Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Tentang Yuna


__ADS_3

KEDIAMAN OMA MISKA


"Tutup pintunya Tessa!" perintah oma.


"Silahkan duduk!" oma mempersilahkan cucu dan menantunya untuk duduk di depannya.


"Kalian bertiga datang malam-malam kesini,pasti ada hal yang sangat penting," tebak oma.


"Tebakan oma memang sangat tepat." Ucap Arya membenarkan.


"Mama,aku tahu mama menyembunyikan banyak hal dari aku,seperti banyak yang aku tidak ketahui tapi Tiara mengetahuinya,mama sudah tidak ingin berbagi lagi denganku,mama sudah tidak menganggap aku sebagai menantu mama lagi," keluh bu Amara.


"Omonganmu terlalu panjang Amara,siapa bilang mama menyembunyikan banyak hal dari kamu? Ini hanya sesuatu yang kamu dan Arya tidak bisa langsung mengetahuinya," jawab oma menjelaskan,supaya tidak ada kesalahpahaman.


"Iya,aku setuju sama perkataan mama,kemarin oma hanya berbicara dengan Tiara,tapi kami tidak boleh mengetahuinya," tambah Arya ikut membenarkan ucapan sang mama.


"Kalian datang kesini,apa Tintin dan Sella tahu?" tanya oma.


"Mbak Tintin tadi sedang sibuk menyetrika pakaiannya mbak Mel,oma." Yang dijawab Tiara.


"Mereka itu orang kepercayaannya Melisa,jadi sudah tentu mereka akan sangat memperhatikan gerak-gerik kalian."


"Soal itu kami sudah tahu oma," ucap bu Amara.


"Aku kesini cuma ingin mendengar tentang rahasia apa yang oma katakan pada Tiara." Bu Amara langsung keintinya,dia tidak ingin bertele-tele lagi,sebab kedatangannya hanya untuk mengetahui apa yang sedang dirahasiakan oleh mereka.


"Baiklah,kalau kamu memang sangat ingin mengetahuinya,ini adalah tentang kematian Yuna." Oma mulai bercerita,dan kalimat pertamanya itu membuat bu Amara terkejut,ternyata apa yang selama ini ditakutkannya benar-benar terjadi.


"Ja-jadi... Yuna memang sudah tidak ada,dia benar-benar sudah meninggal?" ucap bu Amara terbata,beliau masih tidak percaya dengan kabar buruk itu. Sedangkan Arya memang sudah mengetahuinya dari Tiara,hanya saja dia tidak tahu dengan pasti hal itu benar atau hanya dugaan saja,sebab mereka belum menemukan buktinya.


"Ini!" oma menunjukkan kuku yang ditemukan Tiara dihutan beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Melihat kuku yang diletakkan oma didepan mereka,Arya segera mengambilnya,matanya tidak berkedip sama sekali,dia tidak ragu lagi dengan apa yang ada dipikirannya,itu memang kukunya Yuna. "Ini memang kuku Yuna oma,siapa yang menemukannya?" tanya Arya.


Oma tidak menjawab,wanita itu hanya melirik kearah Tiara,dan itu sudah cukup menjadi sebuah jawaban bagi mereka.


"Dimana kamu menemukannya,Tiara?" tanya bu Amara menyelidik.


"Dihutan,ma."


"Jadi benar kan,hari itu kamu pergi kehutan,kamu sudah membohongi kami dengan mengatakan kalau kamu pergi ke rumah oma," bu Amara tiba-tiba menjadi marah.


"Mama jangan marah dulu,aku hanya ingin membantu,aku sangat ingin menyelesaikan masalah ini." Tiara mencoba menjelaskan,sambil menundukkan kepalanya,merasa tidak enak hati karena sudah membohongi Arya dan keluarganya.


"Kamu tidak boleh memarahinya seperti itu Amara,dia melakukan semua ini juga karena peduli dengan keluarga kita,bagaimanapun juga semua ini menjadi begitu jelas karena keberanian Tiara masuk kehutan itu dan mencaritahu kebenarannya,dan hari itu Tiara memang datang kesini juga." Oma membela Tiara,dan membuat menantunya mengerti.


Arya terdiam,seolah sudah tahu kalau Tiara memang sudah masuk ke dalam hutan yang ada di belakang rumah mereka,yang berbatasan dengan gerbang kediaman oma.


"Kamu kenapa diam saja, Ar. Biasanya mulutmu itu paling nggak bisa diam," cibir oma.


"Ya,sesuatu yang oma dan mama tidak akan pernah menyangka bahwa hal itu terjadi," jawab Arya,membuat mereka semakin penasaran.


"Soal apa?" mereka bertiga bertanya kompak.


Arya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya,dan menatap wajah Tiara,dia mulai bercerita tentang kejadian malam itu.


"Malam itu,saat aku sedang tidur dengan nyenyaknya,aku seperti melihat seorang wanita naik ke atas tempat tidurku dan meringkuk dalam selimutku,dia bahkan terus meminta aku untuk menolongnya,dia mengatakan kalau dirinya sangat ketakutan sambil memelukku dengan begitu erat,tidak mau melepaskan aku sama sekali,alhasil aku tidak bisa beristirahat dengan tenang." Tutur Arya menyudahi ceritanya.


Bu amara merinding mendengar cerita Arya.


"Apa dia hantu,atau semacam arwah penunggu di hutan itu,yang memang mengikuti Tiara?" tanya bu Amara.


"Iya,dan kemudian dia mengganggu kamu?" tambah oma.

__ADS_1


"Tidak mungkin oma,mama,kalau memang ada hal semacam itu,seharusnya aku yang diganggu bukannya mas Arya,kan aku yang datang kehutan itu." Ucap Tiara.


Mendengar jawaban polos istrinya Arya tersenyum. "Memang bukan hantu ma,oma,tapi itu Tiara sendiri,dia benar-benar sangat mengganggu tidurku malam itu," adu Arya,menatap Tiara dengan tatapan malas.


Oma dan bu Amara langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Tiara yang duduk di samping Arya,mereka tidak menyangka hal seperti itu terjadi,ternyata Tiara mengigau sampai segitu parahnya. Tiara yang ditatap begitu rupa oleh oma dan ibu mertuanya jadi merasa malu,wajahnya berubah jadi merah seketika.


"Kenapa,kamu malu?" tanya Arya.


"Aku tidak malu,untuk apa malu? Lagian aku juga tidak sadar kalau sudah melakukan hal semacam itu,dan siapa yang dapat memastikan kebenaran cerita mas Arya,bisa aja kan mas mengarang cerita itu." Tiara malah menuduh Arya berbohong.


"Terserah kalau kamu tidak percaya,tapi apa kamu tahu malam itu kamu bahkan..." Tiara segera bertindak dengan cara menutup mulut Arya menggunakan tangannya,dia membungkam mulut cowok itu,tidak ingin Arya berkata lebih lanjut lagi,karena dia sudah tahu apa yang akan dikatakannya.


"Bahkan apa?" tanya oma tidak sabar mendengar kelanjutannya,ternyata wanita paruh baya itu sangat fokus mendengar cerita cucunya.


"Sudahlah oma,itu cerita yang sangat rahasia,Arya tidak mungkin mengatakannya," bisik nyonya Amara,beliau bisa membaca dari ekspresi wajahnya Tiara yang terlihat malu,sudah dapat dipastikan pasti dia telah melakukan sesuatu yang mungkin menurutnya itu memalukan jika diketahui orang lain.


"Bukankah kita tadi sedang membahas tentang misteri kematiannya mbak Yuna,jadi sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Tiara,dia mencoba kembali ke topik awal,supaya Arya tidak mengatakan omong kosong lagi.


"Simpan saja dulu bukti itu,sekarang yang harus kita lakukan adalah menemukan bukti perselingkuhan Melisa dengan Andika." Ucap Arya.


"Mengenai hal itu mas tenang saja,aku bisa mengatasinya." Tiara terlihat sangat yakin.


"Memangnya kamu pernah melihat mereka berdua mesra-mesraan,Tiara?" tanya bu Amara.


"Pernah,tapi nggak sempat difotoin soalnya akupun tidak membawa handphone saat itu," jawab Tiara,jawabannya sangat mengecewakan.


"Ma,apa mama tahu kalau Melisa memiliki kakak lelaki?" tanya Arya,sudah sejak lama dia ingin menanyakan hal itu,tapi bicara dirumah bukanlah tempat yang aman,karena disana dia tidak tahu siapa yang sebenarnya berkhianat.


"Mama sudah tahu dari sejak Melisa bertunangan dengan Ardian,memangnya kamu nggak tahu?" bu Amara mengernyitkan dahi,bingung karena hal sekecil itu saja Arya tidak tahu.


"Aku baru mengetahuinya sekarang,itupun Desi yang mengatakannya padaku," jawab cowok itu,dia baru menyadari ternyata hanya dia saja yang tidak tahu menahu tentang Melisa yang memiliki kakak lelaki,selama ini dia hanya tahu kalau Melisa itu anak tunggal dari keluarga Pak Erick.

__ADS_1


__ADS_2