KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 47: Kode Kado Mantu


__ADS_3

Diperjalanan,


" Nisa jam berapa kamu ada jadwal operasi nya?" Tanya Mama Richo saat mereka didalam mobil bersama, ditemani dengan seorang supir.


"Jam 3 bu" Sahut Nisa menatap.


" Emang kenapa bu,,?" Tanya Nisa bingung.


Tak menyahuti pertanyaan Nisa, Mama Richo mengambil hp didalam tasnya lalu memanggil panggilan dalam kontaknya.


"Halo Ma, ada apa Ma?" . Sahut Richo disebrang telponnya.


"Sayang, ini Mama bawa Nisa keluar, ada yang penting. Terus katanya dia ada jadwal operasinya jam 3 nanti. Kamu gantikan dia ya?"Jawab Mama Richo santai.


Mendengar itu, Sepontan Nisa kaget yang berada disebelah Mamanya Richo, Karna tak enak hati akan Richo. gugup bercampur yang Nisa rasa didalam Mobil saat dia mendengar itu.


" Ma, Richo juga jam 2 ada jadwal operasi Ma, gak mungkin dong Ma. Ih Mama ada ada aja Nih?" Sahut Richo sedikit kesal.


"Kan kamu jam 2, sedang jadwal Nisa jam 3, ya bisa dong sayang. Mama dulu aja bisa koq, masak kamu gitu aja gak bisa. Gimana sih Rich" Ujar Mama Nya lagi seakan membanggakan dirinya yang dulu.


"Maaa,, Gak semua itu harus sama Ma..."


" Mama gak mau tau. Pokonya kamu gantikan dia, kalau kamu gak bisa, suruh orang lain aja deh. Udah ya, Mama sibuk Ni. Semangat ya sayang?" Lalu mematikan gawainya, lalu tersenyum kemenangan.


"Bu..Nisa jadi gak enak sama dokter Richo..."Ucap Nisa.


"Gk papa Nis, biarin dia nya. Tau nya Richo itu kerja mulu, makanya ibu tambahi kerjaan nya. Hahaha" Tawa kecil Mama Richo setelah Mobil berlalu menuju tempat tujuan mereka.


Diruangan Richo.


" Hmm. Mama, Mama. "Dengus Richo akan Mama nya itu disaat dia membersihkan tangan nya untuk memulai operasi nya.


"Huhh..!.Cuman Annisa yang bisa buat Mama seperti itu. Lupa siapa anaknya yang sebenarnya"Guman Richo lagi sembari tersirat senyum diujung bibirnya.


Setelah selesai, Richo menuju ruang operasi dan disambut oleh beberapa perawat, dan dengan 1 pasien yang sudah tak sadarkan diri dimeja operasi.


Setelah itu mereka mulai melaksanakan tugas mereka masing masing.


Beberapa menit setelah selesai melakukan operasi nya, Richo bergegas kembali memasuki ruang operasi ke 2, dimana jadwal Annisa akan melakukan operasinya, kemudian digantikan oleh Richo sendiri.


****


Di Mall..


Nisa pun menyorong keranjang belanjaan, dan berjalan bersama dengan Mama Richo menyusuri tiap tiap lorong. Sedikit canda tawa yang mereka lakukan bersama khalayaknya seperti ibu dan anak gadis nya.


" Emang lusa ada Acara apa bu. Banyak banget beli bahan bahannya?" Tanya Nisa memperhatikan isi keranjang yang hampir penuh.


Mama Richo terus berjalan, Melihat lihat dan meletakin setiap barang yang dibutuhkan kedalam keranjang itu,


" Ulang tahun ibu Nis, cuman acara biasa aja sih. Kumpul teman arisan gitu" Jelas Mama Richo.


" Oo"Ujar Nisa membulatkan bibirnya mengangguk perlahan lalu mulai memikirkan kado apa yang cocok untuk ia berikan.

__ADS_1


"Oia, ibu mau kado apa dari Nisa. Hehehe" Canda Nisa kembali.


" Hmm..Apa ya. Mantu kali ya?". Ucap Mama Richo dengan wajah serius.


Mendengar permintaan itu, seketika Nisa menghentikan langkahnya menatap Mama Richo dengan sedikit cemberut.


" Aaa,,, Mau Nisa cari kemana bu kado mantu seperti itu.?"Rengek Nisa dengan manja.


" Haha kamu sih, sok nanyak minta kado apa. "


Melanjutkan kembali penelusuran mereka.


"Kan Nisa coba nanya nanya aja. Mana tau ibu berniat belikan Nisa. Hihihi". Cengenges Nisa lagi.


"Eh ,,Gak kebalik. Seharus nya kan ibu yang dibelikan?" Sadar nya. Membuat keduanya tertawa.


"Hmm. Sejujurnya sih ibu pengen liat Richo segera menikah tahun ini Nis, cuma.... Ya itu tadi, Richo nya payah soal begituan." Ucap Mama Richo sedikit menyindir.


"Mungkin sebentar lagi Richo akan menemukan jodohnya bu?." Guman Nisa dalam hatinya, karna telah melihat akhir akhir ini akan kedekatan mereka berdua dengan Audy.


"Sabar ya bu, berdoa aja, semoga dokter Richo cepat ketemu jodohnya" . Ujar Nisa lembut.


" Aduh...Hampir tiap malam ibu berdoa, semoga kalian berjodoh Nis" Batin Mama Richo sedikit lemah.


" Aamin" Sahut nya Mama Richo lembut.


" Oh ia kamu gak usah mikir kado kadoan untuk ibu ya. Kamu datang aja ibu udah senang koq. Tambah senang lagi kalau kamu bawa calon mantu untuk ibu. Hehe"


"Tapi Maaaf ya bu, Nisa gak bisa bantuin masak nya"


"Kamu ibu undang untuk datang koq , bukan jadi tukang masak nya."


" Lain kali aja, kita jumpa. Terus belajar masak lagi deh.." Ucap Nya kembali.


Mendengar Itu Nisa tersenyum bahagia sambil meng anggukkan kepalanya. Setelah beberapa jam mereka berbelanja, mengitari dan mengelilingi semua tempat produk yang tanpa kenal lelah dalam melakukan sebagian kegiatan wanita, yaitu berbelanja. Akhirnya mereka mencari tempat untuk makan. Karna seyogya nya, bergosip juga butuh tenaga.


Tak berapa lama, mereka pun berhenti disebuah kafe, untuk melakukan ritual makan sore nya. Setelah banyak hasil pembahasan mereka. Akhirnya Mama nya Richo memutuskan untuk kembali pulang dan mengantarkan lebih dulu Nisa ke RS untuk mengambil mobil yang masih tertinggal diparkiran RS.


Setiba Nisa berjalan menghampiri mobil miliknya, 2 pasang mata tengah melihat dirinya lalu berjalan menghampirinya.


" Nisa. Kamu udah pulang?" Sapa Richo mengahampiri, yang sedang berjalan bersama dengan Audy.


Mendengar sapaan itu, Nisa menoleh. Serasa menganjal luka saat dia melihat keduanya berjalan bersama.


"Mama aku dimana?" Tanya Richo kembali lembut.


" Oh tadi. itu, Apa. Sudah pulang, baru aja." Jawab Nisa sedikit gugup, sambil menundukkan kepalanya.


Setelah itu , Nisa menatap Audy yang berada dekat dengan Richo. Seketika Audy tersenyum ramah melihat Nisa, begitu juga Nisa.


"Hmmm.. Dokter Richo mau pulang juga. Atau,,?"Tanya Nisa basa basi lalu menggantungkannya.


"Ini. Mau liat kakek Nya Audy. Menurut RS , dia menginap penyakit kanker hati."

__ADS_1


"Kamu mau ikut menjenguknya Nis?. " Ajak Richo.


"Dokter berangkat berdua?"


Jawab Nisa, lalu entah apa mata nya tertuju pada sosok Audy yang sedikit merubahkan wajah ceria nya menjadi terlihat kesal.


"Kalau kamu mau, kita jadi bertiga." Jawab Richo.


"Hmm..Maaf ya dok, Audy. Aku gak bisa ikut, aku titip doa nya aja, semoga kakek kamu lekas sembuh" Balas Nisa sambil menyentuh bahu Audy seakan menyabarkan.


Padahal, dari cara diri Audy. Nisa sudah menyadari, bahwa ajakan Richo barusan membuat Audy terlihat kesal.


" Makasi ya dok. Semoga aja , kakek saya sehat selalu." Balas Audy mulai terlihat wajah cerahnya.


" Ya udah, kalau gitu kami berangkat sekarang. Kamu pulang nya hati hati ya Nis?" Sahut Richo datar.


Belum menjawab perhatian dari Richo, Richo seketika berjalan menuju mobil nya, yang juga tak jauh dari mobil milik Nisa.


" Yok!" Ajak Richo pada Audy.


Nisa berdiri memperhatikan dengan rasa kecewa, Berbeda dengan Audy, yang memancarkan wajah cerah akan kebahagiannya kali ini.


" Permisi ya dok"Izin Audy mengikuti langkah Richo.


Setelah Mereka berdua memasuki mobil, tak berapa lama Richo menancapkan gas mobil, keluar parkiran itu, dan melaju kearah tujuan mereka.


"Kenapa Audy bersama dengan dokter Richo ya. Bukannya dia setiap hari datang bawa mobil sendiri?"


Gumam Nisa sendiri ,melihat kepergian mereka berdua.


Tak ingin terus berburuk sangka, Nisa pun memasuki mobilnya. Keluar area parkir, lalu melaju arah apartement miliknya.


Plashback


" Audy, kamu gak tau ya, katanya hari ini jadwal dokter Nisa digantikan dokter Richo." Sapa Lady saat mereka berada di toilet.


"Jadwal apa?.Operasi nya dokter Nisa?" Sahut Audy saat membasuh tangannya diwestafel.


Lady hanya mengangguk dan menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.


"Wajar dong. Masalah nya dimana Dy,,?"


"Masak kamu gak tau sih, itu tandanya dokter Richo masih peduli dengan Annisa. "


Mulai akan kompor dari Lady,,,


BERSAMBUNG..


Terima kasih teman teman atas dukungannya, jangan lupa like, koment dan rate 5 nya ya?


Mohon Vote nya juga..


Sehat selaluu....

__ADS_1


__ADS_2