KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 38: Memasak Kue


__ADS_3

" Gk! Aku Gak rela!." Ucap Audy menatap Lady dari arah cermin yang penuh penekanan.


"Wah ! Ternyata kamu lebih tergila gila dengan Dokter itu ya Audy?" Ucap lady sambil menatap langsung kearah Audy.


"Ntah lah !."


"Baru kali ini aku menyukai pria sehangat dia. Aku menginginkan dia Dy,,Bagaimana pun cara nya, Aku harus memilikinya." Ucap Audy kembali.


"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"


"Itu yang membuat ku bingung." Membalikkan tubuhnya kearah Lady.


"Aku gak tau cara nya untuk memikat dirinya. Karna selama ini semua pria pria diluar sana yang selalu mengejar ku padahal aku gak melakukan apa apa." Ketus nya kesal.


"Coba kamu tanya Dokter Richo langsung. Benar apa tidak dia menyukai Dokter yang bernama Nisa itu." Sahut Lady.


"Bukannya kita janji pada dokter Felicya, gak bakal ngasi tau tentang Nisa ke Richo langsung?"


"Ishh mau aja kamu dibodoh bodohin mereka,. Lagi pula kalau Richo tau, emang dia mau apain kamu?. Di tusuk pake pisau bedah nya gitu?.Ya enggak lah..".


"Kalau dia marah terus gak mau dekat dengan ku lagi gimana?. Secara kan, kita baru dekat tapi aku udah mulai nanya nanya privasi dia." Ujar Audy bingung akan ide Lady.


"Enggak mungkin. Coba aja dulu, karna setelah itu baru kamu cari tau sifat yang dimiliki Nisa, apa yang membuat dia bisa menyukai gadis itu. Setelah itu..." Lady tak melanjutkan kata katanya, malah mata mereka berdua saling menatap seakan terciptalah ide untuk mendekati Richo.


"Yah aku baru paham maksud kamu Dy,,!" Sergah Audy.


Lady tersenyum puas akan ide nya untuk mendekatkan temannya itu pada pria idamannya.


"Makasi ya sayang."Ucap Audy sambil tersenyum puas lalu mencubit dagu milik Lady.


Lady hanya menggangguk.


"Bantu aku terus ya?" Pinta Audy kembali.


"Pasti!, Kasi tau aja kalau kamu butuh bantuan ku."


Setelah puas mereka mendapatkan ide diruangan kamar mandi, akhirnya mereka kembali keruangan masing masing, lalu berkumpul lagi guna untuk membahas kerja selanjutnya.


***


Ke esokan harinya, setelah shalat subuh Nisa langsung joging pagi, berlari mengitari beberapa taman taman komplek. Ini hari yang ditunggu tunggu nya , dimana hari ini adalah hari liburnya kerja di RS.


Sedang Mama Richo, setelah mencari tau akan jadwal Nisa selama ini. Akhirnya menghubungi Nisa, mengundang nya datang kerumah untuk menemani nya dalam memasak berbagai macam kue.


Rasa senang dan bangga Nisa menerima undangan dari Mama Richo sendiri, hingga dia pun bergegas menuju kediaman Rumah Mr. Edward. Yang hanya menempuh beberapa puluh menit dari Apartement nya.


"Siang ibu.." Ucap Nisa ramah setelah sampai ke dapur, yang disaat itu Nisa diantar oleh pekerja rumah mereka.


Seketika muncullah senyum bahagia dari seorang wanita itu, yaitu Mama Richo. Yang sedari tadi menanti kedatangan Nisa sambil mempersiapkan beberapa tepung dan bahan bahan yang lain.


"Ehh. udah datang." Nisa mencium tangan Mama Richo.

__ADS_1


"Gak jauh kan Nisa Rumah ibu?"


" Gak koq bu, heheh.." Jawab Nisa senang.


" Cantik sekali kamu sayang. Pake gamis , jilbab kamu juga ibu suka. Hmm" Puji Mama Richo memperhatikan busana yang Nisa gunakan kali ini.


"Ah ibu, muji Nisa terus kalau jumpa. Nisa kan jadi malu" Ucap Nisa manja sambil memegang kedua pipinya.


"Koq muji sih, ibu ngomong jujur koq. Ibu mah orangnya sebenarnya ceplas ceplos, kalau suka ya suka, kalau gak ya enggak. Gak suka ibu berpura pura didepan orang lain" Sambut Mama Richo sambil menggambil beberapa mangkok lalu meletakkan di meja yang sudah tersusun beberapa bahan itu.


" Nisa aja bu" Ucap Nisa sigap mengambil beberapa mangkuk lagi.


Mama Richo kembali duduk lalu menakar bahan bahan nya.


"Sebenarnya harus begitu sih bu, tapi kalau Nisa sedikit bingung. Terkadang terlalu bicara jujur takut melukai hati orang itu. Jadi kalau takut salah ngomong, mending Nisa diam aja." Jawab Nisa seadanya.


"Itulah terkadang manusia ya Nis, terkadang kita selalu menjaga perasaanya tapi malah orang itu yang menyakiti kita." Ucap Mama Richo kembali.


" Manusia bu, tempat nya salah dan khilaf. Tapi gak semua begitu kan bu?Heheh"


"Ini kita buat kue apa Bu..?" Tanya Nisa penasaran.


"Oh . Ini ibu baru datang ide Brilian Nis, Ibu mau Coba masak Kue ala ala ibu sendiri ." Ucap Mama Richo senang.


"Ala ibu..?" Ucap Nisa seakan bingung.


" Ia, Makanya ibu suruh kamu datang. Kita masak bersama terus kita coba. Ntar kalau enak kita buat hak cipta nya ya ?" Ucap Mama Richo semangat.


Mama Richo langsung menatap Nisa , lalu seketika mereka tertawa bersama.


" Aduh Nis, ibu senang deh kamu bisa datang kemari. Udah lama Niat Ibu mengundang kamu. Cuman Richo yang gak ngizini ibu, Tapi sekarang dia disana. Jadi ibu bebas nyuruh kamu datang kemari..heheh"


"Nisa juga senang koq bu, bisa belajar dari ibu."


"Ini Nis kamu kocok dulu telur nya, biar ibu yang adon tepungnya." Pinta Mama Richo.


Lalu Nisa sigap melakukan apa yang disuruh.


"Oh ya Nis, ibu boleh Nanya ?"Ucap Mama Richo ragu.


"Apa bu,,?" Jawab Nisa lembut.


" Apa benar kamu sudah bertunangan?"


"Alhamdulillah masih rencana bu. Acaranya setelah Nisa pulang ke kampung. Orang tua Nisa langsung mengadakan Lamaran setelah itu langsung menikah."Ucap Nisa.


"Oo Seperti itu. "Sambil mengulum senyum nya .


"Katanya juga kamu ngajukan surat Risign ya?"Tanya Mama Richo lagi sambil mencampurkan beberapa bahan lalu memasukkan telur hasil kocokan Nisa.


"Ia bu,Tapi..Nanti nanti sajalah. Ini mana yang harus Nisa kerjakan lagi bu.?" Seakan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Oh , bentar ya.." Jawabnya sambil mengadon kembali.


" Setelah ini kamu bantu cetakan ini, trus letakkan diloyangnya. Abis itu kita masukkan dalam Oven nya." Jelas nya lagi.


" Gampang kan..?"


Nisa pun mendengarkan apa yang dibicarakan Mama Richo, lalu menjalan kan apa apa lagi yang diperintahkannya.


Setelah memakan beberapa waktu, akhirnya kue hasil masakan mereka selasai juga.


"Wahh..! Cantik bu.Gak sabar pengin Nyicip..hehe" Ucap Nisa mengangkat loyang kue yang sudah masak lalu meletakkannya diatas meja.


"Ia ya Nis, wangi nya juga harum."


Mama Richo memindahkan beberapa kue itu ketempatnya. Walau masih terasa panas, Mama Richo mengubitkan kan sedikit kue itu lalu menyodorkan kemulut Nisa.


" Cobalah! Kamu orang yang pertama.." Ucap Mama Richo perhatian.


Nisa terkejut, seakan tak enak hati akan perlakuan itu.


" Maaf Bu." Sambil menerima untuk merasai kue buatan mereka.


"Gimana?" Tanya Mama Richo penasaran.


"Hmm..Mantap kali Bu." Sahut Nisa dengan Khas Sumatra nya bahkan dengan jempolnya.


"Mantap.??.uwahaha Nisa Nisa. Coba ibu rasa ya..?" Mencicipi.


"Hmm.. Menurut ibu sedikit ada yang kurang Nis..Tapi apa ya??"


"Apa Bu?. Enak koq Bu, Nisa coba lagi ya"


Mama Richo tersenyum melihat Tingkahnya seakan mulai akrab.


"Kalau ditambah bubuk coklat enak gak ya Nis?"Sambil memikirkan.


"Wah..Gini aja udah enak bu. Apa lagi pake coklat, Makin nikmat lah bu. Hehe" Jawab Nisa.


"Oh ia. Kamu kan suka coklat ?.. Lain kali ibu masakkan kue coklat ya?"


"Ibu tau dari mana, kalau Nisa suka coklat?" Tanya Nisa heran.


" Richo.." Sahut Mama nya santai.


" Oohh." Jawab Nisa sedikit senang, yang ternyata Richo pernah cerita dengan Mamanya tentang dirinya.


"Astaqfirullah" Sontak Nisa dalam bathinnya.


"Lupakan!. Sekarang hanya ada Imam Nisa!" Jerit dalam hati Nisa kembali mengingatkan.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2