Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Pengakuan Andika


__ADS_3

"Jawab saja apa susahnya.!" Ardian bersikeras ingin mendengar jawaban apa yang akan diberikan Steven kali ini.


"Aku malas sekali menjawab pertanyaan seperti itu," ucap Steven,dia memalingkan wajahnya ke arah pintu masuk.


"Jangan bilang kalau kamu sebenarnya menyukai Olivia. Jangan-jangan selama ini kamu memang menyimpan rasa untuk adikku?" tebak Ardian dengan mata membulat sempurna.


Dan hal ini membuat Steven gugup,tidak tahu harus jawab apa,sekarang dia merasa seperti maling jemuran yang ketangkap basah lagi nyolong pakaian tetangga.


"Jangan menuduh sembarangan,aku tidak pernah menyukai Olivia,aku dan dia sudah seperti adik kakak,mas Ardian main tebak-tebakannya kelewatan banget," ucap Steven memperlihatkan wajah kesalnya. Untungnya dia bisa mengontrol keadaan,jadi Ardian tidak tahu kalau dia sebenarnya memang menyukai Olivia. Itu sih menurut pendapat dia,sedangkan Ardian memang sudah curiga kalau Steven memang menyukai Olivia.


"Haha..." Ardian tertawa melihat Steven yang berubah tegang.


"Ya nggak mungkinlah kamu menyukai Olivia,aku tadi cuma bercanda aja." Ucap Ardian.


"Tentu saja tidak mungkin,mas Ardian kalau bicara suka ngawur.!"


"Kalau memang tidak benar,kenapa tadi wajah kamu begitu tegang?"


Mendengar pertanyaan Ardian,membuat Steven memegang wajahnya. "Masa iya wajah aku tegang? Pembahasannya nggak jelas sama sekali,mending aku langsung pulang saja." Steven segera bangkit dari duduknya,dia meraih jaket kulit yang tadi diletakkannya di sandaran sofa.


"Langsung pergi gitu aja,pasti ngambek. Dasar perempuan," ledek Ardian.


saking sebalnya Steven melempar Ardian dengan bantal sofa,Ardian dengan sigap menangkapnya,kemudian dia menertawakan Steven,cowok itu pergi dengan suasana hati yang tentunya tidak nyaman.


Usai kepergian Steven. Ardian kembali teringat dengan masa-masa kecilnya dulu,dia dengan Steven juga Olivia mereka bertiga selalu bermain bersama,dari kecil Steven memang sudah tinggal di rumah keluarga Wijaya,dia sudah dianggap bagian dari keluarga konglomerat itu.


Steven dan Olivia memang sangat dekat,mereka bahkan bersekolah di tempat yang sama,hubungan mereka menjadi renggang semenjak Olivia mengenal Andika.


Olivia sendiri sudah menganggap Steven sebagai kakaknya,namun siapa sangka kalau Steven malah menyimpan rasa cinta untuk Olivia sampai sekarang.

__ADS_1


Steven yang diam-diam menyimpan rasa cinta untuk Olivia sampai gadis itu menikah dengan Andika,dan itu benar-benar membuat Steven hancur. Rasa yang terus disimpannya dan dia tidak tahu kapan akan mengungkapkan perasaannya kepada Olivia.


"Mungkinkah Steven memang mencintai Olivia?" gumam Ardian berpikir.


Ardian terus menerka-nerka,dia juga sangat penasaran dengan perasaan Steven yang sebenarnya kepada sang adik. Ardian melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam,seharusnya sekarang dia sudah berada di rumah,mama pasti sudah menunggunya dari tadi,tanpa berlama-lama lagi dia segera menyambar kunci mobilnya yang terletak diatas meja dan berlalu pergi dari gedung perusahaannya.


\*\*\*\*


.


.


Brak...


Marvel menggebrak meja didepannya dengan kasar,dia merasa dipermainkan oleh Andika,menurutnya dari tadi pengakuan Andika sangat berbelit-belit.


"Katakan yang sejujurnya!" bentak Marvel. Andika bingung dia tidak tahu bagaimana cara menghadapi sikap keras Marvel.


"Oke,aku memang tidak tahu semuanya tentang Melisa,kami memang memiliki hubungan,tapi bukan berarti semua masalah pribadi dia aku juga harus mengetahuinya." Andika sedikit menekankan suaranya.


"Vel,aku rasa Andika memang berkata jujur." Ucap Johan kemudian.


"Kenapa tidak pulang dan menanyakan langsung masalah ini pada ayah kamu?" saran Andika.


Dia tidak mau dijadikan bulan-bulanan Marvel hanya karena kesalahan yang diperbuat Melisa.


Marvel terdiam sejenak,menatap tajam kearah Andika,suasana diruangan itu terasa panas,Johan melirik ke arah polisi yang berada disebelahnya Marvel,ia memberi isyarat dengan matanya,mengajak polisi itu untuk keluar,supaya Andika dan Marvel memiliki ruang untuk mengobrol dengan santai dan nyaman.


Benar saja,usai kepergian mereka Andika kembali berbicara.

__ADS_1


"Apa kamu tahu alasan aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya?" itu pertanyaan pertama Andika.


"Kamu tidak mengatakannya bagaimana mungkin aku bisa mengetahuinya," jawab Marvel,suaranya kini sudah lebih lembut,dia sudah bisa bersikap tenang,meski terlihat masih cuek.


"Karena takut,aku mulai merasa takut dengan sifatnya Melisa," ungkap Andika.


Marvel mendengarkan dengan fokus,sambil menopang dagu dengan tangan kirinya.


"Kamu tidak mungkin takut,kalau kamu tidak mengetahui sesuatu tentang Melisa."


"Tiga tahun aku mengenalnya sebagai gadis yang baik dan lembut,dia juga penurut hingga saat aku hendak melamar dia,papa kamu sudah lebih dulu menolaknya,beliau mengatakan tidak akan pernah merestui hubungan kami,dia ingin Melisa menikah dengan Ardian. Bagaimanapun caranya Melisa harus bisa memikat hati Ardian,berkali-kali Melisa menolak keinginan pak Erick,tapi papa kamu tetap memaksanya.


Hingga Melisa tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan pak Erick,dari situ kebenciannya terlihat." Tutur Andika bercerita,dia diam menjeda sejenak ceritanya,menarik nafas panjang sebelum kembali melanjutkan.


"Tidak berhenti sampai disitu,papa kamu juga menyuruh aku untuk mendekati Olivia,dan aku harus bisa menikah dengan dia,tujuan sebenarnya adalah untuk mengambil harta keluarga Wijaya,tentu saja aku tidak mau,tapi dia menjanjikan akan merestui hubungan kami jika aku berhasil melakukannya. Dan aku masih tetap tidak mau,tapi Melisa yang mendengar tawaran papanya menjadi sangat bersemangat dia terus memaksa aku mengikuti kemauan papanya,hingga akhirnya semua ini terjadi," pungkas Andika mengakhiri ceritanya.


Andika menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,dia terlihat sangat kacau,sedangkan Marvel kebingungan setelah mendengar cerita Andika yang panjang itu tapi tidak ada satupun dari ceritanya yang memperlihatkan kalau Andika takut dengan sikap Melisa.


"Dari cerita kamu tadi aku tidak tahu dari mananya kamu takut kepada Melisa."


"Dia dendam,dan rasa dendam itu semakin hari semakin besar,aku juga terus melihat aura ingin membunuh dari wajah Melisa,setiap kali dia bercerita tentang kalian dan semenjak aku mengetahui kalau dia ikut membantu Tintin melenyapkan Yuna,entah rahasia apa yang diketahui Yuna hingga Tintin membunuhnya,dan Melisa ikut menutupi kekejaman pelayan itu." Andika mengakhiri ceritanya,wajahnya berubah menjadi lesu.


"Kamu sudah tidak mencintainya lagi?" Marvel masih penasaran dengan perasaan Andika.


"Tidak!" jawabnya tegas.


"Bagaimana mungkin aku masih bisa mencintai perempuan yang ingin membunuh anakku sendiri,dan juga ingin membuat keluargaku hancur,awalnya aku memang tidak mencintai Olivia,namun lama kelamaan rasa itu tumbuh sendiri,aku baru menyadarinya sekarang. Dan penyesalan ini sungguh tidak berguna lagi." Ucap Andika putus asa.


Andika mengatakan semuanya kepada Marvel,dia sudah pasrah dengan hukuman apa yang akan diterimanya nanti,dan Marvel ternyata diam-diam dia merekam semua obrolannya dengan Andika.

__ADS_1


__ADS_2