KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 22: Cemburu


__ADS_3

Sesuai jam yang sudah ditentukan, Nisa berdiri menunggu Randy didepan parkiran mobil RS . Sampai tak berapa lama dia berdiri, datang Randy membawa mobil hitam yang menghampiri Nisa.


" Maaf ya Nis, buat kamu menunggu"Sapa Randy keluar dari mobilnya karna merasa bersalah.


" Gk kak. Nisa baru juga keluar . Yok kita gerak sekarang?" Ajak Nisa.


Dengan sigap Randy membukakan pintu mobil mempersilahkan Nisa masuk "YOK".


Selang tak berapa jauh dari keberadaan Nisa dan Randy, Richo yang baru juga sampai halaman parkir itu melihat Nisa masuk kedalam mobil dengan laki laki yang tak dia kenal.


"Annisa . Mau kemana dia jam segini?. Siapa laki laki itu?" Ketus Richo didalam mobil, karna tak sempat dia menghampiri mobil yang membawa Nisa pergi.


" Mungkin teman nya dulu. Teman kampusnya.." Pikir Richko yang tak mau memikirkan terlalu jauh lalu masuk kerumah sakit.


Tiba diruangannya, Richo mulai melihat beberapa berkas pasien di RS.


tok tok tok


Terdengarlah suara ketokan pintu ruangan Richo, lalu masuk lah Clarisa dengan membawa beberapa berkas data data pasien yang segera mereka operasi.


"Maaf Prof. Ini data pasien yang harus kita operasi beberapa menit lagi" Serah Clarisa.


"Oh..ia. Letak disni aja. Nanti saya cek kembali". Balas Richo sambil mengkotak atikkan kompernya.


Clarisa bergerak untuk keluar ruangannya.


" Annisa kemana?" Tanya Richo mendadak.


" Kencan. Eh! Bukan.. Annisa tadi izin keluar ada keperluan mendadak katanya". Jawab Clarisa yang sengaja keceplosan. Dia ingin melihat bagaimana ekspresi dan perasaan Richo terhadap Annisa sekarang.


"Oh Kencan. Apa laki laki itu pacarnya sekarang?" Jawabnya lembut sambil membaca isi kertas itu.


"Gimana dok.? Tadi sih dia cuma izin ada keperluan lain" . Jawab Clarisa santai.


"Tadi aku liat didepan dia pergi berdua sama laki laki. Karna kamu jawab tadi kencan, makanya aku tanya apa itu pacarnya?"Tanya Richo sedikit menyidik. Membuat senyum tipis Clarisa muncul, karna telah berhasil membaca wajah Richo saat ini yang sudah mulai terpancing.


"Oh. ia. itu. tadi katanya dia pergi sama Randy, mantan pacarnya 3 tahun yang lalu Prof." Balasnya lagi memancing.

__ADS_1


" Ya udah. Berhubung dokter Nisa ada keperluan lain. Setengah jam lagi kita buka ruangan operasi nya Mrs. Santa. Saya mau beres beres dulu"Jawab Richo lembut dan tak memperpanjang pertanyaan nya lagi.


" Baik Prof." Clarisa pergi meninggalkan ruangan.


"Dokter Richo respect nya gak terlalu ya. Gak kayak biasanya. Sekarang dia makin berubah, makin lembut apa lagi tatapan matanya. hihihi . kalau aja Nisa gak mau. Aku juga mau sama Dokter Richo"Cengingis Clarisa dilorong RS . Sedang Calvin yang melihat kelakuan Clarisa yang aneh sejak keluar dari Ruangan Richo datang menghampiri nya.


"Hei..! Kenapa? Koq ketawa sendiri?" Kaget Calvin.


"Gak. tadi didalam aku buat Dokter Richo cemburu tentang Nisa sama Randy."Jelasnya sambil berbisik.


"Randy? Mantan Annisa dulu? " Kejut Calvin.


" Koq bisa?Tadi sih dengar dari Kylin kalau dia datang ke RS ini, Mau apa dianya? Sekarang mereka kemana?"


" Ia tadi gak sengaja Randy bawa pasien dan ketemu Annisa. Jadi mereka ngobrol terus Randy minta temani kerumah teman lamanya yang disini."


Clarisa berbisik mengecilkan suaranya pada Calvin.


" Terus Dokter Richo liat Nisa pergi sama. Makanya dia sedikit cemburu, dan mulai nanya nanya."


"Wah wah. Apa mungkin cinta mereka kembali lagi. Tapi kalau menurut aku jangan deh. Kalau balikkan kasian Nisa nya. Pasti ke ingat kisah mereka 3 tahun lalu. Tapi kalau udah jodoh mau gimana lagi."


" Tapi kita harus mensuport dengan siapa Nisa berjodoh dan disukainya. Dia gadis baik pasti bertemu dengan yang baik juga". Ketus Clarisa.


" Tapi kalau boleh jujur, aku lebih suka liat Nisa dengan Dokter Richo. Mereka cocok . Apalagi aku liat, setelah Richo mulai dekat dengan Nisa, dia semakin banyak berubah"Jelas Calvin berbisik.


" Sama aku juga cocok koq"Jawab Clarisa tak mau kalah.


" Hmm. Ingat tunangan mu Claa. Mau kamu kemanain? "


" Di Double juga aku terima koq..pake Shift shift an kalau bisa hahah"Tawa mereka pecah dilorong, lalu dengan cepat menutup kembali mulut mereka takut kena tegur.


"Ada ada aja kamu Cla. Belum tentu Dokter Richo mau sama kamu. Udah yuk ah aku mau ke kamar mandi dulu."


"Ya udah sana! Aku mau beres beres dulu. Ada jadwal operasi dokter Richo sebentar lagi. Kalau telat bisa berubah lagi dianya. bye" Sudahi Clarisa lalu pergi menuju ruangan staff untuk membuka ruangan operasi.


***

__ADS_1


Setelah mereka selesai menemui teman lama Randy. Nisa dan Randy berjalan jalan ketempat tempat kenangan mereka dulu. Menikmati angin malam dan bebarapa cemilan dan minuman yang sudah mereka beli dimarket.


Mulai terbawa suasana, Akhirnya Randy mulai bercerita masa lalu yang jalani dahulu. Randy mengingat kan masa masa itu, sedang Nisa hanya tersenyum menanggapinya. Hanya saja dia tak ingin menyinggung perasaan Randy yang saat ini dia anggap sebagai teman biasa baginya.


Cerita demi cerita dia lontarkan, sampai tak terasa Nisa mulai resah dan memintanya untuk mengantarkan pulang ke RS terlebih dahulu untuk mengambil mobilnya.


Tanpa disangaja setelah Nisa dan Randy mengambil mobil Nisa, akhirnya bertemu juga dengan Richo yang jarak mobil mereka tak jauh.


Jantung Nisa berdegup tak karuan, diantara takut ketahuan akan alasannya keluar izin pada Clarisa, tapi malah pergi bersama seorang pria.


"Malam dok? "Sapa Nisa lembut dan kikuk yang masih berdiri disamping Randy.


"Malam. oh ya Annisa. kebetulan jumpa. Besok saya libur 2 hari. Tolong gantikan semua jadwal saya ya?" Pinta Richo selembut mungkin.Seakan tak ada masalah.


" Baik dok. Insha Allah saya usahakan." Balas Nisa hormat.


" Dia siapa?" Tanya richo sambil melirik ke arah Randy. yang sama gaya cool mereka sama persis.


"Oh. ia. Dia teman kuliah saya dok. Baru datang berkunjung". Jawab Nisa memperkenalkan.


Randy langsung menjulurkan tangannya pada Richo "Halo. Randy."


Lalu disambut dengan Richo denga uluran tangannya." Richo. senang kenal dengan mu"


"Kalau gitu saya pergi luan. Annisa kamu hati hati dijalan" Pesan Ramah Richo yang masih tak rela meninggalkan Nisa bersama Randy sang mantan nya dahulu.


"Baik dok. Insha Allah. Dokter juga hati hati"Jawab Nisa lembut.


Richo hanya membalas dengan senyum manis sambil menelan pahit yang dirasa saat ini.Dia pun mulai pergi meninggalkan Randy dan Nisa melaju arah pulang kerumah orang tuanya.


Begitu juga dengan Nisa dan Randy, karna hari semakin larut. Mereka memutuskan untuk segera pulang kerumah masing masing.


***TERIMA KASIH PARA READERS SEMUANYA..


SUDAH KASIH SEMANGATNYA..


JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAKNYA YA..

__ADS_1


LIKE ,COMENT DAN KALAU BISA VOTE NYA JUGA.


HEHEH***


__ADS_2