KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 57 : Sayang


__ADS_3

05: 05 WIB.


Annisa tersentak dalam tidur nyenyaknya disaat terdengar oleh nya suara azan subuh yang tak jauh dari rumah orang tuanya.


Annisa mencoba sadar dari tidur nya sambil menggeliat untuk merenggangkan otot ototnya yang terasa lelah.


Saat kesadarannya penuh, dia pun terkejut melihat Richo sedang tidur disamping nya tadi. Bahkan tanpa dia sadari , bahwa dirinya semalaman tengah tertidur dilengan kokoh milik Richo.


Annisa terdiam terpaku diatas tempat tidur nya, menatap lekat wajah Richo yang tertidur dengan pulas. Dia mencoba menyentuh pelan alis indah bulu mata yang dimiliki Richo, hanya untuk memastikan bahwa lelaki dihadapannya bukan mimpi baginya.


Menelusuri mata sampai hidung Richo bahkan bibir nya dengan jari jari lentik nya. Hingga membuat dia tersadar dan malu sendiri akan perbuatan yang baru dilakukannya itu.


Dengan sigap di menarik lengannya lalu menggigit jari jarinya karna kelancangannya yang mulai tak terkontrol baginya.


"Aduhhh .. Koq jantung ku begini ya?" Gumam Nisa pelan sembari menepuk pelan dadanya itu.


Sedang Richo yang sudah terbangun karna ulah jari jari milik Nisa tadi hanya bisa menahan tawanya dalam kepura puraan nya.


" Huhh,,!! " Hela nafas Nisa mencoba menenangkan.


Tak ingin membangunnya terlebih dahulu, Annisa pun ingin beranjak dari tempat tidur nya untuk mengambil air wudhu.


Seketika tangan Annisa ditarik kembali oleh Richo, hingga dia pun terjatuh di tempat tidur itu lagi.


" Kamu mau kemana?" Ucap Richo menggenggam tangan Annisa dengan suara khas bangun tidur.


"Ma. Mau ber wudhu...." Sahutnya sedikit terkejut.


" Hmm ..Sudah bangun?" Ucap Nisa kaku.


" Hmm... Terbangun karna jari jari manis mu ini" Ucap Richo lembut seakan mengejek Nisa akan ulahnya barusan.


Lalu Richo pun mencium tangan Annisa yang masih digenggamnya, lalu meletakkan nya kembali didadanya.


"Sial!! Aku ketahuan..Aaa Maluuu.." Batin Nisa ingin berlari.


"Heheh kirain gak sadar,, " Ucap Nisa setengah malu.


Mendengar ucapan Nisa , Richo pun tertawa kecil sambil mendudukkan dirinya disamping Annisa.


Menatap lembut mata Annisa yang masih terlihat malu, sambil merapikan anak rambutnya yang masih belum tersisir olehnya.


" Selamat pagi sayang. " Ucap Richo sembari mengecup pipi Annisa.


"Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan padaku tanpa malu malu lagi ."Ucap Richo lagi sembari berdiri dari tempat tidur nya untuk kekamar mandi.


Nisa pun hanya mengangguk, sambil memikirkan kembali apa yang baru saja dia dengar.

__ADS_1


" Sayang??. Kok indah ya kata itu terdengar dari bibirnya. Gak buat aku merinding koq." Batin Nisa sambil mendekap dadanya ingin berguling riang di tempat tidurnya.


" Kamu gak jadi wudhu nya?"Ujar Richo berdiri didepan pintu ingin pergi tapi terhenti akan tingkah aneh Nisa kali ini.


" Hmm.! Bentar lagi, kamu luan lah. Aku mau siapkan dulu alat alat sholatnya disini." Ucap Nisa sedikit linglung.


"Hah .. Kamu!"Sahut Richo seakan tak enak dia dengar.


" Maksud aku, kakak . "Balas Nisa cepat seakan mengerti akan maksud Richo.


Setelah mendengar Ucapan itu, Richo pun tersenyum lalu berlalu kekamar mandi untu berwudhu.


Sedang Annisa dengan cepat merapikan tempat shalat untuk Richo, lalu menuju kamar mandi sebelah agar lebih cepat berwudhunya.


Setelah Annisa selesai, dia pun mendapati Richo yang berdiri di tempat yang sudah dia siapkan tadi.


" Kakak sudah siap sholat ?"Tanya Nya heran.


" Belum. Aku ingin shalat berjamaah bersama istri ku untuk pertama kali nya". Sahut nya pula.


"Baik lah, "Ucap Annisa, sambil memakai mukenanya ,sembari merapikan shaf nya.


Tanpa dia duga, tak butuh bertahun tahun Ternyata Richo sudah sangat fasih dalam berbagai ayat dalam solatnya.


Selepas shalat subuh selesai, Richo pun mandi sedang Annisa sibuk merapikan kamarnya. Setelah kedua nya selesai dalam hal bersih bersih diri, mereka berdua keluar kamar bertemu dengan keluarga Annisa dan saling membantu untuk merapikan dan membersihkan kembali ruangan selepas pesta pernikahan mereka.


Atas masukan dan arahan orang tua Annisa, mereka pun dipaksa untuk bersilaturrahmi kekeluarga terdekat mereka untuk Mengucapkan terima kasih. Atau sering disebut Mebat.


"Ayok kak, kita gerak sekarang. Takut nya kesorean."Ucap Nisa menenteng bungkusan makanan untuk bertamu.


Mendengar ajakan Nisa, Richo terdiam memikirkan. Matanya menelusuri seluruh halaman rumah milik ayah mertuanya.


"Kak!" Ucap Nisa lagi.


"Hmmm..Kita naik motor ini?"Ucap Richo sedikit bingung.


"Hmm, Ia. Emang kenapa?."


"Atau kakak mau ganti motor yang itu"Balas Nisa menunjuk motor yang lain.


Richo mengangguk dengan cepat, sambil menggaruk garuk kepalanya .


" Kakak, gak bisa bawa motor .." Ucap Richo lirih.


" Ya ampun kak. Ternyata ada juga yang gak bisa kakak lakukan ya??." Ucap Nisa setengah tertawa.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Annisa, Richo hanya memilih diam lalu tersenyum pahit karna menahan malu.

__ADS_1


Melihat Annisa dan Richo yang berdiri dihalaman rumah, seakan mengundang perhatian orang orang yang masih berkumpul didalam rumahnya.


" Kenapa Nis.?Motor nya Rusak?"Ucap Ayah Nisa menghampiri mereka berdua.


" Enggak koq yah. Cuman kak Richo gak tau cara mengendarainya."Jawab Nisa , lalu meletakkan buah tangannya itu dibagian depan motornya.


Sedang Richo hanya tersenyum malu, seakan mengerti apa maksud pembicaraan antara anak dan ayah itu.


"Jadi?" Balas Ayah Annisa bingung.


" Kita kan gak ada mobil disini." Ucap nya lagi sembari matanya menelusuri halamannya.


" Nisa kan masih bisa yah. biar Nisa aja yang bawa. Heheh. " Annisa menaiki motor itu lalu disusul oleh Richo yang mendudukkan dirinya dengan hati hati lalu memegang pinggang Annisa.


"Kami berangkat ya Yah. Assalamualaikum" Ucap Nisa pada ayahnya , sedangkan Richo hanya tersenyum hormat pada mertuanya yang berada dibelakang Annisa.


Hingga mereka pun berlalu dengan menuju tempat sanak saudaranya.


Melihat Richo yang digonceng Annisa, ayah Annisa dan orang yang melihat dari dalam rumahnya hanya tersenyum bahkan ada yang tertawa terbahak bahak menyaksikan itu.


"Hus!! Puas kalian tertawain menantu ku itu ya?" Selah Ayah Nisa memasuki rumahnya.


"Katanya jenius Wak, suami kak Nisa. Masak naik motor aja gak bisa" Sahut salah satu sepupu Annisa.


" Dia kan jenius dalam ilmu pengetahuannya, bukan jenius dalam bidang bawa membawa motor!. " Jawab Ayah Nisa mencoba membela Richo.


" Entah!.. Emang orang jenius itu harus tau naik motor Ndre ? . "Potong abang Annisa menimpali.


" Gak kan."


" Emang kamu, disuruh berhitung aja payah!. Tapi kalau masalah duit, cepat kali kau hitung hitungkan." Ujar nya lagi.


Seketika Andre terdiam karna serangan yang menghujaminya, seakan membela menantu bule dari ayah Annisa.


" Udah lah aku pergi makan aja, kalian disini pada belain menantu sama ipar nya terus" Ucap Andre berdiri pergi menuju ruang makan.


***


3 hari berlalu, Richo dan Annisa pun berkemas diri untuk keberangkatannya malam hari ke sidney, untuk melanjutkan kerja mereka.


Dikarnakan Sibuknya rumah sakit akan kekurangan 2 dokter handal, mereka berdua pun akhirnya dipaksa balik.


Padahal yang ternyata, seluruh karyawan RS juga belum mengetahui akan pernikahan Richo dan Annisa saat ini, termasuk sahabat sahabat Annisa.


Setelah izin pamit dengan haru pilu, kedua orang tua Annisa melepaskan kan tanggung jawab anaknya pada Richo. Berharap akan kebahagian keluarga mereka. Hingga akhirnya mereka berpisah di bendara.


Jangan lupa Like, coment nya ..

__ADS_1


Jangan lupa rate 5 dan Vote nya..


Sehat selaluu😘😘


__ADS_2