Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Curiga


__ADS_3

Tiara melihat orang-orang disekelilingnya dengan pandangan lemah,jatuh dari tangga terasa seperti baru saja jatuh dari tebing,sekujur tubuhnya sangat lemah,dia bahkan sedang tak ingin bicara dengan siapapun untuk saat ini.


Kamu sudah sadar sayang," suara lembut seorang dokter wanita membuatnya tenang,dia berusaha tersenyum,meski terkesan dipaksakan.


Bu amara mendekat dan memegang tangannya dengan lembut. "Kamu jatuh dari tangga dan kepalamu terbentur cukup keras,mama sangat khawatir Tiara,setelah ini kamu harus istirahat total,jangan banyak bergerak agar kondisimu cepat kembali normal," ucap wanita itu tulus,dari tadi bu Amara sangat khawatir dengan kondisi Tiara yang tak kunjung siuman.


"Tiara sakit,masih sangat sakit,ma. Aku ingin tidur saja," lirihnya hampir tak terdengar,dia kembali memejamkan matanya. Sebenarnya,Tiara tadi sempat melihat tatapan tajam Melisa ke arahnya.


Dokter Fanya memberi isyarat kepada mereka untuk keluar dulu supaya Tiara bisa istirahat dengan tenang.


\*\*\*


Beberapa menit kemudian setelah dokter Fanya pulang...


"Kenapa Tiara bisa jatuh dari tangga?" tanya Arya,dia sedang dalam keadaan emosi,dengan tajam dia menatap satu persatu pelayan yang berdiri didepannya dengan tatapannya yang menyelidik,dia sangat marah ketika melihat Tiara terbaring lemah di atas tempat tidur sekarang.


Hening tidak ada jawaban.


"Tadi saat aku naik ke lantai dua,aku melihat masih ada bekas minyak di sana,apa seseorang menumpahkan minyak?" kini giliran Ardian yang menginterogasi.


Lia,Tessa,Mira,Sherina,Tintin dan Sella,mereka semua terdiam sambil menundukkan kepalanya,tidak ada satupun yang berani menjawab,hanya Mauren yang masih berdiri dengan tegap dan terlihat santai,dia tidak terlihat gugup sama sekali.


Perhatian Ardian teralihkan kepada Mauren,sekarang dia baru sadar kalau ternyata Mauren adalah pelayan baru dirumahnya. "Dan kamu,saya baru kali ini melihat kamu,sejak kapan kamu mulai bekerja disini?"


"Sudah dari kemaren tuan," jawab Mauren cepat.


Perasaannya sangat senang sekarang,sebab dia bisa melihat kembali lelaki pujaan hatinya.


"Cepat katakan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini!" Arya kembali meninggikan suaranya,bentakannya membuat mereka ciut,jangankan menjawab untuk bertatap muka saja tidak berani.

__ADS_1


"Arya,jangan membentak-bentak seperti ini,tenangkan dulu diri kamu,kalau kamu terus begini,kamu bisa mencurigai semua orang." Ucap bu Amara menenangkan putra bungsunya yang masih emosian.


"Aku tidak bisa tenang ma,lagian kenapa ada minyak goreng yang tumpah di sana,dapur kan dibawah bukan di atas." Ucap Arya gusar.


"Lia,cepat katakan pada saya kamu berada dimana saat kejadian?" suruh Arya. Lia mulai menegakkan wajahnya,mengatur nafasnya dan kemudian menjawab. "Saya,Tessa dan Mira ada di rumah oma," jawabnya jujur.


"Dan kamu Sherina?" tanya Arya lagi.


"Saya sedang berada di dapur saat itu den,bersama Tintin," setelah mereka semua memberi keterangan,kini tinggal Sella dan Mauren,semua mata tertuju ke arah mereka.


"Sella,Mauren kalian ada dimana saat kejadian itu?"


"Sella berada di teras belakang sedang membersihkan kolam,dan saya ada dilantai atas." Mauren yang menjawab,sikapnya santai,jawabannya gamblang tidak ada yang ditutup-tutupi.


Setelah mendengar keterangan dari Mauren,Ardian memutuskan untuk menyuruh semua pelayannya pergi,hanya Mauren yang tetap tinggal. Dia mulai menaruh rasa curiga pada pelayan barunya,Melisa merasa ada yang aneh dengan Mauren,dia sepertinya bukan perempuan biasa.


"Kenapa kamu bisa berada di atas,ngapain kamu di sana?" tanya Ardian menyelidik,sekarang Arya yang menjadi gugup,karena dia tidak tahu permainan apa yang sebenarnya sedang dimainkan oleh Mauren dan Tiara.


"Sayang,aku rasa ini semua pasti sudah direncanakan,ada yang sengaja menumpahkan minyak di sana,mungkin ada seseorang yang ingin mencelakakan salah satu anggota keluarga kita." Tutur Melisa,menyela omongannya Mauren,sepertinya dia sengaja melakukannya.


"Bagaimana kamu bisa mengambil kesimpulan seperti itu?" Ardian heran melihat keyakinan Melisa.


"Biar saya jelaskan!" ucap Mauren,dia tahu Melisa tidak akan memberinya kesempatan untuk bicara. Kini mereka kembali fokus pada Mauren,mereka ingin mendengar apa yang akan dikatakannya.


"Saya sudah mengatakannya kepada non Tiara,supaya tidak turun dulu ke bawah,karena di depan tangga ada minyak,entah siapa yang menumpahkannya di sana." Ucap Mauren,dia terdiam sejenak,matanya melirik Melisa yang duduk di samping Ardian,dengan sedikit menyunggingkan senyum sinisnya Mauren kembali melanjutkan. "Saat saya hendak mengambil kain pel,nona Olivia tiba-tiba datang dan hendak turun kebawah,non Tiara yang melihat hal itu langsung berlari untuk mencegahnya,namun malah non Tiara sendiri yang terjatuh,dan setelah itu nona Melisa datang dia muncul entah habis dari mana," lanjut Mauren mengakhiri ceritanya.


"Dari cerita kamu jelas sekali kalau kamu mencurigai aku,Mauren." Ucap Melisa,wajahnya terlihat tegang.


Ardian menatap istrinya,seperti melihat sikap yang berbeda dari Melisa,kenapa istrinya menjadi gusar begitu.

__ADS_1


"Kalau mbak Mel tidak melakukannya ya tidak perlu marah." Aryar mulai angkat bicara.


"Memangnya kamu ngapain di sana,mel? Bukannya kamar kamu dan Ardian ada dilantai bawah?" bu Amara ikut penasaran,sekarang Melisa terpojok karena semua orang mulai mencurigainya.


"Sekarang Olivia dimana,ma?" tanya Ardian.


"Dia di kamarnya dengan Andika. Olivia masih shock karena kejadian tadi,jadi mama menyuruhnya untuk istirahat dikamar."


"Kalian semua mencurigai aku?" tanya Melisa,dia kecewa karena tidak ada satupun yang memihak padanya,mereka hanya diam saja.


"Semuanya sudah jelas tuan,saya kembali bekerja dulu!" ucap Mauren sebelum pergi.


"Tunggu.!" Ardian mencegahnya,semua mata menatapnya bengong,apa lagi yang ingin diketahui lelaki itu. "Kamu belum mengatakan satu hal,untuk apa kamu berada dilantai dua?"


"Non Tiara meminta saya untuk membantunya membersihkan kamar tidur,jika kata-kata saya tidak bisa dipercaya,tuan bisa menanyakan sendiri kepada non Tiara," jawab Mauren menjelaskan secara detail.


Begitu Mauren pergi,Melisa segera menumpahkan uneg-unegnya. "Sayang,kamu nggak curiga sama Mauren,dia pelayan baru disini,dan baru dua hari dia bekerja sudah ada kejadian seperti ini,apa kamu tidak heran?" Melisa berusaha membuat pikiran Ardian terpengaruh dengan ucapannya.


"Kamu jangan menuduh orang sembarangan,Mel," tegur ibu mertuanya.


"Mel tidak sembarangan menuduh ma,kan kenyataannya memang begitu," jawab Melisa membela diri.


"Memangnya kamu ngapain ke atas,Mel?" tanya Ardian,kayaknya benar deh kalau dia juga mulai curiga dengan istrinya,Ardian sudah mulai merasa curiga sama Melisa semenjak dia pulang kerumahnya selama tiga hari dan tidak mengatakan alasan yang jelas padanya,apalagi Ardian juga sempat melihat pisau di dalam tasnya Melisa,dan saat itu dia mulai sedikit merasa khawatir dengan hubungannya dan Melisa,berbagai bayangan buruk terus bermunculan. Ketika melihat pisau itu,Ardian seolah melihat Melisa sedang membunuh seseorang dan setelah itu dia tertawa penuh kemenangan.


"A-aku cuma duduk di balkon saja sambil menikmati pemandangan di sana,apa salahnya coba,mama juga tidak pernah membatasi pergerakan kita di rumah ini." Jawabnya berdalih,ia sangat pintar berbicara,tidak ingin kebusukannya diketahui oleh keluarga Ardian.


"Tidak ada bukti tentang siapa yang telah melakukan hal sepengecut ini,tapi aku pastikan kali ini dia tidak akan lolos,ternyata ada yang mau bermain-main denganku,tunggu saja.!" Ucap Arya,dia bangun dari duduknya dan keluar dari ruang keluarga tanpa bicara apa-apa lagi. Bu Amara menjadi penasaran dengan Arya,apa yang akan dilakukannya,sedangkan Melisa sibuk dengan pikirannya sendiri,dia sudah dapat merasakan kalau Olivia,Tiara dan Mauren pastilah mencurigai dirinya sekarang.


"Gadis kecil itu benar-benar membuat rencanaku berantakan,dia sangat mengganggu,sepertinya aku harus membasmi tikus kecil itu dulu,dan kemudian menjadikan Mauren sebagai tersangkanya,semuanya baru akan dimulai. Selamat datang Mauren dikeluarga yang penuh drama ini,dan kamu akan menjadi pelengkap ceritanya." Ucap Melisa dalam hati,dia semakin menakutkan,kali ini mungkin dia akan berbuat hal yang lebih gila lagi.

__ADS_1


\*\*\*\*\*


__ADS_2