
Tak berapa lama Barack dan Rino datang menghampiri tempat duduk Nisa dan Calvin. Mereka mulai antusias dalam menargetkan beberapa tamu wanita Rossa. Lalu mereka bertiga, bergerak dengan cepat menghampiri wanita wanita cantik yang menghadiri pesta Rossa, sedangkan Annisa merasa lucu melihat tingkah laku ketiga temannya .
Tapi disisi lain yang tak jauh dari Nisa, Richo yang berkumpul dengan Rossa dan teman teman lamanya, malah diam diam melirik Annisa, lalu melepaskan gandengan tangan Rossa padanya, dan datang menghampiri Annisa yang asik memainkan hp dan buah buahan yang ada di atas meja.
" Ehem!" Sapa Richo sambil menduduk kan dirinya dalam satu meja dengan Annisa.
Nisa pun terkejut akan kedatangan Richo, sedangkan Rossa yang melihat Richo meghampiri Nisa, membuat dirinya menjadi kesal dan bad mood.
"Eh..Dokter Richo." sambut Nisa lembut.
"Kenapa kamu datang kemari?, bukanya kamu juga tahu kalau Rossa dari dulu membenci mu?" Tanya Richo mendahului.
" Aku gak merasa dok, kalau aku pernah nyakitin dokter Rossa sedari dulu. Jadi untuk apa dia membenci ku?"
"Lagi pula, itu hak dia untuk membenci siapa pun". Balas Nisa ramah sambil memainkan hp nya untuk tetap chatingan.
" Ya ya ya" Balas Richo mulai risih melihat Annisa memainkan hpnya sambil senyum senyum sendiri.
" Oh ia, kabari ketiga teman mu untuk berangkat 2 bulan depan menjadi relawan, nama mereka masuk dalam daftar".
" Apa! ? Nama saya juga ada kan dok?" Tanya Annisa antusias.
" Tidak!"
"UGD akhir akhir ini sibuk, siapa yang akan handle kalau kamu ikut ?". Balas Richo dingin membuat wajah Annisa berubah.
"Terima kasih dok, saya permisi dulu" Annisa pun bangkit dari tempat duduknya dengan wajah datarnya.
" Eh mau kemana? Kan acaranya belum dimulai?". Tanya Richo bingung dengan sikap Nisa yang tiba tiba berubah.
" Maaf dok, saya mau ke toilet" Balas Nisa pergi meninggalkan Richo.
" Apa aku salah?, Apa dia marah karna tidak masuk daftar relawan?". Gumam Richo bingung.
" Wajar dong kalau dia tidak masuk daftar, kan dia harus masakin bekal siangku setiap hari nantinya.."
"Gak mungkin aku biarin dia pergi, gak!" Celoteh Richo sambil melihat Annisa dari kejauhan yang bukan menuju toilet malah dia keluar pintu gerbang villa Rossa.
Karna pikiran Annisa mulai kesal, dia pun memutuskan untuk pergi dari acara tersebut. Walau acaranya belum saja dimulai, membuat dirinya tak enak hati mengajak Calvin pulang. Lalu dia pun mengirim pesan pada Calvin bahwa dirinya untuk pulang terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah keluar dari gerbang villa, Nisa berjalan mencari taksi sambil mengutuk keputusan pihak RS dan bahkan dengan alasan Richo, bahwa dirinya tidak masuk daftar relawan.
Sedari dulu ia sangat ingin pergi untuk pengalaman bekerjanya. Bahkan yang paling sedih baginya, ketiga temannya masuk dalam daftar tanpa dirinya.
Disaat itu pula Richo melihat Calvin malah asik berkumpul dengan tamu tamu Rossa sembari tertawa ria.
" Bukannya Nisa datang kemari dengan dokter Calvin?. Kenapa dia keluar sendirian? . "
"Astaga diluar kan rawan."Richo pun menemui Calvin yang sedang terlihat bahagia bersama wanita wanita cantik.
"Dok, Annisa kemana?". Tanya Richo membuat para gadis gadis bersama Calvin menjadi salah tingkah akan kedatangan Richo. Ada juga yang memulai mendekati dan merayu Richo, tapi tetap saja Richo bahkan tidak memandang para gadis disekelilingnya.
"Dia baru aja kirim pesan ke saya, kalau dia pulang duluan dok?" Jawab Calvin.
"Thanks" Jawab Richo singkat lalu pergi menuju gerbang dan kearea parkir sambil menyari nyari sesosok Nisa.
" Tuhaaannn .. Dijalan sekitaran sini kan jarang ada taxi, sunyi lagi, masak dia gak mikir sih!"Celetuk Richo sambil mengendarai mobilnya.
Seperti dugaan Richo, saat Nisa berjalan sambil memainkan hp, datanglah 2 orang lelaki bertato menabrak tubuh Nisa, sampai membuat dirinya terkejut. Dia baru menyadari bahwa disekitar dia berjalan tidak ada rumah bahkan orang lewat. Hanya saja jalan itu cukup terang akan lampu jalan dan sepanjang jalan itu dikelilingi dengan pohon pinus.
" Astaqfirullah!!" Sontak Nisa.
" Ya Allah, selamatkan aku ya Allah, lindungi aku ya Allah, jauhkan diriku dari perbuatan maksiat yang hina ya Allah". Doa Annisa sambil menggenggam kuat hp miliknya dan juga tas nya.
"Serahkan tas dan hp milikmu!" Pinta salah satu pria itu.
Sedangkan yang satu terlihat mabuk mulai meraba lengan dan pundak Annisa, membuat Annisa tersontak berontak ketakutan.
Annisa pun mulai berlari sekuat tenaga yang dia punya hingga terjadi kejar kejaran antar mereka. Annisa menangis menjerit ketakutan meminta tolong disekitar, tapi sia sia, tak ada yang mendengar.
Sambil berlari, Nisa mulai melemparkan sepatunya kearah penjahat itu, tapi sayangnya dengan sigap lelaki itu menarik jilbab Nisa dari belakang yang membuatnya dirinya terikut kebelakang sambil meringis kesakitan akibat jarum Annisa yang dileher ikut tertarik.
" Ya Allah , ya Allah Ya Allah?" Ucap Nisa tak putus putus dia ucap kan.
" Ikut kami!!".
Lelaki itu menarik Nisa kepinggir jalan, sampai tubuh Nisa berontak ikut. Sedangkan satu laki laki lagi sedang membuka tas Nisa, lalu mengeluarkan isi tas dan semua uang yang ada didompetnya.
Annisa dan lelaki mabuk itu masih saja dalam aksi tarik menarik , semakin kuat tenaga lelaki itu semakin lemas Nisa melawannya, sampai sampai jilbab Annisa tertarik hingga terlepas. Untung saja Nisa masih memakai anak jilbab yang masih menutup rambut dan leher nya.
__ADS_1
Annisa bisa lolos dari dekapan laki laki itu, dia berlari kencang, hingga tanpa sadar dia malah tersenggal jatuh , membuat tarik menarik itu pun terjadi lagi, hingga membuat baju Annisa tersobek bagian lengannya.
"Ya Allah . Tolong hamba ya Allah". Tangis Nisa sambil berontak.
Nisa pun melihat cahaya lampu mobil diujung jalan, sedangkan lelaki itu makin kuat menarik tubuh Annisa kepinggir jalan karna ingin menyeretnya masuk kedalam hutan pinggir jalan.
" Tolong!!" Jerit Annisa sekuat kuatnya.
"Astaga,! Itu Annisa!" Ucap Richo dalam mobil lalu menghentikan mobilnya .
Richo pun berlari menuju Annisa dan langsung melemparkan pukulan kuat kewajah pemabuk itu, hingga terjadilah perkelahian diantara mereka.
Sedangkan, lelaki yang memegang tas Nisa, datang menghampiri Richo dan mengeluarkan pisau yang sudah ada ditangannya.
Annisa yang melihat lelaki yang membawa pisau menuju arah Richo , seketika langsung mencari beberapa ranting kayu untuk mencegah perbuatannya untuk menikam Richo dari belakang.
Tak sempat dia memukul, malah dengan sigap tangan Annisa ditangkap lalu didorong tubuhnya kearah pinggir jalan sekuat kuatnya, hingga kepala Annisa terbentur keras ketiang lampu jalan. Tak puas akan itu, penjahat itu juga memukul keras pundak Nisa sampai Nisa pingsan tak sadarkan diri.
Sedangkan Richo sehabis menghajar lelaki pemabuk, dia pun langsung melihat ke arah Annisa yang sudah tergeletak dipinggir jalan. Tak sempat dia berjalan menghampiri Annisa lalu,,,
"sreeettt"
Besetan pisau mengenai pinggir perut Richo, dengan makin ganas Richo menghajar laki laki itu, tapi semakin lama keadaan Richo semakin lemah akibat sebetan pisau itu dihantam kembali dengan beberapa pukulan. Dan pada akhirnya laki laki bertato itu berhasil kembali menancapkan pisau tepat diperutnya dan langsung pergi membopong temannya yang tepar akibat Richo.
Richo pun tak memperdulikan kepergian 2 penjahat itu, dia pun bertatih lemah menghampiri Nisa yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.
" Annisa ! Annisa!" Jerit Richo sambil menggoyang goyangkan tubuh Nisa.
Dia langsung mengecek tekanan nadi dilengan Nisa. Richo bingung apa yang harus dia lakukan, tubuh nya semakin lemah akibat sebetan dan tusukan pusau yang menghampiri perutnya, sampai sampai darahnya terus mengalir tanpa henti.
Dengan lemah sambil meringis kesakitan, dia mulai mengambil ponsel miliknya dijas nya. Dengan gemetar ditangannya dan mencoba mencari cari lalu menghubungi kontak Calvin, hanya cuman itu cara tercepat yang bisa membantu mereka disini.
"Halo dok" Terdengar suara Calvin dari hp.
"Arggh( kesakitan), Halo dok. ah... Tolong bantu kami dok, Annisa pingsan dijalan ah..." Ringis Richo karna menahan sakitnya.
" Ia dok, ada apa dengan Annisa. Annisa kenapa?" Balas Calvin tak kalah kaget mendengar ringis suara Richo.
Terima kasih teman teman sudah mampir.
__ADS_1
jangan lupa like, fav, coment dan vote ya 😁✌