KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab Kesembilan


__ADS_3

Ke esokan harinya, seperti kesepakatan antara Richo dan Annisa tentang bekal siang. Annisa hanya memesan delivary langganannya untuk sarapan pagi begitu juga waktu siang.Dikarna kan sibuknya kegiatan di RS membuat Annisa tak sempat pulang ke rumahnya untuk memasak.


Annisa pun mulai masuk keruangan Richo dengan mengendap endap, karna dia tahu bahwa Richo tidak diruangannya karna adanya jadwal operasi. Dia membawa kotak nasi dan lauk dengan 1 buah apel yang ranum. Meletakkan diatas meja Richo , lalu merapikan ruangan kerjanya. Dan tak lupa dia membuat note diatas kotak nasi.


" Maaf, saya tidak masak hari ini, karna ada jadwal malam. Annisa." Tulisnya.


Setelah semua nya cukup, Annisa pun keluar dari ruangan Richo, dan mulai berkumpul dengan ketiga temannya dimeja makan kantin dan membahas apa yang membuat mereka tertawa bahagia.


Richo memasuki ruangannya, yang seketika matanya langsung melihat kotak bekal dari Nisa. Dia pun membaca note darinya, yang malah membuatnya senyum senyum sendiri. Hingga akhirnya Richo mulai memakan bekal dari Annisa.


"Enak juga."


"Koq selera nya, selalu pas juga dilidah ku ya?"


"Ya walaupun ini tidak seenak masakan dia kemaren." Cetus Richo sambil melahap makanannya.


Setelah selesai makan, Richo pun lanjut untuk melakukan kegiatan nya begitu juga dengan yang lainnya.


Sore hari sebelum pulang , para dokter mengadakan rapat, dan sebelum datang Prof. Dr.Glen Edward, ketua sekaligus pemilik RS yaitu ayah nya Richo kedalam ruangan. Masing masing dari mereka sibuk dengan urusannya masing masing, begitu juga Annisa, Clarisa, Calvin, Barack dan Rino. Mereka sibuk membahas untuk acara ulang tahun dokter Rossa.


" Dokter Annisa pergi gak?" Tanya Barack.


"Ke pesta dokter Rossa?" Sahut Annisa.


Barack pun mengangguk cepat.


" Pergi" Jawab Nisa santai sambil bercerita lagi dengan Clarisa.


" Wah ..Sama siapa? Bareng yuk?" Sambut Rino.


"Udah sama saya" Jawab Calvin cepat.


"Yahhh..." Jawab Rino dan Barack kompak.


" *Ke*napa dia pergi juga ya?, bukannya selama ini Rossa selalu tidak suka sama Annisa?" Gumam Richo yang juga mendengarkan percakapan mereka, yang duduk tepat didepan Annisa.


"Kenapa aku gak ingin kalau Annisa datang keacara Rossa ya? Ah.. Sudahlah akhir akhir ini fikiranku semakin kacau."


Tak lama mereka bercerita, dokter Glend datang lalu berdiri ditempat yang sudah disediakan. Guna menyampaikan maksud dari rapat para pimpinan negara, perusahaan dan pihak beberapa RS yaitu melakukan penyuluhan atau menjadi relawan kebeberapa pelosok negara yang kekurangan bahkan jauhnya dari daerah RS, yang selama 2 bulan lamanya.


Banyak diantara mereka ber antusias untuk pergi, dengan alasan untuk mencari pengalaman dan juga untuk membantu sesama. Namun ada juga yang takut kalau namanya masuk dalam daftar.

__ADS_1


" Jangan aku tuhan..Aku lelah dikirim terus, aku ingin fokus nikah tahun ini. Amin" Doa Calvin yang tak ingin namanya kelak termasuk dalam daftar.


" Mudah mudahan nama aku ada dalam daftar ya Allah" Jawab Annisa .


" Dengarkan tuhan, Annisa saja kirim jangan saya, dia masih muda." Doa Calvin kembali, membuat yang lain tertawa.


" Hus!! Kompak dong. Kalau bisa nama kita masuk dalam daftar semua, agar refreshing sedikit otaknya. Jangan disini terus, sesekali ganti pasien lain, sekaligus amal juga, ya kan Nis??" Celoteh Clarissa.


" Yuppss betul! "


"Dengar dengar, katanya laki laki di negara X itu tampan tampan loh?" Bumbu Clarisa.


"Yeeee.. Masa sih" Sambut Annisa tak kalah antusiasnya dalam mencari jodohnya.


" Ia... Mana tau jodoh kalian masih ada disana. Gadis gadisnya juga cantik cantik, tapi mereka masih kurang perhatian dari pemerintahnya makanya tim kesehatan kita akan dikirim kesana".


"Ia yah? " Sambut Barack memahami.


" Tapikan dokter Clarisa sudah bertunangan, kenapa semangat untuk masuk dalam daftar?" Tanya Rino.


"Kan belum menikah, masih bisa lah liat liat dulu heheh" Jawab Clarisa ganjen.


"Yeeee " Kompak Rino, Barack dan Calvin.


" Ingat jaga hati !. Kalau kami kan masih bebas, bebas liat liat yang lain, gitu" Jelas Annisa tak mau kalah, yang langsung didukung Barack dan Rino.


"Bercanda sayang, jangan ceritain ke Joseph ya ya ya?" Rayu Clarisa pada Annisa sambil merapikan jilbab Annisa.


" Kalian aja yang pergi, biarkan aku disini menjadi super hero di RS ini" Lagak Calvin dengan tangannya yang hendak terbang.


" Arrrggg.." Balas semuanya.


" Yok pulang!Aku mau bersih bersih dulu nih ke acara ultah nya Rossa. Disana pasti banyak gadis gadis cantik seperti model. Annisa cepat dandannya ya! Jangan sampai kitaa ketinggalan satu acara pun disana. Dan tolong nanti pilihkan wanita mana yang cocok untuk ku". Pinta Calvin dengan percaya diri.


" Ahh.. Yok Barack pulang!. Jangan sampai kita didahului dokter Calvin disana" . Ajak Rino sambil meninggalkan.


" OKE" Lalu disusul oleh Barack.


" Di obralan banyak yang cocok sama kamu dok! Yok Nis pulang!". Canda Clarisa.


"Oke"

__ADS_1


"Oh iya,, jam 7 jemput ya."Sambut Nisa menyusul langkah Clarisa meninggalkan ruang rapat.


"Oke "Balas Calvin.


***


Sesuai perjanjian, Annisa dan Calvin tiba dipesta perayaan Rossa. Ramai teman teman Rossa menghadiri pesta, bahkan bak model dan berbagai model baju serba terbuka. Hanya Annisa saja yang memakai baju gaun berbentuk gamis dengan hijab yang terlilit dibagian lehernya, yang membuat dia terlihat anggun.


Tapi banyak diantara para tamu undangan yang menatap aneh pada Annisa , walaupun itu sudah dianggap biasa bagi Annisa, dikarnakan penampilannya berbeda dari yang lainnya.


" Yok nis, kita samperin dokter Rossa. Sekalian banyak ntuh teman teman ceweknya" Ajak Calvin, dan Nisa hanya menuruti langkah Calvin Disampingnya dengan menjinjing sedikit roknya.


"Selamat ulang tahun dokter Rossa, wish u all the best" Sapa Calvin pada Rossa.


"Terima kasih, kak Calvin. Oh kakak datang sama dia?" Sambut Rossa lalu memandang sinis pada Annisa.


"Ia dok"


" Selamat ulang tahun dokter Rossa, sukses dan sehat selalu" Jabat Nisa dengan senyum manisnya, lalu dengan cepat Rosa melepaskan jabatan tangannya terhadap Annisa.


" Terima kasih"


" Ooh ya, nikmati hidangan dan pestanya ya. " Balas Rossa yang ingin pergi meninggalkan mereka.


Seketika langkah kakinya terhenti, karna melihat kedatangan Richo yang tampa diduga sebelumnya oleh Rossa.


" Oh my god. Richo??" Senyum sumringahnya Rossa.


Dan begitu juga para teman teman rossa terpukau dengan ketampanannya malam ini. Entah angin apa yang membawa dia datang ke acara ultah nya Rossa.


" Selamat ulang tahun Ross. Wish u all the best" Ucap Richo.


Rossa yang sangat kegirangan dan langsung menggandeng lengan Richo, yang terkadang Richo malah melirik Annisa yang sedari tadi hanya melemparkan senyum manisnya yang selalu memainkan hpnya. Karna sudah menjadi rutinitas malam baginya untuk chatingan dengan Imam yang ada di indonesia, yang dia harapkan menjadi jodohnya.


" Nis, cari cemilan yok?" Ajak Calvin.


"Ayok"


Mereka menuju tempat makanan dengan berbagai cake, minuman dan buah buahan. Sedangkan Nisa hanya memilih beberapa buah segar, lalu meletakkannya kedalam piring kecil lalu mencari tempat duduk, untuk langsung melahapnya..


Teman teman bantu like, coment, rate dan vote ya...

__ADS_1


terima kasih ....


__ADS_2