
Arya ternyata benar-benar pergi ke rumah oma untuk menemui Mauren,dan dia tanpa sengaja mendengar obrolan Andika dan Melisa,yang saat itu berada di taman belakang,tempat itu memang kerap kali dijadikan oleh sepasang kekasih itu untuk bertemu,karena di sana sangat jarang ada yang lewat,apalagi pagi-pagi begini.
"Kamu sengaja kan menumpahkan minyak di sana supaya istri aku keguguran?" bentak Andika.
Arya segera menyiapkan ponselnya untuk merekam obrolan mereka.
''Iya,aku memang sengaja. Ini juga kesalahan kamu,kamu sudah janji sama aku kalau kamu tidak akan mau memiliki anak dengan Oliv. Nah,sekarang apa yang terjadi? Kamu dengan entengnya mengatakan kalau dia istri kamu,kamu sudah tidak mencintai aku lagi.?" Melisa terlihat marah dan kecewa.
"Mel,berpikir yang waras dong,bagaimanapun dia tetap anak aku. Aku tidak akan mencelakai anak aku sendiri,terlepas dari apapun tujuan kita datang kesini." Ucap Andika tidak kalah tegasnya.
"Aku tidak bisa terima pengkhianatan kamu Andika!" sergah Melisa.
"Aku juga tidak marah saat tahu kalau kamu hamil." Andika membela diri.
"Kalau kamu mau membantu aku untuk menggugurkan anak yang sedang dikandung Olivia,maka aku juga akan menggugurkan anak ini." Ucap Melisa berjanji,dia terlihat sungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Gila kamu mel! Kamu benar-benar sudah gila!! Aku tidak paham dengan jalan pikiran kamu." Ucap Andika,dia membalikkan badannya berniat pergi dari sana.
Arya buru-buru pergi duluan,jangan sampai dia ketahuan sedang menguping pembicaraan mereka.
"Ah sial...!" umpatnya kesal "Aku cuma bisa merekam sedikit dari pembicaraan mereka.
"Arya kamu ngapain disini?" kedatangan Steven mengagetkannya,saat itu dia sudah berada di pintu belakang.
"Kamu bikin aku kaget aja," ucap Arya,masih dengan wajah panik.
"Kamu lihat Mauren nggak,ada hal penting yang harus aku sampaikan ke dia," wajah Steven terlihat tegang,sepertinya memang ada sesuatu yang sangat penting.
Sedangkan di taman belakang,Melisa masih sibuk memohon kepada Andika berharap cowok itu mau membantunya,dia sangat mencintai Andika dan ingin segera mengakhiri semuanya.
"Aku sudah capek dengan semua sandiwara ini Mel,kita akhiri saja. Jalani hidup seperti biasa,kita terima saja kenyataan ini aku adalah suaminya Olivia,dan kamu istrinya Ardian," ucap Andika sambil memegangi kedua pundak Melisa,dia sudah menyerah dengan semuanya,lagian kabar kehamilan Olivia sudah membuka mata hatinya,dia ingin belajar menjadi suami yang lebih baik untuk istrinya,dia tidak menginginkan harta itu lagi.
"Kamu tidak menepati janji kamu,An. Kamu sudah membuat aku menunggu terlalu lama,dan sekarang... Ini jawaban kamu." Melisa kecewa.
Ponselnya tiba-tiba berdering dan dia melihatnya,sebuah pesan yang membuat matanya melebar,dan jantungnya berhenti berdetak.
__ADS_1
[ Tuan Marvel sudah menyuruh pihak kepolisian untuk membawa surat perintah penangkapan untuk non Melisa,mereka menemukan sebuah bukti rekaman kejahatan non Melisa. Sebaiknya non segera pergi dari rumah itu,cari tempat yang aman dulu.]
Itu adalah pesan dari pelayan dirumahnya Marvel,sekarang Melisa benar-benar akan hancur,tapi dia tidak boleh tertangkap,dia harus kabur.
"Semuanya akan berakhir,tapi aku tidak akan membiarkan ini berakhir begitu saja,aku harus pergi dari sini,tapi bagaimana dengan Andika?" dia mulai berpikir,dua matanya menatap Andika dengan pandangan sedih.
"Aku tidak akan mengganggu kamu,jalani saja takdir ini ya kan,seperti yang kamu katakan." Ucapnya,dia memandang Andika penuh arti.
"Mungkin kita akan berpisah lama andika,tapi aku akan kembali,ini belum berakhir,ini baru akan dimulai," batin Melisa,kemudian dia segera pergi dari sana,dia harus segera keluar dari rumah itu secepat mungkin,jangan sampai polisi menangkapnya.
Andika hanya bisa menatap kepergian Melisa dengan perasaan tidak enak,bahkan kata-kata terakhir Melisa tadi masih menimbulkan tanda tanya.
"Kata-kata Melisa tadi,tentu memiliki makna yang lain,kenapa perasanku tiba-tiba tidak enak begini? gumam cowok itu.
\*\*\*
KEDIAMAN MARVEL
"Jangan menunda-nunda lagi,secepatnya kirim bukti ini kepihak yang berwajib,aku tidak akan membiarkan anak itu lolos,dia bahkan tidak tahu balas budi!" ucap Marvel suaranya terdengar bergetar menahan amarah.
"Ada apa Jo,kenapa kening kamu berkerut gitu?" tanya Marvel.
"Aku hanya melihat gelagat mencurigakan dari pelayan kamu itu,Vel!" jawab Johan menunjuk kearah dimana salah satu pelayannya sedang berdiri sambil terus memainkan handphone ditangannya.
"Hanna...! panggil Marvel,seketika wajah Hanna berubah tegang.
"Sini kamu!" suruh Marvel. Hanna menyimpan ponselnya kembali dalam saku baju,dengan sedikit gugup dia menghadap majikannya.
"Tuan Marvel memanggil saya.?"
"Kamu kelihatannya sangat sibuk dari tadi,siapa yang sedang kamu hubungi?" tanya Marvel menatap kearah Hanna dengan tatapan curiga.
"Bukan siapa-siapa kok tuan,cuma kerabat dekat saja," jawabnya. Hanna mencoba untuk menyembunyikan kegugupannya. Johan bisa merasakan kalau Hanna tentu sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka,tanpa permisi lelaki itu langsung mengambil ponsel Hanna dari kantong bajunya. Hanna terkejut tanpa bisa mencegah.
"Tidak ada apa-apa di ponsel saya," perempuan itu mencoba merebut kembali ponselnya.
__ADS_1
"Kalau memang tidak ada kenapa kamu tegang begitu?" tanya Marvel menyelidik.
Johan tidak banyak bicara,dia dengan cepatnya menemukan sesuatu yang selama ini disimpan Hanna,ternyata Hanna adalah mata-mata di rumah Marvel. Johan tersenyum kecut.
"Lihat,Vel...!" Johan memberikan ponsel itu pada Marvel,memperlihatkan pesan yang dikirim melalui WhatsApp kepada Melisa.
"Tentang siapa dia dan apa tujuannya bekerja disini aku tidak terkejut lagi Jo,aku sudah melihat semua yang dia lakukan melalui rekaman Cctv," ungkap Marvel. "Dan kamu adalah perempuan yang telah memberikan surat itu kepada Mauren atas perintah melisa iya,kan?" lanjut cowok itu membentaknya dengan suara yang cukup keras.
"Ma-maafkan saya,saya hanya menjalankan perintah.!" Hanna terlihat ketakutan.
Marvel tersenyum sinis mendengar alasannya.
"Untuk urusan wanita ini,biar menjadi urusan kamu Jo,aku ingin segera pergi menemui Ardian,dan soal Melisa aku hanya bisa pasrah,mungkin sekarang dia sudah berhasil kabur dari rumah itu." Ucap Marvel sambil berlalu pergi dari kediamannya yang megah itu.
Johan memanggil dua bawahannya menyuruh mereka untuk membawa Hanna ke kantor polisi,untuk diminta menjadi saksi atas kekejaman Melisa,pasti Hanna tahu banyak hal tentang Melisa.
\*\*\*
Kediaman bu Amara...
"Tepat jam 03:00 setelah Andika dan Olivia selesai pulang dari dokter kandungan,rumah mereka kedatangan polisi,dan para polisi itu membawa surat perintah penangkapan terhadap Melisa.
"Kenapa ini,kenapa ada polisi?" tanya Olivia yang kala itu baru saja pulang,dia merasa sangat heran,semua keluarga menatap kearahnya,disitu juga sudah ada oma.
"Mereka kesini ingin mencari Melisa,tapi wanita itu sudah kabur duluan," jawab oma.
"Karena saudari Melisa tidak ada,maka kami akan membawa saudara Andika untuk dimintai keterangan." Ucap polisi tersebut.
"Ta-tapi salah suami saya apa ya pak? Dia tidak ada hubungannya dengan Melisa!" Olivia mulai khawatir,dia menatap Ardian seolah meminta kejelasan,namun kakaknya itu hanya berdiri saja dan tidak mengatakan apapun.
Tidak ada yang bersuara untuk memberinya sebuah penjelasan,sepertinya ada sesuatu yang terjadi saat dia pergi tadi,bahkan Olivia juga melihat rasa prihatin dimata Tiara,sedangkan mamanya hanya diam sama seperti Arya dan Ardian.
"Biarkan saja polisi membawa suamimu itu,biar nanti oma yang menjelaskannya." Tutur oma.
"Sayang,kenapa kamu tidak mengatakan apapun,apa kamu sudah tahu kalau hal ini akan terjadi? mata Olivia mulai berkaca-kaca.
__ADS_1