KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 53: Permintaan Maaf


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Dengan rasa percaya diri yang penuh, Nisa berjalan menelusuri tiap lorong menuju ruangannya. Disaat Annisa berjalan menuju tempat nya, yang tanpa disengaja Richo tengah ingin membuka pintu ruangannya, untuk masuk kedalam.


" Annisa..." Panggil Richo disaat dia melihat Annisa berjalan menuju ruangan pribadinya.


Mendengar dan melihat keberadaan Richo di depan pintu, lalu Annisa datang menghampiri dengan mencoba menenangkan hatinya.


"Ya dok,,," Sahut nya lembut tapi tak menatap mata Richo, dia hanya melemparkan pandangannya hanya kelantai.


"Hmm, Apa kamu baik saja hari ini ?" Tanya Richo sedikit ragu.


" alhamdulillah dok." Balas Nisa singkat.


"Kenapa kemaren kamu tidak hadir?" Tanya Richo kembali .


"Maaf dok, kemaren ada keperluan mendadak"Jawab Nisa berbohong.


Yang padahal Annisa seharian penuh hanya berdiam diri dikamarnya, dengan memikirkan berbagai hal.


"Oh.." Jawab Richo singkat. Serasa bingung pertanyaan apa lagi selanjutnya yang akan dia lontarkan.


"Ada lagi dok?" Tanya Nisa menyudahi ingin cepat berlalu.


"Nisa. Kemaren . Aku,," Ucapan Richo terbata lalu terhenti.


"Maaf kan saya, atas kelalaian kemaren dok." Potong Annisa cepat yang tak ingin Richo mengungkapkan nya lagi.


" Bukan itu Annisa. " Sahut Richo.


"Aku ingin minta maaf sama kamu. Aku terlalu emosi menanggapi masalah itu. "


"Maaf dengan kata kata kasar ku waktu itu."Ucap Richo lagi dengan nada lirih.


Mendengar itu, Annisa mulai menatap Richo yang telah menunjukkan penyesalannya.


"Gak papa dok. Saya faham situasi dokter saat itu." Ucap Nisa lembut bahkan dengan senyum manis dibibirnya.


"Dari masalah kemaren saya banyak belajar. Bahwa kelalaian seorang dokter, ternyata juga bisa melenyapkan nyawa seseorang."


"Ya walaupun itu, memang sudah jalan takdir nya jika harus terjadi." Ucap Nisa lagi mencoba setenang mungkin.


Mendengar itu, Richo hanya mengangguk seakan mengerti maksud dari kata kata Annisa.


"Saya izin ke ruangan saya dulu. Permisi" Izin Nisa meninggalkan Richo sendiri yang masih berdiri didepan pintu ruangannya.


Richo memasuki ruangan kerjanya, hatinya pun sedikit tenang setelah berjumpa bahkan sudah meminta maaf dari Annisa. Hanya saja, dia merasa Annisa mulai menjauh darinya. Mungkin inilah balasan yang akan dia terima saat ini, dikarnakan dengan emosinya waktu lalu.


***


Jam istirahat, Annisa hanya menghabiskan waktu makan siang nya hanya diruangan Pribadinya.


Menyadari ketidak hadiran Annisa bersama 3 sahabat nya itu, hingga Akhirnya Calvin, Clarisa dan Kylin pun datang memasuki tempat dimana Annisa berdiam diri dengan Bekal dan juga meja komputer nya.

__ADS_1


"Hai sayang.. Gimana kabar nya" Ucap Clarisa manja lalu mulai mencium pipi Annisa.


" Ihh Claa..!" Sahut Nisa mendorong bibir Clarisa saat hendak mencium pipi sebelahnya.


Calvin pun mendudukkan dirinya dimeja kerja Nisa, sedangkan Clarisa dan Kylin duduk disofa milik Nisa.


"Kenapa gak makan dikantin Nis, Kami tunggu tunggu eh ternyata kamu masih disini." Ucap Calvin.


" Ia dok, aku lagi males hari ini. " Jawab Nisa seadanya.


"Kamu gak sakit kan Nis" Tanya Clarisa.


" Andai dokter Nisa sakit gara gara kejadian kemaren. Aku buat perhitungan ntuh sama mereka berdua!" Ucap Kylin seakan menggebu gebu.


" Apaan si Ky,,Aku sehat koq" Jawab Nisa sambil meletakkan tangannya dikeningnya.


"Lagian apa sih kamu. Buat perhitungan segala. Emang sama siapa?" Tanya Nisa.


Mencoba mengatur napas, Kylin pun mulai menceritakan semua apa titik permasalahan yang menimpa dirinya. Yaitu atas ulah dari Audy dan Lady yang menjebak diri nya agar Dia dan Richo saling membenci.


Mendengar penjelasan dari Kylin dan Clarisa, Annisa hanya terdiam memikirkan. Dia masih tak menyangka, ternyata gadis seperti Audy sanggup melakukan hal seperti itu untuk mencari simpati dari Richo.


" Gimana dok. Apa kita laporkan aja mereka berdua, biar mereka keluar dari RS ini. " Ucap Kylin semangat.


Calvin dan Clarisa hanya diam seakan menunggu apa yang menjadi keputusan Annisa.


Melihat semangat Kylin, Annisa hanya tersenyum lembut, ternyata sahabatnya masih perduli padanya.


"Biarin ajalah Ky, Cla. "


"Andai aja aku liat dengan teliti waktu itu, pasti semua gak terjadi. Lagi pula pasiennya juga sudah selamat koq" Sahut Nisa kembali meredam kan emosi Kylin.


" Ih Dok. Kalau mereka dibiarkan gitu aja, bisa bisa kedepannya mereka berani buat hal yang sama pada pasien lain. "Ucap Kylin yang masuk akal bagi Nisa.


" Bener sih Ky, yang kamu ucapkan itu, tapi apa pihak RS percaya dengan omongan kamu?. Kita kan gak punya bukti." Potong Calvin.


Menyingkapi itu, Annisa diam memikirkan sejenak. Sedang Clarisa, tak ingin memperkeruh suasana dia hanya menyimak apa mereka ucapkan. Sehingga matanya menatap layar monitor milik Annisa.


" Kamu ngetik Apa Nis??" Tanya Clarisa, setengah berdiri untuk membacanya isinya.


" Kamu mau Risign!" Ucap Nya lagi.


Nisa hanya diam lalu tersenyum menatap Clarisa.


"Dokter Risign ini beneran?. Kan Nikahnya gagal. Kenapa risign sih." Potong kylin pula yang menunjuk layar.


" Apa kamu Risign dengan perkara kemaren ??" Ucap Calvin pula.


Mendengar tiap tiap pertanyaan dari ketiga nya, Nisa hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Seketika dia menekan ENTER untuk mengeprint surat yang baru dia buat.


Setelah kertas itu keluar, Annisa menanda tangani yang tercantum atas namanya.


" Aku ingin pulang kekeluargaku, dan ingin mendapatkan kerja disana. " Ucap Nisa mencoba menahan kesedihannya yang sudah menjadi keputusannya.

__ADS_1


"Nisa,,, kalau aku rindu kamu gimana" Ucap Clarisa mencoba merayu dan memeluk Annisa.


" Dok, jangan Risign dong. " Ucap Kylin


"Kalau kedua wanita itu penyebab Dokter Risign, aku rela koq menjambak dan menghajar keduanya. "Ucap Kylin lagi meramas tangan Annisa.


" Pikirkan sekali lagi Nis akan keputusan kamu ini, jangan cepat ambil kesimpulan di saat kamu ada masalah." Imbuh Calvin.


Mendengar itu, Nisa tersenyum dan sedikit terkekeh mendengar ucapan Kylin.


"Sudahlah, kalau rindukan kita bisa Vidio Call berempat.."


" Dan masih ingatkan Cla, kalau kita sudah punya keluarga kecil, kita akan jodohkan anak anak kita nanti." Ucap Nisa mencoba mengingatkan lalu bercanda.


Mendengar itu Clarisa mulai tersenyum, lalu melepaskan pelukannya.


Setelah haru pilu mereka luapkan, akhirnya mereka ber empat balik dalam kerjanya. Sedangkan Annisa, dengan membawa kertas yang sudah terselimut Amplop putih, dia pun menuju ruangan ketua yaitu Dr. Edward.


" Maaf dok, mengganggu. " Ucap Nisa setelah memasuki ruangan itu.


" Ya, Ada apa Nisa?"Tanya Dr. Edward yang masih sibuk dengan beberapa kertas yang bertumpuk dimeja kerjanya.


Nisa mulai menyodorkan amplop putih miliknya, lalu Dr. Edward pun mulai membaca isi dari surat itu.


" Kamu mau mengundurkan diri?" Tanya Edward.


" Ia dok."


"Alasan apa lagi kamu mengundurkan diri Nisa. Apa ada masalah dalam kerja mu?" Tanya Edward yang sudah mengetahui masalah annisa dari istrinya.


" Saya ingin pulang kenegara saya dok. Bersama keluarga saya" Jawab Nisa lembut.


Mendengar alasan Nisa, Dr. Edward hanya terdiam tak ingin mempertanyakan alasannya itu.


" Baik lah kalau begitu. Mulai kapan kamu akan berhenti bekerja Nisa, ?"


" Besok dok.."


" Baik lah. Ini akan saya proses. Kamu keluarlah dulu"


" Baik dok."


Nisa berlalu meninggalkan ruangan itu dengan hormat, lalu memulai kerja kembali seperti biasanya.


****


Setelah mendengar kabar dari ayah nya, Richo pun datang menghampiri Annisa. Dia mencari diruangan Annisa yang ternyata tempat itu mulai rapi dengan beberapa barang milik Annisa yang sudah tersusun di dalam box.


**BERSAMBUNG,,,


Terima kasih.


Jangan lupa Like coment dan Vote nya ya?.

__ADS_1


Sehat selalu**


__ADS_2