KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 64 : Kekesalan Rossa


__ADS_3

Richo menyantap bekal siang nya yang terasa nikmat baginya, yang hanya dengan tambahan beberapa kata dari tulisan Annisa untuknya.


Tak henti henti senyumnya itu terpancar dibibirnya. Bahkan tiap kali menyantap sendok persendok makanan nya, selalu menatap ulang dan membaca lagi dan lagi isi dari tulisan itu.


Hingga tiba tiba,,,


Cekrekkk..!!!


Pintu ruangan Richo tiba tiba terbuka tanpa ada suara ketukan lebih dulu dari sang tamu.


Setengah terkejut, Richo menatap ke arah pintu yang ternyata Rossa sudah masuk ke ruangan nya itu.


Dengan wajah serius, bahkan terlihat Aura ke marahan dari wajah Rossa setelah mendengar berita tentang pernikahan Richo dengan Annisa yang sudah menyebar di RS.


"Ada apa Ross..?" Tegur Richo memandang Rossa dengan wajah kesalnya.


Tak menjawab, Rossa akhirnya mendudukkan dirinya dengan kasar dikursi tepat di depan Richo.


Matanya mulai terlihat gusar bahkan sempat melirik Kertas kecil yang berada ditangan kiri Richo .


Hatinya bahkan lebih membara saat dirinya membaca isi kertas tersebut.


"Kamu jawab jujur Rich... Apa gosip di luar itu benar!"


Ucap Rossa dengan menahan amarahnya.


" Bahwa kamu sudah menikah dengan Annisa?"


" Kenapa Rich. Kenapa?"


"Kenapa kamu tega sama aku. Kamu kan tau Rich, dari dulu aku sudah suka sama kamu."


" Tapi kenapa kamu tak pernah membalas cinta ku, malah sekarang menikah dengan wanita lain ! " Ucap Rossa menggebu gebu mengungkapkan kekesalannya selama ini pada Richo.


Mendengar pengakuan dari Rossa, Richo ter diam memikirkan kata untuk menjawab semua pertanyaan dari Rossa agar tidak menyakiti hatinya.


"Maaf Ros. Sedari dulu juga aku sudah katakan pada mu. Bahwa aku tidak mencintai mu"


" Hubungan kita juga hanya sebagai teman kerja, gak lebih."


" Bahkan aku juga tidak pernah menjanjikan yang bukan bukan pada mu Ross. Kenapa kamu semarah ini sama ku? " Sahut Richo lalu melanjutkan dengan makan siangnya.


"Huh!! Tega kamu Rich...!" Dengus Rossa dengan kesal seakan tak terima bahkan menahan sesak didalam hatinya.


"Ternyata pengorbanan perasaan ku selama ini sia sia untuk mu. Aku bahkan rela menutup perasaan ku pada orang lain berharap bisa bersama mu Rich."


" Aku tak pernah meminta nya Ross..." Jawab Richo seadanya dengan santai.

__ADS_1


"Tapi kenapa harus Annisa Rich. Kamu kan tau kalau aku tidak menyukai wanita itu."Ujar Rossa kesal.


" Kenapa aku mesti menikahi wanita yang harus kau sukai dahulu Ros..? Hubungan kita apa? " Sahut Richo mulai kesal.


" Aku menikahi Annisa karna sedari dulu aku sangat mencintainya. Bahkan kamu juga tau itu!" Ucap Richo lagi .


Mendengar pengakuan Richo, Rossa semakin geram bahkan sempat menahan butiran air mata yang ingin segera meluncur.


Tak hanya mereka yang tahu, bahkan semua orang yang bekerja di RS itu juga tahu kalau sedari dulu Rossa sangat mencintai Richo.


Mengharap, dan menahan suatu hari nanti hati Richo dapat luluh dengan ketulusan hati Rossa dalam penantiannya.


"Ingat ya Rich...Sampai kapan pun aku gak bisa terima atas pernikahan kalian ini. Gak akan!"


" Aku harap kalian tak bahagia atas pernikahan kalian Richo.! Ucap Rossa dengan amarahnya.


"Cukup Ross!. Kamu keluar lah dari ruanganku, kalau masih mengumpat atas pernikahan ku dengan Annisa." Ucap Richo mencoba mengalah.


" Aku masih gak menyangka sama kamu Ross. Ternyata begini ucapan dari seorang teman untuk memberikan selamat atas kebahagian pada ku. "


" Terima kasih Ross. Kamu keluarlah.." Ucap Richo lagi dan lagi lalu mengalihkan pandangannya pada Rossa.


Mencoba bersabar atas ucapan Rossa pada nya. Hingga akhirnya Rossa meninggalkan ruangan itu dengan sejuta marah dan kesal atas kata kata Richo padanya. Hingga dia berjalan cepat lalu menutup dengan keras pintu ruangan Richo.


Melihat reaksi Rossa, Richo mencoba menahan dan menenangkan amarahnya dalam kesendiriannya.


Masih dengan amarah yang menyelimuti nya, Rossa pun berjalan menghampiri Annisa yang tengah tertawa bahagia bersama ke tiga temannya.


Dengan sengaja , Rossa menabrak Annisa hingga tubuhnya terdorong kearah Clarisa. Bahkan dengan spontan saja Clarisa menahan nya, begitu juga dengan Calvin dan Kylin yang ikut menyaksikan aksi kesengajaan Rossa pada Annisa.


" Auwww..!" Rintih Nisa saat tubuh nya mendarat tepat di samping Clarisa.


Rossa seketika menyunggingkan senyum tipis di ujung bibirnya, menatap Annisa yang tengah berdiri disamping Clarisa.


Tak ingin diam, Clarisa yang melihat kesengajaan Rossa, akhirnya ikut mendorong kembali tubuh Rossa seakan tak terima.


" Hehh!! Maksud kamu apa Clarisa!" Bentak Rossa seakan tak terima.


"Maaf. GAK SENGAJA!" sahut Clarisa menatap mata Rossa dengan mata elang milik Clarisa. Begitu juga Kylin dan juga Calvin yang tengah menyaksikan peraduan sengit di antara keduanya.


" Ayok Nis kita pergi." Ajak Clarisa.


" Hmm." Angguk Annisa, seketika Kylin sigap mengandeng lengan Annisa. Hingga mereka bertiga berlalu meninggalkan Rossa yang masih berdiri terpaku dalam amarahnya.


"Kurang ajar kalian semua. " Caci Rossa menggebu.


" Awas aja kalian semua!" Celetuk rossa yang masih dengan amarahnya.

__ADS_1


***


Sesampai diruangan para pasien,


"Makin keterlaluan kamu Rossa. " Gumam kesal Clarisa menggandeng lengan Annisa.


" Gak ada yang sakit kan dok.."Sahut Kylin menatap Annisa.


Annisa hanya menggeleng, dia bahkan tak menyangka ternyata Rossa semakin memperlakukan dirinya dengan kasar setelah mengetahui akan pernikahan dirinya dengan Richo.


" Kamu yang sabar ya Nis, jangan dia ambil hati masalah tadi."


" Kamu fokus kerja aja dan fokus belajar menjadi istri baik untuk dokter Richo. " Ujar Calvin mencoba menenangkan.


"Sabar?. Jangan di ambil hati?. Maksud kata kata kamu apa kak?" Sahut Clarisa mendengar ucapan Calvin seakan tak terima.


Bahkan Kylin selaku pacar Calvin juga menatap kesal ke wajahnya.


" Maksud dokter Calvin apa ngomong begitu. Dokter belain wanita itu?. Apa dokter suka dengan wanita jadi jadian itu. Hah!" Potong Kylin kesal.


" Gak!. Gak Gitu.." Ucap Calvin terpotong.


" Ia Dok. Aku ngerti."


" Udahlah aku gak kenapa napa koq. Mungkin dia belum terima aja kalau aku sudah menikah dengan Richo." Potong Annisa yang sudah mengerti perlakuan Rossa padanya.


" Gak bisa gitu Nis, kalian menikah kan atas dasar suka sama suka. Kenapa dia yang marah dan gak terima. Emang dia siapa?" sahut Clarisa mulai kesal.


" Hmmm." Balas Kylin mendukung, sedangkan Calvin tak berani ikut andil kembali.


" Biarlah Cla.. Yok lanjut kerja, kasian dokter yang lain, mereka juga butuh istirahat " Sahut Nisa berjalan menemui beberapa pasien.


Melihat perubahan sikap Annisa, mereka hanya menatap dari kejahuan lalu melanjutkan kembali pada kerjanya.


***


Malam, selepas jam pulang kerja. Annisa yang masih berdiam diri diruangannya akhirnya dikejutkan akan kedatangan Richo .


Tanpa mengetuk pintu terlebih, seketika Richo menghampirinya lalu memeluk Annisa dari belakang. Tersontak Annisa menoleh ke arah Richo lalu tersenyum melihat kedatangan Richo keruangannya itu.


" Apa kamu sibuk seharian ini . Sampai sampai tak sempat mampir keruangan ku?" Ucap Richo mencium pipi kanan Annisa.


Annisa pun tersenyum, lalu memutarkan kursinya lalu menghadapkan dirinya ke arah Richo. Menuntunnya agar duduk disofa yang tak jauh meja kerjanya.


BERSAMBUNG


SEHAT SELALUUUU😍😍

__ADS_1


__ADS_2