KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 43: Pertemuan Tak Terduga.


__ADS_3

Audy yang membawa 2 bekal siang, lalu meletakan diatas meja itu, membuka satu persatu tutup bekal, lalu mempersiapkan untuk porsi 2 orang, yang tak lain untuk Richo.


"Huhh..Kenapa wanita ini lagi!" Dengus Kylin kesal melihat Audy yang selalu mencoba mencari perhatian dengan Richo.


"Hus!Kenapa sih kamu dari dulu gak suka liat Audy."Tanya Calvin.


"Audy itu gadis baik lo Ky. Dia ramah, periang, dan juga anaknya pintar. Gak heran banyak suka dengan dia. Termasuk juga dokter Richo. Liat ntu" Ucap nya lagi sembari menunjuk pada Richo dan Audy disebrang sana.


"Termasuk kamu kan!" Potong Clarisa yang sudah mengetahui watak sahabatnya itu.


Calvin hanya tersenyum lebar mendengar tuduhan Clarisa padanya.


"Keliatan sih,gadis itu baik koq Ky, kenapa kamu gak suka ?" Sahut Clarisa menanyakan lagi.


"Gak tau sih dok, dari awal liat dia memang gak suka aja. Apalagi semenjak dia mulai dekat dengan dokter Richo."


"Gak terima aja. perasaan aku, dia itu berusaha merebut Dokter Richo dari Dokter Annisa." Alasan Kylin yang tak terima dengan wajah kesalnya.


"Kamu itu Ky Ky.. kamu kan tau kalau Nisa akan menikah dengan Imam, kenapa masih menjodoh jodohkan nya sih. "Ucap Clarisa.


"Udah lah, Nisa juga udah bahagia disana dengan calon suaminya. Jangan bahas dia dengan dokter Richo lagi. Ntar kalau dengar dokter Richo kasian juga Nisa nya. Bisa bisa dia malu" Ucap Calvin menyudahi.


"Ahh..Masih gak terima"Sungut Kylin lagi.


Sedangkan Richo dan Audy mulai memakan bekal siang yang dibawakan oleh Audy sendiri.


" Gimana dok Masakannya? Enak?"Tanya Audy lembut menatap Richo yang menyantap Bekal darinya.


"Hmm.." Ucap Richo, sembari memakan bekal darinya.


"Kenapa aku merindukan bekal dari Annisa ya. Ya Allah, Kenapa aku terus mengingat dia." Guman Richo dalam hatinya.


" Sekali lagi makasih ya dok. Udah selalu percaya kan aku disaat menangani pasien, padahal baru berapa hari lalu kami datang untuk magang di RS ini."


"Sebenarnya aku juga masih butuh banyak bimbingan dari para dokter disini. Dan aku mohon dokter Richo juga selalu memberikan ku arahan dan masukannya. " Ucap Audy senang.


"Aku senang bertemu dengan orang yang pintar dan selalu sigap menangani pasien pasien dirumah sakit ini."


"Aku merasa Kamu juga termasuk orang yang pintar berinteraksi dengan orang disekitarmu, bahkan dengan beberapa pasien . Aku harap kamu mempertahan itu."Balas Richo , membuat hati Audy berbunga bunga akan pujian yang kelaur dari mulut Richo sendiri.


" Baik dok saya usahakan"Ucap Audy masih sedikit enggan berbicara, begitu juga dengan Richo..

__ADS_1


***


Disiang hari yang cerah, Nisa duduk menyendiri di ruang kamarnya menatap jauh dari jendelanya.


Semenjak dia mendengar keputusan Imam, membuat dirinya sedikit kacau. Hingga akhirnya dirinya selalu bermalas malasan dalam tiap kerjaan rumahnya.


" Nis, kamu udah nyusun pakaian mu dikoper belum?" Tanya Ibu Nisa di balik kamarnya.


"Ia bu nanti aja" Balasnya.


"Loh!. Jangan nanti nanti, Besok siang kan kamu harus balik kesana lagi untuk kerja."


"Hmm ia bu"Balas Nisa bangkit dengan rasa malas.


"Huuhhh kalau jodoh pasti bertemu. Andai memang tak jodoh mungkin dia bukan yang terbaik untukku, begitu juga dia." Bathin Nisa membangkitkan semangat nya, yang dilanda kekecewaan.


Akhirnya Nisa mulai mem packing beberapa baju kedalam cover miliknya untuk balik kesidney.


****


Ke esokan harinya. Setelah sampai, Nisa tak ingin terus dengan rasa kecewanya yang membuatnya berdiam diri didalam kamarnya. Dan akhirnya pergi ke RS untuk menemui sahabat sahabatnya yang tengah bekerja dimalam hari.


Dia menduga terjadi keributan disuatu ruangan.


Nisa Pun datang menghampiri untuk memastikan kekisruhan yang terjadi, dia pun melihat 1 orang pasien yang terbaring dengan kejang setengah sadar.


Nisa memasuki ruangan itu dan melihat Hanya ada 2 dokter yang baru dia kenal diruangan itu untuk menanganinya, yaitu Audy bersama teman nya Jack.


Keduanya terlihat panik, sedang perawat saat itu tengah pergi memanggil dokter Calvin yang bertugas atau pun dokter lainnya. Tapi sayang, disaat ini beberapa para dokter tengah sibuk dengan rapat, bahkan sibuk dengan bebarapa pasien lainnya.


Keduanya semakin gelisah disaat melihat keadaan pasien semakin buruk, tekanan darah nya menurun dan kondisi tubuh nya melemah. Terlihat kedua wajah mereka gugup, menanti kedatangan para ahlinya, karna mereka masih takut melakukan hal lebih jauh lagi menurut mereka.


Melihat kedua dokter magang itu beradu cekcok , dengan sigap Nisa membereskan, memasang intubasi lalu mengambil cepat stetoskop milik Audy yang tertengger di pundaknya.


"Hei! Kamu siapa!"Ucap Audy heran dengan kedatangan Nisa yang merampas Barang miliknya, dia pun menarik lengan Nisa mencoba menghentikan aksi Nisa saat ini.


Nisa seakan tak perduli dengan ucapan Audy, dia merasa kecewa melihat pasien yang tergeletak tak berdaya tanpa disentuh oleh seorang dokter seperti mereka.


Dia pun mulai mendengar detak jantung pasien itu, dan mulai memastikan untuk menetralkan tekanan darahnya yang mengakibatkan pasien terlihat sedikit kejang.


"HEI! Kamu siapa! Kamu gak ada hak masuk ruangan ini!"Bentak Audy kembali, merasa kesal melihat Nisa .

__ADS_1


Sedangkan Jack hanya semakin gugup, mencoba menarik lengan Audy agar tidak terjadi keributan. Karna dia juga sadar, dengan kedatangan sigap Nisa, pasien yang mereka tangani menjadi lebih normal keadaanya. Walaupun belum juga sadarkan diri.


"Apa kalian pantas disebut dokter? Hah!" Hentak Nisa menatap tatapan Audy Yang sedari awal menghalangi Nisa untuk menangangi pasien yang berada didepan mereka.


Mendengar ucapan Nisa, Audy merasa bersalah akan perbuatannya, tapi mereka juga tak bisa berbuat apa apa. Hanya saja dia masih merasa kesal dengan perbuatan orang yang tak mereka kenal, tiba tiba melakukan penangannya dan mengambil tanpa izin barang miliknya.


"Apa kalian ingin melihat pasien ini meninggal tanpa kalian berusaha sedikit pun!"Ucap Nisa kembali kesal.


"Walaupun kamu seorang dokter, kamu gak berhak masuk dan ikut campur di RS ini. Andai pasien keadaanya semakin memburuk, apa kamu mau menanggung masalah yang di akibatkan oleh mu."Jawab Audy yang mengira Nisa bukan lah dokter di RS ini.


Tiba tiba, pintu otomatis pun terbuka. Terlihatlah kedatangan Kylin yang tengah sibuk memanggil dokter, lalu masuk pula Calvin beserta ke 4 dokter magang lainnya.


Kylin dan Calvin masih belum menyadari, bahwa Nisa datang dan berdiri disamping pasien ,Audy dan juga Jack. Saat memasuki ruangan mereka berdua Fokus akan keadaan pasien, terlihat dari wajah Kylin yang sedikit kesal dan kelelahan memanggil beberapa dokter.


"Syukur lah tekanan darah pasien kembali normal" Ucap Calvin saat memeriksa pasien itu.


Kylin memandang arah Audy kesal, hingga tiba tiba matanya tertuju menatap Annisa yang tengah berdiri disampingnya.


" Dokter Annisa..." Sebut kylin bahagia akan kedatangan Nisa yang tanpa memberi kabar.


Mendengar itu, Calvin menoleh arah mata Kylin.


" Nisa!" Sambut Calvin tersenyum, Begitu juga Nisa.


"DEGG!" Detak jantung Audy berdetak, dia tak menyangka orang yang disampingnya adalah Annisa , dokter bedah tempat dia magang.


"Dia dokter Annisa? Ternyata dia wanita yang dicintai dokter Richo" Bathin Audy kembali menatap kearah Nisa. Masih tak menyangka, bahwa pertemuan mereka seperti ini.


**Bersambung


Terima kasih teman teman..


semangat selalu,


jangan lupa like nya ..


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom bawah.


Terus jangan lupa rate dan Vote nya..😁


Sehat Selaluuu**

__ADS_1


__ADS_2