KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 45: Masih ada Harapan.


__ADS_3

Ke esokan Harinya, di RS.


Dengan rasa Bahagia dan selalu berpikiran baik, Nisa berjalan menuju ruangan Richo. Seperti rutinitas biasanya, dia pun kembali membawakan bekal siang untuk Richo.


Annisa menghentikan langkah kakinya, seketika matanya tertuju melihat bahwa Audy keluar dari ruangan Richo, terlihat dari wajah cantik nya tersenyum bahagia setelah beranjak meninggalkan ruangan itu.


Setelah Audy jauh dari pandangannya, Annisa memberanikan diri memasuki ruangan Richo yang bermaksud ingin meletak kan bekal siang dari nya.


Seperti biasa, Nisa pun mulai merapikan tiap tiap ruangan itu hingga tiba tiba matanya tertuju pada benda yang telah berada di atas meja Richo.


"Nasi, sayur?" Ucap Nisa sendiri saat membuka kotak nasi itu.


" Apa dari Audy?" Lirih nya lagi, sambil meletakan kembali kotak itu ditempat semula.


Nisa memandang kotak bekal yang dibawanya, serasa bingung dalam pikirannya, apa yang harus dia lakukan untuk itu. Meninggalkan nya atau membawa kembali bekal darinya.


Hingga tiba tiba,,,


Cekrekkk...


Suara pintu terbuka yang mengagetkan Nisa yang tengah berfikir tentang bekalnya.


Sepontan dia menoleh kearah pintu, dan melihat Richo masuk keruangan pribadinya.


Tak ingin malu, Dengan cepat Nisa memasukkan kotak bekal itu kedalam tas miliknya.


"Pagi dok" Sapa Nisa dengan ramah.


" Nisa!..Kamu udah kembali. " Sahut Richo, tergambar dari raut wajahnya terlihat bahagia akan kehadiran Nisa.


" Gimana ?Lancar?" Tanya Richo sembari duduk di kursi kerjanya, lalu menghidupkan komputer yang terletak didepannya.


" Alhamdulillah dok ." Jawabnya mengangguk dan tersenyum manis.


" Maksud lancar nya apa ya??" Guman Nisa dalam hati akan pertanyaan dari Richo.


" Syukur deh. " Sahut Richo datar , sedikit kecewa dalam hatinya akan kabar kelancaran pertunangan Nisa dengan Imam .


"Ya udah deh, saya balik keruangan saya dulu ya dok." Pinta Nisa, serasa ingin cepat pergi berlalu karna malu.


"Hmm.." Ucap Richo tanpa kata darinya.


Nisa pun memundurkan langkah kakinya menghampiri pintu, dan tiba tiba,,


" Nisa!" Panggil Richo kembali.


" Ya dok" Nisa terkejut akan panggilan itu sambil menghentikan langkah kakinya.


"Kamu datang keruangan saya ada perlu apa?? " Tanya Richo, yang mulai menyadari bahwa bekal milik Audy sudah tertengger terlebih dahulu. Dia penasaran apakah Nisa memasuki ruangan nya untuk membawakan dirinya bekal siang atau tidak.


" Hmm..Cuma .." Ucap Nisa gugup memikirkan alasannya sambil mengapit tas miliknya.


"Cuma mau tanya kabar doker Richo aja, hehe. Kemaren malam saya berkunjung, ternyata dokter gak ada, ya makanya saya datang kemari, untuk menyapa aja. Heheh" Ucap Nisa sedikit berbohong, bahkan kata katanya mulai sedikit baku untuk berbicara dengan Richo.


" O..Kamu gak bawa bekal siang untuk ku kan?" Tanya Richo kembali.


Nisa bergeleng lalu berdiam diri mendengarkan kelanjutan kata dari Richo.

__ADS_1


"Hmm..Mulai besok, kamu bawa bekal 1 saja. Untuk kamu saja."


" Karna Akhir akhir ni, aku dibawakan oleh Audy."


" Apa kamu sudah mengenalnya?, dia magang di RS ini."


" Dia juga gadis yang baik dan pintar. Kalau kamu jumpa dengannya pasti kamu juga suka."


" Ya.. walaupun masakannya tak seenak kamu. Tapi Aku mulai terbiasa dengan masakannya" Ucap Richo panjang seakan memuji sesosok Audy.


Terhenyak, lemah, sakit hati yang di rasa Nisa saat mendengar ucapan dari Richo membuat nya tak bisa menjawab kata kata yang terlontar untuknya. Hanya senyum palsu yang terias di wajahnya saat ini.


" Syukur lah kalau sudah terbiasa." Ucap Nisa lembut.


" Kalau gitu saya keruangan saya dulu. permisi dok" Izin Nisa berlalu yang tak ingin berlama lama bersama dengan Richo.


Richo terdiam, pandangannya menatap arah bekal itu, entah apa yang akan dia lakukan. Untuk saat ini, hanya seperti itulah cara yang tepat baginya untuk bisa memudarkan Cintanya pada Nisa, Hingga Richo pun akhirnya melanjutkan aktifitasnya kembali.


Sedang Nisa, setiba diruangannya. Dia pun mendudukkan tubuhnya dimeja kerja, terlihat raut wajahnya tanpa gairah sedikit pun. Pikiran masih tergiang akan kata kata yang baru saja dia dengar.


Terlepas dari itu, Nisa mencoba melupakan semua. Dia pun pergi berlalu, mengganti pakaiannya dan memulai aktifitas kerjanya.


***


Dengan tenang menikmati makan siang dikantin, Annisa dan kawan kawannya pun menikmati makannya di ujung sudut meja. Tak jauh dari mereka, Audy dan Lady juga berada diruangan itu.


"Audy. Itukan dokter Nisa, saingan berat kamu?" Ucap Lady seakan mencibir Nisa dari kejauhan.


"Hmm. " Balas nya sembari memakan bekal miliknya.


"Gak terlalu cantik sih, masih beda jauh lah dengan kamu. Huhh.."


"Hmmm.."


"Apa sih yang diliat dokter Richo dari dia. Penampilannya aja begitu. Apa karna hijab nya itu, dokter Richo tertarik dengannya." Ucap Lady kembali melirik akan penampilan Nisa.


"Mungkin."


"Kita jangan remehin dia Dy. Gimana pun juga, kita masih butuh ilmu dan bimbingan dari dia".


"Aku pengen Profesional ajalah dalam kerjaan. Tapi Kalau masalah hati, bagaimana cara nya pun aku harus dapatin dokter Richo. HARUS!" Ucap antusias Audy yang menginginkan Richo.


"Yupss...Aku dukung kamu Audy. Tenang aja, kalau kamu butuh bantuan dari ku. Kabari aja, Oke" Balas Lady semangat.


Sedang Nisa dan teman temannya, Yang berada di sudut meja juga tengah memperhatikan akan keberadaan Audy dan temannya itu. Kylin yang sedari awal tak senang, selalu menggerutu dengan kata katanya.


"Huhh. Tumben, mereka gak ngekorin dokter Richo mulu." Ucap Kylin dengan tampang kesalnya.


"Hehh...Makan." Sahut Calvin tak ambil ribut. sedang Nisa dan Clarisa tak menggubris omongan dari Kylin.


"Nis, gimana dengan pertunanganmu?. Kenapa kamu gak mau cerita lagi sama kami?.Atau kamu ada masalah?". Tanya Clarisa akan hubungan Nisa dengan Imam, sedikit curiga bagi mereka, karna Nisa mengurungkan Niatnya untuk tidak mengajukan surat Risign nya ke RS.


Mendengar pertanyaan itu, berat Nisa memberitahu pada sahabat sahabat nya. Nisa hanya mendengus napas nya dengan kasar, lalu menyuapkan lagi dan lagi nasi ke mulutnya.


"Dok, cerita dong. Apa dokter Nisa gak percaya lagi dengan kami kami?" Sahut Kylin menatap Nisa.


" Ayolah Nis,,," Potong Calvin pula.

__ADS_1


Nisa menarik napas dalam."Aku gagal lagi .." Ucap Nisa.


Spontan wajah ketiga temannya terkejut, dan mulai berubah menjadi iba.


" Koq bisa sih Nis. Masalahnya apa lagi?" Tanya Clarisa.


"Dia minta menunda pernikahan kami 2 tahun lagi. Dengan alasan dia ingin melanjutkan beasiswa pasca sarjana nya. Gak mungkin aku sanggup menunggu selama itu dengan ketidak pastian lagi."Jelas Nisa, ketiga temannya mendengar Nisa dengan rasa iba.


"Kenapa gak Nikah aja. Gak jadi masalah lah kalau memang kuliah setelah kalian menikah." Sahut Clarisa kesal.


"Apa peraturan dinegara kamu melarang nya Nis, makanya dia menunda nya.?" Potong Calvin pula ikut andil dalam pembicaraan mereka.


Nisa hanya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum tipis.


"Dia minta seperti itu, aku gak bisa terus memaksanya kan. Mungkin, kami belum berjodoh saat ini"


" Sabar ya dok." Ucap Kylin dengan menggenggam punggung tangan Nisa.


" Masih ada harapan koq, kalau Dokter Nisa akan berjodoh dengan dokter Richo" Ucap Kylin setengah berbisik.


Mendengar itu, Clarisa merubah wajahnya kesal melihat Kylin, yang sangat antusias menjodoh jodohkan dia dengan Richo kembali.


"Ky,,,! Nisa masih sedih juga, udah kamu jodoh jodohin lagi dengan yang itu. " Sambut Clarisa.


Nisa hanya tersenyum kecut mendengar ucapan mereka.


Walaupun dalam hatinya dia masih menyukai Richo, tapi dia juga menyadari bahwa bukan dialah yang dicintai oleh Richo saat ini.


"Ya kan gak papa dok. Mereka cocok koq" Sahut Kylin.


"Aku sih setuju."Ucap Calvin mendukung .


"Sedari awal juga aku menyukai dokter Richo bila bersama dengan kamu Nis," Ucap nya kembali.


Mata mereka pun menatap Calvin, menunggu akan kejelasannya lagi.


"Dia telah banyak berubah semenjak berteman dekat dengan mu. Dia juga yang sering menolong kamu saat kamu butuh seseorang, contohnya dengan kejadian preman itu. Dan aku rasa juga dia punya rasa yang sama dengan kamu Nis. Apa kamu gak berniat menggungkapnya pada Richo? Sebelum itu terlambat lagi?" Tanya Calvin.


"Terlambat kenapa" Sahut Kylin.


"Dia akan jatuh hati pada wanita lain." Jawab Calvin.


"Dengan wanita ular itu" Potong Kylin dengan Nada kesalnya.


"Heii" Balas Nisa tak ingin mencibir Audy.


"Sudahlah...Jangan bahas ini lagi".


" Aku juga minta sama kalian, tolong jangan sebar kan berita ini pada yang lain ya. Aku malu kalau mereka tahu, aku gagal lagi" Ucap Nisa lirih.


Mendengar itu mereka ber tiga hanya mengangguk lalu menyabarkan Nisa kembali. Dan memberikan dukungan penuh pada Richo.


Setelah mereka selesai dengan Istirahat siang nya, akhirnya mereka kembali melanjutkan kerjanya. Kembali akan kesibukan masing masing.


**Bersambung..


Jangan Lupa Like, koment Rate dan Vote nya ya teman teman..

__ADS_1


Sehat selalu**...


__ADS_2