Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Tiara masih fokus mengepel lantai saat Andika dan Melisa masuk ke dalam rumah secara bersamaan,dua orang itu terlihat sedang bertengkar,mereka sepertinya tidak menyadari keberadaan Tiara saat itu.


"Kamu sudah hampir satu tahun menikah dengan Olivia masa sih kamu nggak bisa membujuk dia untuk menandatangani surat itu." Ujar Melisa marah.


"Kamu sendiri yang sudah lebih satu tahun berada di sini,masa kamu nggak tahu password brankasnya dia," ucap Andika tak mau kalah.


"Kamu sekarang bisa nggak jangan nyalahin aku terus,kamu pikir enak apa terus bersandiwara seperti ini?" keluh Melisa kesal.


Tiara mulai merasa ada yang aneh dengan percakapan mereka,dia tidak bodoh sudah jelas kalau mereka berdua bekerjasama untuk merebut harta keluarga Arya.


Tiara buru-buru mengambil ember dan hendak pergi dari ruang tengah,namun baru saja dia berbalik,Andika menyadari kalau dia sudah ada di sana dari tadi.


"Tiara! sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Andika dengan membelalakkan matanya,dia terkejut melihat Tiara ada di sana.


"Kamu juga di sini Tiara,sejak kapan?" Melisa jadi gugup,dia panik takutnya Tiara sudah mendengar semua percakapan mereka berdua.


"Eh mbak Lisa dan mas Andika ada di sini,kapan pulangnya?" Tiara balik nanya dengan wajah lugunya,dia tidak terlihat gugup sama sekali.


"Kamu dengar semuanya Tiara?" tanya Melisa,wajahnya terlihat sangat panik.


"Dengar apa mbak? Tadi saya sedang dengar musik," jawab Tiara sambil memperlihatkan headset di tangannya.


"Kamu beneran nggak dengar apa-apa tadi?Kamu nggak dengerin omongan kita kan?" Andika memastikan lagi.


"Tiara nggak dengar apa-apa mas,aku ke dapur dulu ya?" ucap Tiara langsung pergi dari sana,tanpa menghiraukan mereka berdua yang masih terlihat tidak tenang.


Sesampainya di kamar Tiara baru bisa bernafas lega,dia mencoba untuk bisa bersikap santai seolah tidak mendengar apa yang tadi di omongin oleh Andika dan Melisa.


"Aku harus tetap bersikap santai,tenang dan tidak boleh terlihat gugup,setidaknya mereka percaya kalau aku tidak mendengar pembicaraan mereka,syukur aja ada headset ini," gumam Tiara.


padahal sejak awal mereka bicara,Tiara sama sekali tidak memakainya,dia hanya menaruh headset itu disaku bajunya.

__ADS_1


"Semoga saja nyawaku tidak dalam bahaya," harap Tiara membatin.


\*\*\*


"Tiara di mana?" tanya bu Amara,saat melihat menantunya tidak ada di sana,padahal makan malam sudah siap.


"Non Tiara ada di dapur nyonya," jawab Tessa saat dia hendak kembali ke dapur.


"Kenapa dia terus makan di dapur,panggil dia ke sini!" suruh bu Amara.


"Baik nyonya.!" Tessa segera pergi untuk memanggil Tiara.


"Untuk apa mama memanggil dia ke sini? Memang lebih baik dia makan di sana," ujar Arya bersikap dingin.


"Adik ipar benar sekali,dia kan tidak sederajat dengan kita," tambah Melisa ikut menimpali,dia juga mulai merasa was-was dengan Tiara,mengingat kejadian tadi siang.


"Kalau bicara soal derajat kamu sendiripun juga tidak sederajat dengan kami." Olivia ikut bicara,dan omongannya itu membuat Melisa bungkam.


"Sudah sudah!!! Kalian kenapa jadi saling menyindir,kita ini kan satu keluarga. Olivia,aku harap kamu bisa menjaga omonganmu itu,Lisa itu istri aku." Ardian tidak terima Olivia menghina istrinya. Andika sendiri juga merasa sakit hati mendengar omongan Olivia yang pedas itu,bagaimana tidak marah,dia dan Olivia kan punya hubungan.


"Mama panggil aku?" ucap Tiara begitu menghadap ibu mertuanya.


"Ayo kita makan!" ajak bu Amara tanpa basa basi.


"Makasih ma,tapi Tiara sudah makan tadi." Ucap Tiara sopan sambil menyunggingkan senyumannya.


"Em,kalau begitu Tiara ke kamar dulu ya," lanjutnya lagi,tanpa menunggu respon dari bu Amara dia langsung pergi dari sana. Dia tidak ke kamarnya melainkan pergi ke kamar pelayan keluarga mereka,Tiara ingin mencaritahu sesuatu.


\*\*\*\*


"Kenapa non Tiara datang ke sini?" tanya Lia,dia kembali menutup pintu setelah memastikan bahwa tidak ada orang yang melihat Tiara datang ke tempat mereka.

__ADS_1


"Kenapa memangnya,nggak boleh ya mbak?" Tiara terlihat penasaran.


"Ayo duduk dulu!" ajak Lia,dia seperti hendak mengatakan sesuatu.


"Dengan datangnya nona Tiara ke sini,itu sama saja dengan melompat ke dalam jurang." Tutur Mira,pelayan yang bertugas mencuci pakaian keluarga mereka.


"Maksudnya.?" Tiara tidak mengerti dengan perkataan Mira.


"Tidak ada yang boleh dekat dengan pelayan di sini,apalagi non Tiara," ujar Lia yang membuat Tiara semakin bingung.


"Semenjak datang ke sini,aku terus memperhatikan kalau ada yang aneh dengan keluarga ini,apa mereka menyimpan rahasia.?" Tiara bertanya langsung ke intinya.


"Berbicara soal rahasia,keluarga nyonya Amara memang menyimpan banyak rahasia tapi sebaiknya non Tiara tidak perlu mengetahui hal itu." Ucap Lia tatapannya penuh misteri.


"Kenapa?" rasa penasaran Tiara semakin besar.


"Kalau tidak ingin hal buruk terjadi,lebih baik non Tiara tidak mencoba untuk mencaritahu tentang keluarga mereka," giliran Mira yang bicara.


"Apa mas Andika dan mbak Melisa punya hubungan gelap?"


"Prang...!" gelas yang dibawa Sherina jatuh begitu saja,saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Tiara,padahal dia baru akan memberikan air itu untuk Tiara,namun airnya jatuh dan gelasnya hancur berkeping-keping.


"Astaghfirullah... Sherina,kamu kenapa bisa seceroboh itu?" ucap Mira.


Dia tidak menjawab tapi langsung bergabung dengan mereka bertiga.


"Dari mana non tahu soal ini?" Sherina bertanya dengan suara sedikit gemetar.


"Em,bisa nggak jangan panggil non,kalau lagi nggak di rumah panggil saja Tiara,aku sangat risih mendengar panggilan seperti itu mbak," ucap Tiara.


"Oke baiklah,kamu tahu dari mana soal

__ADS_1


hubungan mereka?" Sherina kembali bertanya.


"Tadi aku sempat dengar pembicaraan mereka berdua," ungkap Tiara,membuat mereka sama-sama terkejut dan terlihat sangat khawatir,ini mengingatkan mereka pada kejadian enam bulan yang lalu.


__ADS_2