Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Pelayan Misterius


__ADS_3

"Tapi,mungkinkah ini kukunya mbak Yuna,?" Tiara melihat lebih dekat,dia juga menemukan lima goresan,itu seperti sebuah perlawanan,mungkin saat dibawa kehutan itu Yuna masih hidup,dan dia dibawa paksa oleh mereka,mungkin Yuna memeluk pohon kayu saat itu untuk melakukan perlawanan hingga terlihat goresan,hingga kukunya sampai menancap disana,sepertinya dia melakukan perlawanan yang cukup keras. Apakah mungkin Yuna dibunuh hanya karena mendengar obrolan rahasia mereka?


"Tidak... ini semua tidak masuk akal,mereka tidak tahu kalau mbak Yuna mendengar percakapan mereka,kalau memang dibunuh karena mendengar pembicaraan mereka pastinya mbak Yuna sudah dibunuh hari itu juga,tapi mbak Yuna dibunuh dua hari kemudian,sudah pasti mbak Yuna melihat sesuatu. Sesuatu yang sangat besar yang bisa membuat rencana busuk mbak Melisa dan mas Andika ketahuan," gumam Tiara,dia mulai menerka-nerka sendiri.


Tiara segera mengambil kuku itu dan membalutnya dengan daun yang berjatuhan,tidak ingin berlama-lama di sana dia pun segera pergi setelah memasukkan setangkai bunga kenanga kedalam kantong bajunya.


\*\*\*


Tiara sekarang sudah keluar dari hutan itu,namun dia kembali penasaran dengan gerbang besi berwarna putih yang berada tidak jauh dari jalan menuju hutan itu,dari sana dia dapat melihat sebuah rumah minimalis yang berdiri kokoh di depannya,itu adalah rumah oma Miska,neneknya Arya.


"Nona Tiara,nyonya besar memanggil anda,beliau ingin mengundang anda untuk minum teh bersama,maukah anda memenuhi keinginannya?" tanya seorang pelayan yang tiba-tiba aja sudah ada di depan gerbang,membuat Tiara terkejut. Bagaimana bisa dia tidak menyadari kehadiran pelayan itu,segitu fokuskah dirinya memandangi keindahan taman bunga milik oma?


"Eh iya... Ma-maaf,saya sedang terburu-buru," jawab Tiara sedikit gugup,dia sedang berusaha mengelak saat itu.


"Nona menolaknya? Hanya sekali saja,anda benar-benar tidak mau?" pelayan itu bertanya sekali lagi.


"Tiara merasa cara bicara pelayan yang satu itu terlalu sopan,tidak seperti yang lainnya,apa karena dia bekerja dengan oma?


"Baiklah,saya akan menerima ajakannya,"jawab Tiara dengan senang hati,pelayan itu kemudian membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Tiara untuk masuk ke dalam.


"Masuk saja ke dalam,nyonya besar sedang menunggu anda." Ucap perempuan itu.


"Kamu tidak ikut masuk?" Tiara bertanya sembari menoleh ke belakang,dan dia sangat terkejut ketika mendapati pelayan itu sudah tidak ada lagi di belakangnya,dia menghilang begitu cepat,membuat Tiara merinding,Tia mempercepat langkahnya untuk segera sampai di pintu masuk rumah oma.


Taman di depan rumah oma memang terlihat indah dipandang mata,namun seketika semua menjadi menyeramkan,Tiara buru-buru menepis rasa takutnya.

__ADS_1


Baru saja ingin mengetuk pintu,tiba-tiba pintu itu terbuka dan terlihatlah wajah Tessa,dia terkejut melihat Tiara datang ke rumah oma.


"Non Tiara? Non ngapain di sini?" tanya Tessa nampak khawatir,dia tidak mau Tiara sembarangan berkeliaran di sekitar rumah oma,karena dia tahu hal buruk tentu saja akan menimpa Tiara jika dia tidak tahu aturan dirumah itu.


"Oma yang mengundang Tia kesini,mbak," jawab Tiara apa adanya.


"Oma tidak pernah mengundang kamu kesini,sebaiknya kamu segera kembali kerumah utama,karena kalau non Melisa mengetahui hal ini,dia akan mengawasi gerak-gerik non Tiara," ungkap Tessa masih dengan wajah khawatir.


"Tapi...


"Ada apa ini ribut-ribut?" oma muncul tiba-tiba disana,membuat Tiara tidak sempat menyelesaikan ucapannya tentang pelayan yang tadi.


"Ini oma,non Tiara datang ke sini?" ujar Tessa,dia menepi sedikit agar oma dapat melihat Tiara dengan jelas.


"Oh ternyata cucu menantu oma,ayo silahkan masuk!" ajak oma Miska beliau terlihat sangat senang karena kedatangan Tiara yang tidak di duganya sama sekali.


"Ada apa nak,apa terjadi sesuatu?" tanya oma lembut dan penuh perhatian. Tiara tidak langsung menjawabnya,dia berpikir sejenak,apakah baik jika hal itu diceritakan pada oma. Tapi,apa oma percaya dengan omongannya?


"Oma,tadi di depan Tiara bertemu sama pelayan. Katanya,oma yang menyuruh Tiara datang kesini,mengajak Tiara untuk minum teh bersama,apa itu benar?" tanya Tiara hati-hati.


Oma tersenyum simpul, "Mungkin kamu hanya berhalusinasi saja Tiara. Di sini hanya ada oma dan Tessa," jawab oma,dan Tiara semakin yakin kalau tadi yang dilihatnya adalah hantu.


"Tapi Tiara memang melihat pelayan itu dengan jelas,Tiara nggak mungkin berhalusinasi oma,dia yang membukakan pintu gerbang untuk Tiara." Ujar Tiara berusaha meyakinkan,dia tidak mau oma mengatakan kalau dirinya itu sedang berhalusinasi.


"Tiara sayang,oma memang sedang menunggu kedatangan kamu kesini,oma menyuruh Arya yang membawa kamu kemari,tapi oma tidak menyangka kalau kamu akan datang sendiri kesini," jelas oma.

__ADS_1


"Lalu pelayan tadi?" wajah Tiara jadi pucat,dia ketakutan setengah mati.


"Kamu habis dari mana?" oma mulai curiga.


"Tadi Tia pergi kehutan sana,Tia nggak ngapa-ngapain kok,cuma melihat pemandangan alamnya yang indah," jawabnya jujur. Oma membelalakkan matanya,terkejut mendengar jawaban Tiara.


"Ngapain kamu ke sana,sudah empat tahun lebih tidak ada yang datang ke hutan itu selama papanya Arya meninggal,hutan itu sudah tidak terurus lagi dan sekarang kamu malah berkeliaran di sana." Oma juga ikutan gelisah,sepertinya dalam pandangan mereka hutan itu sudah angker,karena tidak pernah lagi dikunjungi.


"Jadi maksud oma... yang tadi bicara sama aku adalah...? Tiara tidak berani melanjutkan ucapannya.


"Sebaiknya sekarang kamu mandi dan ganti baju kamu!" suruh oma,beliau segera memanggil Tessa dan menyuruhnya untuk memberikan baju baru kepada Tiara untuk dipakainya.


\*\*\*


"Baju kamu yang tadi dimana,Tia?" tanya oma begitu Tiara selesai mandi,dan sekarang dia sudah memakai baju pemberian oma.


"Ini oma!" tunjuk Tiara,dia memegang bajunya yang tadi diletakkan ditempat tidur.


"Bawa kesini oma akan membakarnya!" pinta oma Miska. Mendengar permintaan aneh oma,Tiara memegang erat bajunya dan dia menyembunyikan dibalik punggungnya. "Untuk apa oma? Ini baju kesayangan Tiara,ini pemberian mas Arya,aku tidak akan membakarnya!" tegas Tiara,dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran oma Miska yang begitu berlebihannya.


"Baju itu harus dibuang Tiara,bisa aja kan ada makhluk-makhluk tak kasat mata yang mengikuti kamu,memangnya kamu nggak takut.?"


"Ini.!" Tiara menunjukkan kuku yang masih ada kuteknya itu,sudah jelas itu kuku tangan wanita,oma melihatnya dengan seksama,dan beliau sangat syok ketika mendapati ada sedikit noda darah yang melekat di kuku tersebut.


"Dimana kamu mendapatkan kuku ini?" tanya oma lebih lanjut.

__ADS_1


"Di hutan oma,Tiara melihat kuku ini tertancap di pohon dan ada bekas cakar di sana," ungkap Tiara.


Oma Miska hampir pingsan mendengar penuturan Tiara,dadanya jadi sesak,wanita itu jadi susah bernafas dan akhirnya beliau terduduk lemah diranjangnya,di kamar tempat Tiara berada sekarang.


__ADS_2