
Di Rumah Sakit.
Mama Richo, berjalan melewati ruangan sekitar Rumah sakit. Mata nya seakan sedang mencari seseorang yang ingin dia temui.
"Mama!" panggil Richo saat melihat Mamanya tengah berjalan menusuri ruangan.
"Sayang.." Sahut Mama nya menoleh arah Richo.
Richo pun datang menghampiri.
"Mama ada apa datang kemari?".
"Mama mau jalan jalan nih"Sahut Mamanya kembali sembari melihat keseluruh ruangan mencari seseorang.
" Maa..Ini RS, bukan tempat wisata atau pun Mall untuk bisa jalan jalan."
"Ih..Kamu gimana sih Rich, Mama memang lagi jalan jalan koq. Gak mungkin dong Mama bawa masuk mobilnya kesini."Ketus Mama kembali.
Mendengar sahutan Mamanya, Richo hanya memilih diam sambil menggaruk kepalanya, yang sebenarnya tidak gatal.
"Terserah Mamah aja deh" Gumam Richo dalam hatinya.
"Mama lagi nyari siapa sih, mau ketemu Papi?" Tanya Richo lagi.
" Mama lagi Nyari Nisa Rich, calon mantu Mama"Ucap Mama nya datar.
" Ishh Mama, apaan sih. Dengar orang disini gak enak Ma.." Sanggah Richo setengah berbisik.
"Calon mantu apaan lagi. Dia sebentar lagi mau menikah Ma..."
"Gk. Bagi Mama, sebelum dia sah menikah dimata hukum, dia masih Mama anggap calon mantu. Kenapa kamu yang gak terima?" Sahut Mama nya ngotot sambil melipatkan tangannya.
" Maaa...." Pinta melas Richo.
"Kamu sih, dari dulu masalah percintaan aja selalu kurang cepat."
"Ia Ma, sabar ya..Kalau sudah ada yang cocok pasti Richo kenalin ke Mama."
" Allllaaah. Nisa aja kemaren kemaren gak pernah kamu kenalin ke Mama. Mama sendiri yang datang mencari dia, makanya bisa kenal." Sungut Mama nya.
"Itu beda cerita Ma. Aduh Mama, ya udah sana Gih ke ruangan Papi,"Seru Richo tak ingin Ribut dengan Mama nya.
"Mama mau ketemu Nisa koq" Ucap Mama manja.
"Ih, Mama. Anak Mama sebenarnya siapa sih?. Lagi an untuk apa Nyari dia. dia lagi sibuk Ma di UGD." Sahut Richo melemah akan menjawab Mama nya.
__ADS_1
" Kalau anak Mama ya tetap kamu dong sayang, terus kalau mantu Mama tetap Nisa, hihihi" Kekeh Mama Richo pelan.
Richo pun hanya menggelengkan kepalanya akan sikap Mama nya akhir akhir ini. Sebenarnya juga dia ingin mewujudkan keinginan Mama nya, hanya saja dia merasa takdir sesang tidak berpihak padanya. Dan mencoba untuk merelakan Nisa sebagai sosok cinta pertamanya.
" Ya udah deh, Mama samperin Nisa aja deh di UGD. Kamu kerja yang baik sayang. Muahhh" Ucap Mama nya memberi kode untuk mencium putra nya, lalu pergi berjalan menuju arah UGD.
Tak ingin ambil pusing, Richo hanya membiarkan kepergian Mamanya untuk mencari keberadaan Annisa.
Sesampai di UGD. Audy dan juga Lady yang berada di di ruangan itu, yang juga tengah memeriksa salah satu pasien.
" Permisi" Tegur Mama Richo pada Audy dan lady.
" Ia Bu. Ada Yang bisa dibantu" Sahut Audy saat menoleh ke arah Mama Richo. Yang belum saling mengenal.
" Hmm. Dokter Nisa dimana ya ?" Jawab Mama Richo lagi.
Mendengar nama Nisa, Lady pun menyenggol siku lengan Audy sambil menatap, entah apa maksud dari mereka. **Author juga gak tau.
" Oo. Dokter Annisa. Tadi sih disekitar sini, mungkin bentar lagi dia kesini lagi. Tunggu aja ya bu" Ucap Audy lembut.
Melihat Mama Richo, Lady pun melemparkan senyumnya pada Mama Richo.
" Ada perlu apa ya bu. A,,, " Tanya Lady terpotong dikarnakan Mama Richo telah menangkap sesosok Nisa yang telah berjalan bersama Clarisa dan juga beberapa perawat lainnya.
Saat Nama nya dipanggil, Nisa menoleh sumber suara, yang ternyata Mama Richo denga lambaian tangannya . Dengan senyum manis, Nisa menatap Mama Richo dari jarak jauh.
"Katt, tolong bawa pasien keruangan ortopedi ya, kasi laporan ini pada dokter Steven." Ucap Nisa pada salah satu perawat, lalu menyerahkan beberapa lembar kertas dari pasien yang dibawanya.
" Baik dok" Sahut Katty , lalu membawa pasien itu sesuai anjuran Nisa.
" Yok Cla." Ajak Nisa, lalu mereka sedikit berlari menemui Mama Richo yang tengah menunggu kedatangan Nisa dan Clarisa bersama dengan Audy dan Lady.
"Ibu,,," Ujar Nisa lalu mencium tangan Mama Richo. Begitu juga dengan Clarisa, yang tertunduk hormat padanya.
Melihat wanita parubaya yang menemui Nisa dan Clarisa dengan begitu akrab, membuat Audy dan Lady seakan bertanya, siapa gerangan wanita ini.
Mereka seakan tak Fokus akan pasien yang saat ini mereka tangani.
"Kamu sibuk gak sayang ?"Tanya Mama Richo menatap Nisa.
"Hmm.. Lumayan. Ada apa ya Bu. Ibu perlu apa?, Bisa Nisa bantu?" Sahut Nisa lembut.
"Temani ibu belanja bahan bahan yuk, lusa dirumah ada acara. Kalian datang ya?" Ucap nya lagi menatap keduanya.
"Aduh..Gimana ya" Nisa bingung, tak enak hati untuk meminta izin keluar untuk Urusan pribadi.
__ADS_1
"Udah, sana gih temani. Aku yang gantiin kamu. Tenang aja."Sahut Clarisa dengan senyum mendukung.
" Ayok dong, Ibu gak punya teman untuk diajak. Gak mungkin ajak Richo. Sudah pasti ibu ditolaknya" Alasan Mama Richo membuat asumsi yang tidak tidak.
" Nisa izin ke staf dulu ya Bu, karna sejam lagi Nisa ada jadwal Operasi. Minta ditunda dulu." Pinta Nisa.
"Gak perlu izin. Ibu nanti kabari ke Richo aja, biar dia yang gantiin jadwal kamu ya.?" Sahut Mama Richo enteng, Mendengar itu Clarisa hanya tersenyum lalu menatap Nisa untuk segera ikut.
" Baiklah Bu. "
"Cla.. Makasi ya, aku pergi bentar ya"
Clarisa tersenyum lalu mengangukkan kepalanya.
"Hati hatinya.." Menyalami Mama Richo, yang tengah ingin berlalu pergi bersama Nisa.
Setelah sedikit jauh dari ruangan. Dengan Cepat Audy dan Lady yang berada disamping mereka, seaka ikut juga mendengarkan pembicaraan itu, akhirnya berdiri lalu menanyakan hal itu pada Clarisa.
" Ibu tadi siapa ya dok?" Tanya Lady ingin tahu.
"Mama nya dokter Richo."Sahut Clarisa cuek.
Mendengar itu, dua pasang bola mata mereka saling pandang, tak percaya akan kedekatan antar keduanya.
" Mereka terlihat akrab ya dok?" Tanya Audy kembali.
"Ya..Bahkan sangat dekat. " Ucap Clarisa menatap Audy datar.
"Apa mungkin mereka ada hubungan keluarga ya dok?" Tanya Lady .
"Saat Ini gak da sih, Gak tau nanti kedepannya". Balas Clarisa jutek sambil mengangkat kedua bahunya, yang bermaksud sengaja ingin membuat mereka seakan penasaran , kemudian Clarisa pergi meninggalkan kedua nya yang masih berdiri.
"Pintar juga ya dokter Nisa merayu Mama nya Dokter Richo. Gak cuma anaknya aja yang dia rayu, ternyata semua keluarga nya juga" Cibir Lady.
Mendengar itu, Audy diam tak ikut menambahi. Audy sebenarnya wanita yang baik, selalu berprasangka baik pada orang lain. Entah kenapa, semanjak mengenal Richo dan ber antusias ingin mendapatkannya, dan dengan iming iming dari sesosok Lady membuat dirinya menjadi wanita yang sedikit jahat akan sifatnya.
**Bersambung.
Terima kasih atas dukungannya..
bantu vote nya ya?
Like dan Komennya juga.
sehat selaluuuu**
__ADS_1