
"Alasannya hanya sibuk dengan kerjaan di klinik ayahnya. Belum lagi, akhir akhir ini dia semakin susah untuk dihubungi."
"Sabar ya sayang. Gak usah diharap lagi laki laki seperti itu. " Balas Clarisa geram sambil megepalkan kedua tangannya.
" Pasrah aja deh Cla. Kalau jodoh lanjut, kalau gk.. berarti aku harus banyak bersabar lagi, memperbaiki diri hehehe" Ucapnya dengan senyum kecut diwajahnya.
Flashback
Kl, Randy tiba dirumah orang tuanya. Dengan hati berbunga bunga dan semangat menggebu gebu dia menyampaikan niat nya itu untuk mengkhitbah Nisa sang mantan kekasih nya dulu.
"Tak Bisa Ren. Mami gak setuju kamu dengan gadis indo itu!!" Bentak ibunya tak setuju. Yang saat itu mereka berada diruang tamu bersama dengan ayah Rendy.
"Kenapa Mi?, Dia gadis yang baik, soleha.Jadi apa alasan Mami menolak Rendy menikah dengannya?". Ucap Randy lagi kalut.
"PI..kasih tau anak kamu ini. Pokoknya Mami gak setuju!" Ucap ibunya dengan Kesal.
"Ren. Kami senang mendengar kamu mau menikah, tapi sampai kapan pun kami tak akan setuju kamu menikahi gadis indo itu. Kami sudah jodohkan kamu dengan teman bisnis Papi. Tuan David. Minggu depan kita diner bersama dengan keluarga nya. Kamu harus ikut!". Jelas ayahnya tegas.
Sedang Randy mendengar itu semakin geram tak terima akan perlakukan kedua orang tuanya.
"Maaf Pi, Mi, Aku gak bisa!". Balas nya kesal lalu bangkit dari tempat duduknya takut dia semakin berkata kasar pada orang tuanya.
" Kamu mulai membantah kami Ran!?. Ingat!Kami orang tua mu!" Bentak Ibunya membuat langkahnya terhenti.
"Mi. Mami juga tau kalau dari dulu aku gak bisa melupakan Nisa, kenapa kalian terus menjauhkan aku dengan Nya.? ". Tanya Randy penasaran.
" Mami gak suka bermantukan orang Indo, mereka semua sama aja wataknya.!" Alasan ibunya sambil memalingkan wajahnya.
" Udah lah Ran. Anak tuan David juga lulusan dari Amerika, dia berbakat, dan juga pewaris dari salah satu Rumah sakit ternama di KL ini. Kamu terima saja!" Sambung ayahnya.
Randy yang mendengar alasan kedua orang tuanya itu hanya tersenyum sinis, yang ternyata dia dijodohkan hanya dikarnakan harta dan tahta semata.
Flashback off.
Malam yang hening, diapartement Nisa. Selepas Shalat Isya dia mulai mencoba menghubungi Randy dengan selulernya, untuk memperjelas akan hubungan nya yang sudah dijanjikan padanya.
Sedikit gusar dia melakukan panggilan itu, tapi hasilnya nihil. Nisa pun mulai menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur lalu mencoba lagi untuk kesekian kalinya.
Hingga akhirnya terjawablah suara dari sebrang sana.
"Assalamualaikum kak"Sapa Nisa dahulu.
" Waalaikumsalam Nisa." Jawab Randy tertahan.
Yang sedari tadi memang ia sengaja untuk tidak menjawab panggilannya. Fikiran kalut, kecewa dan bingung yang dia rasakan di saat ruang kerjanya, hingga akhirnya dia menjawab juga telpon dari Nisa.
__ADS_1
Karna ingin mematuhi kedua orang tuanya, dia pun mulai mencoba menjahui Nisa dengan cara yang serupa dengan masa lalu mereka.
"Kakak sibuk?" Tanya Nisa lembut.
Sedangkan Randy hanya diam, tak tertahan lalu mengepalkan tangan kanan nya karna kesal, seakan tak sanggup untuk berkata jujur.
" Hmm..."Jawab Randy sambil menundukan kepala nya dengan tangannya itu.
Sontak perasaan Nisa semakin kalut, dan mencoba memulai percakapan mereka dengan lembut.
"Kakak ada masalah?".
"Maaf kalau Nisa ada salah. Tapi Nisa harap kakak lebih terbuka lagi. Kita sudah sama sama dewasa, jangan sampai kesalah pahaman yang lalu itu terjadi lagi" Ungkap Nisa meluapkan kekecewaannya.
"Maafkan kakak Nis, sudah membuat mu terluka lagi." Ucap Randy perlahan.
"Yah Nisa sudah paham tujuan pembicaraan kakak. Hanya saja Nisa ingin mendengar alasan kakak"Ungkap Nisa penuh harap.
"Kakak akan segera menikah Nis, dengan wanita pilihan orang tua kakak. Kakak gak bisa menentang mereka. Kuharap kamu paham itu." Jelasnya berlahan.
Jujur, walau Nisa tidak mencintai Randy. Tapi saat dia mendengar ungkapan itu membuat dirinya sedikit kecewa.
"Yah... semoga pilihan orang tua kakak yang terbaik. Selamat ya kak" Ungkap Nisa berbesar hati.
"Kamu gak papa kan Nis, dengan keputusanku ini?."
"Maaf Nis...." Ungkap nya lirih .
"Ya sudahlah kak, mungkin ini jalan Allah yang mengatakan kita tidak berjodoh. Dan Untuk orang tua Nisa dikampung, akan Nisa katakan Berlahan. Mereka pasti paham. Assalamualaikum." Jelas Nisa, langsung mematikan hp miliknya, Seketika beristiqfar.
Sedang disebrang sana. Randy terdiam lalu menundukkan kepalanya diatas meja kerjanya. Seakan merasa bersalah akan kelakuannya. Tapi tak bisa menetang keinginan orang tuanya.
Ketika dia berdiri, lalu membantingkan gelas yang sedari tadi terletak di atas meja itu.
Karna tak bisa menerima keputusan orang tuanya lalu meluapkan amarahnya pada sembarang benda.
Serasa puas dengan kelakuan nya diruang kerjanya, Randy pun berlalu. Hingga terpikirlah Niat dalam Hatinya untuk bersenang senang diluaran sana, menghabiskan Malamnya dengan beberapa minuman. Yah..Dia kembali lagi kedunia kekacauwannya lagi. Didunia yang saat dia terpuruk, lalu dengan sekejap dapat dia lupakan.
***
Keesokan harinya, setelah selasai dengan operasinya.
Tak seperti biasa, Richo yang masih berfikir diruangan bedah, membuat Nisa juga ikut bertahan. Dengan dua cangkir kopi buatannya, lalu Nisa memberikan pada Richo salah satunya.
Richo menerima kopi buatan Nisa lalu menyeruputnya.
__ADS_1
"Gak berubah. Masih terlalu manis." Ungkap Richo lembut sambil memandang kewajah Annisa.
Nisa tersenyum lepas mendengar ungkapan Richo yang selalu mengkoreksi kopi buatannya. Lalu mendudukkan dirinya yang tak jauh dari Richo, diatas meja operasi yang hanya tinggal mereka berdua diruangan itu.
"Kapan dokter akan berangkat?" Ucap Nisa yang sudah mengetahui bahwa Richo menjadi salah satu dokter tim relawan yang akan dikirim.
"Ternyata kamu sudah tau Nis.." Ucapnya berlahan lalu menyeruput kopinya.
Nisa hanya diam, lalu memandang kearah Richo mengharap ada jawaban.
"Hmm.. Kemungkinan 3 hari lagi." Jawabnya.
" Kenapa dokter mendaftarkan diri untuk berangkat disana, bukankah dokter lebih baik disini?"
"Kenapa?. Kamu gak terima kalau aku yang pergi?" Tanya Richo seakan mengejek.
Nisa pun tersenyum, seakan Richo mengetahui keinginan nya dahulu.
"Yaa.. Gitulah..Hehe"
" Maaf Nis, Aku yang menggantikan kamu untuk pergi menjadi tim relawan. Karna aku berharap setelah di negara itu aku bisa memperdalam agama dan memperbaiki diri, karna disana juga bermayoritaskan islam.".
Nisa mendengar alasan Richo seakan membuatnya bahagia. Dan mencoba menerima bahwa dirinya tak bisa bergabung ke tim, yang selama ini dia harapkan.
"Dan aku rasa juga kamu gak mungkin bisa pergi, kamu kan mau menikah?" Tanya Richo dengan tawa kecilnya.
Nisa yang mendengar itu hanya diam menahan kata kata nya, bahwa kenyataannya dia dan Randy sudah berakhir.
"Jangan marah ya?". Richo memandang lembut kearah Nisa lalu Nisa pun membalasnya dengan senyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Gimana dengan pertunangan mu Nis, kenapa Tidak jadi pulang ke indo minggu lalu. Bukannya kamu udah minta Cuti?" Tanya Richo ingin tahu akan kelanjutan hub Nisa dengan Randy.
Karna selain ke empat sahabatnya , tidak ada yang tahu bahwa dia gagal bertunangan dengan Randy.
"Hmm.. Gk jadi dok" Ungkap Nisa dengan senyum manisnya.
" Maksudnya??".
**BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA SALING DUKUNG YA TEMAN TEMAN.
TINGGALIN KEJAKNYA DIBAWAH.
LIKE, COMENT, RATE DAN VOTENYA JUGA BOLEH..
__ADS_1
SEHAT SELALUUUU**..