KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 34: Pasrah


__ADS_3

Diruangan Clarisa.


Nisa datang menghampirinya dengan membawa beberapa cemilan nya, karna memang dia hobi ngemil disela sela waktu lenggangnya.


"kayak gak semangat hidup sekarang kamu Nis, kenapa?, Apa sekarang UGD sudah terlalu ramai?" Sapa Clarisa melihat Nisa memakan cemilannya sambil merebahkan dirinya disofa.


" Entah lah Cla...Akhir akhir ini pikiran ku kacau. Baru seminggu udah kangen sama dokter Calvin dan Kylin." Jawab nya Lesu.


" Rindu mereka berdua atau...Yang satu lagi??". Ejek Clarisa yang mengarah kan pembicaraan mereka pada Richo.


"Jangan mulai lagi deh Cla..".


"Masak kamu gak Rindu dia. Biasanya kalau dia disni, serame apa pun UGD, sesering kali masuki ruang operasi tetap aja kamu semangat, gak uring uringan begini?." Jelas Clarisa sambil menjalan kursi nya menghadap Nisa.


" Aku malas ngarepin cintanya Cla, karna faktanya dia memang tidak menyukai ku".


"Sakit memang mengharap sesuatu dari manusia, karna kalau hasil nya tidak sesuai, itu sangat menyakitkan." Ungkap Nisa kesal sambil menutupkan jilbab nya keseluruh wajahnya.


" Heiii sabar dong sayang .." Menyingkap kembali jilbabnya itu.


"Yakin lah. Waktu dekat ini pasti kamu menemukan jodoh mu" Ungkap Clarisa kembali.


Nisa hanya diam sambil memejamkan matanya karna seharian dia sudah sangat lelah.


" Oh ia..Kita VC Kylin yok...Tanya kabar mereka, kangen tau." Ajak Clarisa mengambil Hp yang dia letakkan diatas meja kerjanya.


Nisa mendengar ajakan sahabatnya itu hanya membukakan kedua matanya dan tetap pada posisi tidurnya.


Beberapa menit, dia mulai menghubungi Kylin yang di ujung sana, masih dengan suasana tengah malam sedangkan di sidney menunjukkan sore hari.


" Hai sayang ..Gimana kabarnya disana?" . Sapa Clarisa menghadapkan wajahnya dan juga Nisa pada gawai nya itu.


"Hai dok...Kangennn hik hik hik." Sambut Kylin dengan manjanya.


" Dokter Nisa kenapa?.Sakit?" Tanya Kylin heran.


"Kecapean katanya. Karna kalian gak ada jadi dia sering kerja sendiri." Ucap Clarisa.


"Ky..Kangen. Pulang dong. Kita jalan jalan yok?". Sambut lemas Nisa sambil duduk .


"Bentar ya dok. 3 minggu lagi kita jumpa."


" Oh ia dok. Aku mau cerita tentang dokter Richo nih,?" Kata Kylin dengan ragu.


Walau dia tidur sendiri dikamarnya, Tetap saja dia berbicara pelan pelan, takut ada yang mendengarkan pembicaraannya lewat telponnya itu.


" Apa apa!. Tau aja kami butuh info" Sambut Clarisa memasang pendengarannya.


Sedangkan Nisa hanya bersikap biasa aja, dia sedikit lelah mengharapkan cinta dari seseorang yang belum tentu mencintai nya juga. Mulai sekarang dia hanya ingin fokus melupakan Richo dan mulai menemui jodohnya.


"Dokter Nisa gak penasaran?" Tanya Kylin lagi melihat ekspresi wajahnya di layarnya.

__ADS_1


" Lanjut aja sayang ceritanya" Sambil memakan cemilannya kembali.


" Ia udah lanjut Ky.." Sambut Clarisa.


" Ya udah deh. aku Lanjut ni."


" Dokter Richo disini jadi idaman gadis gadis lho dok." Ucap Kylin lagi.


" Ah. Dari dulu kan memang ia Ky. disni juga masih banyak yang tergila gila denganya. Wajar dong kalau disana juga banyak". Jawab Clarisa.


"Selain kami tim medis yang menjadi relawan, ternyata pemerintah juga Ngirim Mahasiswa dari kampus X utk jadi relawan."


" Kampus itu kan , kampus aku waktu S1 kedokteran ." Potong Nisa.


" Ia. Tapi ada yang lebih buat aku gak suka dok. Ada seorang mahasiswi yang mulai dekati dokter Richo, dan Dokter Richo juga keliatannya walcome gitu. Ih sebel!" Celoteh Kylin.


Deggg Jantung Nisa bergetar mendengar perkataan Kylin, walaupun dia mulai berhenti berharap, tapi hatinya masih kecewa mendengarnya.


"Ih koq gitu sih Ky.." Ucap Clarisa sambil menatap iba sahabatnya itu.


" Ia dok. Jadi malas tinggal lama lama disni, Aku mulai curiga liat cewek itu. kadang Sok ramah sama semua orang. Bahkan banyak cowok cowok disini yang suka sama dia, Ya termasuk dokter Calvin."Dengan Nada kesal.


" Udah lah Ky. Jangan curigaan sama orang. Gak baik. Mungkin cewek itu memang ramah dan baik sama semua orang. Makanya orang orang suka juga dengan dia." Ucap Nisa lembut seakan pasrah.


"Semoga aja dok. "


" Ya udah Ky. kamu istirahat aja sana, pasti disana udah malam banget kan?" Ucap Clarisa menyudahi.


" Ia kesayangan ku" Sambut Clarisa.


"Sehat selalu" Ucap Nisa melambaikan tangannya kelayar.


Layar panggilan itu selesai, Clarisa pun meletakkan kembali gawainya kemeja kerjanya, dan mulai menatap dalam kewajah Nisa.


"Kenapa?" Tanya Nisa melihat tatapan Clarisa.


" Kamu pasti kecewa dengar gosip dari Kylin tadi kan?".


" Jujur sih ia. Tapi syukur deh, sekarang aku jadi tau gimana dengan sikap ku sekarang." Ucap Nisa sebenarnya berbohong.


"Fokus kerja, Fokus dengan seorang seseorang yang memang benar benar ingin menikahi ku kelak. Heheh fighting!" Ucapnya lagi.


" Syukur des Nis, kamu akhirnya semangat lagi" Ucap Clarisa melihat sahabatnya itu bangkit semangatnya.


Setelah lama mereka membahas, akhirnya mereka kembali pulang beristirahat.


Selepas membersihkan diri, Nisa pun Sholat magrib setelah itu dia mendengar beberapa Bunyi dari hp nya, yang menandakan beberapa pesan


Dia pun malas untuk melihatnya, Karna dia selalu mengira andai penting pasti orang itu melakukan panggilan bukan sekedar Chat.


Nisa mulai melanjutkan dengan mengaji dan zikirnya untuk mendapatkan waktu shalat Isya.

__ADS_1


Hingga setelah dia melakukan Shalat Isya, dia bergegas mengambil gawainya di kasur empukknya. Lalu menjatuhkan tubuh nya itu.


"Assalamualaikum Nisa." Ternyata pesan dari Imam.


" Waalaikum salam Mam. Tumben. Ada apa?" .Send.


" Gak ada Nyapa aja, Gimana kabar kamu Nis, sehatkan?.Heheh"


"Oo Alhamdulillah sehat. Perasaanya aja yang kurang sehat Mam. Heheh." Send.


"Kenapa?.Gimana dengan Richo?. Lancar kan belajar agamanya"


" Hmm. Lancar koq. Bahkan dia sangat fasih dengan ayat ayat. Karna dia juga sering menemui paman Fahri untuk terus belajar." Send.


" Alhamdulillah Syukur deh. Oh ya? Koq belum dijawab? Tentang perasaan kamu tadi. Emang kenapa?"


" Haha gk papa. Bercanda tadi." Send.


"Nis, aku boleh Jujur?"


" Apa?". Send.


Sedikit gusar masih penasaran akan Imam. Nisa pun mendudukkan tubuhnya lalu menyenderkan tubuhnya di dinding kasur nya.


"Apa kamu sudah ada yang mengkhitbah?".


"Belum Mam. Kenapa nanya seperti itu?" Send.


Tak berapa lama Nisa mengirim pesannya, Imam pun mulai menelpon Nisa. Sontak hati Nisa bertanya tanya apa maksud dari pertanyaan Imam.


" Assalamualaikum Nis." Sapa Imam lewat telepon.


" Waalaikumsalam Mam. Ada apa nanya Gitu imam, mau menjodoh jodohin aku ya?" Canda Nisa.


" Sok tau kamu Nis. "


Lalu Imam pun terdiam seakan Ragu ingin mengungkapkan isi hatinya yang selama ini dia pendam.


" Nis, Kamu mau gak, kalau aku datang ke kekuarga Mu, bermaksud ingin melamar mu?" . Ucap Richo.


**BERSAMBUNG..


Terima kasih teman teman....


Jangan Lupq LIKE nya yaaaa


COMENT juga dikolom bawah.


FAV , dan VOTE juga bowleeehh


Sehat Selaluuu🄰**

__ADS_1


__ADS_2