KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 40: Rindu Ingin Bertemu.


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, membuat beberapa staf dan dokter RS datang berkumpul meramaikan beberapa ruangan yang di unjuk untuk penyambutan para tim relawan yang telah kembali.


"Selamat Datang Richo" Sambut Steven menyalami Richo..


" Terima kasih Dokter Stev,,"Ucap Richo dengan senyum manis diwajahnya. Tapi matanya seakan melirik disekitar keramaian manusia yang hadir diruangan itu, seakan mencari seseorang yang dia rindukan selama ini.


"Kemana dia? Apa dia tidak datang hari ini?" Batin Richo mencari cari.


"Kylin...!" Jerit dan peluk sayang hangat dari Clarisa pada Kylin, begitu juga dengan Calvin seakan Rindu mendalam yang ada dihati mereka.


" Dokter....hiks.."Sambut Kylin mempererat pelukan hangat dari Clarisa.


"Aduh kita jumpa lagi. Ahh.! Akhirnya aku kembali juga" Ucap Calvin bahagia sambil bergantian dalam pelukan penyambutan Clarisa.


"Wahh! Sebahagia itu kah?Haha." Balas Clarisa hingga akhirnya tertawa bersama melepas kerinduan mereka yang hanya sebulan tak berjumpa.


"Dimana Nisa?, Koq gak keliatan disni ?" Tanya Calvin mencari sesosok sahabatnya itu.


Sedang Richo yang tak jauh dengan mereka hanya ikut mendengarkan. Menunggu jawaban Clarisa akan keberadaan Nisa saat ini.


"Hmm..Dimana lagi kalau bukan di UGD. kerja." Ucap Clarisa.


"Masih pagi?. Apa semenjak kepergian kami membuatnya semakin sibuk disini, Apa dia tidak merindukan ku?" Ucap Calvin sedikit kecewa.


" Heii. Jangan gitu dok, mungkin ada pasien darurat yang gak bisa dia tinggalkan . Makanya dia gak hadir disini menyambut kita."Sanggah Kylin.


" Okelah. Aku akan segera membantunya" Jawab Calvin sambil berhambur pergi menuju ruang UGD.


"Ikuuut.." Sahut Kylinn, sambil menarik tangan Clarisa. Clarisa hanya pasrah dengan tarikan tangan Kylin dan mengikuti langkah kaki itu.


Sedang Richo, tak bisa berbuat apa apa. Dia hanya sedikit kecewa karna tak melihat Nisa sepagi ini untuk menyambut kedatangannya.


"Hai cantik!." Sapa Calvin yang berdiri disampingnya. Sedangkan Annisa yang fokus menjahit luka dikepala pasien itu tak memerhatikan kedatangannya.


"Dokter Calvin!" Seru Nisa bahagia melihat Calvin.


Tersontak, pasien yang ditangan Nisa juga ikut menoleh kearah Calvin.


"Aaa Rindu.."Rengek Nisa dan seketika berhenti berbicara, karna tak enak akan posisi nya yang tengah menangani pasien.


"Ahh.. Akhirnya kita akan bertemu lagi diruangan ini." Ucap bahagia dari Calvin menelusuri se isi ruangan.


"Iya dok. Selamat datang dokter Calvin yang tampan. Udah, Sana gih mulai kerja !. Banyak pasien ni." Tersenyum dan mulai melanjutkan kerjanya.


" Baik lah kalau begitu".


"Hahh! melihat senyum dan semangat mu pagi ini, sudah menambah energi ditubuhku.Hehe" Sahut Calvin kembali menggombal.


" Aku ganti baju dulu ya" Ucap nya kembali lalu pergi meninggalkan Nisa bersama pasien dan perawat yang mendampinginya dan melanjutkan kembali pekerjaanya.


***


"Sampai kapan aku terus menghindar dari dokter Richo." Gumam Nisa memikirkan di dalam ruangan pribadinya sembari mengotak atikkan komputernya.


"Bekal nya gimana ya" Ucapnya kembali kesal karna tak ingin bertemu sambil melirik kotak nasi disamping nya.


Tiba tiba,,,


" Assalamualaikum.." Ucap seseorang lelaki yang membuyarkan gerutu Nisa diruang kerjanya.

__ADS_1


" Waalaikum salam." Menoleh kearah suara.


" Dokter Richo" Sambut Nisa sedikit terkejut melihat Richo yang sudah berdiri di depan pintu dengan senyum manisnya.


" Tolonggg!! Jangan Senyum begitu, aku takut dengan hati ku lagi Richo.!"Jerit Nisa dalam hati nya menahan rasa agar tidak berubah haluan lagi.


"Apa sesibuk ini, sampai tak menyambut ku di ruangan tadi?" Mulai Canda Richo lalu mendudukkan dirinya dikursi dekat dengan Nisa.


" Maaf dok. Pagi tadi banyak pasien karna korban kecelakaan Bus. Jadi belum sempat berkumpul. " Alasan Nisa lalu tersenyum pada Richo.


Richo mengangguk dengan alasan tepat Nisa saat ini.


" Bagaimana kabar mu?" Ucap Richo lembut.


" Alhamdulillah Baik. Dokter gimana?. Apa disana menyenangkan?" . Pertanyaan Annisa mulai ngawur.


Mendengar pertanyaan itu membuat Richo tersenyum lepas lalu menatap Nisa lagi.


" Menyenangkan?" Lalu Richo menggelengkan kepalanya.


" Loh..kenapa?. Padahal aku pengen ikut loh.." Ucap Nisa membalas menatap Richo sambil menopang dagu dengan tangannya.


"Tak ada yang menyenangkan, kalau hati masih dikalut dengan Rindu. Rinduku tak sabar menunggu untuk bertemu". Ucap Richo menatap dalam Nisa.


"Degg" Detak jantung Nisa berdetak keras mendengar ucapan Richo serasa berpuisi dihadapannya itu, ditambah pula dengan tatapan dan senyum nya.


" Rin..!. rindu?. Dengan siapa?" Ucap Nisa kikuk.


"Apa yang dia maksud , Aku??. Atau... ada wanita lain?. Oh tuhan..Richo, plis jangan menatap ku seperti itu." Batin Nisa mulai gelisah.


"Apa kamu tidak merindukan ku?" Ucap Richo menembakkan kata itu langsung pada nya.


"Ya. aku juga sangat rindu." Ucap Nisa kembali.


"Eh. Maksudnya, rindu saat saat kita bersama dalam kerja. Dan Rindu juga dengan yang lain nya. Gitu.." Ucap Nisa kikuk sadar akan ucapan sebelumnya.


"Benarkah?" Ucap Richo.


"Hmm" Balas Nisa sambil menggangguk cepat.


Nisa mulai teringat bahwa dia juga telah menyiapkan bekal siang Richo yang sengaja dia siapkan pagi tadi. Sebagai hadiah penyambutan kembalinya Richo.


" Ini.." Meletakkan bekal tepat didepan Richo.


Tersontak Richo kaget lalu tersenyum bahagia melihat ternyata Nisa masih menyiapkan bekal siangnya kembali.


"Wahh..Tau gak Nis. Salah satu Rinduku itu yaitu dengan bekal siang ini" Ucap Richo.


Nisa hanya membalas ucapan Richo dengan semyumannya.


" Oh ia. aku dengar kamu akan risign dari RS ini lalu balik ke indo untuk menikah. Apa itu benar?" Tanya Richo berlahan.


"Alhamdulillah rencana bulan lalu gitu dok. Tapi... Karna belum bisa ngajukan Risign, jadi masih tertunda. Jadi besok seperti nya saya gak bisa hadir dok."


"Kenapa?"


" Saya besok balik ke indo, Saya sudah izin dengan Ketua untuk libur sementara."


Richo tertunduk lemas.

__ADS_1


"Apa kamu balik ke indo untuk menikah" Ucap Richo lirih tertahan.


"Belum.. Masih ingin berkunjung dengan keluarga Imam disana, dan merencanakan kembali niat kami."Balas Nisa menjelaskan.


" Yah..Selamat ya Nis".


"Imam memang pantas untuk menjadi pendamping mu, dia laki laki baik dan dia juga taat. Aku harap kamu bahagia." Ucap Richo kembali dengan berusaha tersenyum.


" Terima kasih dok.. Aku harap Dokter Richo juga menemukan wanita yang terbaik." Balas Nisa berat.


"Ya udah, Aku balik lagi . Terima kasih bekal nya " Ucap Richo menahan kecewanya.


" Ia dok"


Richo pun keluar dari ruangan itu, berjalan menuju ruangan dengan sekotak bekal siang dari Annisa.


Setelah sampai ruangan, dia menghempaskan dirinya di sofa miliknya.


Memandang kotak bekal itu, lalu membukanya.


" Mungkin ini bekal terakhir dari Nisa" Ucap nya dalam kesendirian diruangannya.


"Apa aku bisa menikmatinya lalu merelakannya?"


Gumam nya lagi sambil memakan bekal itu.


***


Dicafe , Richo duduk bersama Betrand menikmati malam dengan melepaskan rindu dengan sahabat kecilnya itu. Lalu Mencurahkan segala apa yang telah dia kalutkan selama ini.


"Sudah lah bro, Lupakan Cinta pertama mu ini"Ucap Betrand menenangkan.


"Apa disana tidak ada wanita yang bisa menggeser Nisa dari hati mu?"


"Karna aku dengar juga, Universitas X juga mengirim beberapa mahasiswa nya kesana, Apa tidak ada yang menarik perhatian mu?" Ucap Betrand kembali.


Richo, terdiam sambil menyeruput jus stroberi nya.


"Apa kau kira aku seperti kamu, bisa semudah itu." balas Richo.


"Heii, setidaknya kamu sudah tau kalau dia bakal Menikah dengan laki laki pilihannya"


"Paling tidak, Obat yang ampuh bagi seorang yang patah hati kan, hanya dengan menemukan cinta yang baru."Ucap Betrand kembali menasehatinya.


Richo tertunduk, memikirkan apa yang dikatakan sahabatnya itu. Hanya saja hatinya masih tetap menolak untuk berpaling dari Nisa, dia masih berharap masih ada secercik harapan bersama dengan wanita yang dia cintai.


"Lupakan lah bro!"


"Oh ia. Bukan nya bulan ini RS kalian, akan menerima beberapa masiswa magang?" Tanya Betrand kembali, seakan mengingatkan Richo akan ucapan Audy terkahir kali.


Bahwa kampus itu mengirim beberapa mahasiswa dan siswi untuk magang di RS milik orang tuanya.


**BERSAMBUNG


TERIMA KASIH TEMAN TEMAN.


JANGAN LUPA LIKE , COMENT ,VOTE DAN RATE NYA YA...


SEHAT SELALU**.

__ADS_1


__ADS_2