KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 65: Nge Gombal


__ADS_3

" Apa kakak yang sudah menyebarkan berita tentang pernikahan kita di RS ini?" Tanya Annisa menghadapkan dirinya ke arah Richo yang duduk di sofa.


" Hmm. Kenapa? Kamu tidak suka aku melakukan itu?"


" Suka. Tapi,,,? " Sahut nya.


"Tapi ?. " Potong Richo menggeryitkan dahinya heran.


" Di antara mereka, ada juga yang tidak suka mendengar kabar ini dari kita." Ujar Nisa menyinggung perihal Rossa.


"Aku ngerasa, kalau aku sudah mencuri kakak dari mereka yang diam diam juga sangat menyukai mu." Jelas nya lagi berterus terang.


Memang benar adanya, saat berita itu beredar, banyak para staff dan perawat yang sedari dulu menyukai Richo seakan menjadi bahan cibiran untuk Annisa .


"Aku takut, mereka akan membenci bahkan menyerangku karna masalah pernikahan ini ."Tutur Annisa lagi.


"Bukannya itu benar, kalau kamu sudah berhasil mencuri ku dari mereka?"Ucap Richo menatap Annisa sembari menggenggam kedua tangannya.


" Bahkan kamu sudah mencuri hati ku sedari dulu. Sampai sampai hati ini selalu terukir indah atas nama mu, Annisa." Ucap Richo seraya menggombal, bahkan meletakkan tangan kanan Annisa tepat di dada kirinya.


"Benar kah?. " Sahut Annisa manja atas gombalan suaminya.


"Hmm.."


"Wah aku masih gak menyangka, ternyata aku berhasil bikin lelaki tampan pujaan semua gadis gadis disini, jadi tergila gila padaku sedari dulu." Sahut Nisa bangga dengan tawa recehnya seakan mengejek Richo.


" Apa kamu bahagia dengan pernikahan kita?" Tanya Richo lembut.


"Hmmm." Sahut Annisa dengan anggukan kepalanya.


" Bagus lah. Aku harap kamu tidak pernah terpengaruh dengan omongan omongan mereka yang tidak menyukai hubungan kita ini."


" Aku ingin kamu bahagia selalu bersama ku, Annisa." Ucap Richo yang mengingat tentang ketidak sukaan Rossa pada Annisa.


" Terima kasih ya sayang, Kamu mau menerima aku yang penuh kekurangan ini sebagai imam untuk mu. Aku akan berusaha untuk banyak belajar lagi." Ujar Richo lagi selembut mungkin, lalu tangannya mengelus ujung kepala Annisa merambat kepipi mulusnya.


Mendapat tiap tiap ucapan manis dari Richo, membuat Annisa bahagia bahkan tersenyum malu seakan tak mampu membalas tatapan penuh cinta yang diberikan Richo padanya.


" Manusia tak ada yang sempurna kak. Hanya Allah lah yang memiliki sifat kesempurna an itu."Sahut Nisa lembut lalu merapikan rambut Richo yang memang sudah terlihat rapi.


"Kenapa kamu kelihatan cantik sekali hari ini sayang" Ucap Richo mulai merayu.


"Benar kah" Sahut Annisa memegang kedua pipinya.


"Hmm."


" Pulang yuk."


" Karna kecantikan kamu hari ini, buat aku selalu merindukan mu. Bahkan senyuman yang kamu miliki ini, serasa menyuruh aku untuk segera cepat cepat pulang ke rumah. " Rayu Richo kembali.

__ADS_1


" Huhh,, kenapa cantik nya aku cuma hari ini aja, kemaren kemaren gak cantik gitu." Sahut Nisa mulai sewot.


" Aduhh salah ngomong lagi ni kayaknya. Baru juga baikan dari rasa dingin kemaren malam, ini mau mulai lagi" Celetuk Richo dalam hatinya.


" Bahkan kamu paling cantik Nisa. Cantik yang sudah menempati ke 2 dihati ini." Ucap Richo.


" Ke 2. No 1 siapa!. "Sahut Nisa mulai memanas atas jawaban Richo.


" Mama..Karna mama cinta pertama aku. "


"Kamu gak masalah kan?" Sahut Richo.


"Oooo.. Kirain siapa."Sahut Nisa lega.


" Gak lah kak, beliau juga mama kedua bagi aku. Aku juga senang kalau kakak sangat menyanyangi nya."


" Kakak juga harus ingat, surga itu ada ditelapak kaki ibu. Jadi jangan pernah menyakiti hatinya ya, kalau mereka menasehati kebaikan untuk kita." Ucap Nisa lagi mencoba mengingatkan.


" Insha Allah. Makasi ya sayang, kamu selalu ingatkan aku tentang hal agama." Sahut Richo tersenyum puas, menatap lembut mata Annisa yang seketika mendekatkan wajahnya ke arah Annisa.


Melihat posisi Richo yang memberi sinyal untuk mencium dirinya, Annisa seketika terdiam lalu berlahan memejamkan kedua matanya seakan memberi sambutan untuk suaminya.


Cekrek...


Tiba tiba suara pintu ruangan itu terbuka dengan cepat.


"Nisa. Kita ngumpul bareng yuk!. Ngerayain per.. nikahan " Ucap Clarisa semangat tapi terputus saat dirinya menyaksikan Annisa ingin berciuman dengan Richo diruangan pribadinya.


" Maaf dok. Maaf..Kami gak liat koq." Ucap Kylin kalut seakan takut akan kesalahan mereka yang mengganggu kemesraan Annisa dan Richo.


"Maaf dok. Kami mau keluar koq." Tambah Calvin melangkahkan kakinya dan tangannya menarik Kylin ingin berhambur dari ketidak sengajaannya.


"Eh mau kemana dok ?. " Sahut Nisa cepat untuk menghentikan langkah ketiganya.


"Ka, kami udah selasai koq ngobrolnya. Ya . Ya kan kak" Ucap Nisa kembali dengan terbata karna menahan malu.


"Hmmm." Sahut Richo santai lalu mendudukkan dirinya lagi disofa itu.


"Belum juga mulai, udah kamu bilang selesai Nisa. Huhh. Gagal lagi. !" Gumam Richo sedikit kesal akan kedatangan ketiga sahabat Annisa yang mengganggu kemesraan mereka berdua.


"Bener nih. Kami gak ganggu?. "


" Tapi sepertinya wajah dokter Richo keliatan kecewa atas kedatangan tiba tiba kami Nis." Ucap Clarisa mencoba meringankan suasana.


Mendengar Sahutan Clarisa tentang Richo, membuat Calvin terkejut. Lalu menyenggol bahu Clarisa untuk segera berlalu dan menghentikan candaannya.


" Maaf ya dok, kami gak sengaja masuk keruangan ini. Lupa ketok pintu lagi. Heheh" Ucap Calvin pada Richo.


"Gak papa.. Gagal disini tapi belum tentu gagal dirumah kok ?" Sahut Richo santai.

__ADS_1


"Dirumah pasti kami lanjutkan koq yang tertunda ini." Ucap nya lagi lalu mendekap bahu Annisa.


Mendengar jawaban Richo, Seketika Annisa membelalakan matanya menatap ke arah Richo. Marah bercampur malu perasaan nya saat ini atas ucapan suaminya barusan didepan semua temannya.


"Aaaa Dokter Richoo so sweet banget sih..Kalian keliatan serasi tauuu.." Potong Kylin berantusias menyaksikan keduanya.


" Dok. Aku pengen nikah..." Ucap Kylin lagi setengah berbisik lau bergeliat cepat sambil menggandeng tangan Calvin.


"iiiiikkk...Nikah? "Sahut Calvin heran melihat tingkah aneh Kylin.


" Hus..!Kalian ini. " Bentak Clarisa menghentikan tingkah Kylin yang sudah seperti cacing kepanasan .


" O ia Nis. Kamu gak ada niat buat undang kami untuk merayakan pernikahan kamu dengan dokter Richo ?" Ucap Clarisa lagi.


" Hmm.." Gumam Nisa yang mengalihkan pandangannya pada Richo untuk meminta petunjuk.


Melihat pandangan Annisa, Richo pun hanya tersenyum lalu menganggukkan berlahan kepalanya. Seakan memberi izin Annisa untuk mengundang semua teman temannya.


" Gimana kalau besok malam, selepas pulang kerja kalian datang kerumah kami. Kita rayakan pesta kecil kecilan aja ya.?" Sahut Annisa.


" Yesss..Gitu dong. Masak melepas masa jomblo kamu, kita gak merayakannya. Rugi dong kita.." Potong Clarisa.


"Pesta kita kita aja, kami udah senang kok. Biasanya juga begitu kan?." Tambah Calvin pula.


"Dokter Richo gak marah kan, kalau kami besok datang kerumah. Takutnya kami ganggu lagi..." Sahut Kylin menggingatkan kejadian barusan


"Gak. Asalkan jangan sampai pagi." Ujar Richo.


" Haha. Gak lah dok. Kami usahakan cepat pulang koq. Biar dokter bisa lanjut kerja malam nya lagi sama Annisa " Canda Clarisa lagi terkekeh yang mengundang tawa kecil dari semuanya terkecuali Annisa yang menahan malu.


" Apaan sih Cla...!, Udah deh kalian pulang sana. Besok aja kalian datangnya." Ucap Annisa mulai kesal karna sudah menahan malu.


"Ooo mau lanjut yang tadi lagi ya...?" Ejek Clarisa lagi.


"Clarisaaaa!!" Teriak kecil Annisa geram akan ulah temannya. Melihat ke akraban semuanya, Richo pun tersenyum lalu mengeratkan dekapan tubuh Annisa ke pelukannya.


" Ya udah deh Nis, Dokter Richo. Kami balik duluan ya?" Sahut Calvin menyudahi.


" Hmm.. Hati hati ya?" Sahut Richo.


"Bye bye Annisa. Mmmuachh." Ucap Clarisa meninggalkan ruangan.


"Kami luan ya dok? " Tambah Izin pamit dari Kylin menyusul keduanya.


Annisa dan Richo hanya tersenyum mengantarkan kepergian ketiganya. Selepas itu, mata Annisa menatap tajam ke arah Richo serasa marah dan malu atas kelakuannya.


" Pulang yok!" Ajak Richo mengalihkan tatapan Annisa.


Bersambung...

__ADS_1


Sehat Selaluuu.😁


__ADS_2