Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Tiara Sakit


__ADS_3

Arya sudah bangun dari tidurnya,dan dia segera bersiap-siap untuk pergi jogging,berhubung hari ini adalah hari libur jadi cowok itu tidak pergi ke kantor,saat hendak keluar dari kamarnya matanya terfokus ke arah Tiara yang masih meringkuk sambil memeluk tubuhnya,dia terlihat kedinginan,padahal ini sudah jam 07:00 pagi.


"Eh,bangun sudah pagi!" suruh Arya. Tiara hanya membuka sedikit matanya dan kemudian kembali memejamkannya. Arya tidak tahu kalau istrinya itu sedang sakit,Tiara tidak mengatakan apapun.


"Bangun!" teriak cowok itu tepat ditelinganya. Tiara masih tidak bergeming,dia sama sekali tidak merespon,dan hal ini membuat Arya kesal,setetes air mata Tiara jatuh mengalir dari sudut matanya,membuat Arya heran. Tapi,jujur saja dia panik saat itu,dengan ragu-ragu dia menempelkan punggung tangannya di atas kening Tiara,dan ternyata suhu tubuhnya sangat panas,dia demam.


Arya memilih untuk keluar begitu saja,tidak mengatakan apa-apa.


"Ibu,Tiara ingin bertemu ibu,aku ingin pulang," gumam Tiara begitu Arya keluar dari kamar.


"Hiks..." dia menangis,sudah tidak betah tinggal di sana,padahal sudah lebih dari dua minggu,tapi masih tak ada yang dia dapatkan,tidak ada kebahagiaan,tidak ada yang peduli semua orang mengabaikannya dia sangat kesepian. Tiara masih menangis membiarkan air matanya terus mengalir,dia ingin mengeluarkan semua kesedihan yang sudah lama dipendamnya.


\*\*\*\*


"Kamu datang ke sini,nak?" nyonya Miska tersenyum melihat cucu bungsunya itu.


"Iya oma,tadinya Arya ingin pergi jogging berhubung hari ini libur,tapi tiba-tiba saja nggak semangat,jadi Arya ke sini aja." Tutur cowok itu.


"Apa kamu masih bersikap dingin terhadap istrimu sendiri,Arya?" tanya oma,dengan cepat Arya menjawabnya.


"Aku tidak pernah mau dijodohkan dengan gadis kampungan itu,jadi terserah aku ingin bersikap dingin atau tidak terhadap dia," jawabnya kesal.


"Jangan terlalu keras seperti itu Arya,kamu akan melukai hati Tiara,dia itu anak yang baik," oma menasehati,namun Arya tetap pada pendiriannya.


"Aku tidak peduli!" jawabnya cuek.

__ADS_1


"Kamu tahu kenapa oma tidak mau tinggal di rumah utama lagi?" tanya oma.


"Karena oma tidak suka dengan istrinya mas Ardian," jawab Arya spontan,dan jawabannya itu tepat sekali.


"Kamu benar. Tidak hanya itu,oma juga tidak suka dengan pilihan Olivia,dia menikah dengan Andika tanpa menelusuri asal-usulnya dulu," tutur oma Miska. Arya menyipitkan matanya,sepertinya dia memang tidak bisa menahan rasa penasarannya,dan langsung bertanya.


"Maksud oma?"


"Kamu tahu Arya,keinginan dia hanya untuk merebut harta keluarga kita,salah satu anak buah oma memergokinya saat sedang bicara dengan seseorang di telpon." Tutur oma Miska memberitahu.


"Arya juga merasa seperti itu oma,hanya saja Arya belum mendapat buktinya,dan yang anehnya,kemarin Arya melihat Melisa dan mas Andika itu pulang bareng,mungkin itu hal yang wajar. Namun,mereka terlihat sangat akrab.


"Kamu mulai curiga?" tebak oma.


"Kalau bicara soal curiga,aku sudah curiga sejak dulu sama mereka berdua,cuma belum memergokinya saja,kalau sampai aku melihat mereka bermesraan maka aku akan segera bertindak," ucap cowok itu. Dia diam sejenak,menarik nafas panjangnya,dan mengambil teh yang di bawakan oleh Tessa kemudian meminumnya. Oma juga tidak bicara apa-apa lagi,matanya menatap pagar yang menjulang tinggi,yang menjadi pembatas antara rumah utama dan rumah yang sekarang ditempatinya.


"Bunga-bunga di sini cantik oma." Ucap Arya memecah keheningan.


"Bunga-bunga itu oma sendiri yang menanamnya. Arya,kalau oma suruh kamu mau nggak sekali-kali ngajak Tiara datang ke sini?" tanya oma Miska penuh harap.


"Aku belum bisa menerima dia sebagai istriku oma,rasanya aneh tiba-tiba saja aku sudah memiliki istri,padahal aku belum siap untuk menikah,tapi mama sangat memaksa." Arya memijit kepalanya yang terasa pusing. Pusing


memikirkan hidupnya yang sangat rumit itu.


"Banyak sekali masalah akhir-akhir ini,oma juga tidak bisa duduk diam begini saja," ucap wanita itu,pandangannya lurus kedepan.

__ADS_1


"Keberadaan Yuna juga belum diketahui,padahal sudah berbulan-bulan aku menyuruh orang-orang untuk mencaritahu di mana Yuna. Tapi belum menemukan titik terangnya." Ujar Arya,wajahnya murung,tatapan matanya juga terlihat tidak ada gairah sama sekali.


"Apa kamu sudah mencoba bertanya kepada para pelayan di sini?" tanya oma.


"Mereka tidak tahu sedikitpun tentang Yuna. Bahkan,Sherina yang merupakan teman dekatnya saja tidak tahu," ujar Arya.


"Tiba-tiba dia menghilang begitu saja,bukankah ini hal yang aneh?" wajah oma terlihat tegang.


"Tapi,mereka bilang kalau semua baju Yuna sudah tidak ada dilemarinya,dan aku juga sudah menyuruh Reza untuk memantau di kediaman keluarga Yuna,dan dia bilang Yuna juga tidak ada di rumahnya."


"Kamu sudah melihat semua rekaman cctv di rumah,Ar?" tanya oma Miska.


"Sudah oma,tapi yang anehnya Yuna sama sekali tidak terlihat di cctv,sepertinya sudah ada yang menghapus sebagian dari cctv itu." Ujar Arya,sekarang Arya hanya bisa menerka-nerka.


"Kalau keluarganya tahu Yuna sudah tidak ada di rumah kita,maka kita pasti akan berurusan dengan pihak kepolisian."


"Untuk sementara Arya akan berusaha menutupi masalah ini dengan baik,jangan sampai keluarganya tahu,sebelum kita mengetahui dengan pasti keberadaaan Yuna." Ucap Arya,mereka tidak tahu kalau Mira dan pelayan lainnya di rumah itu mengetahui sesuatu tentang penyebab hilangnya Yuna,hanya saja mereka tidak berani mengatakannya,karena takut nyawa mereka yang bakalan jadi taruhannya.


\*\*\*\*


KEDIAMAN KELUARGA ARYA...


"Mbak,aku mau pulang saja,aku mau pulang ketemu ibu," ujar Tiara,suaranya terdengar parau.


"Non Tia,minum obatnya dulu,ya! Nanti,kalau den Aryanya sudah pulang,baru kita minta den Arya untuk mengantarkan non Tiara pulang ke rumah ibu," kata Lia,dia berusaha membujuk Tiara agar mau meminum obatnya.

__ADS_1


Tiara hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Non,kenapa nggak tidur di atas kasur saja,kalau tidur di atas lantai seperti ini nanti yang ada badannya tambah sakit." Ujar Lia,dia tidak tahu kalau sebenarnya Tiara memang tidak di izinkan Arya untuk tidur satu ranjang dengannya.


__ADS_2