
Ke esokan harinya.
Setelah selesai Annisa membereskan segala kerjaan dapur, dia pun bergegas mempersiapkan beberapa baju untuk suaminya dan juga dirinya.
" Kak,, bangun!"Ucap Nisa sembari menggoyangkan Lengan Richo.
"Hmmm" Jawab Richo malas.
"Kak, mandi sana. "
Richo pun bergeliat malas untuk segera bangkit dari tempat tidur nya.
" Kamu udah mandi?" Ucap Richo, lalu menatap Nisa yang duduk disampingnya sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
" Hmm.." Anggukan Nisa dan melanjutkan kembali aksinya, yang seketika bergerak untuk bangkit dari tempat duduknya.
Tak sempat melangkah, Richo dengan cepat menarik tangan Annisa yang tersontak tubuhnya jatuh di tempat tidur. Dengan mata tertutup, Richo mulai memeluk Annisa dengan erat hingga tiada jarak lagi diantara mereka.
"Kak !!.. Mandi." Seru Nisa dengan lembut.
"Hmm..Rambut kamu wangi sayang.."Ucap Richo yang tak menghiraukan seruan Nisa.
"Kak..Liat itu udah jam berapa?" Ucap nya lagi yang tubuhnya hanya pasrah akan perlakuan Richo padanya.
"Serius sayang! Rambut kamu itu wangi, tubuh kamu juga."Ujar Richo yang mulai jahil dengan mencium beberapa petunjuk darinya.
"Hmm.. Mulai deh" Batin Nisa yang mengerti maksud dari suaminya.
" Masa wangi sih kak?."
"Padahal Aku hari ini keramas pakai sabun cair looh!. Gak pakai shampoo." Ucap Nya lagi yang mulai mencium rambut nya panjang.
" Maksud kamu sayang?"
" Kamu kemaras nya pake sabun cair untuk badan. Bukan pakai shampoo?." Ucap Richo heran.
Nisa hanya mengangguk, sambil menatap mata Richo .
" Terus kamu mandi nya pake apa?"
"Sabun dong."
"Shampo kakak dirumah kan belum ada. Ya udah Nisa keramas pake sabun cair aja, yang penting ada buihnya. Hehehe" Sahut Nisa dengan tawa recehnya.
"Apa Mama lupa beli shampoo ya?." Gumam Richo pelan, lalu mulai melonggarkan pelukannya.
" Terus hari ini aku mandi nya pake apaan?"
"Sabun cair." Jawab Nisa.
" Keramas nya."
" Ya sabun cair juga dong sayang" Jawab Nisa yang mulai sedikit kesal.
" Astaqfirullah sabar, sabar.." Batin Nisa.
"Ya udah kalau gitu kakak gak mandi deh.." Ucap Richo lagi dengan memper erat pelukannya lagi..
" Ihh! Jorok!.. Kak bangun!!"
__ADS_1
" Liat kak, itu udah jam berapa? . Ntar kita telat lagi kerja nya.." Seru Nisa kembali yang mencoba membujuk Richo.
"Kalau kita datang telat hari ini. Pasti mereka paham lah, kita kan masih pengantin baru." Sahut Richo santai , lalu mulai memperlancar niatnya.
( Aaaaaa !! Author kejang kejang )
"Kak,, Gak baik gitu ah.. "
"Lagi pula, mereka juga pasti belum tau kalau kita sudah menikah." Sahut Nisa lembut.
"Kak... Mandi sana !.Baju nya udah Nisa siapin ntuh..." Seru nya lagi dengan lembut mencoba merayu , sambil memegang kedua pipi suaminya untuk menghentikan kelakuannya..
"Hmm baik lah sayang. "Sahut Richo melepaskan pelukannya lalu membaringkan tubuhnya kembali.
Melihat perubahan wajah Richo, Annisa mulai mendekati tubuh Richo lalu menindih dada bidang Richo yang seketika menatap matanya.
"Kak.. Ntar malam kita pulang cepat ya?" Ucap Nisa lembut dengan senyum manisnya membalas tatapan Richo seakan menggoda dirinya.
" Apa kamu mulai menggoda ku"Ujar Richo.
"Tidak. "
"Terus kenapa kita nanti harus pulang cepat. Apa Kamu mau, kita..."Ucap Richo lembut tak melanjutkan.
" Kita,, ."Sahut Nisa lembut menatap dalam mata Richo
" Kan mau belanja bulanan." Balas Nisa ceria lalu mendarat kan ciuman cepat nya pada Richo.
Mendengar itu Richo semakin malas bangkit dari tempat tidurnya.
Annisa pun pergi memasuki ruangan ganti, dengan meninggalkan senyum riangnya pada Richo , dengan langkah berat Richo pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah semua terlihat rapi akan penampilan nya, Richo pun berlalu untuk menemui Annisa yang masih sibuk dengan sarapan pagi mereka.
"Wah suamiku .. Kenapa kamu tampan sekali" Ujar Annisa seakan terpukau menatap lembut lelaki yang duduk disampingnya.
Mendengar pujian dari Annisa, membuat Richo menjadi salah tingkah sembari senyum dengan sendirinya.
"Apa karna keramas pakai sabun cair ya."Sahut Annisa lagi mencoba mengingatkan.
"Sayang, suami kamu ini, kalau mandi gak mandi tetap ganteng koq. " Ucap Richo penuh percaya diri.
" Lagi pula, tadi aku keramas gak pakai apa apa koq. " Sahutnya lagi sambil menyantap roti dan susu yang telah disediakan Annisa.
" Loh kenapa? Kan ada sabun cair kak"
" Gk deh sayang. Kakak gak bisa pakai itu untuk rambut "Balas Richo dengan Lembut.
"*Hmmm .. keramas pake sabun aja gak mau. Gimana zaman aku dulu ya...?"
" Gak ada shampo, gak punya sabun mandi. Pake sabun cuci aja sehat terus nih rambut sampe sekarang*." Gumam Nisa mengingat masa kecil dirinya.
Setelah selesai dengan aktifas pagi mereka, Annisa dan Richo pun berangkat melaju ke RS dengan mengendarai mobil milik Richo. Hingga bebarapa menit sampai lah mereka di area parkir.
***
Di RS.
" Kak,,, Aku harus bilang apa sama mereka tentang status kita nanti." Ucap Nisa ragu untuk masuk.
__ADS_1
" Bilang apa ?"
" Kita kan memang sudah menikah. Sah dimata hukum dan agama. Ya kita harus jujur dong sayang, agar hubungan kita lebih nyaman lagi disini." Sahut Richo menyakinkan sambil menggengam tangan Annisa mencoba menuntun untuk memasuki ruangan Annisa.
Sesampai diruangan , mereka berjalan bergandengan tangan seakan mengundang perhatian tiap tiap karyawan RS bahkan termasuk teman terdekat Annisa.
Mereka yang melihat masih bingung akan keberadaan Annisa di RS mereka. Yang padahal mereka tahu, hampir sebulan lalu telah mengajukan pengunduran dirinya.
" Dok.dok !" Panggil Kylin pada Calvin saat mereka berdua tengah bekerja dengan beberapa pasien.
Mendengar panggilan Kylin yang berada disampingnya, Calvin pun menatap Wajah Kylin yang terlihat menegangkan.
"Apa Ky,,,"Sahutnya.
"Bukannya itu dokter Annisa. "
" Mana?" Sahutnya mencari sesosok yang dimaksud Kylin.
Mata Calvin menelusuri ruangan, yang ternyata ramai para pegawai RS juga tengah berbisik menyaksikan apa yang baru mereka lihat.
" Apa dokter Annisa balik ke RS ini lagi dok ?" Ucap Kylin yang mulai teriak bahagia sembari meramas tangan Calvin.
"Eh mana mungkin. "Sahutnya lembut, sembari membalas setuhan tangan Kylin yang berada di lengannya sambil mengelus dengan lembut.
"Ayok dok. Kita keruangannya.!"
"Aku pasti gak salah liat, kalau itu emang dokter Annisa dengan Dokter Calvin. Tanya aja mereka, mereka juga pasti liat."
"Ahhh..!! Aku senang sekali kalau mereka sekarang bisa bersama lagi" Ujar Nya kembali riang yang ingin memeluk Calvin.
" Masak sih. Yok kita coba temui di ruangannya" Ajak Calvin yang ikut penasaran.
Tak sempat melangkah, tiba tiba...
" Ehh.. Dok..Gimana ,,, dengan saya. Uhuk uhuk uhuk!!" Panggil Salah satu pasien yang belum selasai mereka tangani.
Mendengar panggilan itu, Calvin dan Kylin kembali lagi pada kerjanya. Sedikit senyum malu terlihat dari wajah meraka berdua, dikarnakan ingin meninggalkan pasien karna urusan pribadinya.
" Maaf pak. Maaf" Ucap menyesal dari Calvin lalu melanjutkan merawat sang pasien itu.
Sedangkan Kylin hanya menunjukkan wajah bersalahnya tetapi matanya tetap menatap ujung sisi dari ruangan Annisa.
***
"Setelah ini kamu laporin diri lagi ya sayang ke pihak Staf, untuk mengatur ulang jadwal kamu. "
Ucap Richo sesampai diruangan Annisa dahulu.
" Hmmm,,"Sahut Annisa dengan senyuman nya.
"Aku ke ruangan aku dulu ya."
" Ntar kalau kamu kangen, kamu bisa datang kapan aja keruangan ku" Ujar Richo kembali dengan memainkan matanya.
Mendengar candaan Richo, hati Annisa yang sedari tadi takut akan serangan mendadak di RS, akhirnya mulai sedikit tenang untuk melanjutkan awal kerja nya kembali.
Bersambung..
Maaf ya kak kakak,, telat beberapa hari up nya..
__ADS_1
Jangan lupa like, coment dan vote nya ya..
Sehat selaluuuu😘😘