sudah lari ke dalam hutan mengikuti Tiara dan Mauren.


Suasana semakin mencekam,Ardian mulai kewalahan,dia terkena beberapa luka sayatan di lengannya.


Arya juga sama,dia tidak mampu lagi untuk bertarung melawan tujuh lelaki di depannya,sekarang hanya Andika yang masih tidak terluka sama sekali. Semoga saja dia bisa mengalahkan mereka semua.


Arya sudah bertekad dalam hatinya untuk membawa Tiara dan kakaknya kembali dalam keadaan selamat. Mengingat dua wanita itu membuat semangatnya bangkit lagi,dia juga merasa badannya kembali kuat


Akhirnya setelah puluhan menit bertarung dengan sengit,ketujuh preman itupun jatuh terkapar.


"Kemana bos kalian pergi?" tanya Arya sembari menarik kerah baju lelaki yang sudah tak berdaya itu. Perasaannya sangat gelisah,dia mengkhawatirkan keselamatan istri dan kakaknya.


"Dia pergi ke arah hutan sana! Ada empat orang yang mengikutinya,ka-kalian harus berhati-hati,empat orang tadi tidak mudah dikalahkan." Ucap lelaki itu memberitahu,setelah itu dia kembali terkapar tak berdaya.


Arya,Ardian dan Andika mereka bertiga segera meninggalkan jalanan tersebut dan masuk ke dalam hutan untuk mencari istri-istri mereka.


Sebelum masuk ke dalam hutan itu,Ardian terlebih dulu mengirim pesan untuk papanya,memberitahukan keadaan mereka sekarang.


-oOo-

__ADS_1


"Mbak Mauren,aku sudah tidak kuat!" lirih Olivia. Dia merasakan sakit di bagian perutnya. Dia sudah terlihat sangat lemah.


"Kamu harus tetap kuat,Liv. Kita harus menemukan tempat persembunyian dulu,baru kita bisa beristirahat sebentar." Ujar Mauren,meminta Olivia untuk tetap kuat.


"Oliv!!!"


"Oliv...!!!"


"Olivia! Kamu dimana?" terdengar suara Melisa memanggilnya.


"Mbak,kayaknya mbak Mel sudah tidak jauh lagi dari sini." Tiara mulai ketakutan.


Dengan sekuat tenaga dia membantu Mauren memapah Olivia yang sudah mulai kewalahan.


"Bertahanlah Oliv,kita harus bisa mencari tempat yang aman dulu,Melisa tidak boleh menemukan kita." Mauren terus memberi semangat.


Mereka berlari semakin jauh,memasuki hutan yang lebat penuh dengan pepohonan besar.


Tiara bahkan tidak peduli kalau mereka akan sesat nantinya,yang pasti dia ingin menjauh dari Melisa. Mereka tidak boleh tertangkap oleh perempuan itu


"Ki-kita berhenti disini aja dulu,mbak!" ajak Tiara. Dia mulai ngos-ngosan,berlarian hampir setengah hari membuat tenaganya terkuras habis.


Mauren dan Olivia setuju untuk berhenti sebentar melepas lelah,apalagi setelah melihat tidak ada tanda-tanda Melisa akan datang kesana,mereka merasa bahwa sekarang mereka berada ditempat yang aman.


Suara Melisa juga sudah tidak terdengar lagi,untuk sesaat mereka bisa duduk dengan tenang tanpa memikirkan Melisa.


"Semoga saja mbak Mel tidak bisa menemukan kita disini." Harap Tiara.

__ADS_1


"Kenapa dia begitu membenci aku? Dia benar-benar perempuan yang tidak masuk akal!" ucap Olivia marah,dia tidak bisa mentolerir sikap Melisa. Kejahatan yang dilakukan oleh Melisa sudah membuat Olivia sangat muak dengan wanita itu,diam-diam dalam hatinya Olivia malah mengharapkan Melisa menghilang dari muka bumi ini secepatnya.


"Aku bahkan juga menjadi korban kejahatan Melisa,dia membunuh ayah aku tanpa aku tahu apa alasannya,dia sangat kejam!" tambah Mauren,hatinya sedih setiap kali mengingat ayahnya yang dibunuh secara keji oleh adik tunangannya sendiri.


__ADS_2