Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat

Ketika Anak Pembantu Menjadi Istri Anak Konglomerat
Menggoda


__ADS_3

Ditempat lain,Melisa malah senang karena bisa keluar dari rumah keluarga Wijaya. Namun,dia juga menyesali hal itu,karena harus keluar dengan status sebagai pembunuh.


"Sekarang Ardian sudah tahu siapa aku sebenarnya,dan dia pasti sangat marah." Ucap Melisa tersenyum pahit. Sebenarnya ada hal yang lain yang diketahui oleh Melisa tentang papanya yang Marvel tidak tahu,hal itu juga yang menjadikan Melisa sangat membenci papanya,hingga dia juga ikut membenci Marvel.


"Non Melisa,apa mungkin kita akan terus bersembunyi disini?" tanya Tintin khawatir dengan keadaan mereka saat ini.


"Tenang saja Tin,tidak akan ada yang tahu tempat persembunyian kita," jawab Melisa santai.


Ternyata Tintin ikut pergi dengan perempuan jahat itu,mereka berdua benar-benar sangat berbahaya.


Dan mungkin saja Tintin juga mengetahui rahasia besar tentang Melisa,hingga dia juga ikut dibawa pergi oleh Melisa.


"Apa non yakin kalau den Andika tidak mengatakannya,mengatakan apa yang dia ketahui kepada pihak kepolisian?"


"Aku tidak yakin Tin,dia bisa saja mengatakan sebenarnya dan kemudian menyalahkan kita sepenuhnya,apalagi kalau mengingat tentang ucapan Andika yang terakhir kali,saat dia mengatakan bahwa dia ingin mengakhiri semua ini,dan menerima takdirnya. Dia ingin menjadi suami yang baik,dan belajar menjadi ayah yang baik untuk calon anaknya." Tutur Melisa menceritakan tentang percakapan terakhir mereka berdua.


"Saya rasa den Andika mulai menyukai nona Olivia." Ucap Tintin,dan dia tidak sadar kalau ucapannya sudah membuat api dendam dihatinya Melisa semakin berkobar,bahkan tatapan matanya terlihat penuh dengan kebencian.


-oOo-


"Tintin tidak ada di kamarnya,sepertinya dia kabur dengan Melisa," ujar Ardian.


"Kalau keadaannya sudah seperti ini,aku yakin Tintin pasti mengetahui tentang rahasia besar Melisa,hingga dia menjadi sangat penting untuk Melisa," ucap Marvel berasumsi.

__ADS_1


"Hari ini mari kita selesaikan semuanya!" ajak ibu Amara.


"Tidak semudah itu juga,ma," lirih Arya,dia memijit pelipisnya,merasa pusing dengan masalah saat ini.


"Tentang pelayan kalian yang katanya dibunuh itu,apa kalian yakin kalau Melisa yang membunuhnya? Dan apa kalian punya bukti yang kuat?" bukannya dia tidak percaya,tapi dia tidak mau sembarangan menuduh tanpa melihat buktinya,karena bagaimanapun semua yang dilakukan Melisa akan mempengaruhi citra keluarga mereka.


Mereka saling pandang tidak langsung menjawab,pertanyaan Marvel membuat keluarga Wijaya bungkam,mereka memang tidak memiliki bukti yang kuat,yang mereka punya hanya kuku Yuna yang ditemukan oleh Tiara,sedangkan soal pembunuhnya,tidak ada satupun diantara mereka yang melihat langsung bahwa Melisa lah yang membunuh Yuna.


"Aku memiliki kuku mbak Yuna yang aku temukan di hutan,apa itu bisa menjadi bukti?" tanya Tiara,karena semua keluarganya hanya diam saja.


"Bukti seperti itu masih sangat lemah,tidak akan...


"Pihak kepolisian tidaklah bodoh,bukti sekecil itu juga bisa digunakan sebagai sebuah petunjuk,mereka bisa mengumpulkan informasi dari para pelayan lain disini,dan mereka nantinya akan dengan mudah mengetahui siapa pembunuh yang selama ini terus bersembunyi itu. Dan lagi,mana ada orang lain yang berani membunuh seperti itu selain mbak Mel," jawab Tiara cepat,ucapannya membuat yang lain terkesima,mereka heran sejak kapan Tiara pandai bicara seperti itu,biasanya dia sangat pendiam dan pemalu.


"Kamu sudah pintar ngomong sekarang ya," tukas Arya.


"Jika melakukan pencarian hari ini,waktunya pasti tidak akan cukup,kita lanjutkan besok saja,hari juga sudah sore dan aku yakin jasad Yuna pasti dikuburkan di hutan itu." Ujar Ardian memutuskan,semua orang setuju dengan keputusannya. Lagi pula Marvel juga harus segera pergi kekantor polisi untuk bertemu dengan Jerry,jadi mereka sepakat untuk melanjutkannya esok hari.


\*\*\*\*\*


Hari-hari terus berlalu dengan cepat,sedikit masalah mereka sudah terselesaikan. Yuna juga sudah ditemukan,jasadnya dikubur dibawah pohon,tepat dimana kukunya ditemukan oleh Tiara,keluarga Wijaya juga meminta maaf kepada keluarga Yuna,mereka semua mengaku salah dan menyesal dengan apa yang terjadi kepada Yuna.


Mereka mengaku sudah lalai dalam menjaga dan melindungi Yuna,syukurnya ibunda Yuna orang yang pemaaf,beliau sudah mengikhlaskan semuanya,wanita itu hanya menginginkan anaknya pergi dengan tenang dan damai.

__ADS_1


Dan kabar yang lebih mengagetkan lagi juga disampaikan oleh Andika,dia mengaku bahwa yang membunuh Yuna bukanlah Melisa,tapi Tintin,dan kabar itu tentunya membuat semua orang tidak bisa langsung percaya,pihak kepolisan juga masih mencari bukti-bukti tentang kebenaran pengakuan Andika,namun sampai sekarang mereka belum menemukan Melisa dan Tintin,entah bersembunyi dimana mereka saat ini.


"Ini masih belum berlalu ya,mas?" tanya Tiara memecah keheningan,sedari tadi mereka berdua terus diam tidak ada yang bersuara,Arya juga terlalu sibuk dengan pekerjaannya sendiri.


"Hah?" tanya Arya,tapi dia masih tetap fokus memainkan ponsel ditangannya.


"Ah,tidak ada apa-apa mas,kamu terlalu sibuk." Ucap Tiara,dia berniat untuk langsung tidur,merebahkan tubuhnya dan berbalik arah membelakangi Arya,kayaknya dia mulai ngambek lagi deh. Sekarang,hubungannya dengan Arya memang sangat baik,dia bahkan sudah dibolehkan tidur di atas ranjangnya Arya,sesuatu yang selama ini sangat diinginkan Tiara,dan dia sudah mendapatkannya,hanya saja Arya masih belum mengatakan bahwa dirinya sudah mulai mencintai istrinya itu.


"Kenapa lagi ini,kamu pasti mau ngambek lagi iya kan?" tebak Arya saat melihat Tiara sudah tidur dan menarik selimutnya,cowok itupun langsung meletakkan ponselnya dan mulai fokus dengan pertanyaan Tiara tadi.


"Ini memang masih belum berlalu Tia,ini akan terus berlanjut sampai mbak Mel ditemukan," ucapnya lembut.


"Kenapa masalahnya jadi serumit ini,seharusnya mas Andika mau mengatakan secara detail tentang semua kejadian itu,jadi kita tidak perlu menunggu terlalu lama,dan tidak harus menduga-duga seperti ini," keluh Tiara.


"Marvel dan mas Ardian juga masih mencoba menggali informasi dari Andika,kita doakan saja semoga semuanya cepat menemukan titik terang."


"Mas tahu tidak,setelah menemukan jasad mbak Yuna aku baru yakin kalau yang aku lihat hari itu di kediamannya oma memang benar mbak Yuna,aku tidak berhalusinasi," ungkap Tiara.


"Ya,mungkin Yuna ingin memberitahukan sesuatu sama kamu,semua masalah ini terungkap juga karena keberanian kamu pergi kehutan itu untuk mencari bukti,kamu memang hebat!" puji Arya.


"Karena aku sudah ikut membantu memecahkan sebagian masalahnya,berarti aku berhak mendapatkan hadiah dong." Tiara mulai membalikkan badannya menghadap Arya,dia tidur dengan posisi menyamping.


"Hadiah apa yang kamu mau?" tanya Arya dengan tatapan menggoda,wajah tampannya berhasil menghipnotis Tiara,sekarang tangan kekarnya itu mulai menggerayangi tubuhnya Tiara.

__ADS_1


"Mas mau ngapain lagi?" Tia tersadar,dia tidak boleh lengah,karena biasanya Arya selalu menggodanya seperti itu,meski hatinya mengatakan bahwa kali ini Arya memang serius,dan tidak berniat ngisengin dia dengan cara menggodanya.


"Mau ngapain lagi,tentunya melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh suami istri," jawab Arya dengan tatapan menggoda,Tiara sendiri sangat malas meladeni suaminya itu. Dia selalu membuat Tiara baper,tapi ujung-ujungnya pasti cuma becanda,benar-benar keterlaluan.


__ADS_2