KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 27: Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

"Aku sekarang Muslim." Ungkap Richo tegas memberitahu pada sahabatnya itu. Karna dia ingin melihat bagaimana sikap orang orang sekitar nya mengetahui akan agama nya yang baru ini terutama pada sahabatnya terlebih dulu.


"Muslim?" Jawab Betrand sedikit kaget, sambil menatap lembut sahabatnya itu.


"Kenapa muslim? Apa karna Annisa?"


"Maksudmu?" Tanya Richo heran.


"Apa demi Annisa, kamu rela pindah agama menjadi Muslim, karna kamu tau dalam agamanya tak bisa menikah selain muslim juga." Telak Betrand tampa basa basi.


"Jujur. Awal nya aku berfikir begitu, semanjak aku melihat seorang gadis satu satunya memakai hijab di RS membuat pandangan dan perhatianku selalu tertuju padanya. Mencari tau, hingga akhirnya aku juga terhanyut akan keyakinan yang dia miliki. Sampai aku pun berniat masuk lalu memperdalam keyakinanku. Hanya saja semakin kesini aku semakin sadar, kalau aku belum pantas untuk dia." Jelas Richo menyadari dirinya, sedangkan Betrand mendengarkan curahan sahabatnya itu, karna sangat jarang sekali Richo bisa mencurahkan semua masalah fikirannya yang memang akhir akhir ini sedikit galau akan cinta.


"Nisa gadis Shaleha, berbeda denganku yang memang sudah satu keyakinan dengannya. Aku masih harus banyak belajar tentang agama agar terus bisa membimbingnya sebagai suami, bukan pula dia yang selalu membimbingku."


Jelasnya lagi sambil meminum sedikit jus miliknya.


Betrand menarik nafas dalam akan kegalauan sahabatnya itu.


"Nisa sudah tau tentang perasaan mu saat ini Rick? Karna gak ada salahnya kan kalau kamu meminta nya untuk menjadi istri atau pacarmu. Toh kalian sudah 1 keyakinan sekarang?" Balas Betrand ingin tau.


Richo hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Betrand.


"Terlambat. Dia akan bertunangan dengan orang lain, mantannya dulu. Sedangkan aku masih fokus belajar tentang agama dan merusaha memperbaiki diri untuknya. Setalah itu menyatakan perasaan ku selama ini. Gk mungkin aku mengungkapkannya sekarang, aku takut dia mulai menjauh dariku"


"Aku senang liat kamu sekarang Bro, kamu banyak berubah. Tak egois dan dingin seperti dulu, seharusnya aku berterima kasih sama Annisa, yang sudah mengubah sikapmu seperti ini heheh" Ungkap Betrand sambil memukul pelan pundak Richo menyemangati.


Richo kembali tersenyum sambil menyambilkan cake dimeja nya lalu melahap semuanya, karna curhatannya juga sudah menguras fikiran dan tenaganya.


"Aku sangat bersyukur bisa mengenal dia diwaktu sekarang, karna dia sudah banyak mengajari dan mendekatkan aku pada tuhan. Hingga akhirnya aku berani jujur ungkapin rahasia ini sama Mama Dan Papi, setelah itu kamu. Dan aku juga bersyukur, kalian masih mendukung keputusanku. THANKS BRO. Awal aku takut akan ekspresi kalian, tapi untuk kedepannya aku bisa lebih percaya lagi mengenalkan agama ku pada orang lain".


" Yah..Apa pun keputusan mu, Aku selalu dibelakang mu Rick." Ucap Betrand.


Tapi tiba - tiba, tanpa disengaja Nisa juga berjalan masuk cafe itu sambil menuju kasir untuk melakukan pemesanan cake untuknya , di mana Richo dan Betrand berada.


"Kayaknya kalian jodoh Rick" Ungkap Betrand saat melihat kedatangan Nisa menuju meja kasir.


Richo yang masih belum menyadari kedatangan Nisa hanya tersenyum menanggapi ucapan Betrand.


Betrand pun memberi kode mata dan bibirnya pada Richo untuk melihat arah Nisa berada.


"Nisa! Ngapain dia disini?" Tanya Richo.


"Menemui jodohnya.. Heheh. Ya beli cake lah Bro.." Canda Betrand.


"Hai...Dokter Nisa!!??" Panggil Betrand.


Nisa menoleh mencari suara yang memanggil namanya itu.


" Dokter Richo. Ya Allah" Tatap Nisa saat matanya sudah tertuju pada Richo seorang.


Nisa pun berjalan menghampiri mereka berdua.


" Apa kabar dokter Betrand?. DOK" Sapa Nisa lembut menatap Richo.


Begitu juga Richo, menyambut kedatangan Nisa penuh kebahagian, berharap masih ada harapan baginya. Sedangkan Betrand hanya menjadi saksi atas getaran getaran yang terjadi diantara mereka.

__ADS_1


"Dokter Nisa jam segini baru pulang?" Tanya Betrand mendahului.


"Udah dari sore. Cuman ini baru pulang dari bandara." Ucap nya jujur.


Yang memang dia baru mengantar kepulangan Randy di bendara, atas permintaan Randy. Sekaligus untuk memperjelas akan niat baik nya yang akan dilakukan minggu depan.


"Siapa yang pergi?" Tanya Richo.


Nisa pun tersenyum pada Richo.


"Randy. Dia kembali ke Kl malam ini"


Deegggg!!!


Richo seakan berdetak mendengar nama Randy yang masih keluar di bibir Nisa. Masih tak ingin terima, tapi tak tau apa yang harus dia lakukan. Hanya mengeluarkan senyuman dibibirnya dibarengi dengan anggukan lemas.


Begitu juga Betrand langsung menoleh kearah Richo yang sudah terlihat berbeda akan ekspresi wajahnya.


" Randy..Siapa Randy, pacar, atau saudara dokter Nisa nih?". Mencoba mencari tau lebih dalam, apa benar akan hubungan Nisa dan Rendy.


" Teman." Balas Nisa tertunduk malu.


" Hmm. Teman apa teman?"


"Dengar dengar isu burung, Dokter Annisa mau bertunangan nya. Wah selamat ya?". Pancing Betran kembali mencari tau.


Nisa malah tersenyum lalu kembali menatap Richo.


" Doakan yang terbaik, masih rencana".


"Kalian udah lama disini dok?" Tanya Nisa mengalihkan.


"Nisa mau kami antar pulang?"Tanya Betrand sambil tertawa kecil.


"Gak..Udah dekat koq. Oy ya dok. Ini aku tadi ada buku. Aku udah pernah baca, isinya bagus, karna dokter suka baca, ini aku kasi " Papar Nisa pada Richo yang sibuk merogoh isi dari tasnya.


Sedikit susah, dia akhirnya mengeluarkan buku yang berjudul "Cintai Aku Karna Allah" . Lalu meletakakanya didepan Richo.


Rihco membaca sampul buku itu, begitu juga Betrand yang sibuk ingin tau.


"Cintai aku karna Allah" Ucap Betrand lalu memandang ke arah Richo.


Nisa hanya mengangguk lalu tersenyum,


" Terima kasih Nis, Insha Allah aku pasti baca. "Jawab Richo.


Pesanan pun selesai.


"Ya udah yok, Pesanan aku udah siap!, Dokter mau langsung pulang juga?" Tanya Nisa.


" Ia. Ni juga mau gerak pulang". Jawab Richo berdiri, lalu bersamaan berjalan menuju kasir.


" Sekalian punya dia ya?". Ucap Richo pada penjaga kasir.


" Baik" Balas wanita itu sambil sibuk meng otak atikkan mesin pembayarannya.

__ADS_1


" Eh..Gak usah dok. Nisa aja yang bayar sendiri. Aduh,,,??" Jawab Nisa spontan karna tak enak hati.


"Sesekali Nis..Kamu juga udah terlalu sering bantu aku, dan masakin bekal siang buat ku. "


" Ia tapi dok.. Aku,,,"Tak sempat Nisa bicara, Mata Richo menatap lembut kearah nya seakan berenti untuk berbicara.


"Izinkan aku selalu berbuat baik pada mu. Membalas semua kebaikan kamu Nisa!!??" Tutur Richo lembut, seakan menutup kata kata Nisa.


" Baik lah?" Balas Nisa lembut sambil menundukkan pandangannya.


Richo pun sibuk dengan pembayaran itu, dengan menggunakan ponselnya. Setelah selesai, mereka berjalan bertiga menuju area parkir mobil mereka. Betrand inisiatif mengambil mobil mereka, sedangkan Richo yang masih menenteng bag cake milik Nisa hanya terus berjalan disamping Nisa menuju arah mobil Nisa.


Sesekali mereka saling bertemu pandang tapi tak mengeluarkan kata kata yang bisa di ungkapkan.


Richo yang terlihat gelisah ingin mengungkapkan perasaanya. Tapi tetap masih tertahan.


Setiba di mobil Nisa.


" Terima kasih dok, cake nya". Nisa cengengesan.


Richo merasa senang akan ekspresi Nisa kali ini.Lalu dibalasnya dengab senyuman.


" Iya..Terima kasih juga buku nya. Ini Cake nya, hati hati Nyetirnya.?" Ungkap Richo dengan lembut perhatian.


Nisa mengangguk sambil tersenyum sambil mengambil Bag dari tangan Richo.


" Insha Allah dok. ."Nisa bergerak malas memasuki mobilnya itu, seakan tiba tiba teringat kembali akan niat dia bersama Rendy.


" Oh ia sok. Aku minggu depan bisa izin pulang ke indo untuk beberapa hari,? " Tanya nya kembali.


" Minggu depan?. Ada acara apa sampai harus pulang?" Tanya Richo penasaran.


Sedangkan Betrand dari ujung sana sedang memperhatikan, kapankah mereka selesai dalam pembicaraanya. Dia akhirnya bertahan didalam mobil karna tak ingin mengganggu.


"Randy ingin datang melamar pada orang tua ku." Saut Nisa lembut.


Degg!!!


Jantung Richo berdegup mendengar kata kata itu lagi.


"Ooh,,, Baiklah, Saya akan bantu untuk izin mu. Selamat ya??" Ucap Richo seakan memberi semangat, sesangkan dirinya tak semangat perkataanya.


"Terima kasih dok. Saya izin pulang luan. Dokter hati hati juga dijalan. Besok aku buat kan bekal siang untuk dokter. Heheh" Izin nya kembali sambil memasuki kemobil miliknya.


Sedang Richo hanya membalas dengan senyum tipis dan mengatupkan kedua matanya seakan setuju, serasa tak mampu berkata kata lagi.


Nisa mulai melaju kan mobilnya menuju arah pulang. Tak berapa lama Betrand datang menghampiri Richo yang masih tertegun tertunduk pasrah.


**Bersambung...


TERIMA KASIH TEMAN TEMAN...


DIBACA YA CERITA KU INI..


JANGAN LULA TEKAN TOMBOL ❤

__ADS_1


TINGGALIN JEJAKNYA DI KOLOM BAWAH..


DAN SEMOGA KITA SEHAT SELALUUUU**


__ADS_2