
"Melisa,berhenti!" teriak Marvel,dia berusaha mencegah adiknya yang berniat melukai Olivia.
Mereka baru tiba di sana,Andika,Ardian,Arya dan juga Marvel,ke empat cowok itu datang tepat waktu.
Sekarang harapan itu kembali muncul,Tiara mulai bangkit untuk berdiri,kali ini mereka pasti bisa melawan ke empat anak buahnya Melisa.
Tiara juga ikut membantu,dia dengan lihainya mengarahkan tendangan ke arah dada musuhnya,lelaki bertubuh besar itu sedikit terhuyung mendapat pukulan dari Tiara.
Mulut Arya berdecak kagum melihat Tiara bertarung,begitu juga dengan Marvel,Andika dan Ardian.
Sesuatu hal yang tidak pernah terduga,gadis cantik yang dinikahinya selama ini rupanya memiliki seni beladiri yang cukup lumayan.
Tak sampai sepuluh menit,mereka sudah berhasil mengalahkan ke empat lelaki itu.
Arya segera merangkul Tiara,dia memeluknya erat.
Melihat Arya yang terluka terkena sayatan pisau dibeberapa bagian tubuhnya,membuat Tiara sedih.
Namun,ini bukan waktu yang tepat untuk bersedih,karena Olivia masih berada dalam cengkeraman Melisa.
"Mel,semua sudah berakhir,hentikan ini semua! Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Aku salah,aku tidak pernah mau tahu apa yang kamu alami selama ini." Marvel membujuk Melisa.
"Kamu baru sadar sekarang? Tapi sudah terlambat,kamu itu egois kak,kamu sama papa sama jahatnya!" Melisa menangis,meski begitu dia masih memegang Olivia dengan begitu erat.
Marvel mulai mendekati mereka berdua,Melisa mulai melangkah mundur.
"Jangan mendekat! Berhenti di sana atau aku akan membunuh dia juga!" Melisa mengancam,dia mulai mengarahkan pisau ke lehernya Olivia.
Mereka terpaksa berdiri ditempatnya masing-masing,tidak bisa melakukan pergerakan apapun.
Dibelakang Melisa ada jurang,dan itu sangat dalam,kalau dia memutuskan untuk melompat kemungkinan untuk selamat sangatlah kecil.
"Mbak Mel,tolong buang pisau itu jauh-jauh ini hanya akan menyakiti mbak Mel sendiri. Mbak Melisa juga sedang mengandung. Apa mbak nggak sayang sama anak mbak sendiri?" Tiara mencoba bicara,dia juga berusaha membujuknya.
__ADS_1
"Nggak! Aku enggak akan peduli soal anak ini,lagian dia juga lebih baik tidak pernah hadir kedunia,yang hanya akan membuat dia menderita seperti aku." Ucap Melisa dengan suara parau.
"Melisa,aku mohon lepasin aku! Aku minta maaf kalau aku salah." Pinta Olivia,dia sudah tidak sanggup lagi berdiri,kakinya terasa lemas dan sebelah tangan Melisa juga seakan mencekik lehernya,Olivia tidak berani bertindak sebab pisau ditangan Melisa sangat dekat dengan lehernya.
"Mel,aku janji sama kamu,aku akan membuat papa membayar semuanya,papa akan mendapatkan balasan yang setimpal." Marvel berusaha meyakinkan.
"Penjara bukanlah hukuman yang setimpal untuk papa,dia juga harus mati seperti ibu,dia sudah membunuh ibu ku kak,kamu tidak akan mengerti bagaimana sakitnya aku!" Melisa terus menangis tapi dia tetap tidak lengah sama sekali.
Tiara mengambil satu langkah kedepan saat Melisa tidak menyadarinya.
"Andika,aku tahu kamu mulai mencintai Oliv,aku ingin tahu bagaimana perasaan mu jika dia ikut mati bersama aku," Melisa terlihat serius dengan ucapannya,dan itu membuat mereka semakin takut.
"Mel,please! Aku mohon sama kamu jangan lakukan ini,kamu juga sedang hamil,kamu juga harus memikirkan bayi yang ada dalam kandungan kamu,Mel." Andika ikut membujuk.
"Kamu masih punya Ardian,kalian bisa memulainya dari awal," kini giliran Mauren yang berbicara,dia mulai merasa prihatin dengan keadaan Melisa. Mauren juga sudah melupakan tentang kejahatan yang melisa lakukan.
"Aku tidak bodoh Mauren,aku tahu Ardian tidak lagi mau menerima aku,dia mencintai kamu,jangan pikir aku tidak tahu dengan hubungan kalian." Ucap Melisa dengan tatapan matanya yang sendu.
Seandainya dia tidak melakukan pembunuhan terhadap Ayah Mauren,maka dia akan tetap menjadi korban sampai sekarang. Tapi karena kebodohannya membunuh Ayah Mauren,maka sekarang statusnya yang dari korban menjadi tersangka.
Ardian semakin gelisah,Marvel,Andika,Arya dan lainnya,mereka merasa kalau Melisa akan segera melompat kedalam jurang itu.
Marvel sangat menyesali semua ini,kenapa kenyataan baru terungkap sekarang? Saat semuanya sudah tidak mungkin di perbaiki lagi.
Suasana semakin rumit,keadaan begitu menegangkan.
"Aku minta maaf Mauren,aku sudah membunuh ayah kamu,andai saja ayah kamu tidak ikut campur dalam urusan aku,mungkin ini semua tidak terjadi." Dia kembali bicara.
"Mel,kita pulang ya! Kita pergi jauh dari kota ini,aku akan mencari tempat yang nyaman untuk kita mulai hidup baru,aku ingin menebus semuanya. Aku juga salah sama kamu." Marvel ikut menangis,dia terlambat mengetahui semuanya,karena kebenciannya kepada Melisa,membuat dia menjadi tidak peduli dengan adik perempuannya itu.
"Terlambat,aku sudah tidak ingin hidup lagi,aku tidak sanggup menanggung semuanya,aku hanya ingin semua sakit ini hilang." Ucapnya pelan.
Olivia merasakan cengkeraman tangan Melisa sudah sedikit mengendur dari lehernya,dia menggunakan kesempatan itu untuk lepas dari jeratan Melisa.
__ADS_1
Dengan kuat Olivia melepaskan tangan Melisa yang melingkari lehernya,hingga pisau yang dipegang Melisa ikut terhempas.
Olivia langsung lari,Marvel segera berlari menuju Melisa,dia takut Melisa melompat ke jurang yang sangat dalam itu,karena menghindar dari Marvel tanpa sadar Melisa mundur lagi ke belakang dan dia terpeleset,beruntungnya Tiara bergerak dengan cepat,jadi dia bisa memegang tangan Melisa.
Tapi sayangnya,Tiara juga ikut terpeleset karena tanah di sana sedikit licin,sekarang mereka berdua sama-sama bertahan sambil berpegangan pada akar pohon yang mencuat keluar.
Arya langsung saja bertindak,dia membantu Tiara untuk naik. Tapi,tangan kirinya Tiara yang dipegang Melisa sedang terluka.
"Tiara kamu bertahan,ya. Aku akan membantu kamu naik." Arya menangis,dia takut Tiara tidak bisa bertahan di sana.
Sedikit lagi,Arya terus mencoba,sedangkan yang lainnya sibuk mencari tali.
"Mbak,tolong jangan lepasin tangan aku,kita berdua harus bisa selamat dari sini." Ucap Tiara pada Melisa.
Melisa menggeleng sambil berkata dengan nada sedih. "Aku tidak bisa,Tia. Aku harus melepaskan tangan kamu. Tia,kamu terluka dan aku hanya akan menambah sakitnya."
"Kita bisa mbak,mereka juga sedang berusaha." Tiara terus memberi semangat.
Lama sekali,tangan Arya juga tidak bisa mencapai mereka. Sebenarnya tenaga Tiara juga sudah hampir habis,sebelah tangannya juga sakit,dia sudah tidak kuat.
"Mas,aku sudah tidak kuat!!" Tiara menjerit,mereka lama sekali Tiara sudah tidak sanggup menunggunya.
"Tia,lepaskan saja tangan aku,salah satu dari kita harus selamat." Ujar Melisa.
Sesuatu yang lebih buruk lagi tiba-tiba terjadi,akar pohon yang disangka Tiara kuat ternyata putus juga.
"Arya,kita menemukan talinya!" seru Marvel,dia terlihat senang.
Tapi terlambat,Tiara dan Melisa jatuh dan berguling-guling kedalam jurang yang curam itu.
"Mas!!!" jeritan Tiara terdengar menggema.
"Tiara!!!" Arya terlambat.
__ADS_1
"Melisa!!! Marvel terduduk lemas,air matanya mengalir deras.
-oOo-