KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 52: Wanita Ular.


__ADS_3

Mendengar berita dari Clarisa, Richo menghentikan pencarian Annisa keseluruh ruangan RS dan memutuskan untuk pulang kerumahnya.


Sesampai dirumah, Richo menuju dapur sambil membuka kulkas lalu mengambil minuman dingin lalu meminumkannya langsung dari botol.


"Kamu sudah makan malam sayang" Tanya Mama Richo yang tiba tiba datang menghampiri dirinya yang tengah duduk di kursi makan.


" Belum Ma," Jawab Richo lemas.


"Kamu kenapa, gak enak badan?" Tanya Mama nya lagi memperhatikan sikap anak kesayangannya itu .


Tak menjawab, Richo hanya menggelengkan kepala nya, sesekali dia menarik napas dalam lalu mengeluarkan dengan kasar, membuat sang Mama semakin penasaran.


Mama Richo menghampiri sambil mengelus, memijat lembut kepala anaknya yang masih duduk di meja makan.


"Kenapa sayang, kenapa kamu beda sekali hari ini. Apa ada masalah?" Tanya Mama Richo sedikit merayu.


Richo diam sejenak, menarik dalam lagi nafasnya.


"Richo merasa bersalah Ma dengan Nisa hari ini."Ungkap Richo mencoba membuka suara.


"Richo sudah buat dia sakit hati dan malu Ma, mungkin dia juga sudah membenci Richo. "


"Apa yang harus Richo lakukan Ma??,," Ucap nya lagi.


"Apa yang sudah terjadi diantara kalian sayang?, Kenapa Nisa harus membenci kamu?" Tanya Mama Richo yang masih mengelus elus rambut anaknya.


Dengan berat Richo pun menceritakan semua apa yang terjadi antara Nisa dan dirinya di RS. Dia juga jujur penyebab kemarahan itu di akibat dia terlanjur kesal dengan Annisa yang di jumpainya di Cafe pinggir jalan apartement milik Nisa.


Mendengar penjelasan Richo, dari mengelus elus seketika tangan Mama Richo merambat lalu menjewer kuping Richo. Menanggapi perubahan Mama nya itu, Richo hanya diam dan mengelus elus kupingnya yang terasa panas akibat jeweran Mamanya.


"Kamu ya Rich, mustahil Nisa gak sakit hati atas ucapan mu itu. Huh ! " Dengus Mama nya kesal.


"Nisa itu juga sudah Mama anggap seperti anak sendiri lo Rich. Bukan hanya sekedar Mama menginginkan dia sebagai menantu Mama. Hanya saja Mama rasa dia memiliki hati yang tulus terhadap semua orang, makanya Mama suka padanya. "


"Dan gak mungkin dia seperti wanita yang kamu ucapkan itu.! Pasti ada alasan lain dia menemui lelaki lain tengah malam diluaran sana ." Jelas Mama nya lagi dengan jengkel.


" Bisa bisa nya ucapan kamu seperti itu padanya, bahkan di depan orang lain"


" Huhh Richo Richo,,!!" Ucap Mama nya lagi.

__ADS_1


Tak membalas, Richo hanya menundukkan kepalanya seakan menyesal.


" Ya sudah , besok kamu temui dia, kamu harus minta maaf sama dia."


"Kamu harus makan malam ini. Mama yang siapkan!?" Bentak Mama nya lagi.


" Richo gak lapar Ma" Sahut Richo ingin pergi berlalu kekamarnya.


Mendengar ucapan Anaknya, seketika mata Mamanya menatap tajam Richo. seketika Richo harus mau tak mau menuruti kemauan Mamanya, hingga tak berapa lama hidangan sudah tersedia di meja makan.


Sedang Annisa sendiri, selepas shalat Isya dia langsung terduduk di pinggir tempat Tidur nya. Serasa masih terngiang kata kata itu, ternyata kritikan pedas dari orang yang dia cintai bisa membuatnya sedikit terluka yang sangat mendalam.


***


Ke esokan harinya, masih sangat malas Nisa bangkit dari tempat tidurnya. Dikarnakan selepas shalat subuh dia pun memulai tidur kembali. Sudah memikirkan semalaman, bahwa dia ingin segera Risign dari RS itu. Bukan karna malu atas semua gosip di RS itu. Hanya saja, dia merasa ingin segera menjauh dari Richo, lalu melupakan semua nya.


Dengan tergesa gesa, Richo berjalan memasuki ruangan pribadi Nisa. Saat ditempat, Matanya menelusuri seluruh ruangan mencari keberadaan Annisa.


Merasa Nisa tak diruangannya, Richo kembali menuju UGD bahkan ke ruangan lainnya. Tapi hasilnya sia sia, dia belum juga menemui Nisa.


Dia pun dengan ragu ingin mencoba memanggil Annisa dari telpon nya. Setelah mencobanya, ternyata Nomor Annisa sudah tidak Aktif. semakin gusar pikirannya setelah melihat kembali bahwa jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


Mencoba mencari tahu dari Calvin yang ternyata bahwa Nisa hari ini meminta izin ke pihak RS akan tidak hadirannya.


Hingga akhirnya, sejam lebih sudah Richo lalui dalam menanti kehadiran Annisa di area Parkir, yang hanya bermodalkan harapan akan bertemu tanpa memberi kabar.


Sedang di RS, Audy yang sudah menyadari akan kegalauan Richo sedari pagi, akhirnya meluapkan pada Lady agar mereka menemukan jalan untuk bisa menjauhkan lagi antara Nisa dan Richo.


"Jadi dokter Richo belum juga pulang?. Apa mungkin dia menemui dokter Annisa ya?" Tanya Lady bingung pada Audy disaat mereka berada didalam toilet.


"Entah lah.."


"Kalau benar Richo mulai menyesal akan emosinya, lalu menemui Annisa sedari tadi, berarti rencana kita kemaren gagal Dy.." Sahut Audy sedikit lemas tak berdaya.


"Ya udah biarkan lah... Biar tau rasa juga Ntuh si Dokter Annisa. Kenapa dia bodoh sekali, tidak memperhatikan kertas riwayat identitas pasien yang ku berikan padanya." Sahut Lady yang ternyata dia lah penyebab dari permasalahan Nisa.


"Syukurlah dia bisa menyelamatkan pasien itu Dy,,." Ujar Audy merasa kasian terhadap pasien yang menjadi bahan mereka.


Cekrek. Gubrak Prakk!!!

__ADS_1


Suara hentakan pintu pun terdengar disalah satu kamar dalam ruangan toilet. Betapa terkejut Audy dan Lady mendengar hingga mereka menatap siapa orang yang masih berada didalam kamar mandi.


"Menjijikan!. Kalian gak pantas disebut dokter!" Ucap Kylin kesal yang sudah mendengar semua percakapan mereka berdua.


Seketika, Lady dan Audy terdiam terpaku mendengar ucapan Kylin yang ditujukan pada mereka berdua.


Mencoba bersikap sabar, Kylin tak bisa melanjutkan makian pada mereka berdua. Dia hanya sanggup menatap tajam seakan tak terima bahwa sahabatnya menjadi korban dari mereka. Dengan sejuta kesal , Kylin pun keluar dari ruangan itu dengan membanting kembali pintu dengan sekuat kuatnya.


"Dy,, Gimana Ini. Bukannya dia teman dekat nya dokter Annisa"Ucap Audy mulai kalut dan terasa telapak tangannya mulai basah karna takut.


"Tenang Audy. Dia pasti gak punya bukti akan pembicaraan kita ini. Yah pasti.." Ujar Lady mencoba meyakinkan Audy dan dirinya yang terlihat gelisah.


"Gimana kalau dia cerita sama Annisa. Sudah pasti dia lebih percaya dengan teman dekatnya"Tanya Audy lagi sambil meremas tangan Lady.


"Sudah lah Audy, nanti kita pikirkan lagi caranya."


" Udah Yuk, kita balik kerja" Ajak Lady tak memikirkan.


Sedangkan Kylin, setiba dia memasuki ruangan Clarisa , seketika dia menghempaskan beberapa map yang dia bawa di meja kerja Clarisa.


Brakkk!!


Sepontan Clarisa yang tengah menulis beberapa catatan hingga tersontak dari tempat duduk nya.


" Apa sih Ky,,,! "Bentak Clarisa karna terkejut.


Dengan wajah kesal, Kylin pun menghempaskan kembali dirinya di sofa dekat Clarisa. Lalu secara melonjak lonjak kemarahan dari dalam hatinya, Kylin pun mulai menceritakan semua apa yang sudah dia dengar di kamar mandi.


"Ya sudah, kita gak mungkin ceritakan hal ini pada dokter Richo, belum tentu dia percaya pada kita." Ucap Clarisa mencoba meredamkan emosinya.


" Terus dok. kita harus apa kan wanita ular itu.?" Tanya Kylin yang masih emosi.


" Kita tunggu saja Annisa. Biar dia yang memutuskan, apa yang seharusnya dilakukan." Ucap Clarisa.


Kesal harus menunggu keputusan Annisa, Kylin pun pergi berlalu meninggalkan ruangan Clarisa. Melihat kelakuan Kylin, Clarisa hanya menggelengkan kepalanya.


**Bersambung


Maaf ya kalau masih banyak Typo,

__ADS_1


Tapi jangan lupa Like,coment dan Vote nya yaa?


Sehat selaluuu**...


__ADS_2