Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Pak Wijaya Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Betapa terkejutnya bu Amara ketika melihat siapa laki-laki di depannya. Dia sedih,senang,semuanya bercampur menjadi satu,kebahagiaannya saat ini tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


"Papa!!" tak bisa menahan rasa bahagia dihatinya,wanita itu langsung berlari dan memeluk lelaki yang sudah bertahun-tahun ditunggunya.


"Aku tidak salah lihat kan,papa benar-benar masih hidup?" Arya juga tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


"Ternyata apa yang oma harapkan selama ini benar-benar menjadi kenyataan,papa kalian masih hidup Arya." Ucap oma,beliau berjalan lebih dekat dengan anaknya,untuk kemudian ikut memeluk pak Wijaya.


Hanya Olivia dan Tiara yang tampak biasa saja,karena mereka sudah lebih dulu tahu kalau papa masih hidup.


Ardian menatap mereka berdua,ingin meminta penjelasan.


"Ini benaran papa kan? Aku nggak salah lihat?" bu Amara bertanya disela tangis bahagianya.


"Iya,mama nggak salah lihat,ini memang papa."Pak wijaya merengkuh sang istri dalam pelukannya. Beliau juga sudah lama merindukan wanita yang dicintainya itu. Oma juga,mereka bertiga berpelukan,suasana menjadi haru,Ardian dan Arya juga melakukan hal yang sama.


Tidak ada yang berbicara,mereka menangis haru. Menumpahkan semua rindu yang selama ini dipendam.


Akhirnya,keluarga besar itu bisa berkumpul lagi. Olivia dan Tiara senang melihat papanya sudah kembali,mereka diam ditempatnya membiarkan mereka saling melepas rindu.


\*\*\*\*\*


"Ini seperti yang mama pikirkan,kalau papa kalian masih hidup." Ucap bu Amara,kini mereka sudah berkumpul diruang keluarga.


"Aku tidak menyangka sama sekali kalau papa masih bisa selamat dalam peristiwa kecelakaan itu. Ucap Ardian.


"Arya juga,mas." Tambah Arya.


"Tapi,siapa yang sudah menyelamatkan kamu Wijaya?" tanya Oma penasaran.


Tiara pergi dari ruangan itu,dia lebih memilih menyendiri saja,dan membiarkan keluarga besar itu menghabiskan waktu bersama. Mereka bahkan tidak sadar dengan kepergian Tiara,saking bahagianya hati karena orang yang selama ini dikira sudah meninggal ternyata masih hidup.

__ADS_1


"Pak Seno,teman papa. Kalau dia terlambat sedetik saja,papa mungkin tidak akan selamat dari kecelakaan mobil hari itu." Jelas pak Wijaya.


Ardian menjadi curiga ketika mendengar cerita papanya." Jangan-jangan pak Seno teman papa itu juga ada kaitannya dengan kecelakaan papa!" Ardian menyatakan kecurigaannya.


"Tidak Ardi,kamu salah! Pak Seno itu tidak ada kaitannya dengan semua ini,saat ke kantor dia sempat mendengar pembicaraan om Leon sama mertua kamu,mereka yang berusaha mencelakakan papa. Nah,dari situ pak Seno buru-buru pergi menyusul mobil yang sudah papa bawa. Sampai di area jalanan,yang sepi disana papa mulai merasa aneh dengan rem mobilnya,sampai akhirnya karena menghindari tabrakan papa banting setir,dan kalian pasti tahu apa yang selanjutnya terjadi,mobil papa masuk jurang." Cerita pak Wijaya secara rinci.


"Jadi,itu semua perbuatan mereka rupanya," bu Amara tidak kuasa menahan emosinya.


"Kali ini Leon tidak bisa diberi maaf lagi,dia benar-benar harus dipenjarakan!" oma Miska juga sangat marah.


"Tapi,kita tidak punya bukti yang jelas." Ucap Arya.


"Ya Ar,kamu benar. Kalau hanya pak Seno saja,bagaimana polisi mau percaya." Timpal Ardian.


"Pak Seno sudah mengumpulkan semua bukti kejahatan om Leon,dan juga keterlibatan pak Erick dalam masalah ini,pak Seno memiliki rekaman percakapan mereka berdua,dia juga memiliki bukti penggelapan dana perusahaan cabang kita yang dilakukan om Leon." Ucap pak Wijaya bersemangat.


Baru saja mereka membicarakan tentang pak Erick,tiba-tiba satu pesan masuk ke ponselnya Ardian,pengirimnya Steven. [ Mas Ardi,tahu nggak? Hari ini pak Erick sama pak Leon di panggil kekantor polisi.] Isi pesannya Steven.


Ardian tercengang menatap layar ponselnya,tidak berkedip sama sekali.


"Dari Steven,dia bilang pak Erick sama om Leon sudah ditangkap dan dibawa kekantor polisi," jawabnya,dia menatap ke arah papanya.


"Ternyata pak Seno bergerak begitu cepat,dia sudah membereskan hama-hama itu,tinggal menunggu disidang dan keputusan hakim,sampai berapa lama mereka akan mendekam dalam penjara,ini akan menjadi pelajaran buat mereka berdua." Tutur pak Wijaya tersenyum penuh kemenangan.


"Ini yang dari tadi membuat aku sangat penasaran,tentang sikap santai Olivia dan Tiara,saat melihat kedatangan papa,apa kalian sudah mengetahui kalau papa masih hidup?" tanya Ardian penasaran.


Olivia mengangguk sambil berkata, "Iya,mas Ardi benar,aku dan Tiara memang sudah tahu lebih dulu kalau papa masih hidup,tidak hanya kami berdua,Steven sebenarnya juga tahu hal itu,hanya kalian saja yang tidak dikasih tahu!" ujar Olivia.


"Apa???" oma tak bisa menahan keterkejutannya,jadi cucunya selama ini sudah tahu,tapi menyembunyikan dari dirinya.


"Kenapa kalian tidak memberitahukan sama oma? Sama Arya,Ardian dan juga mama kalian,teganya kalian membuat kami menanggung rasa rindu seperti ini," keluh oma.

__ADS_1


"Eits... Oma jangan salah paham dulu,Olivia baru tahu dua minggu yang lalu,saat Steven dan Tiara makan direstorannya papa,Restoran Arwi.


"Kita juga tidak akan tahu kalau Tiara tidak mengatakannya." Olivia memberi penjelasan supaya oma tidak salah paham.


"Owh,pantesan mbak Oliv sama Tiara pulangnya kemaleman hari itu,ternyata kalian sudah ketemu sama papa," Arya merasa kesal saat ini,karena Tiara tidak mengatakan apapun padanya.


"Lho,Tiaranya kemana?" Ardian bingung saat melihat adik iparnya tidak ada ditengah-tengah mereka.


Arya dan yang lainnya juga baru menyadari,sejak kapan Tiara pergi dari sana?


Kenapa tidak ada satupun yang menyadarinya? Ah,kayaknya mereka terlalu terbawa suasana,jadi sampai lupa kalau Tiara juga sudah menjadi bagian dari keluarga itu.


"Kamu gimana sih Ar,istri sendiri aja nggak tahu kemana!" cicit Oliv.


"Aku sendiri kadang-kadang lupa mbak,kalau sebenarnya aku sudah menikah." Jawabnya terkekeh.


Pak Wijaya tertawa lucu mendengar omongan anak bungsunya. "Kamu memang sangat aneh Arya,papa bahkan bisa melihat sikap cuek kamu sama Tiara ketika di parkiran hari itu. Kamu benar-benar sosok suami yang tidak peka,bisa-bisanya kamu mengabaikan dia,bahkan kamu tidak mau membantu dia mengutip berkas-berkas papa yang berserakan dijalan."


"Itu bukan salah Arya,pa. Kenapa harus Arya yang bantu? Lagian siapa suruh jalan nggak hati-hati,sampai harus nabrak papa segala," jawab Arya membela diri.


Mereka hanya mendengarkan saja,sebab tidak tahu kejadian yang terjadi diantara mereka saat itu.


\*\*\*


Tiara duduk dengan tenang di balkon,pintu kamarnya terbuka lebar, jadi kalau Arya datang dia bisa langsung tahu kalau Tiara ada dibalkon.


Melihat wajah Tiara tampaknya dia sedang tidak bahagia,apa yang membuat dia sedih begitu?


Mungkinkah rindu? Apakah dia merindukan ibunya dikampung?


Tatapannya sendu,dia terus memandang kebawah,hanya diam membisu,sesekali terdengar helaan nafasnya yang terasa berat.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian air matanya jatuh,kenapa? Apa yang membuat dia menangis?


Bukankah seharusnya dia senang,karena mertuanya akhirnya kembali kerumah setelah sekian lama bersembunyi.


__ADS_2