KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 19: Belajar part 1


__ADS_3

"Untuk apa beli buku itu Nis?"Tanya Clarisa disaat Annisa memilih milih buku tentang hadits, Rasul dan cara cepat membaca Al- Qur'an dan juga beberapa buku tentang filsafat muslim.


" Untuk hadiah teman aku Cla. Dia mau belajar tentang tentang islam. Jadi sudah kewajiban aku membimbingnya dan mengajarkannya" Balas Nisa sambil senyum senyum sendiri.


" Siapa? Dokter Richo maksud kamu?" Telak Clarisa, seketika Annisa terkejut mendengar sangkaan Clarisa itu.


"Eh kamu tau dari mana!?"


" Benarkan. Padahal aku tadi asal tebak aja looh...hihi" jebak Clarisa sedangkan Annisa jengkel dan juga malu karna ke lalaian pikirannya itu.


" Pleassse Claris. Masalah ini cukup kita aja yang tau ya? Ini permintaan Dokter Richo sama aku, sebelum dia sendiri yang membenarkan pada yang lain.ya ya ya?? "Mohon Nisa .


"Oke. Aku kan paling amanah jaga rahasia orang, apalagi kamu sayang? Muaachh"


" Claris. Kenapa kamu nebak yang aku maksud tadi itu dokter Richo?" Tanya Nisa bingung sambil memilih milih kembali.


"Tadi pagi aku liat kamu turun dari mobil dia. Masih pakai baju kemaren juga. Makanya aku langsung duga bahwa teman kamu yang mualaf itu Richo. Eh ternyata benar. hihi. Apa jangan jangan!!??" Clarisa menggantung pertanyaannya membuat Nisa penasaran.


"Jangan jangan Apa?"


" Jangan jangan dokter Richo pindah agama karna untuk bisa menikahi kamu Nis?"


" Apa sih Cla.. Gak gitu lah. Laen niat lagi ntuh jadinya. Kalau menurut pandangan aku ya, dokter Richo itu tulus untuk mendalami keyakinannya. Nampak ingin lebih dekat sama tuhannya, makanya dia akhir akhir ini selalu bertanya dan banyak mencari tahu. Trus ada kesempatan aku ajak dia bertemu dengan ahli dalam agama. Jadi untuk kedepannya aku pengen mengajari dan membantu dia agar gak merasa sendiri menghadapi masalahnya dan semoga dia bisa menjadi lebih baik lagi, walaupun selama ini dia sudah sangat baik."Jelas Nisa panjang sedangkan Clarisa yang mendengar hanya menganggukkan kepalanya.


" huuu.. Tumben kamu bilang selama ini dia baik. Gak ingat kamu dulu sering bilang jengkel sama sikap dia ke kamu?" Canda Clarisa.


" Itu kan dulu Cla.. Aku dulu kan masih labil. heheh. udah yuk balik. Udah dapat Nih"


"yuk!"


" Aku kekasir bentar ya. Kamu duduk disni aja, jangan jauh jauh. Ntar aku kangen.hehe" Pinta Nisa manja pada sahabat nya itu.


"oke."


Nisa kekasir membayar beberapa buku pilihannya dan setelah itu mereka kembali ke RS untuk makan siangnya lalu melanjutkan aktifatas mereka seperti biasa. Tak lupa Nisa memberi Chat pada Richo agar mereka bertemu kembali di resto yang sering Nisa datangi selepas mereka pulang dari kerjanya.


Setelah pulang kerja, Annisa dan Richo bertemu diruang Mushallah dalam resto langganan Nisa itu, yang memang pemiliknya sudah akrab dengannya.

__ADS_1


"Dok, ini ada beberapa buku untuk belajar cepat. Aku yakin dokter pasti lebih cepat dalam menghapal dan mengerti ilmu dalam buku buku ini"Serah Nisa beberapa Buku hasil belanjaannya.


" Ya. Terima kasih " Balas Richo sambil menyeruput Capucino miliknya.


"Maaf ya dok, dokter sudah menjadi seorang muslim. Kalau bisa pelan pelan sambil belajar dan usahakan setiap melakukan apa aja ucapkan Bismillahhirrahmannirrahim. Yang artinya dengan menyebut Nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Agar setiap urusan kita akan ikut sertakan Allah dalam hidup kita. Termasuk saat makan dan minum."


" Apa. ?Bismillah" Jawab Richo mengulang lagi.


" Ia, coba dokter baca ini"


" Ini" Tunjuk Richo kesalah satu bacaan yang di jelaskan Nisa padanya.


Annisa malah mengangguk meng iakan.


" Ia, Coba dokter baca ini?"Dalam tulisan latin.


" Bis-mil-lah-hir-rah-man-nir-rahimm" Ucap Richo.


" Selepas itu ucapkan Alhamdulillah , yang berarti kita bersyukur pada Allah akan segala sesuatunya."


" Coba deh? " Pinta Nisa lembut.


Mulai mengajari tentang pengenalan huruf pada Al- Qur'an dalam bahasa arab yang sedikit susah untuk dia ingat dan ucapkan saat ini.


"Ya udah Dok. bawa aja buku buku ini. biar dipelajari dirumah ataw dimana saja disaat dokter ada waktu lenggang. Lagi pula udah malam."Pinta Nisa menyudahi pelajarannya.


"Ia . Aku harap kamu tidak bosan mengajari ku. Aku usahakan untuk cepat belajar"Jawab Richo lembut dengan tatapan harap pada Nisa membuat Nisa kikuk sendiri dengan tatapan tak biasa itu.


"Insha Allah dok. Aku akan bantu."


" Kapan aku bisa belajar shalat?"Tanya Richo kembali.


"Hmm. Kalau bisa secepatnya. karna shalat itu amal utama yang harus dikerjakan, jadi kalau bisa secepatnya. Kalau dokter tidak keberatan, besok malam kita disini lagi. kita akan belajar tentang shalat." Jawab Nisa lembut.


"Ya..Aku ingin shalat. seperti kalian shalat. Aku ingin mempelajarinya." Jawab antusias Richo.


" Subhanallah. Ternyata hidayah yang diberikan ke Dokter itu indah ya. Aku turut senang mendengarnya kalau dokter ingin cepat belajar tentang shalat."

__ADS_1


" Ya udah yuk. Kamu aku antar pulang aja?"


" Untuk apa dok, Saya kan bawa mobil , sendiri saya sudah biasa koq" Jawab Nisa tak enak, yang jelas jelas hatinya berharap ingin masih bersama.


" Benar kah. Baik lah, kita kembali kerumah masing masing, karna aku juga sangat lelah kali ini." Balas Richo , hingga akhirnya mereka undur dari tempat mereka lalu pulang kerumah masing dengan membawa kebahagian dalam diri mereka.


***


Ke esokan harinya, Seperti biasa Nisa mulai kembali membawa bekal Richo lalu meletakkan bekal siang yang berisi sop iga sapi dengan sayur mayur dan tak lupa 2 buah apel segar yang diketakkan di atas meja Richo.


Setelah merapikan meja Richo, Annisa pergi keruangannya untuk berberes kerja. Selang beberapa menit. Richo masuk keruangannya dan melihat ada 2 buah apel dimejanya, timbul lah binar binar seri diwajah Richo dipagi hari ini hanya sebuah apel saja yang menurutnya tanda rasa peduli Nisa padanya.


" Ini apel kepeduliannya atau ...karna hari ini hari terakhir Annisa memasak bekal siang ku ya" Gumam Richo yang merubah raut wajah senang nya tadi setelah melihat kelender ' bahwa tepat hari ini adalah hari terakhir dari perjanjian mereka.


" udah sebulan. Gak kerasa? Gimana caranya lagi kalau aku rindu masakannya?" Celetuk Richo sendiri diruangannya sambari mulai bekerja dan melihat lihat tumpukan kerja dimeja nya itu.


"Eh ntar malam jalan yuk? Udah lama kita gak ngumpul."Ajak kelvin saat mereka dikantin RS makan siang..


" Ia nih. Udah lama gk ngumpul'. Hampir seminggu juga "Tambah Kylin polos membuat ke tiga temannya tertawa .


"Ya ampun. baru seminggu udah dibilang lama" Jawab Nisa.


" Ayok lah! biasanya kan 3 kali seminggu kita kumpul bareng ditempat biasa. kayaknya akhir akhir ini kita kurang kumpul ya kecuali dikantin ini doang. hehe" Potong Kalvin kembali, Sedangkan Clarisa hanya diam tak berkomentar.


" Maaf ya teman teman ku tercinta, minggu minggu ini aku gak bisa ngumpul kalau malam. Ntar kalau udah bisa pasti aku kabari deh heheh" Balas Nisa.


"Ia guys. Aku mungkin minggu minggu ini gak bisa juga. Soalnya tunangan ku bakal tinggal disini sampe hari nikahan kami. Ntar kalau ada waktu kita kabar kabari untuk kumpul bareng lagi ..oke!" Tambah Clarisa memberi kode pada Annisa.


"Hmm.. ya udah deh. Ntar malam cari pacar ajalah biar tiap malam ada teman ngopi."Balas Calvin merajuk.


" Wah bener ntuh. Semoga cepat dapat pacar ya, terus menikah, punya baby lucuuu , jadi kami punya ponakan imut imut dan cantik seperti kami."Ejek Nisa semangat .


"Ya ya ya biar gak jadi bujangan terus ya kan Nis."Tambah Clarisa.


" Kompak ya ngejeknya. Udah yuk balik kerja. makin gak seru kalian semua. Tunggu aja kalau aku punya pacar. pasti kalian aku tolak kalau ngajakin kumpul bareng. huhh"Celetuk Calvin, sambil mereka beranjak keluar kantin menuju ruang kerja mereka.


" Aduh. belum dapat aja udah sombong." Tambah Kylin. Mereka pun mulai bekerja seperti biasa di RS itu.

__ADS_1


TERUS DUKUNG KARYA INI YA TEMAN TEMAN.


JANGAN LUPA LIKE, COMENT DAN RATE 5NYA. KALAU MAU VOTE NYA SEKALIANNYA...


__ADS_2