
Setelah mendengar kabar dari ayah nya, Richo pun datang menghampiri Annisa. Dia mencari diruangan Annisa yang ternyata tempat itu mulai rapi dengan beberapa barang milik Annisa yang sudah tersusun di dalam box.
Tak ada diruangan itu, Richo dengan kesal mencari lagi menuju ruangan UGD. Dan benar saja, dia menemukan Annisa yang masih bekerja dengan posisi menjahit luka pasien yang baru saja dia tangani.
"Annisa. Aku mau bicara sama kamu" Ucap Richo dengan Nada sedikit kesal.
Kesal akan keputusan Annisa yang mengundurkan diri perkara teguran darinya yang menyakitkan, menurutnya.
" Maaf dok, Gak bisa. Saya ada pasien."Ucap Nisa mencoba fokus akan jahitannya .
" Nisa, aku mohon. Aku ingin bicara dengan mu." Ucap Richo lirih meminta.
"Maaf dok sekali lagi, saya masih dalam keadaan kerja"
" Kalau dokter ingin bicara tentang pekerjaan, aku bisa menggantikan dengan dokter yang lain. Tapi kalau masalah pribadi lagi, dokter bisa bicara disini saja" Ucap Nisa mulai tegas.
Richo menyadari perkataan yang keluar dari mulut Annisa , seakan menyindir dirinya akan masalah nya yang lalu.
" Kenapa kamu mengajukan surat pengunduran diri Nisa.. " Ucap Richo tegas mempertanyakan, membuat para dokter dan perawat yang tak jauh dari mereka ikut mendengar ucapan Richo.
Sedikit berbisik diantara mereka, begitu pula dengan Audy dan Lady yang saling lempar tatapan. Tak menyangka, ternyata perbuatan jahat mereka telah berhasil untuk menyingkirkan Annisa tanpa diketahui orang lain selain Kylin.
"Apa karna aku penyebab nya?" Ucap Richo kembali.
Mendengar pertanyaan Richo, Annisa mencoba menahan sesak dalam hatinya, lalu mencoba memfokuskan kembali pada pekerjaannya.
" Dokter salah. Semua tidak ada hubungan nya dengan Dokter." Ucap Nisa.
"Jadi apa?"
" Apa karna pernikahanmu dengan Imam?" Dengus Richo terlihat kesal yang mengingatkan bahwa Annisa yang akan segera menikah.
Mendengar pertanyaan dari Richo, Annisa diam tak ingin menjawab lagi.
" Kalau benar seperti itu. Aku ucap kan selamat untuk kamu Nis." Ucap nya lirih menahan sejuta kecewa.
" Semoga kamu bahagia dengan pernikahan mu. "
" Maaf kalau aku sering melukai hati mu" Ucap Richo lagi, yang tak menunggu jawaban dari Nisa dia pun berlalu menuju ruangannya.
Annisa terdiam dengan memejamkan kedua matanya. Perkataan Richo seakan anak panah yang menusuk tepat di dadanya, sesak lagi menyakitkan.
" Maaf Dok, Andai aku tetap bertahan disini, aku merasa tak kan sanggup untuk melihat kalian berdua untuk bersama dengan Audy. " Batin Annisa dalam kekalutannya.
" Dok,," Suara Rasel ragu.
Perawat yang sedari tadi bersama Annisa, yang dengan jelas mendengar pembicaraan mereka.
Annisa membuka matanya seakan membuyarkan gumamannya, mulai tersadar lalu memfokuskan kembali akan kerjanya.
"Dokter apa benar mau mengundurkan diri dari RS ini?" Tanya nya lagi.
"Hmm. " Balasnya lalu tersenyum.
"Apa karna dokter akan segera menikah disana?" Ucapnya lagi.
Tak menjawab, Annisa hanya melemparkan senyumannya yang sesekali dia menatap wajah Rasel.
" Wahh ! Selamat ya dok. "
" Semoga dokter bahagia dengan pernikahannya." Ucap Rasel penuh bahagia.
" Hmm. Terima kasih ya. " Balas Annisa yang berpura pura bahagia.
Setelah jam pulang, Annisa mencoba menatap seluruh ruangannya. Mencoba menyimpannya untuk bisa dia kenang setelah kepergiannya nanti.
__ADS_1
Sebelum dia meninggalkan ruangan itu, berbondong para Dokter dan perawat datang menghampirinya, terkecuali Richo dan siswa magang lainnya. Untuk mengucapkan selamat akan gosip pernikahannya.
Tak ingin menyangkal, Annisa membiarkan gosip itu berjalan dan berharap kalau itu menjadi kenyataan bagi nya. Begitu juga dengan ke tiga sahabatnya yang tak ingin melepaskan pelukan mereka.
***
Ke esokan harinya setelah mendengar berita dari suaminya, Mama nya Richo bergegas mencari No. Apartement milik Annisa.
"Ting Nong,"
Suara itu terdengar beberapa kali dari dalam ruangan Annisa, yang sedari tadi dia berberes untuk keberangkatannya nanti malam.
"Ibu...!" Ucap Nisa setengah terkejut akan kedatangan Mama nya Richo ke tempat tinggal nya itu.
Mama Richo pun hanya tersenyum saat Annisa membuka pintu untuk nya. Seketika Annisa mencium tangannya, lalu menuntunnya untuk segera masuk.
"Ibu dengar, kamu mengundurkan diri ya Nisa dari RS,?".
Annisa yang masih mengaduk teh diruang dapur yang tak jauh dari Mama nya Richo duduk, malah diam memikirkan. Lalu dia pun menghampiri dengan menyuguhkan teh buatannya.
Seketika tangan Mama Richo menggenggam punggung tangan milik Nisa mencoba merayu dan mencari tahu penyebab akan kepergiannya.
" Kamu ada masalah?"
" Atau,, benar kamu akan segera menikah di indo?" Tanya Mama Richo lembut.
" Kenapa kamu gak ngabari ibu Nisa, kalau kamu mau pergi."
"Maaf Bu. Nisa masih bingung pada situasi seperti ini".
" Sejujur nya,,," Ucapannya sedikit tertahan.
"Nisa masih tetap tinggal di kota ini."
" Mencoba kerja di RS lain."Ucap nya jujur dengan rasa bersalah.
" Kenapa begitu?. Apa kamu gak betah kerja di RS papinya Richo.?"
" Atau ada hal lain yang menggangu mu.? "
"Karna ibu juga sudah dengar masalah kamu dengan Richo waktu lalu. "
"Apa dia yang buat kamu sakit hati, sampai kamu pindah ketempat lain?" Ucap Mama Richo yang ingin mengetahui kebenarannya.
Nisa pun hanya menggelengkan kepala lalu menatap mata Mama nya Richo dengan senyuman manisnya.
" Dokter Richo berhak menegur saya atas kelalaian saya kok bu." Ucap Nisa meyakinkan.
"Terus pernikahan kamu gimana?. Sedang kamu aja masih tetap memilih kerja di kota ini?".
" Pernikahan Nisa gagal bu".
" Calon Nisa meminta untuk menunda pernikahan kami sampai dia lulus S2 nya. "
"Jadi, Nisa mengagalkan pernikahan itu Sebulan yang lalu dari pada harus menunggu terlalu lama " Ucap Nisa berterus terang.
"Gagal?. Kasian sekali kamu Nisa, ternyata kamu sudah 2 x mengalami hal itu. Yang padahal Richo sedari dulu sudah sangat menyukai kamu dan selalu terluka saat mendengar pernikahan mu" Batin Mama Richo menatap teduh wajah Nisa yang mulai sahdu.
"Sabar ya sayang" Ucap Mama Richo sambil mengusap kepala Nisa.
Nisa hanya tersenyum menerima ucapan seperti itu dari mulut orang orang terdekatnya.
"Oh ia Nis, kamu bilang kamu akan kerja di RS dikota ini juga. Emang dimana? Apa namanya?" Tanya Mama Richo.
"Rumah sakit Baru bu. RS XX ."
__ADS_1
" Pemilik RS itu, senior Nisa dulu waktu dikampus."
" Waktu Nisa pulang Dari acara ultah ibu, gak sengaja Nisa bertemu dengan nya bersama keluarga kecilnya."
"Dia mengajak Nisa untuk bekerja dirumah sakitnya." Ucap Nisa seakan mengingatkan Mama nya Richo akan tuduhan Richo pada Annisa.
" Pulang dari acara. Tengah malam?" Tanya Mama Richo dalam benaknya.
" Kamu ketemu di Cafe ini...?" Tanya Mama Richo antusias.
Nisa hanya mengangguk meng iakan.
" Ih dasar kamu Richo Richo...!" Celoteh Mama Richo mengumpat anaknya.
" Kenapa Bu!??" Seakan Bingung maksud dari celotehan itu.
"Gak koq sayang" Sambil tersenyum menatap Annisa hingga mereka berdua saling tertawa.
"Nisa.." Panggil Mama Richo dengan wajah serius lalu menggenggam tangan Annisa kembali.
Nisa menatap Mama Richo dengan lembut.
"Ya bu,,,"
"Seandainyaa. Ada seorang laki laki yang sangat menyukai kamu, bahkan sangat mencintai kamu. Apa kamu mau, lalu menikah dengan lelaki itu?" Ucap Mama Richo.
Nisa tertunduk lalu tersenyum, mencoba memikirkan perkataan itu dengan hati hati.
"Jika benar dia sangat mencintai Nisa, dan dia juga seiman dengan Annisa. Lalu meminta pada orang tua dikampung untuk segera menikah . Insha Allah Nisa terima bu" Jawab Nisa lantang.
"Benarkah."
Nisa mengangguk,
"Apa ibu boleh minta No. Telp Ayah ibu kamu di indo Nis..? " Pinta Mama Richo dengan Serius.
"Untuk apa bu?"Jawab nisa masih bingung.
"Ibu ingin membicarakan, kalau ibu ingin datang bersilaturrahmi pada mereka ." Ucap Mama Richo sedikit riang.
"Ma.. Maksudnya bu..?"
" Ibu ingin kamu jadi menantu kesayangan ibu Nisa.."Ucap Mama Richo terang terangan sambil mencubit pelan kedua pipi Annisa.
Mendengar ucapan Itu, jantung Annisa seakan terpompa. Masih tak percaya apa yang baru saja dia dengar.
Sampai mimik wajah Annisa tak bisa dibaca oleh Mama Richo saat dia mengatakan itu pada Annisa.
" Annisa. Sebenarnya Richo sudah lama menyukai kamu. Kamu mungkin sudah menyadari akan sikap nya terhadap kamu kan? "
"Sikap yang berbeda bila dengan wanita lain. " Ucap Mama Richo kembali.
" Dia bahkan kecewa mendengar pernikahan mu dengan yang lalu." Nisa terdiam masih tak percaya.
" Dia terlalu sibuk memperbaiki diri ,sampai harus kecewa lagi saat mendengar pertunangan mu untuk yang kedua kalinya."
"Bukan kah Dokter Richo menyukai gadis lain bu? Yaitu Audy" Ucap Nisa masih tak percaya.
**BERSAMBUNG
Jangan Lupa Like, komen dan Vote nya ya..
Tunggu kelanjutannya..
Sehat selaluuuu**
__ADS_1